
"Ilusi Es! Prisión de Hielo!" ucap Rai lalu menancapkan pedang esnya ditanah.
Swosh...
Kratak... Kratak...
Belasan pilar es tiba-tiba muncul begitu Rai selesai mempersiapkan jurusnya itu. Jurus yang digunakan oleh Rai ini adalah level kedua dari teknik Ilusi Es yang pernah dipelajari oleh Rai saat masih terjebak di Hutan Kabut Berdarah.
Teknik ini belum pernah digunakan oleh Rai, kecuali saat bertarung melawan Ular Racun Neraka dulu. Tapi, kala itu yang digunakan oleh Rai adalah level pertama dari teknik ini yang belum sempurna penggunaannya.
Kembali ke situasi terkini,
Saat ini, Harimau Kegelapan sedang terjebak didalam penjara es yang diciptakan oleh Rai. Penjara yang terbuat dari es itu mampu menekan kekuatan Harimau Kegelapan dan memberinya ilusi yang mampu membuat fisiknya terluka.
Rai menjulurkan tangannya kearah penjara es yang ia buat kemudian mengucapkan sebuah jurus, "Prisión de Hielo! Tortura Ilusion!" ucapnya.
Wuung.. Wuung...
Penjara es itu mengeluarkan bunyi mendengung untuk beberapa saat sebelum berganti dengan suara geraman samar dari dalam penjara itu.
"Sekarang, rasakan ilusi yang akan merusak tubuhmu itu! Hahaha..." ucap Rai sembari tertawa lantang.
***
Didalam penjara es,
Harimau Kegelapan yang sebelumnya terjebak medan es, kini bisa bergerak bebas dan sedang mencoba membebaskan diri dari penjara es itu dengan cara mencakar ataupun menabrak-nabrakkan tubuhnya ke pilar-pilar dari penjara es itu.
Trang... Duang... Sreeett...
"Grahhhh... Penjara es ini sangat kuat! Bahkan, cakaranku saja tidak mempan! Huh, jika saja kekuatanku tidak ditekan oleh ilusi ini..." gumam Harimau Kegelapan.
Wuung... Wuung...
"Grrr... Grrr..."
"Grrr... Grrr..."
"Ha? Apa yang...?" ucapan Harimau Kegelapan terhenti ketika ia melihat sekelompok harimau hitam yang mendekat kearahnya.
"K-kalian?! Kalian, cepat bantu tuanmu ini untuk menghancurkan penjara es yang mengurung kita!" perintah Harimau Kegelapan kepada para harimau hitam itu.
"Grrr..."
"GROOOAAAHHH!!!"
Tiba-tiba, para harimau hitam itu maju menyerang Harimau Kegelapan sembari berteriak marah. Hal ini tentu membuat Harimau Kegelapan terkejut. Karena ia tidak menduga kalau para bawahannya tidak melaksanakan perintah yang ia berikan dan justru berbalik menyerangnya.
"H-hei! T-tunggu du— AARRGGHHHH!!!"
Harimau Kegelapan berteriak kesakitan pasca serangan dari salah satu harimau hitam mengenai tubuhnya dan menyebabkan luka yang sangat menyakitkan.
__ADS_1
'Beruntung ini ilusi! Luka yang kuderita akan sembuh begitu aku keluar dari sini!' batin Harimau Kegelapan.
'Tapi, ini tidak bisa dibiarkan!' batinnya lagi.
"Bola Kegelapan!" ucap Harimau Kegelapan.
Ia kemudian membuka mulutnya lalu menengadahkan kepalanya keatas. Harimau Kegelapan berniat untuk mengumpulkan energi alam dimulutnya untuk menciptakan bola kegelapan raksasa.
Namun, hal itu tidak terjadi. Jangankan bola kegelapan, energi alam yang ada didalam tubuh Harimau Kegelapan pun seperti tidak ada.
"A-apa yang terjadi ini? K-kenapa aku tidak bisa merasakan energi alamku?" gumam Harimau Kegelapan terheran-heran.
"GROOOAAAHHH!!!"
Slash... Zraasshh...
"AARRGGHHHH!!!"
Harimau Kegelapan kembali menjerit kesakitan ketika serangan dari salah satu harimau hitam mengenai tubuhnya hingga mengucurkan darah segar.
Slash... Slash... Slash...
Zraasshh... Zraasshh... Zraasshh...
"AARRGGHHHH!!!"
Harimau Kegelapan kembali berteriak kesakitan. Tubuhnya kini penuh bekas luka cakaran berwarna merah hasil kucuran darah yang keluar dari tubuhnya.
"GROOOAARRR!!!"
Slash... Slash...
Zrat... Zrat...
Bug... Bug...
Harimau Kegelapan menyerang para harimau hitam itu dan berhasil membunuh dua diantara mereka. Dia bergerak lagi dan membunuh beberapa ekor harimau hitam lagi hingga habis tak bersisa dalam beberapa jam.
"Hah... Hah... Hah... Melelahkan sekali!" gumam Harimau Kegelapan.
"Setelah aku keluar dari ilusi ini, akan kucincang tubuh manusia itu!" ucap Harimau Kegelapan.
***
Diluar penjara es,
"Sudah berjam-jam sejak dia terjebak didalam ilusi itu, seharusnya dia sudah terluka parah bukan? Yah, kita akan lihat hasilnya setelah kita membebaskannya dari sana!" gumam Rai lalu mencabut pedang es miliknya.
Kratak... Kratak...
Bruk...
__ADS_1
"Hah... Hah... Hah... Akhirnya aku keluar dari ilusi itu!" ucap Harimau Kegelapan yang baru saja terbebas dari penjara es.
"Hai, Harimau Kegelapan! Lama tak berjumpa! Bagaimana rasanya? Menyenangkan, bukan?" ucap Rai dengan ramah.
"Ha? Kau... Grahhhh... Dasar manusia si*lan! Kubunuh kau!" ucap Harimau Kegelapan lalu maju menyerang Rai.
"Membunuhku? Jangan bercanda!" ucap Rai lalu menarik Sky Lightning Sword dari selongsongnya, "Tebasan Naga Petir! Level 1 : Tebasan Naga Ungu!" teriak Rai lantang.
Bzzzt... Bzzzt... BLAAAZZTT...
Tiba-tiba, Sky Lightning Sword mengeluarkan petir ungu dalam jumlah besar selama beberapa menit. Lalu, petir ungu tersebut berubah menjadi seekor naga petir ungu yang melilit bilah pedang itu.
"Sekarang kita lihat! Siapa yang akan terkena serangan dan terluka?" ucap Rai lalu mengayunkan Sky Lightning Sword kearah Harimau Kegelapan.
Bersamaan dengan Rai yang mengayunkan pedangnya, naga petir ungu yang melilit bilah dari Sky Lightning Sword, melepas lilitannya dan langsung melesat kearah Harimau Kegelapan sambil berteriak marah.
"GROOOAAAHHH!!!"
BOOOOMMM...
Ledakan terjadi ketika naga petir ungu menghantam tubuh Harimau Kegelapan dengan sangat telak hingga membuatnya mati seketika. Ledakan itu juga menyebabkan kepulan asap tebal yang membumbung tinggi.
"Teknik Pengikat Jiwa!" ucap Rai begitu kepulan asapnya menghilang.
Wuung... Wuung...
Swosh...
Suara dengungan tiba-tiba saja terdengar begitu Rai mengucapkan jurus itu. Kemudian, Rai mengeluarkan satu bejana dari cincin penyimpanannya yang berguna untuk menyimpan jiwa makhluk hidup.
"Hah... Setelah beberapa jam, akhirnya aku berhasil mendapatkan jiwa harimau ini! Diam dan tunggu saja disana, ya! Aku akan menyucikan jiwamu dan mencarikan tubuh baru untukmu!" ujar Rai lalu menutup bejana yang ada ditangannya.
"Oh, iya! Aku harus cepat-cepat keluar dari hutan ini! Bayanganku pasti sudah menungguku!" ucap Rai lalu pergi dari tempat itu.
***
Satu jam kemudian,
Rai berhasil keluar dari Hutan Kabut Berdarah setelah menempuh perjalanan selama satu jam. Kini dia sudah berada dititik awal sebelum ia masuk ke Hutan Kabut Berdarah.
Disana, tidak hanya dirinya yang berada ditempat itu. Melainkan ada seorang lelaki lagi yang memiliki penampilan mirip Rai.
"Hei, informasi apa yang akan kau berikan padaku?" tanya Rai kepada orang itu yang tak lain adalah bayangannya.
"Dengarkan baik-baik! Leluhur klan Kiyomizu memiliki sejarah perjanjian iblis! Aku tidak tahu apa yang menjadi motifnya, tetapi yang pasti mereka melakukan perjanjian iblis sejak pertama kali klan itu berdiri!" jelas bayangan Rai itu.
"Perjanjian iblis ini berlaku untuk para pemimpin klan dan keturunannya! Dan aku menemukan bahwa wanita berambut putih itu, memiliki darah dari pemimpin klan sebelumnya yang mati ketika pembantaian beberapa tahun yang lalu!" lanjutnya.
"Selain itu, aku menemukan sebuah artefak disuatu tempat yang sangat tersembunyi dikediaman klan Kiyomizu itu! Tapi, aku tidak berhasil mendapatkannya, karena ada sebuah pelindung yang tidak bisa aku tembus! Sepertinya pelindung itu diciptakan oleh para leluhur mereka yang hanya bisa dibuka oleh para pemimpin klan!" tutup bayangan Rai itu.
"Hmm... Aku mengharapkan sesuatu yang lebih dari itu! Tapi, itu sudah cukup untuk mengetahui seluk beluk misteri yang ada diklan Kiyomizu!" balas Rai.
__ADS_1