Lightning Dragon Knight

Lightning Dragon Knight
(Arc 2 : New Adventure, Begins!) Chapter 33 : Kediaman Klan Kiyomizu


__ADS_3

Tap... Wuush...


Rai melompat dari dahan ke dahan dengan lincah. Ia kini sedang dalam perjalanan menuju desa Lightning Stone untuk menelusuri kembali kediaman klan Kiyomizu.


Menggunakan elemen petir langitnya, Rai bergerak cepat menuju kediaman klan Kiyomizu yang menurutnya menyimpan banyak misteri.


Mulai dari perjanjian iblis yang pernah dilaporkan oleh tubuh bayangan Rai, lalu misteri pembantaian klan Kiyomizu, hingga dugaan ibu Rin yang merupakan keturunan murni ke empat puluh sembilan dari Ice Dragon.


"Rai, sebenarnya apa yang kau cari di kediaman klan Kiyomizu itu?" tanya Raiden dari dalam Ruang Jiwa setelah melihat raut wajah serius yang Rai pasang sepanjang perjalanan.


"Aku hanya akan menyelidikinya! Tetapi, aku merasakan ada beberapa harta berharga yang cocok untukku dan Harimau Kegelapan itu! Selain itu, aku juga seperti mendapat tanda bahwa ada seseorang didalam kediaman yang runtuh itu, walaupun kondisinya tidak dalam keadaan baik!" jawab Rai panjang lebar.


"Hmm... Kau benar! Aku tadi juga merasakan adanya dua aura Ice Dragon dari tempat itu! Tapi, kini hanya tersisa satu aura saja! Sedangkan, satu aura lainnya telah menghilang entah kemana!" ujar Raiden yang sempat merasakan aura dari Ice Dragon.


"Sepertinya menyelidiki tempat itu tidak semudah yang kita kira!" gumam Rai yang masih bisa didengar oleh Raiden.


***


Beberapa menit yang lalu di kediaman klan Kiyomizu yang runtuh,


Seorang wanita berambut putih dengan mata merah serta mengenakan sebuah jubah tudung berwarna merah, sedang menulusuri bagian dalam kediaman klan Kiyomizu yang runtuh.


Wanita itu terus berjalan sambil sesekali menyentuh atau menekan dinding dan lantai kediaman klan Kiyomizu. Setelah beberapa menit pencarian, wanita itu akhirnya menemukan sebuah pintu dengan kunci formasi yang rumit.


Wanita itu, kemudian mengeluarkan sebuah plakat bertuliskan 'Kiyomizu' dari balik jubah tudungnya lalu menempelkannya pada pintu itu.


Wuung... Wuung...


Pintu itu tiba-tiba bergetar dan mengeluarkan bunyi dengungan setelah wanita itu menempelkan plakat yang ia bawa.


Krieek...


Tak lama kemudian, pintu itu terbuka sambil mengeluarkan bunyi khas pintu usang. Wanita itu segera masuk untuk menuruni tangga yang mengarah ke sebuah ruangan bawah tanah.


Perlu beberapa menit untuk sampai diruangan bawah tanah itu, karena banyaknya anak tangga yang perlu dilewati.


Terlihat sebuah batu onyx berbentuk hati melayang didalam formasi pelindung kecil. Dengan sebuah gerakan cepat, wanita itu membuat segel tangan rumit dan diakhiri dengan serangan tapak yang mengandung energi jahat atau biasa disebut energi iblis.


Energi iblis adalah energi yang dimiliki oleh semua ras iblis tanpa terkecuali. Energi ini berasal dari energi kegelapan dengan energi kematian yang bercampur menjadi satu dan menghasilkan energi iblis ini.


Energi iblis memiliki sifat destruktif yang merusak dan mampu mengkorosi semua benda jika bersentuhan dengannya. Jangankan bersentuhan, terkena gelombang kejutnya saja, mampu membuat seluruh makhluk hidup ataupun mati hancur dalam radius enam belas mil.


***


Pyaar...

__ADS_1


Formasi pelindung kecil itu hancur seketika setelah terkena energi iblis yang dipancarkan wanita itu. Tanpa basa-basi, wanita itu langsung mengambil batu onyx berbentuk hati dalam satu kali gerakan.


"Hahaha... Akhirnya aku mendapatkan salah satu 'Warisan Raja Iblis'! Artefak Hati Iblis!" ucap wanita itu kegirangan lalu menyimpan artefak Hati Iblis itu dibalik jubah tudungnya.


"Sekarang tinggal melihat wanita tua itu!" gumam wanita itu kemudian berjalan ke sebuah lorong yang menghubungkan ruangan itu dengan ruangan lainnya.


Tak butuh waktu lama bagi wanita itu untuk sampai diruangan lainnya. Karena panjang lorong yang pendek dan dengan kecepatan wanita itu yang berada diatas rata-rata, membuatnya mampu berpindah ruangan hanya dalam hitungan detik.


Ketika wanita itu baru sampai diruangan lainnya, sebuah terjangan datang dari seorang wanita dengan kulit keriput dan tangan yang dirantai.


Ia mencekik wanita berambut putih itu dengan sekuat tenaga. Tapi, cekikan yang dilakukan oleh wanita tua itu, justru seperti tidak ada artinya bagi wanita berambut putih itu.


"Lepaskan anakku! Dasar iblis rendahan!" teriak wanita tua itu.


"Cih, lepaskan tangan keriputmu dari tubuhku!" balas wanita berambut putih lalu menghardik wanita tua itu hingga jatuh terjerembab.


Brukk...


"Dasar iblis rendahan! Beraninya kau mengendalikan anakku!" teriak wanita tua itu sebelum kembali menyerang wanita berambut putih tadi.


"Energi Iblis!"


Swush...


Wanita tua itu tiba-tiba berteriak kesakitan setelah tubuhnya terkena energi iblis yang dilepaskan oleh si wanita berambut putih.


"Lemah!" ucap wanita berambut putih lalu mengeluarkan sebilah pedang rapier dari balik jubah tudungnya, "Lebih baik kau mati!"


Wanita berambut putih mengambil ancang-ancang untuk menusuk si wanita tua itu. Namun, gerakannya tiba-tiba berhenti ketika suara seorang laki-laki paruh baya terdengar di telinganya.


"Hentikan! Jangan bunuh wanita itu! Waktu kita tidak banyak! Sebaiknya kita segera pergi sebelum pria itu menemukan kita!" suara pria tua yang tiba-tiba terdengar di telinga si wanita berambut putih.


"Huh, kau selamat kali ini, wanita tua!" ucap wanita berambut putih sebelum menghilang dari tempatnya.


"Da-dasar kau iblis si-sialan! Aarrgghhhh!!! Mi-Miyuki... T-tolong bantu aku!" pinta wanita tua itu dengan terbata-bata akibat kesakitan.


Swosh... Kratak... Kratak...


Tiba-tiba, muncul sebuah aura yang sangat dingin dari dalam wanita tua itu. Sakin dinginnya, wanita tua itu perlahan membeku hingga tertutupi oleh es yang keras.


Kratak... Pyaarrr...


Selang beberapa menit, es yang menutupi tubuh wanita tua itu pecah hingga berkeping-keping dan memperlihatkan sesosok wanita dengan umur berkisar tiga puluh enam tahun.


"Hah... Untung saja aku tadi berhasil menyerap sisa kepingan jiwa Miyuki sebelum terkontaminasi oleh jiwa jahat dari iblis itu!" gumam wanita itu.

__ADS_1


"Oh, iya! Miyuki, apa pria itu sudah sampai disini?" tanya wanita itu.


Swosh...


"Sebentar lagi dia pasti sampai!" ucap Miyuki yang tak lain adalah Ice Dragon.


"Baiklah! Kalau begitu, kita harus menyambutnya!" ucap wanita itu lalu berjalan keluar dari ruangan bawah tanah.


***


Diluar kediaman klan Kiyomizu,


Tap...


Rai berhenti tepat didepan kediaman klan Kiyomizu yang runtuh setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih satu jam.


Begitu sampai, Rai langsung menarik pedang katananya untuk berjaga-jaga dan bersiap untuk memasuki kediaman itu. Namun...


Swosh... Swosh...


Tap... Tap...


Dua orang wanita tiba-tiba saja muncul dari dalam kediaman. Dua orang itu tak lain adalah Miyuki, Ice Dragon yang saat ini telah berubah wujud menjadi manusia cantik berambut biru dan wanita yang telah bertransformasi menjadi lebih muda dari sebelumnya.


"Siapa kalian?" tanya Rai sembari menodongkan ujung bilah pedangnya kepada dua orang wanita itu.


"Aku Miyuki! Wujud manusia dari Ice Dragon!" jawab Miyuki.


"Jadi, kau adalah Ice Dragon?" tanya Rai kepada Miyuki yang langsung dibalas dengan anggukan olehnya.


"Lalu, kau...?"


"Aku adalah Yuki Kiyomizu, ibu dari Rin Kiyomizu!" ucap Yuki sambil sedikit membungkukkan badannya.


"Oh, jadi anda ibu dari Rin?" tanya Rai sambil menyarungkan kembali pedangnya.


"Benar, aku adalah ibu dari Rin! Apakah kau mengenalnya?" tanya Yuki setelah kembali berdiri tegak.


"Ya, aku mengenalnya!" jawab Rai santai.


"Melihat tingkah anda dan Miyuki, sepertinya kalian sudah mengetahui tentang tujuanku kemari!" ucap Rai.


"Benar, kami sudah mengetahui tentang maksud kedatanganmu kemari!" jawab Miyuki.


"Jadi, lebih baik kita langsung ke intinya saja, ya? Tolong ceritakan sejarah perjanjian iblis oleh leluhur klan Kiyomizu, lalu harta dan juga artefak yang berhubungan dengannya!" ujar Rai serius.

__ADS_1


__ADS_2