
Rai turun dari atas dahan pohon tempatnya mengintai, lalu berjalan masuk kedalam gua dengan kewaspadaan tinggi. Dia menggenggam erat pedang katananya sembari melihat mengedarkan pandangannya.
Swosh... Swosh... Swosh...
"GROOOAAAHHH!!!"
"GROOOAAAHHH!!!"
"GROOOAAAHHH!!!"
Tiba-tiba, muncul tiga siluet harimau hitam dari dalam gua. Tiga siluet harimau hitam itu adalah pasukan milik Harimau Kegelapan yang terbuat dari elemen kegelapan.
Mendapat serangan mendadak, Rai secara refleks menghindari serangan-serangan tersebut. Dia memiringkan dan membungkukkan badannya, agar serangan itu tidak mengenainya.
Benar saja, tiga serangan dari pasukan Harimau Kegelapan itu tidak mengenai Rai dan terus melaju hingga menabrak belasan pepohonan hingga rubuh.
"Hmm... Serangan dari prajurit harimau itu akan langsung menghilang begitu menabrak sesuatu! Haiss... Kalau saja ada elemen cahaya, maka semua bayangan itu akan langsung menghilang tanpa jejak!" gumam Rai.
Rai kembali memasuki gua semakin dalam, setelah serangan mendadak yang begitu singkat itu. Namun, suasana disana sangat sepi.
Semakin masuk kedalam, semakin sepi pula suasananya. Hal ini membuat Rai tidak nyaman. Dia merasa kalau kesunyian ini adalah awal dari pertarungan yang berat.
"Grrr..."
Rai menghentikan langkahnya begitu mendengar suara geraman dari salah satu sudut gua. Dia kemudian mengalihkan pandangannya kearah sumber suara itu.
Tapi, tidak ada apa-apa disana. Hanya ada dinding gua yang gelap disana. Merasa ada yang janggal, Rai langsung mengalirkan energi alamnya ke pedang katana miliknya yang akan diubah menjadi elemen petir ungu.
Kemudian, Rai mengayunkan pedangnya dengan cepat kearah dinding gua itu. Dan...
Slash... Zrat...
Poff...
Sebuah suara tebasan terdengar dari salah satu sudut gua yang tadi Rai sasar. Terlihat seekor harimau bayangan yang tergeletak tak bernyawa dengan kepala terlepas dari lehernya. Harimau bayangan itu, langsung menghilang menjadi bayangan hitam begitu tubuhnya terjatuh membentur tanah.
"Grrr..."
"Grrr..."
"Grrr..."
"GROOOAAAHHH!!!"
"GROOOAAAHHH!!!"
"GROOOAAAHHH!!!"
Tiba-tiba muncul puluhan harimau bayangan dari seluruh dinding gua. Ternyata, para harimau bayangan itu bersembunyi dikegelapan gua yang rata-rata terdapat pada dinding gua.
Namun, persembunyian mereka berhasil diketahui Rai setelah ia berhasil membunuh salah satu dari mereka.
__ADS_1
"Hahaha... Saatnya pembantaian!" teriak Rai sembari menunjukkan seringainya.
Rai kemudian melesat maju kearah pasukan harimau bayangan dengan sebilah pedang ditangannya dan aura miliknya.
Slash... Zrat...
Slash... Zrat...
Slash... Zrat...
Poff... Poff... Poff...
Tiga bayangan harimau bayangan, mati dan menghilang seketika setelah kepala mereka tertebas oleh pedang yang dibawa Rai.
Melihat rekan mereka yang mati, para harimau bayangan yang tersisa, menyerang Rai secara serempak. Mereka menyerang Rai dengan cakaran, gigitan bahkan bola energi.
Namun, semua serangan itu tidak bisa menyentuh Rai, bahkan ujung jubahnya yang berkibar setiap ia bergerak.
"Serangan yang terlalu lemah sampai tidak bisa disebut serangan!" ucap Rai memprovokasi semua harimau bayangan, "Serangan yang benar itu seperti ini!"
Rai tiba-tiba menghilang dari pandangan para harimau bayangan. Mereka hanya bisa menengok kesana kemari berusaha untuk mencari Rai yang menghilang dari tempatnya.
Slash... Zrat... Poff...
Detik berikutnya, sebuah suara tebasan dan benda jatuh terdengar dari arah kerumunan para harimau bayangan. Suara itu juga membuat semua harimau bayangan yang tersisa, tidak lagi fokus untuk mencari Rai. Melainkan fokus untuk melihat asal suara itu.
Slash... Zrat... Poff...
Slash... Zrat... Poff...
Slash... Zrat... Poff...
Slash... Zrat... Poff...
Slash... Zrat... Poff...
Suara tebasan dan benda jatuh kembali terdengar sebanyak empat kali. Seperti sebelumnya, suara-suara itu juga dibarengi dengan menghilangnya empat harimau bayangan yang telah berubah menjadi asap hitam.
"Grrr... GROOOAAAHHH!!!"
Salah satu harimau bayangan langsung melesat maju kearah sumber suara itu. Namun, serangannya hanya mengenai udara kosong saja.
Melihat rekannya bergerak, harimau bayangan lainnya juga mengikuti langkah rekannya itu. Tapi, sama seperti tadi, semua serangan yang mereka lakukan hanya mengenai udara kosong saja.
Sementara itu, jauh dikedalaman gua, terlihat seorang manusia yang tengah berjalan santai dengan kedua tangan yang diletakkan dibelakang punggung.
"Dasar para harimau bod*h!" gumam orang itu yang tak lain adalah Rai.
Saat ini, Rai memang tengah berjalan semakin masuk kedalam gua. Namun, dia melanjutkan perjalanannya setelah mengelabui para harimau bayangan yang saat ini tengah terjebak didalam kebod*han mereka sendiri.
Kembali ke Rai,
__ADS_1
Beberapa menit berjalan, akhirnya Rai sampai disebuah tempat yang luas dengan seekor harimau hitam raksasa yang tertidur ditengah-tengah tempat itu.
Dalam sekali lihat, Rai tahu kalau beast yang ada dihadapannya itu adalah Harimau Kegelapan yang ia incar. Seketika, Rai kehilangan sikap santainya dan langsung berubah waspada.
Dengan segera, Rai mengambil kembali pedangnya yang sebelumnya ia sarungkan. Tidak lupa juga ia mengeluarkan Sky Lightning Sword dari cincin penyimpanan miliknya.
Kemudian, Rai berjalan mengitari Harimau Kegelapan yang sedang tertidur itu untuk memastikan kalau beast yang dia incar itu tidak bergerak.
Tap... Tap... Tap...
Terdengar suara langkah kaki Rai yang cukup pelan. Walaupun pelan, tetapi suara itu masih bisa terdengar ditengah keheningan digua itu. Suara itu juga berhasil membuat sang pemilik gua terbangun.
"Siapa yang berani memasuki gua-ku?!" tanya Harimau Kegelapan sembari berdiri dari posisi tidurnya.
"Hm? Hahaha... Ternyata hanya seekor semut kecil yang meminta kematian rupanya!" ucap Harimau Kegelapan dengan nada merendahkan setelah melihat Rai berdiri disalah satu sudut gua.
"Jangan meremehkanku, mantan Heaven Beast agung!" ucap Rai dengan mata yang menatap jijik.
"Apa kau bilang?!" tanya Harimau Kegelapan dengan nada yang terdengar marah.
"Hah... Sepertinya kau tuli, ya? Tapi, tak apa! Karena kau akan kutangkap!" ucap Rai kemudian maju menyerang Harimau Kegelapan.
"Cih! Hanya dengan pedang mainan, ingin melawanku?! Coba saja kalau bisa!" ucap Harimau Kegelapan kemudian maju menyambut serangan dari Rai.
Trang... Trang...
Terdengar suara dentingan besi yang tercipta dari gesekan antara pedang milik Rai dengan cakar milik Harimau Kegelapan. Dentingan besi itu terus terdengar sampai sang Harimau Kegelapan itu menyerang Rai hingga membuatnya terpental menabrak dinding gua.
"Uhuk... Uhuk... Sial!" ucap Rai setelah memuntahkan seteguk darah segar.
"Bagaimana? Apa kau ingin menyerah? Aku akan memberimu kesempatan untuk menyerah sebelum menjadi santapanku! Hahaha..." ujar Harimau Kegelapan.
"Kau jangan sombong dulu! Medan Es!" ucap Rai lantang.
Tiba-tiba, muncul aura es yang sangat kuat dari tubuh Rai. Aura es itu memenuhi seisi gua hingga membuat seluruh bagiannya terlapisi oleh medan es. Bahkan, keempat kaki dari Harimau Kegelapan pun ikut terjebak didalam medan es itu.
"Grahhhh... Lepaskan aku!" teriak Harimau Kegelapan.
"Jangan berpikir kalau aku bodoh!" ujar Rai yang kemudian melompat tinggi hingga kepalanya hampir menyentuh langit-langit gua lalu mengucapkan sebuah jurus, "Delapan Belas Tebasan Dewa Petir!"
Rai mengayunkan pedang katana dan Sky Lightning Sword miliknya sebanyak masing-masing delapan belas kali. Terciptalah tiga puluh enam siluet bulan sabit ungu hasil tebasan kedua pedang milik Rai diudara kosong.
Tiga puluh enam siluet bulan sabit ungu itu langsung melesat kearah Harimau Kegelapan begitu mendapat perintah dari Rai.
BOOOOMMM...
"AARRGGHHHH!!!"
Harimau Kegelapan berteriak kesakitan setelah siluet-siluet bulan sabit ungu itu menabrak tubuhnya. Tapi, penderitaannya belum cukup sampai disitu.
Rai menyarungkan kedua pedang yang ia pegang kebelakang punggungnya lalu menciptakan sebilah pedang es dari elemen es yang ia kuasai.
__ADS_1
"Ilusi Es! Prisión de Hielo!" ucap Rai lalu menancapkan pedang esnya ditanah.