
"Baiklah, saatnya meregangkan otot! Ayo, Theron! Saatnya kita beraksi!" ucap Rai bersemangat.
Ia kemudian mengeluarkan Sky Lightning Sword dari cincin penyimpanannya. Sementara itu, sesosok harimau hitam raksasa dibelakang Rai yang dipanggil Theron itu, sedang bersiap untuk melakukan pertarungan pertamanya.
"Grrr..."
Swush...
Rai dan Theron bergerak dengan sangat cepat kearah pria berjubah hitam itu. Dengan pedang dan cakar yang sudah siap untuk mencabik lawan, mereka berdua menyerang pria itu dengan sangat cepat.
Bahkan, Raiden pun tidak bisa melihat pergerakan cepat mereka, "Mereka cepat sekali!" gumam Raiden.
"Kalau begitu, aku tidak boleh kalah dengan mereka!" ucap Raiden lalu kembali menyerang pria berjubah hitam itu menggunakan dua pedang petir yang berada di genggaman tangannya.
Tiga melawan satu. Angka yang sangat tidak seimbang. Pria berjubah itu pasti akan kalah, jika yang melihatnya adalah orang biasa. Namun, tidak seperti itu kenyataannya.
Pria berjubah itu justru berhasil mengimbangi semua pergerakan yang dilakukan oleh Rai, Raiden dan Theron, walaupun membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Bahkan, pria berjubah itu terlihat unggul dari ketiga penyerangnya dalam segi kekuatan dan pertahanan. Hal ini membuat Rai, Raiden dan Theron kewalahan hingga memutuskan untuk menghentikan serangannya.
"Pertahanannya kuat sekali! Theron gunakan elemen kegelapan!" perintah Rai kepada Theron.
Theron mengangguk lalu merubah dirinya menjadi bentuk Harimau Kegelapan dengan aura hitam menyelimuti seluruh tubuhnya. Ia kemudian kembali maju menyerang pria berjubah itu dengan aura yang bergejolak hebat.
"Raiden, bantu Theron melawan pria itu dan tolong alihkan perhatiannya! Biar aku urus para semut kecil itu dan mencari kelemahan didalam tubuhnya!" perintah Rai kepada Raiden setelah dirinya merasakan kehadiran puluhan orang yang sedang mendekat kearah mereka.
"Baiklah!" balas Raiden lalu berlari kearah Theron yang sedang bertarung dengan pria misterius itu.
"Raiden, tunggu! Gunakan ini! Dengan ini, kekuatanmu paling tidak akan meningkat 25%!" ucap Rai seraya melemparkan Sky Lightning Sword kepada Raiden.
"Lalu, kau...?"
"Tenang saja, aku masih ada naga emas!" jawab Rai santai.
Swush...
"Hei, jangan panggil aku dengan sebutan itu! Panggil aku Jinlong!" ujar naga emas yang memperkenalkan dirinya setelah tiba-tiba keluar dari Ruang Jiwa Rai.
"Oh, baiklah! Jinlong, saatnya kita berlatih bersama!" ucap Rai dengan senyum seringainya.
Raiden yang masih berada disana, hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah kedua makhluk hidup yang ada didepannya itu.
'Hah... Tiba-tiba saja aku teringat akan kejadian itu!' batin Raiden lalu menyusul Theron.
Tak lama setelah Raiden pergi, puluhan orang bersenjata keluar dari dalam hutan dan langsung mengepung Rai serta Jinlong.
"Hahaha... Hanya dua orang? Aku sendiri saja bisa membunuh mere—"
Slash... Zrat... Tuk...
__ADS_1
Salah satu orang yang tadi berbicara, tiba-tiba saja mati dengan kepala terpisah dari tubuhnya, "Orang cerewet matinya lebih cepat!" ucap Jinlong yang merupakan pembunuh dari orang itu.
"Hahaha... Rupanya Bandit Kelabang Merah! Sudah lama tak jumpa, ya?" tanya Rai dengan tawa yang menggema.
"Bagaimana kau tahu siapa kami? Kami sudah menutup diri dari masyarakat luas selama beberapa bulan ini!" jawab salah satu anggota Bandit Kelabang Merah.
"Oh, begitukah? Kalau begitu, perkenalkan! Aku adalah orang yang membunuh keempat tetua kalian! Dan kini, aku akan membunuh kalian!" ujar Rai setelah membunuh salah satu anggota Bandit Kelabang Merah itu.
***
Trang... Trang...
Di pertarungan lainnya, Raiden sedang beradu pedang dengan pria misterius itu. Sedangkan, Theron menembakkan belasan bola kegelapan kearah pria misterius itu agar terpecah konsentrasinya.
Namun, ternyata tidak semudah itu. Pria misterius itu justru tak kesulitan sama sekali ketika menghadapi serangan yang mengarah kepadanya dari dua arah yang berbeda.
"Sesama pengguna elemen kegelapan rupanya!" ucap pria itu setelah berhasil memukul mundur Raiden, "Bagaimana jika kita bertarung? Pasti akan menarik!"
"Cih, kau menantangku? Baiklah, akan ku terima tantanganmu!" ucap Theron yang ternyata bisa berbicara layaknya manusia.
"Oh, beast yang bisa berbicara, ya? Benar-benar menarik!" ucap pria itu dengan semangat.
"Banyak omong kau!" Theron langsung bergerak maju menyerang pria misterius itu.
Tiba-tiba mendapat serangan, pria misterius itu hanya membalas dengan senyuman tipis sebelum menahan serangan Theron hanya dengan satu telapak tangan saja.
Pria misterius itu kemudian meninju Theron menggunakan tangan kanannya yang berselimut elemen kegelapan. Beruntung, Theron berhasil mengantisipasi serangan tersebut menggunakan perisai yang terbuat dari elemen kegelapan.
Duang... Swosh...
Sebuah ledakan aura kegelapan, tercipta akibat pukulan dari pria misterius itu mengenai perisai ciptaan Theron. Hal ini membuat alur pertarungan yang terjadi disisi Rai sedikit terganggu.
"Hei, Theron! Apa kau mau membunuh aku, hah?!" tanya Rai marah sembari membuat kubah pelindung disekitar pertarungan Theron.
"M-maaf, Rai!" jawab Theron seraya melompat mundur tepat setelah kubah pelindung yang diciptakan Rai, hancur terkena energi kegelapan.
"Kalian banyak bicara! Rasakan ini! Cakram Kegelapan!" ucap pria misterius itu.
Ia kemudian menciptakan dua cakram dari energi kegelapan yang masing-masing berada ditangan kanan dan kirinya. Dengan cepat, pria misterius itu melemparkan kedua cakramnya kearah Theron.
Trang... Trang...
DUARRRR...
Namun, belum sampai cakram itu mengenai Theron, sepasang cakram lainnya muncul dan menggagalkan serangan pria misterius itu.
"Sepertinya, kau melupakan aku, saudaraku!" ucap Raiden yang ternyata adalah pelaku dari gagalnya serangan pria misterius itu.
"Dasar kau! Rasakan—"
__ADS_1
Slash... Bug...
Sebuah serangan berhasil memotong tangan kiri pria misterius itu yang hendak melancarkan serangan kearah Raiden.
"Sepertinya kau juga melupakan aku!" ucap Theron yang sudah berada dalam bentuk harimau api hitam. Dia lah pelaku serangan yang menyebabkan terpisahnya tangan pria misterius itu dari tubuhnya.
Setelah itu, Raiden dan Theron menyerang kembali pria misterius itu dengan kekuatan yang dimiliki oleh masing-masing individu. Serangan itu membuat pria misterius yang tak lain adalah Darkness Dragon itu, kewalahan hingga kembali kehilangan satu tangannya yang tersisa.
Disisi lain, Rai dan Jinlong telah berhasil membunuh semua anggota Bandit Kelabang Merah yang mengepungnya tadi. Seharusnya tak butuh waktu lama bagi Rai dan Jinlong untuk memenangkan pertempuran itu. Hanya saja, kemenangan mereka harus sedikit tertunda akibat ledakan aura kegelapan yang berasal dari benturan antara Theron dan Darkness Dragon.
"Jinlong, kau bisa kembali!" perintah Rai yang langsung dibalas dengan anggukan oleh Jinlong, "Baiklah, saatnya membantu mereka mengalahkan Darkness Dragon sekaligus pimpinan dari Bandit Kelabang Merah!"
Rai kemudian memejamkan matanya sembari menyebutkan sebuah teknik, "Mata Dewa, aktif!"
Selesai mengucapkan teknik tersebut, Rai kembali membuka matanya yang kini berubah warna. Bagian iris mata Rai berubah warna menjadi emas, sedangkan bagian sklera mata Rai berubah warna menjadi hitam.
Dengan ini, ketajaman penglihatan Rai, meningkat hingga berpuluh-puluh kali lipat. Bahkan, Rai bisa melihat seekor serangga dari jarak ribuan mil. Tidak hanya itu, Rai juga bisa melihat isi ilusi, pintu rahasia, hingga semua yang ada didalam tubuh manusia, termasuk garis meridian.
***
Setelah beberapa menit meneliti bagian dalam dari tubuh Darkness Dragon, akhirnya Rai berhasil mengetahui kelemahannya. Yaitu, sebuah kristal kecil berwarna putih yang terletak ditengah-tengah dadanya.
"Raiden, kelemahannya ada pada kristal putih ditengah-tengah dadanya!" teriak Rai begitu berhasil mengetahui kelemahan Darkness Dragon.
"Baiklah!" Raiden bermanuver cepat kedepan Darkness Dragon sembari bersiap untuk melakukan tusukan.
Darkness Dragon berniat untuk melarikan diri dari Raiden. Namun, tubuhnya berhasil ditahan oleh Theron dari sisi belakang tubuhnya.
"Lepaskan aku!" teriak Darkness Dragon seraya berusaha untuk melepaskan diri dari Theron.
"Darkness Dragon, kembalilah ke Dragonland!" Raiden menusukkan Sky Lightning Sword tepat ketengah-tengah dada Darkness Dragon hingga membuat kristal putih itu hancur.
Jleb... Pyaarrr...
Bruk...
Darkness Dragon jatuh berlutut ketanah dengan posisi kepala tertunduk menatap tanah. Tubuhnya mulai mengalami keretakan dan tinggal menunggu waktu untuk tubuh itu hancur.
Roh dari Darkness Dragon juga terlihat terbang keluar dari raganya dengan sebuah senyuman yang menghiasi wajahnya.
"Terima kasih, Raiden! Berkat kau dan teman-temanmu, aku berhasil terlepas dari kutukan iblis jahat itu!" ucap roh Darkness Dragon.
"Sama-sama, saudaraku! Aku senang kau berhasil terbebas dari kutukannya! Lalu, apa yang akan kau lakukan setelah ini?" tanya Raiden.
"Aku tidak tahu! Mungkin, aku akan memurnikan kembali rohku di bagian gua milikku!" jawab Darkness Dragon seraya menatap langit biru.
"Baiklah, kau boleh pergi! Aku akan mengunjungimu lain kali! Sampai jumpa!" ucap Raiden melepas kepergian Darkness Dragon.
"Sampai jumpa, Raiden!"
__ADS_1