
Setelah selesai mengumpulkan Kristal Jiwa dari Monyet Api Hitam, Rai segera kembali kedalam gua untuk menyerap semua Kristal Jiwa itu. Kini dia sedang menghitung jumlah Kristal Jiwa yang ia dapatkan.
"49, 50, 51... Ada 51 Kristal Jiwa termasuk milik pemimpin kawanan Monyet Api Hitam tadi," ucapnya setelah selesai menghitung Kristal Jiwa.
"Sekarang, mulailah menyerap Kristal Jiwa itu. Kusarankan untuk menyerap Kristal Jiwa milik pimpinannya terakhir. Karena jika kau menyerapnya sekarang, tubuhmu tidak akan sanggup untuk menahan semua energi alamnya. Dan itu juga akan memakan waktu yang lama," ucap Raiden memberi saran.
"Baiklah."
Rai kemudian meletakkan semua Kristal Jiwa itu, kecuali milik pemimpin Monyet Api Hitam. Kemudian, dia memulai penyerapannya secara perlahan.
***
2 minggu kemudian,
Setelah dua minggu, semua Kristal Jiwa yang Rai serap, sudah hampir habis. Kini hanya tersisa satu Kristal Jiwa saja yang belum terserap.
Hanya butuh waktu tambahan sebanyak tiga puluh menit untuk Rai menyerap satu Kristal Jiwa yang tersisa. Tubuhnya terus mengeluarkan aura energi alam yang sangat besar. Tinggal butuh waktu beberapa saat lagi untuknya naik ketingkat yang lebih tinggi.
Tak lama kemudian, bayangan prasasti berwarna ungu muncul dari dalam tubuh Rai kemudian masuk kembali kedalam tubuhnya. Ini menandakan, dia telah berhasil naik beberapa tingkat lebih tinggi. Tapi, itu belum selesai. Karena bayangan prasati ungu itu terus muncul sebanyak 3 kali.
Setelah selesai naik tingkat, aura energi alam yang keluar dari dalam tubuh Rai perlahan menghilang. Kemudian, diikuti oleh Rai yang membuka matanya. Dia memasang raut wajah kecewa, karena kultivasinya hanya naik sebanyak 3 tahap.
"Kau kenapa?" tanya Raiden setelah melihat raut wajah kecewa yang ditunjukkan Rai.
"Ck, kultivasiku hanya naik sebanyak 3 tahap. Yang awalnya berada ditingkat Immortal Warrior tahap Junior, kini menjadi Immortal Warrior tahap Master," jawab Rai.
"Oh, itu biasa. Karena Kristal Jiwa yang kau serap itu hanya berada ditingkat Mortal tahap Biru. Tapi, seharusnya paling tidak kau bisa naik sebanyak 5 tahap," jawab Raiden.
"Mungkin karena aku lapar? Sejak pertama kali aku kesini sekitar 1 bulan lalu, aku belum pernah makan apa pun," ucap Rai kemudian beranjak dari duduknya.
"Kau mau kemana? Berburu?" tanya Raiden ketika sudah menebak kemana Rai akan pergi.
"Iya, memang kenapa?" tanya Rai.
__ADS_1
"Tak perlu berburu. Kebetulan beberapa hari lalu ada seekor rusa yang lewat didepan gua ini. Jadi, aku membunuh dan menyimpan dagingnya," ucap Raiden sembari mengambil daging rusa dibalik tubuhnya.
"Itu, silahkan mau kau apa kan," sambung Raiden.
"Kau, tak makan?"
"Tidak. Aku sudah makan bagian tubuh lainnya beberapa hari lalu," jawab Raiden.
"Baiklah," balas Rai kemudian menyiapkan kayu bakar untuk membakar daging rusa yang diberikan Raiden.
***
Setelah selesai makan, Rai meminta Raiden untuk melatihnya dan mengajarinya beberapa jurus. Terutama jurus dari Lightning Dragon.
"Baiklah. Tapi, pakai ini juga," ucap Raiden kemudian mengeluarkan sebuah pedang berwarna biru.
Pedang itu terlihat biasa saja. Bahkan, pedang itu terbuat dari air yang membeku, atau dengan kata lain adalah es. Pedang yang terbuat dari es memang jarang digunakan. Karena ketahanannya yang rendah. Lagipula, pedang es akan lebih cepat mencair ketika bertarung dicuaca panas.
"Ini adalah Holy Ice Sword. Pedang ini terbuat dari air suci dan nafas es milik Ice Dragon. Dan penempanya adalah Master Siegfried," ucap Raiden memperkenalkan pedang es biru itu.
"Benar. Tapi, pedang yang aku berikan kepadamu hanya khusus untuk orang berelemen petir. Sedangkan, Holy Ice Sword bisa digunakan oleh pendekar berelemen es atau air," tukas Raiden.
"Tapi, kenapa kau memberikannya kepadaku?" tanya Rai sembari melihat Holy Ice Sword.
"Karena kau juga memiliki elemen es. Holy Ice Sword ini juga cocok digunakan berdampingan dengan Sky Lightning Sword," jelas Raiden.
"Holy Ice Sword hanya membutuhkan energi alam untuk mengaktifkan kekuatannya. Walaupun sama, tapi Sky Lightning Sword memiliki cara kerja yang berbeda," lanjut Raiden.
"Sky Lightning Sword mengubah energi alam menjadi petir langit. Petir langit mampu mengubah warnanya. Entah itu ungu, biru, merah, kuning, hitam ataupun emas. Itu semua dikarenakan petir langit adalah petir suci dan terkuat dari semua petir. Semua dewa juga setuju kalau petir langit adalah petir terkuat. Mereka memberikan berkat kepada petir ini dan inilah hasilnya, dia bisa merubah warnanya sesuai dengan elemen petir yang dikuasai oleh orang itu. Walaupun begitu, petir langit ini memiliki kekuatan yang sangat besar. Oleh karena itu, jarang ada orang yang menguasai petir langit ini. Kecuali, orang yang memegang Sky Lightning Sword," tutup Raiden.
"Oh, begitu. Baiklah. Ayo sekarang kita latihan!" ajak Rai.
"Kau harus mempelajari ini," ucap Raiden kemudian mengeluarkan 2 Kitab jurus.
__ADS_1
"Kitab yang berwarna ungu adalah 'Jurus Tebasan Naga Petir'. Sedangkan, kitab berwarna biru adalah 'Jurus Ilusi Es', ucap Raiden.
Rai hanya mengangguk lalu mengambil 2 kitab jurus itu. Kemudian, dia membaca kitab jurus Tebasan Naga Petir. Didalam buku itu terdapat 3 level jurus.
Level 1 adalah Tebasan Naga Ungu. Level 2 adalah Tebasan Naga Petir Langit. Dan level 3 adalah Tebasan Dewa Naga Petir.
"Baiklah, kita mulai dengan level 1, Tebasan Naga Ungu."
Rai membaca instruksi yang ada dalam kitab jurus itu. Setelah selesai membaca, dia mulai menirukan apa yang tertulis dikitab jurus itu.
***
Setelah beberapa jam, akhirnya Rai mampu menguasai level 1 dari Jurus Tebasan Naga Petir. Kini dia sedang berlatih tanding dengan Raiden untuk menguji kemampuannya dalam menggunakan Tebasan Naga Ungu.
"Gunakan itu sekarang, Rai!" ucap Raiden.
"Tebasan Naga Petir! Level 1 : Tebasan Naga Ungu!" ucap Rai.
Tiba-tiba muncul siluet naga ungu dari Sky Lightning Sword. Seperti namanya, naga itu dikelilingi oleh petir berwarna ungu. Kemudian, Rai mengayunkan pedangnya kearah Raiden.
Bersamaan dengan Rai mengayunkan pedangnya, naga petir itu melesat kearah Raiden sambil berteriak marah.
Groooaaahhh...
Boooommm...
Ledakan terjadi setelah naga petir itu menghantam tubuh Raiden dan menciptakan kepulan asap tebal. Setelah kepulan asap itu menghilang, tampak Raiden yang masih berdiri tegak. Tapi, jika dilihat dari tanah yang sebelumnya ia pijak, sepertinya Raiden terseret mundur beberapa meter.
"Bagus, Rai. Hanya dalam beberapa jam kau bisa menguasai level 1 dari jurus ini. Tapi, ini masih belum sempurna. Kau harus mengembangkannya lagi," ucap Raiden.
"Ya, baiklah," jawab Rai sambil memasukkan kembali Sky Lightning Sword kedalam selongsongnya.
"Baiklah, kita akhiri latihan hari ini. Dengan menguasai jurus ini, kau bisa melawan pendekar yang tingkatannya lebih tinggi 1-3 tahap diatasmu," ucap Raiden mengakhiri latihan hari ini.
__ADS_1
"Oh, iya. Raiden, kenapa kau tidak memanggilku dengan sebutan tuan? Bukankah kau pernah bilang, kalau aku adalah tuanmu?" tanya Rai.
"Benar. Tapi, aku akan mengakuimu sebagai tuanku jika kau telah sampai pada tingkatan Immortal Emperor. Jadi, cepatlah tingkatkan kekuatanmu jika ingin dipanggil tuan olehku!" ucap Raiden dengan nada yang tinggi.