
Rai, Yuki dan Miyuki saat ini sedang berjalan santai menuju ruang rahasia yang rutenya hanya diketahui oleh Yuki. Sepanjang perjalanan, Yuki selalu berada didepan, didampingi oleh Miyuki dan diikuti oleh Rai dibelakang mereka.
"Bibi, apa hanya kau yang mengetahui rute ini?" tanya Rai ditengah perjalanan.
"Tidak! Suamiku yang merupakan pemimpin klan ini juga mengetahui rute menuju ruangan rahasia ini! Karena ruangan rahasia ini dibangun olehku, suamiku dan mertuaku selama beberapa bulan!" jawab Yuki tanpa menoleh.
"Apa Rin tidak mengetahui rute menuju ruangan rahasia ini?" tanya Rai lagi.
"Tidak! Dia tidak mengetahui rute ini! Aku tidak pernah memberitahunya, karena suami dan mertuaku melarangnya!" jawab Yuki.
"Alasannya?"
Tap...
Yuki berhenti berjalan lalu menghela nafas singkat sebelum menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Rai.
"Hah... Ketika aku menanyakan alasannya kepada mertuaku, dia menjawab bahwa ada sesuatu didalam diri Rin! Begitu juga suamiku yang memiliki jawaban sama seperti mertuaku ketika aku bertanya padanya!" jawab Yuki.
"Suamiku juga menambahkan bahwa sesuatu yang berada didalam diri Rin adalah penyebab dari meninggalnya kakeknya yang merupakan pemimpin terdahulu!" lanjut Yuki dengan kepala tertunduk.
"Hmm... Jadi, seperti itu! Yah, aku sudah menyadari itu saat pertama kali kami bertemu! Namun, aku belum tahu apa yang ada didalam tubuhnya saat itu!" ujar Rai.
"Oh, iya! Bibi, kau bilang punya sesuatu untuk roh harimau ini!" lanjut Rai.
"Hm? Oh, benar! Ayo ikuti aku!" ajak Yuki.
***
Beberapa saat kemudian,
Klang... Klang...
Krieek...
Sebuah pintu usang terbuka perlahan setelah Yuki membuka segel formasi yang menguncinya. Terlihat sebuah formasi kecil dengan sebuah lencana berwarna hitam dan tubuh kucing tanpa roh yang memiliki warna senada, melayang diatasnya.
"Ini benda yang ingin aku berikan kepada roh harimau itu! Formasi Cakram Jiwa, Lencana Giok Hitam dan tubuh tanpa roh dari Kucing Hitam Magis!" ucap Yuki menjelaskan semua benda yang ada didepannya.
"Kucing Hitam Magis? Kucing langka yang memiliki kekuatan untuk mengendalikan segala jenis elemen berwarna hitam?" tanya Rai tidak percaya dan dibalas langsung oleh Yuki dengan sebuah anggukan.
"Sepertinya bibi memang sudah menduga alasan kedatanganku kesini!" gumam Rai pelan yang tak dapat didengar oleh Yuki dan lainnya.
Rai berjalan pelan kearah tiga benda tersebut. Ia kemudian mengambil Lencana Giok Hitam dan tubuh Kucing Hitam Magis menggunakan kedua tangannya.
Swush...
Sebuah suara desiran angin terdengar disamping Rai memperlihatkan sesosok pria bertubuh tinggi dengan rambut hitam dan mata ungu. Di kedua punggung tangannya, terlihat sisik-sisik naga yang juga berwarna ungu.
"Apakah seperti ini wujud manusiamu, Raiden?" tanya Rai kepada pria disampingnya.
"Ya, kau benar! Tampan, bukan?" tanya pria itu yang tak lain adalah Raiden dengan penuh percaya diri.
"Cih, percaya diri sekali!" balas Rai sinis.
"Sini cepat bantu aku melakukan ritual pemurnian jiwa!" ajak Rai dengan nada memaksa.
"Hmm... Baiklah!" jawab Raiden singkat.
"Miyuki, apakah pemuda itu bisa melakukannya?" tanya Yuki dengan berbisik.
"Tentu! Aku yakin dia bisa melakukannya!" jawab Miyuki dengan penuh percaya diri.
__ADS_1
Bzzzt... BLAAAZZTT...
"Formasi Cakram Jiwa!" teriak Rai yang berhasil mengagetkan Yuki dan Miyuki.
Rai kemudian membuat tiga tubuh bayangan untuk membantunya mengaktifkan formasi didepannya.
Butuh waktu yang cukup lama bagi Rai dan tubuh bayangannya untuk mengaktifkan formasi tersebut. Karena konsumsi energi alam yang besar, membuat prosesnya memakan waktu lama. Bahkan, setelah dibantu dengan energi dari elemen petir suci milik Raiden, formasi itu masih belum bisa terbuka.
Setelah formasi sepenuhnya terbuka, dengan segera Rai melemparkan tubuh dari Kucing Hitam Magis secara hati-hati. Kemudian, diikuti dengan roh dari Harimau Kegelapan yang perlahan melayang menuju inti formasi.
Swosh...
Sebuah pusaran angin tercipta secara tiba-tiba dan mengandung aura yang mampu menekan Rai dan Yuki.
"Bibi, cepat buat formasi untuk melindungi ruangan ini!" pinta Rai kepada Yuki dan langsung dibalas dengan anggukan.
Tidak butuh waktu lama bagi Yuki untuk menciptakan pelindung yang menutupi seluruh ruangan. Disaat yang bersamaan, pusaran angin yang mengandung aura tersebut juga ikut menghilang.
"Fyuuh... Waktunya memasukkan benda ini!" gumam Rai sembari mengeluarkan artefak Hati Murni.
Rai lalu melemparkan artefak Hati Murni itu berdampingan dengan tubuh Kucing Hitam Magis dan roh Harimau Kegelapan.
Syuut... Wuung...
Begitu artefak Hati Murni dimasukkan kedalam formasi, roh Harimau Kegelapan disedot oleh tubuh Kucing Hitam Magis secara tiba-tiba. Kejadian itu berlangsung sangat cepat dan hanya meninggalkan bunyi dengungan hasil dari pemurnian jiwa roh Harimau Kegelapan oleh artefak Hati Murni.
Ditengah-tengah proses yang penting ini, Rai tiba-tiba saja merasakan aura kehidupan didekat kediaman klan Kiyomizu. Namun, aura kehidupan itu seperti berbeda dari biasanya.
Aura kehidupan yang Rai rasakan seperti tercampur dengan sebuah aura kegelapan. Hal ini membuat Rai sedikit merasa curiga. Tapi, kecurigaannya berangsur menghilang setelah dia merasakan sebuah aura naga dari dalam tubuh orang tersebut.
Rai kemudian menoleh kepada Raiden dan Miyuki, "Raiden, Miyuki! Apakah kalian merasakannya juga?" tanya Rai.
"Ya, kami merasakannya!" jawab Raiden dan Miyuki secara bersamaan.
"Baik!" jawab Raiden dan Miyuki serempak sebelum menghilang dari tempatnya.
'Aku harus menyelesaikan ini secepatnya!' batin Rai seraya melihat Lencana Giok Hitam yang ia genggam.
***
Tap... Tap...
Raiden dan Miyuki mendarat didepan kediaman klan Kiyomizu. Mereka lalu berjalan seraya melihat-lihat keadaan disekitarnya, hingga...
Swosh... Swosh...
BOOOOMMM...
Dua serangan berbentuk bola kegelapan melesat menuju Raiden dan Miyuki. Beruntung bagi mereka berdua, karena menyadarinya lebih awal dan bisa segera menghindar kearah yang tepat.
"Hahaha... Reaksi kalian masih cepat ternyata!" ucap seorang pria misterius berjubah hitam.
"Miyuki, bersiaplah!" ucap Raiden kepada Miyuki.
"Oh, kalian sudah punya nama, ya?" tanya pria berjubah hitam itu.
"Cerewet kau! Terima ini!"
Bzzzt...
Raiden membuat sebuah pedang dari elemen petir langit lalu memutuskan untuk menyerang si pria misterius itu. Dengan sebuah ayunan cepat, Raiden menyerang pria misterius itu.
__ADS_1
Namun, pria misterius itu berhasil menahannya menggunakan pedang yang terbuat dari elemen kegelapan. Setelah itu, ia mendorong tubuh Raiden hingga mundur beberapa meter.
Tidak menyerah, Raiden kembali menyerang pria berjubah itu dengan gerakan cepatnya. Saking cepatnya, serangan yang dilakukan Raiden hanya terlihat seperti cahaya ungu yang terus mengenai tubuh pria itu.
'Ini tidak bisa dibiarkan!' batin pria itu lalu melakukan sebuah segel tangan cepat.
Swosh... Kratak... Kratak...
"Apa yang...?"
"Kau pikir aku akan diam saja?" tanya Miyuki yang berhasil menahan pergerakan pria itu menggunakan elemen es yang ia miliki.
"Bagus, Miyuki! Sekarang giliranku! Tebasan Petir Penghancur!" ucap Raiden seraya mempersiapkan jurusnya.
Kemudian, dengan sebuah gerakan cepat, Raiden melesat kearah pria itu sembari bersiap melakukan tebasan. Setelah jarak yang terpaut diantara mereka berdua semakin memendek, Raiden segera mengayunkan pedang petirnya sekuat tenaga.
BOOOOMMM...
Ledakan besar terjadi ketika serangan Raiden berhasil menghantam tubuh pria berjubah itu hingga menimbulkan kepulan asap yang membumbung tinggi.
Namun, ketika kepulan asap itu sudah mulai memudar, terlihat sebuah pemandangan yang mampu membuat Raiden dan Miyuki terkejut.
Pasalnya, pedang petir milik Raiden berhasil menembus tubuh pria itu hingga ke sisi lain. Tapi, bukannya ambruk ke tanah, tubuh pria itu justru masih berdiri tegak. Jangankan terjatuh, darah saja tidak mengalir dari luka hasil serangan Raiden.
"Terkejut?" tanya pria itu dengan senyum menghina terukir diwajahnya.
Ia kemudian menghancurkan pedang petir yang menembus tubuhnya lalu menendang tubuh Raiden hingga terpental jauh.
"Arghh... Jika saja kekuatanku tidak ditekan oleh hukum langit di dunia ini!" gumam Raiden.
Kratak... Pyaar...
Tiba-tiba, es yang membelenggu pria itu, seketika hancur ketika bersentuhan dengan elemen kegelapan yang ia keluarkan. Hal ini tentu membuat Miyuki mengalami luka dalam yang cukup parah hingga memuntahkan seteguk darah segar.
Pria berjubah hitam itu berjalan kearah Miyuki seraya menyeret sebilah kapak raksasa yang diciptakannya melalui elemen kegelapan.
Saat jaraknya dengan Miyuki hanya terpaut beberapa meter saja, pria itu segera mengangkat tinggi-tinggi kapaknya bersiap untuk mengeksekusi Miyuki.
"Akhir hidupmu sudah tiba, Ice Dragon!" ucap pria itu.
Namun, belum sampai pria berjubah hitam itu mengayunkan kapaknya, sebuah serangan tiba-tiba saja datang dari arah kediaman klan Kiyomizu.
Swosh... BOOOOMMM...
Sebuah serangan berbentuk bola kegelapan melesat kearah pria berjubah itu. Diikuti dengan suara geraman dari dalam kediaman.
"Grrr... GROOOAAAHHH!!!"
"Ya ampun! Kalian tidak bisa menghadapi pria itu?" tanya Rai yang baru saja menyelesaikan ritual pemurnian jiwa.
"Cih, dasar! Jika saja kekuatanku tidak ditekan oleh hukum langit disini, aku pasti bisa mengalahkannya dengan mudah!" balas Raiden geram.
"Hahaha... Baiklah, baiklah! Jangan marah begitu Raiden! Aku hanya bercanda!" ucap Rai berusaha menenangkan Raiden.
"Bibi, tolong rawat Miyuki selama aku dan Raiden menghadapinya!" pinta Rai yang langsung dibals dengan anggukan oleh Yuki.
"Baiklah, saatnya meregangkan otot! Ayo, Theron! Saatnya kita beraksi!"
...****************...
(Assalamualaikum wr. wb. Hari ini hanya 4 chapter saja, ya. Sisanya menyusul, tapi waktunya tidak pasti. Mohon maaf juga kalau selama ini intensitas updatenya jarang, mohon dimaklumi karena sibuk di RL. Dan untuk kedepannya juga updatenya akan jarang karena mendekati PAT, jika sudah memasuki wakti libur, mungkin updatenya bisa lebih sering. Ok, segitu dulu untuk hari ini
__ADS_1
Wassalamualaikum wr. wb. See you on the next chapter, bye-bye 👋)