
Setelah beberapa menit, akhirnya kesadaran Rai kembali. Dia kemudian berdiri dan mulai melakukan peregangan untuk melemaskan otot-ototnya yang sempat kaku akibat duduk bersila terlalu lama.
"Bagaimana? Kau sudah bertemu dengannya?" tanya Raiden begitu melihat Rai sedang melakukan peregangan.
"Yah, seperti yang kau bilang! Dia satu-satunya ras elf yang tersisa, walaupun berbentuk roh!" jawab Rai.
"Oh, iya! Raiden, kau dulu pernah bilang, kalau dihutan ini ada sarang dari Harimau Kegelapan, bukan?" tanya Rai.
"Oh, itu! Bergeraklah satu kilometer kearah Barat! Disana ada sarang dari Hell Beast yang kau maksud itu! Tapi, kini tingkat kultivasinya tidak berada di Immortal tahap Ungu lagi! Melainkan sudah berada ditingkat General tahap Biru!" jawab Raiden.
"Hmm... Baiklah! Naga emas, apakah kau akan mengikuti kami?" tanya Rai kepada naga emas.
"Tentu, aku akan mengikuti anda! Tapi, alasanku untuk mengikutimu adalah adanya Tuan Raiden disisimu!" jawab naga emas.
"Baiklah, lakukan sesukamu! Eh? Aku baru sadar, dimana Aaron?" tanya Rai sambil mengedarkan pandangannya.
"Dia pergi terlebih dahulu! Dan dia mengundangmu untuk mendatangi kediaman Gubernur Abelard ketika kau keluar nanti!" jawab Raiden.
"Hah... Diundang ke kediaman gubernur? Entah mengapa, aku sedikit tidak nyaman dengan undangan itu!" gumam Rai.
"Hah... Ayo, Raiden! Kita pergi! Bawa juga bawahanmu itu!" ajak Rai kemudian menghilang dari tempat itu.
***
Beberapa menit kemudian,
Rai, Raiden dan naga emas, akhirnya tiba disebuah gua yang sangat besar. Saking besarnya, gua itu cukup untuk dimasuki lima puluh orang secara bersamaan.
"Langkah apa yang akan kau lakukan, Rai?" tanya Raiden yang telah masuk kedalam Ruang Jiwa.
"Pertama, kita akan mengintai! Kita harus mengetahui dulu seberapa besar kekuatan lawan!" jawab Rai.
"Oh, iya! Raiden, tolong ceritakan tentang Harimau Kegelapan ini! Sepertinya, aku merasakan ada sesuatu yang berbeda dari dalam tubuhnya, selain aura elemen kegelapan!" pinta Rai.
"Baiklah! Dengarkan baik-baik! Dahulu..."
***
Beberapa abad yang lalu,
__ADS_1
Seekor Heaven Beast harimau berelemen petir hitam, sedang populer dikalangan masyarakat. Kepopuleran harimau ini berawal dari kehebatannya dalam membantu salah satu kekaisaran meraih kemenangan dalam perang.
Kekaisaran itu, bernama Sky Lightning Empire. Salah satu kekaisaran terkuat di zaman itu. Dengan kekuatan kaisarnya yang telah berada ditingkat God tahap Legend dan ditambah dengan kekuatan pasukannya yang berada diatas tingkat Mortal King, membuat Sky Lightning Empire menjadi kekaisaran yang paling disegani.
Selama puluhan abad, tidak ada kekaisaran lain yang berani memusuhi Sky Lightning Empire karena kekuatannya. Namun, hal itu berubah ketika salah satu kekaisaran lain, tiba-tiba menyerang Sky Lightning Empire.
Kekaisaran yang bernama Dark Empire itu membawa puluhan ribu prajurit berelemen kegelapan. Mereka berniat untuk mengambil artefak berharga milik Sky Lightning Empire untuk menguasai dunia.
Ambisi yang besar dan terlalu umum dikalangan kaisar, raja dan pejabat.
Kaisar Sky Lightning Empire tidak ingin tinggal diam. Dia tidak ingin seluruh rakyatnya menjadi menderita akibat kepemimpinan Dark Empire yang terkesan kejam. Namun, dia juga tidak ingin artefak berharganya direbut.
Akhirnya, kaisar Sky Lightning Empire memerintahkan seluruh prajurit terbaiknya untuk berperang melawan Dark Empire. Sedangkan, dirinya pergi ke ruangan bawah tanah rahasia yang hanya bisa dimasuki olehnya.
Kaisar Sky Lightning Empire kemudian memanggil peliharaan tersayangnya yang termasuk Heaven Beast jenis harimau.
"Storm!" teriak kaisar. Tiba-tiba saja muncul seekor harimau hitam raksasa dengan garis ungu ditubuhnya.
Kaisar itu maju beberapa langkah dan mulai membelai lembut bulu-bulu sang harimau bernama Storm itu. Namun, belaian itu tidak seperti biasanya yang penuh kasih sayang. Justru, belaian itu seperti memiliki maksud tersembunyi.
"Storm! Kuharap, kau bisa hidup bahagia dikemudian hari!" ucap sang kaisar dengan nada sendu.
Seketika, Strom marah. Dia menggeram marah dan langsung melesat pergi, meninggalkan sang kaisar yang tengah terduduk dengan pandangan kosong.
Singkat cerita, pertempuran melawan Dark Empire berhasil dimenangkan oleh Sky Lightning Empire berkat Storm yang muncul bagai pahlawan kesiangan.
Tapi, perang itu masihlah awal mula. Masih ada belasan perang yang diikuti Storm dan berhasil dimenangkannya.
Hingga pertempuran terakhirnya yang membuat seluruh wilayah Sky Lightning Empire rata dengan tanah dan menyebabkan sang kaisar tewas. Hal itu membuat Storm marah.
Kemudian, dengan amarah dan dendam yang menjadi satu, Storm menghancurkan seluruh kekaisaran yang ada didunia itu sampai tidak tersisa.
Setelah tidak ada lagi kekaisaran yang tersisa, Storm bertransformasi. Bukan bertransformasi seperti beast kebanyakan. Storm justru bertransformasi menjadi iblis dengan kekuatan yang tiada tara.
Beruntung transformasi itu berhasil dihentikan oleh seseorang dan membuat Storm menjadi seperti sekarang. Kemudian, orang misterius itu, 'melempar' Storm kedunia manusia ini. Dengan kekuatan yang telah disegel menurut hukum alam, Storm diubah menjadi Hell Beast dengan tingkat kekuatan yang rendah.
Orang misterius yang menyegel kekuatan Storm itu, juga berhasil membangun kembali peradaban yang sempat hancur itu.
***
__ADS_1
"... Begitulah!" tutup Raiden.
"Hmm... Menurut ceritamu yang berlangsung selama kurang lebih lima belas menit itu, aku menyimpulkan! Bahwa Harimau Kegelapan yang dulu bernama Storm itu, adalah Heaven Beast yang jiwanya sudah terkontaminasi, begitu?" ujar Rai.
Raiden mengangguk, "Ya, benar!"
"Berarti, jika aku bisa mensucikan kembali jiwanya, dia bisa menjadi Heaven Beast lagi!" ujar Rai bersemangat.
"Ya! Yang kau katakan itu memang benar! Tapi, mensucikan jiwa makhluk hidup tidak semudah yang kau bayangkan! Walaupun kau memiliki elemen suci, kau masih kekurangan satu hal!" ujar Raiden.
"Yaitu, artefak Hati Murni!" tutup Raiden.
"Artefak Hati Murni?" gumam Rai.
"Ya, artefak Hati Murni! Artefak ini dulunya bernama artefak Hati Kotor dan dimiliki oleh ras vampire yang melakukan kegiatan pengubah jiwa!" jelas Raiden.
"Kegiatan pengubah jiwa yang dilakukan oleh ras vampire ini bertujuan untuk mengubah jiwa manusia menjadi jahat dan bisa bergabung prajurit mereka yang nantinya bisa dikorbankan pertama kali ketika perang!" lanjut Raiden.
"Kegiatan pengubah jiwa ini membutuhkan Hati Kotor sebagai perantaranya! Meskipun begitu, kegiatan pengubah jiwa ini masih berada dibawah ras iblis yang melakukan ritual jiwa jahat!" tutup Raiden.
"Biar kutebak! Artefak Hati Kotor itu kemudian direbut oleh ras manusia dan disucikan oleh seseorang yang memiliki elemen cahaya, apa aku benar?" tanya Rai.
"Ya, benar sekali!" jawab Raiden.
"Dia... Bergerak..." gumam Rai pelan diikuti dengan mata hitamnya yang menatap tajam gua tempat persembunyian Harimau Kegelapan.
Sringg...
Rai mengambil pedang katananya yang tersimpan rapi dipunggungnya.
Melihat tindakan Rai, membuat Raiden sedikit terkejut, "Apa yang akan kau lakukan, Rai?" tanya Raiden dengan nada menyelidik.
"Apa yang akan aku lakukan?" tanya Rai, "Tentu saja bertarung dengannya!"
"Bertarung dengannya? Apa kau yakin?" tanya Raiden meremehkan.
"Jangan meremehkanku! Aku bisa melihat dengan jelas harimau-harimau yang terbuat dari elemen kegelapan sedang melindunginya!" jawab Rai.
"Jadi, apa yang akan kau lakukan setelah mengalahkannya?" tanya Raiden lagi.
__ADS_1
"Memurnikan jiwanya!" jawab Rai dengan senyum seringai diwajahnya.