
Keesokan harinya, Rai dan Raiden telah berada di atas atap penginapan ketika matahari terbit. Mereka menunggu Alvarez yang hendak menjelaskan tentang sayembara yang diadakan kerajaan.
"Rai, apa benar orang yang kau maksud itu memiliki darah naga?" tanya Raiden.
"Sepertinya begitu! Tapi, aku sedikit merasa asing dengan aura darah naga yang dimilikinya!" balas Rai.
"Apa dia bukan keturunan Five Strongest Dragons?" tanya Raiden yang sedikit merasa bingung dengan pernyataan Rai.
"Kemungkinan seperti itu! Ah, sepertinya dia sudah datang!" ucap Rai ketika melihat Alvarez yang melompat dari atap suatu gedung ke gedung yang lain.
"Apa dia orang yang kau maksud, Rai?" tanya Raiden seraya mendekati Rai.
"Ya, namanya Alvarez! Profesinya Demon Hunter!" ujar Rai.
"Demon Hunter? Kebetulan sekali," gumam Raiden, "Rai, turuti apa yang akan diucapkan oleh orang itu! Dan bawalah dia ke Dragonland, aku ingin memastikan sesuatu sebelum yakin dengan apa yang aku pikirkan!"
Rai mengangguk. Ia tahu kalau Raiden sudah menemukan jawaban atas pertanyaannya dan ingin segera memastikan kebenarannya.
Tap...
"Hai, Rai! Maaf aku terlambat!" ucap Alvarez seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Tidak apa-apa! Kami juga baru selesai sarapan! Oh iya, Alvarez ini Raiden! Raiden ini Alvarez!" ucap Rai memperkenalkan.
"Baiklah, bisa kau beritahu aku tentang sayembara itu?" tanya Rai yang sudah tak sabar.
"Ah, itu... Sebaiknya kalian ikut aku!" ajak Alvarez.
"Kemana?"
"Tempat pelaksanaan sayembara!"
***
Tap...
"Ini tempat pelaksanaannya?" tanya Rai.
"Benar! Ini adalah arena kerajaan! Biasanya digunakan untuk tempat festival bela diri dan uji coba antar petarung!" jawab Alvarez menjelaskan tentang arena di depannya.
"Lalu, apa tujuanmu mengajak kami ke sini? Mendaftarkan kami?" tanya Raiden.
Alvarez hanya mengangguk lalu menunjukkan jalan ke loket pendaftaran yang tidak jauh dari tempat mereka berada.
Tidak butuh waktu banyak untuk sampai ke loket pendaftaran itu. Hanya saja, mereka harus mengantri lama karena banyak orang yang ingin mendaftar, sedangkan loket pendaftaran hanya satu.
Setelah menunggu selama hampir satu jam, akhirnya tiba giliran Rai dan Raiden.
"Selamat datang, Tuan! Anda ingin mendaftar untuk sayembara?" tanya petugas registrasi yang dibalas anggukan oleh Rai.
"Baiklah! Sebutkan nama dan umur anda, Tuan!"
__ADS_1
"Rai, 18 tahun!" ucap Rai.
"Dari mana anda berasal dan berada di tingkat apa kultivasi anda?" tanya petugas itu sembari menulis data diri Rai.
"Aku berasal dari kota Petir! Tingkat kultivasiku... Immortal Emperor tahap Master!" jawab Rai setelah sedikit berpikir.
Petugas registrasi itu berhenti menulis selama beberapa detik karena terkejut dengan tingkat kultivasi Rai.
"I-ini nomor urut anda, Tuan!" petugas itu menyodorkan sebuah token kayu bertuliskan angka 48 kepada Rai yang langsung mengambilnya tanpa banyak bicara.
'Umur 18 tahun tapi sudah mencapai Immortal Emperor. Benar-benar berbakat,' batin petugas itu.
"Selanjutnya..."
"Raiden, 37 tahun! Asal dari kota Petir! Tingkat kultivasi Immortal Emperor tahap Master!" ucap Raiden cepat.
Petugas registrasi itu melamun sesaat setelah mendengar perkataan Raiden yang cepat. Namun, segera ia menguasai dirinya dan menuliskan data diri Raiden lalu menyerahkan token kayu bertuliskan angka 49.
'Dua orang itu kuat, tapi juga eksentrik,' batin petugas itu seraya menggelengkan kepalanya.
***
Rai dan Raiden berjalan beriringan menuju ruang tunggu yang telah disediakan oleh panitia.
Sesampainya di sana, mereka berdua langsung mendapatkan tatapan tajam dari para peserta.
Tanpa menghiraukan tatapan dari peserta lainnya, Rai dan Raiden berjalan santai menuju kursi yang kosong, menunggu gilirannya untuk mengikuti sayembara.
"Selamat datang semuanya!" ucap pria paruh baya itu dengan berwibawa.
"Perkenalkan saya Charles, raja kerajaan Dryscill! Di sini saya akan memandu anda untuk menyaksikan sayembara yang tidak ada habisnya ini!" ucap Charles.
"Selama beberapa tahun ini, belum ada yang berhasil mengalahkan Pangeran Charlie dan berpetualang di dalam salah satu dunia lain ini!" lanjutnya.
"Baiklah, tanpa berlama-lama lagi! Mari kita mulai sayembara ini!" ucap Raja Charles yang disambut dengan gemuruh tepuk tangan penontong yang antusias menyaksikan sayembara.
Kemudian, Raja Charles memanggil 100 peserta pertama untuk memasuki arena raksasa berbentuk lingkaran.
Rai dan Raiden berjalan santai di belakang peserta lainnya dan menempatkan diri di pinggir arena.
Tak lama kemudian, seorang lelaki berzirah hitam, mendarat tepat di tengah arena sambil memanggul sebuah pedang raksasa yang mengerikan.
"Tingkat Holy Emperor tahap Legend..." gumam Rai.
"Pedang Bayangan Monster?" gumam Raiden.
"Perkenalkan, namaku Pangeran Charlie! Kuharap kita bisa bertarung dengan adil!" ucap Pangeran Charlie dengan sopan.
Tak lama kemudian, Raja Charles memulai sayembara dengan mengaktifkan formasi pelindung di sekitar arena.
Tepat setelah formasi pelindung aktif, semua peserta mulai menyerang Pangeran Charlie secara serempak menggunakan jurus andalan masing-masing.
__ADS_1
Melihat banyaknya serangan yang ditujukan kepadanya, Pangeran Charlie segera memasang masker hitamnya lalu melancarkan serangan pertama.
"Monster Pelahap Energi!"
Pangeran Charlie, menebaskan Pedang Bayangan Monster-nya ke tanah dengan keras sampai menimbulkan getaran yang mengguncang satu arena.
Tak lama berselang, sebuah bayangan monster bergigi besar, muncul di lantai arena dan menyerap energi sebagian peserta hingga membuat mereka terkulai lemas tak berdaya.
Raja Charles lalu membuat sebuah portal di bawah para peserta yang lemas itu, tepat setelah monster yang diciptakan Pangeran Charlie menghilang.
Kini dari 100 peserta yang mengikuti sayembara ini, tersisa 75 peserta yang masih berdiri di atas arena dengan keterkejutan yang luar biasa.
"Ada apa? Kenapa kalian berhenti?" tanya Pangeran Charlie dengan nada provokasi.
Merasa terprovokasi dengan perkataan Pangeran Charlie, ke-73 peserta yang tersisa langsung melancarkan serangan-serangan terkuat mereka.
Namun, semua serangan itu tidak mempan terhadap Pangeran Charlie karena telah diserap oleh Pedang Bayangan Monster miliknya.
"Karena aku tidak meminta sumbangan serangan dari kalian, maka kukembalikan semua serangan itu kepada kalian!" ucap Pangeran Charlie dengan nada yang ramah namun menyeramkan.
"Refleksi Serangan!"
Pangeran Charlie mengangkat tinggi Pedang Bayangan Monster dengan kedua tangannya. Lalu, sebuah blackhole kecil tiba-tiba muncul di depan pedang itu dengan puluhan serangan yang siap kembali kepada pemiliknya.
Swosh... Swosh...
DUARRR... DUARRR...
Ledakan demi ledakan terdengar di atas arena. Menimbulkan kepulan asap yang memenuhi formasi pelindung di sekitar arena.
"Dengan hasil ini, maka diumumkan, bahwa sayembara hari ini telah usai dan akan dilanjutkan besok!" teriak lantang Pangeran Charlie mengumumkan hasil sayembara.
"Tunggu dulu!"
Suara Rai yang terdengar keras, membuat Pangeran Charlie sedikit terkejut. Ia tidak menyangka jika masih ada peserta yang selamat dari serangan terakhirnya.
"Oh, masih ada yang tersisa, ya? Baiklah, akan kubereskan dalam satu serangan!" ucap Pangeran Charlie enteng.
"Oh, kau ingin membereskan kami dalam satu serangan, ya?" ujar Raiden yang baru selesai menghabiskan teh-nya.
"Kenapa? Apa kau takut dan akan menyerah begitu saja?" tanya Pangeran Charlie dengan nada sombong.
"Hahaha... Anda sedikit lucu, Pangeran Charlie! Seharusnya anda tidak berkata seperti itu! Takutnya nanti justru anda yang harus menjilat ludah sendiri!" ucap Rai panjang lebar lalu meminum teh yang baru saja ia tuang ke dalam gelas kecilnya.
"Oh, benarkah? Apakah aku akan menjilat ludahku sendiri?" tanya Pangeran Charlie dengan nada yang semakin sombong.
"Sepertinya anda masih berpegang teguh dengan ucapan anda ya, Pangeran Charlie?" Rai lalu menyimpan peralatan minum teh-nya di dalam cincin penyimpanan dan berganti mengeluarkan Sky Lightning Sword.
"Sebaiknya anda bersiap, Pangeran Charlie!"
"Karena anda, akan menghadapi seluruh kekuatan kami!"
__ADS_1