Lightning Dragon Knight

Lightning Dragon Knight
Chapter 47 : Dimensi Misterius


__ADS_3

Satu minggu kemudian,


Rai dan rombongannya telah berada di tempat yang telah di siapkan klan Zhao sebagai titik awal berkumpulnya para peserta ekspedisi ke dalam dimensi misterius.


Kali ini, ada seorang perempuan yang bergabung di dalam rombongan Rai. Dia adalah Zhao Yan. Nona muda klan Zhao yang tergila-gila pada Rai sejak awal kemunculannya.


"Rai, nanti apa yang akan kita lakukan di dalam sana?" tanya Zhao Yan dengan nada manja yang membuat telinga Rin perih.


"Menurutmu? Kau ada di sana saat aku meminta izin untuk memasuki dimensi misterius ini! Seharusnya kau tahu apa yang menjadi alasanku masuk ke sana bukan? Jadi, jangan berpura-pura bahwa kau tidak mendengar apa yang aku katakan di aula pertemuan dulu! Mengerti?" jawab Rai dengan nada yang kurang enak untuk di dengar.


Zhao Yan tertunduk lesu. Ia tentu tidak mengharapkan jawaban seperti yang diucapkan oleh Rai. Namun di sisi lain, Rin senang dengan jawaban Rai yang membuat Zhao Yan kecewa.


Tak lama kemudian, Zhao Kun selaku ketua klan Zhao, membuka portal penghubung antar dimensi itu.


Rai dan seluruh rombongannya segera masuk ke dalam portal bersama peserta yang lainnya sebelum portal kembali ditutup.


***


Di dalam dimensi misterius, Rai, Rin, Raiden, Miyuki dan Zhao Yan disuguhkan pemandangan hutan yang sangat indah nan asri. Burung-burung berkicauan, embun-embun membasahi dedaunan. Menciptakan sebuah suasana damai yang diinginkan oleh manusia-manusia cinta damai.


Slash... Zrat...


Namun, kedamaian itu berubah tatkala seekor monster beruang raksasa hendak menyerang Zhao Yan. Beruntung, beruang raksasa itu berhasil dibunuh Rai dengan satu ayunan tangannya saja.


"Hati-hati! Daerah ini dihuni oleh banyak monster kuat!" ucap Rai memberi peringatan.


"Zhao Yan, apa kau tahu dimana letak Ginseng Pembangkit Alam?" tanya Rai.


"Ginseng Pembangkit Alam selalu berpindah-pindah tempat hidupnya! Tapi, kebanyakan di daerah sekitar gua!" jawab Zhao Yan.


"Baiklah! Aku akan membagi kelompok! Rin, Miyuki dan Zhao Yan akan menelusuri hutan bagian Barat dan Selatan! Aku dan Raiden akan menelusuri hutan bagian Timur dan Utara! Jika ada yang menemukan Ginseng Pembangkit Alam, hubungi aku melalui Giok Komunikasi ini!" jelas Rai seraya menyerahkan dua Giok Komunikasi kepada Rin dan Miyuki.


"Tidak! Aku tidak ingin berpisah denganmu Rai! Tolonglah, aku tidak ingin jauh darimu!" rengek Zhao Yan.


"Diamlah, Zhao Yan! Kau tidak bisa mengaturku! Kau ada disini bersamaku, hanya karena aku melakukan syarat dari ayahmu! Jika bukan karena Ginseng Pembangkit Alam, aku tidak akan ada di sini dan tidak akan bertemu kau lagi!" jelas Rai dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Camkan ini, Zhao Yan! Aku di sini bukan untukmu! Aku di sini hanya untuk Ginseng Pembangkit Alam! Itu saja! Jangan berharap lebih dan jangan menjadi penghalang bagiku! Mengerti?" sambung Rai dengan penekanan di setiap kalimatnya.


"Hiks... Huaaa... Aku tidak menyangka kalau kau setega ini, Rai? Hiks... Hiks..." Zhao Yan menangis mendengar ucapan Rai.


"Ya, aku memang setega ini! Apalagi untuk orang asing sepertimu! Ayo Raiden, biarkan Rin dan Miyuki yang mengurusnya! Aku tidak punya banyak waktu lagi!" Rai segera menghilang dari sana bersama dengan Raiden. Menyisakan Zhao Yan yang menangis tersedu-sedu. Sedangkan, Rin dan Miyuki hanya melihatnya tanpa ada niatan untuk menenangkannya.


***


"Rai, apa kau tidak merasa kasihan kepada nona muda klan Zhao itu?" tanya Raiden.


"Untuk apa merasa kasihan? Dia juga bukan siapa-siapa ku!" jawab Rai ketus.


"Memang iya, dia bukan siapa-siapa mu! Tapi dia tetap perempuan! Dan perempuan memiliki hati yang rapuh!" tukas Raiden yang sedikit merasa kasihan dengan Zhao Yan.


"Serapuh-rapuhnya hati wanita, tetap harus siap untuk menerima kenyataan sepahit apapun! Aku tahu, kalau Zhao Yan menyukaiku, tapi aku tidak! Jadi, aku menegaskan itu lebih awal agar tidak ada kesalahpahaman, walaupun aku mengungkapkannya dengan cara yang berbeda!" jelas Rai tegas.


Raiden terdiam. Apa yang dikatakan Rai memang benar. Ia memang harus mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya agar tidak terjadi kesalahpahaman. Tetapi, dia punya pendapat kalau ungkapan itu tidak harus menyakiti orang lain.


Tap...


Tak butuh waktu lama bagi Rai untuk melihat isi gua itu. Sebuah pertarungan antara seorang pendekar dengan seekor gorilla putih raksasa menjadi hal pertama yang dilihat Rai. Ia juga bisa melihat adanya tanaman Ginseng Pembangkit Alam di belakang monster gorilla putih itu..


"Dewa Keberuntungan sepertinya memihak kita," gumam Rai yang dapat di dengar Raiden.


"Ada apa? Apa kau menemukan Ginseng Pembangkit Alam?" tanya Raiden penasaran.


"Yah, aku melihatnya! Tapi, kita telah didahului oleh seseorang yang kini sedang berhadapan dengan penjaga Ginseng Pembangkit Alam!" jawab Rai seraya menyiapkan pedang katananya.


"Penjaga? Siapa penjaganya, Rai?" tanya Raiden lagi.


"Hell Beast tingkat King tahap Emas, Raja Gorilla Putih!" Rai menarik pedang katananya, diikuti Raiden yang siap dengan dua pedang petir di masing-masing tangannya.


***


Di dalam gua,

__ADS_1


Trang...


Brukkk...


"Argh... Hell Beast ini sangat kuat! Uhuk... Uhuk..." keluh pria yang sedang berhadapan dengan Raja Gorilla Putih.


"Dengan basis kultivasiku saat ini, aku tidak akan bisa mengalahkannya," ucap pria itu lirih. Dia sudah pasrah akan akhir hidupnya yang mungkin akan berakhir tragis.


"Duk... Duk... Duk... GROOOAAAHHH!!!" Raja Gorilla Putih memukul-mukul dadanya beberapa kali sebelum maju melancarkan serangan.


"Hah... Pada akhirnya, aku juga tidak bisa memilikinya. Selamat tinggal, Zhao Yan," gumam pria itu seraya membayangkan wajah cantik Zhao Yan ketika tersenyum. Pria itu tersenyum. Walau ajal hampir menjemputnya, tapi dia tetap senang karena bisa melihat wajah Zhao Yan untuk terakhir kalinya.


Ketika serangan Raja Gorilla Putih sudah sangat dekat dengan pria itu, tiba-tiba...


Swush... DUARRRR...


Sebuah suara dentuman terdengar jelas hingga membuat pria itu terkejut. Ia membuka matanya dan terkaget ketika melihat adanya dua orang pria yang sedang berhadapan dengan Raja Gorilla Putih.


"K-kalian siapa?! A-apa kalian datang untuk menyelamatkanku? Apa kalian dari klan Zhao?" tanya pria itu. Ia merasa memiliki secerca harapan untuk selamat dari amukan Raja Gorilla Putih.


"Kami bukan dari klan Zhao! Kami datang ke sini untuk mengambil Ginseng Pembangkit Alam! Kebetulan ada dirimu di sini, jadi kami putuskan untuk menyelamatkanmu!" jawab orang yang tak lain adalah Rai.


"Oh, begitu! Terima kasih!" ucap pria itu.


Rai melirik pakaian yang dikenakan oleh pria itu dan menemukan lambang klan Zhao yang terpasang di bagian depan.


"Sepertinya kau dari klan Zhao! Sebutkan namamu!" ujar Rai.


"Namaku Zhao Jiang!" jawab pria yang bernama Zhao Jiang itu.


"Baiklah, Zhao Jiang! Kali ini aku menyelamatkanmu, tapi nanti kau harus membantuku!" tukas Rai yang membuat Zhao Jiang bingung.


"Maksudmu?"


"Kau akan tahu nanti!"

__ADS_1


Rai segera membantu Raiden yang sedang berhadapan dengan Raja Gorilla Putih. Tak butuh waktu lama bagi mereka berdua untuk mengalahkan Raja Gorilla Putih karena unggul jumlah dan basis kultivasi.


__ADS_2