Lightning Dragon Knight

Lightning Dragon Knight
Chapter 49 : Dimensi Misterius 3


__ADS_3

Di gua sarang Raja Gorilla Putih,


"Fyuh... Akhirnya selesai. Coba aku lihat, sudah berada di tingkat apa kultivasiku?" gumam Rai setelah keluar dari Ruang Jiwa.


Swosh... Klang... Klang...


Sebuah suara seperti mekanisme mesin yang bergerak, muncul dari dalam tubuh Rai. Diikuti dengan munculnya sebuah prasasti berwarna ungu dengan gambar petir di dalamnya.


Rai melihat sejenak siluet prasasti itu dengan seksama. Ia lalu menyunggingkan bibirnya ketika tahu kultivasinya telah meningkat ke tingkat Semi-God tahap Legend.


"Yosh, tinggal sedikit lagi! Hari masih belum terlalu gelap! Aku harus mengumpulkan beberapa sumber daya lagi untuk membantuku menerobos!" ucap Rai optimis bersamaan dengan menghilangnya siluet prasasti itu.


"Kau sudah menyembuhkan dirimu, Zhao Jiang?" tanya Rai sesaat setelah melirik Zhao Jiang yang sedang duduk bersantai.


"Sudah!" jawab Zhao Jiang dengan ramah, "Rai, kau pernah berkata jika aku harus membantumu! Bantuan apa yang kau maksud?"


"Oh, itu! Apakah kau menyukai Zhao Yan?" tanya Rai yang seketika membuat wajah Zhao Jiang memerah.


"I-itu... Ya, aku menyukainya!" jawab Zhao Jiang seraya memalingkan wajahnya.


"Kalau begitu, maukah kau menjauhkannya dariku? Aku sudah muak diikutinya terus menerus!" jelas Rai.


Zhao Jiang terkejut. Ia tidak menyangka ada seseorang yang tidak suka diikuti oleh bidadari cantik seperti Zhao Yan.


"Menjauhkannya darimu?"


"Ya! Kau akan ikut dalam kelompok kami! Setelah keluar dari dimensi ini, kau lakukan apa saja sesukamu! Jika kau benar-benar mencintainya, maka segeralah nyatakan cintamu! Jika tidak, kau bisa memendam cintamu padanya!" tukas Rai panjang lebar.


"Iya-iya! Lalu, kapan kita berangkat?"


"Kita bisa berangkat sekarang! Raiden akan menyusul!"


Rai lalu bangkit dari duduknya dan langsung meraih tangan Zhao Jiang. Dengan aliran petir langit, Rai melesat menembus pohon-pohon rindang yang ada di sana.


***


Setelah perjalanan yang singkat, Rai dan Zhao Jiang akhirnya tiba di depan gua sarang Yeti Es Putih yang saat ini ditempati oleh Rin, Miyuki dan Zhao Yan.


Begitu mendarat, Rai langsung merasakan adanya sebuah aura mengerikan yang tidak stabil. Ia juga merasakan aura Miyuki yang mulai melemah.


"Gawat!"


Mendapat firasat bahwa ini bukan hal yang baik, Rai langsung saja berlari dengan cemas dan meninggalkan Zhao Jiang yang kebingungan mencari Rai.


Tak lama setelah Rai masuk ke dalam gua, muncul Raiden dengan raut wajah sebal akibat ditinggal sendiri oleh Rai dan Zhao Jiang. Namun, rasa sebalnya itu seketika menghilang ketika dirinya merasakan aura berbahaya dari dalam gua.


Dengan langkah cepat, Raiden berlari memasuki gua dan meninggalkan Zhao Jiang. Bingung akan tindakan yang dilakukan oleh dua penyelamatnya, Zhao Jiang pun memutuskan untuk memasuki gua itu.


Begitu sesampainya di dalam gua, Zhao Jiang langsung disuguhkan sebuah pertarungan udara antara Rai dan Rin. Sedangkan di bawah, Raiden sedang berusaha menyelamatkan Miyuki dari area pertempuran.


Bergeser ke bagian dataran sebelah atas, Zhao Jiang kembali dibuat terkejut bukan main. Bagaimana tidak? Orang yang paling dicintainya tergeletak tak berdaya di atas sana.


"Zhao Yan!" Zhao Jiang segera menghampiri Zhao Yan dengan raut wajah cemas.


"Zhao Yan, bertahanlah! Aku akan menyembuhkanmu!" ucap Zhao Jiang seraya melakukan pertolongan pertama.

__ADS_1


Pertolongan pertama yang dilakukan Zhao Jiang berhasil membuat keadaan Zhao Yan sedikit lebih baik dari sebelumnya.


"Fyuh... Untung saja, Zhao Yan hanya kelelahan!" gumam Zhao Jiang lega.


Tap...


Raiden mendarat di sebelah Zhao Jiang dengan membawa tubuh Miyuki yang lebih parah keadaannya dari pada Zhao Yan.


"Raiden... Apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Zhao Jiang.


"Lebih baik kau tidak tahu! Karena ini bukan urusan orang asing sepertimu!" jawab Raiden dingin.


Zhao Jiang sedikit tidak senang akan jawaban Raiden. Tapi ia sadar, bahwa dirinya memang orang asing yang tidak sengaja bertemu dengan mereka.


"Zhao Jiang, tolong jaga Miyuki! Aku akan membantu Rai!" pinta Raiden sebelum pergi membantu Rai tanpa mendengar jawaban dari Zhao Jiang.


***


Duk...


"Rin, sadarlah! Aku tidak ingin menyakitimu!" ucap Rai dengan nada memohon.


"GRAAAHHH!!!"


Rin berteriak marah layaknya seekor monster mengerikan. Menyerang Rai dengan tinjuan demi tinjuan yang membuat Rai terpaksa bertahan. Hingga akhirnya Rai terpental hingga menabrak dinding gua dan membuatnya memuntahkan seteguk darah segar.


"Uhuk... Uhuk... Sial, Rin sudah terlalu liar! Cara biasa tidak akan bisa mengalahkannya!" gumam Rai seraya menyeka darah di sudut bibirnya.


"Rai! Apa kau butuh bantuan?" tanya Raiden yang baru datang.


Raiden mengangguk dan Seger menyiapkan serangan jarak jauh yang dimilikinya. Sementara Rai terbang di atas tubuh Rin dengan teknik Mata Dewa tingkat 2 yang ia aktifkan.


"Grrr... GRAAAHHH!!!"


Rin yang merasa tidak nyaman, langsung mengambil inisiatif untuk menyerang. Menggunakan pedang energi yang ia ciptakan, Rin menyerang Rai yang berada dalam jangkauan serangannya.


Slash...


Sebuah tebasan energi meluncur cepat menyasar leher dari Rai. Namun, serangan itu berhasil dihindari Rai dengan sebuah gerakan santai.


Zrash...


Rai yang tadi masih terlihat kalem, mendadak terkejut dengan darah yang muncul di lehernya akibat hembusan angin hasil serangan Rin tadi.


"Cukup bagus, Rin! Tapi, aku cukup heran! Kenapa kau mendadak kuat ketika kau berada di luar kendali?" Rai berucap dengan nada sindiran yang berhasil membuat Rin terpancing emosinya.


"Grah... Terima ini, pria sialan!" Rin yang sudah emosi, bersiap menyerang Rai menggunakan pedang energinya.


Namun, tiba-tiba tubuh Rin membeku. Seluruh tubuhnya tak bisa digerakkan, kecuali bola matanya saja. Dan ketika Rin mencoba untuk menggerakkan kepalanya, tubuhnya tiba-tiba merasakan sengatan petir yang menghasilkan sakit luar biasa.


"A-apa yang terjadi?" tanya Rin dengan terbata-bata.


Tanpa menjawab pertanyaan Rin, Rai mendekati tubuh Rin yang kaku di udara. Senyum sumringah terpampang jelas di wajahnya.


"Saatnya kau sadar kembali, Rin!" ucap Rai seraya menyentuh dagu Rin.

__ADS_1


Rai lalu menyentuh dahi Rin menggunakan jari telunjuk dan jari tengahnya sembari menggumamkan sesuatu, "Ilusi Kabut Kenangan!"


Setelah Rai mengucapkan kata-kata itu, tiba-tiba saja tatapan mata Rin menjadi kosong dan iris matanya berubah menjadi warna abu-abu.


Rai mengetuk dahi Rin sekali lagi dan muncul sebuah layar berisi angka. Ia lalu mengatur angka tersebut menjadi 1000 sebelum menghilangkannya.


"Selesai," gumam Rai pelan.


"Apa yang kau lakukan kepadanya, Rai?" tanya Raiden yang terbang mendekat.


"Aku menjebaknya dalam ilusi! Ilusi ini berhubungan dengan memori yang muncul dalam kepalanya tadi!" jawab Rai.


"Jadi, kau memaksanya melihat kenangan masa lalunya agar ia bisa mengendalikan dirinya, begitu?" tanya Raiden memastikan.


"Yup! Benar sekali! Aku juga mengatur waktunya menjadi 1000 hari! Di mana itu sama dengan 1 hari di sini!" jelas Rai yang membuat Raiden mengerutkan keningnya.


"Bukankah itu terlalu lama baginya dan bagi kita?" tanya Raiden dengan nada protes.


"Kita bisa berburu atau mencari sumber daya lainnya sembari menunggu! Lagi pula, ada Miyuki dan yang lainnya di sini!" ucap Rai santai seraya beranjak pergi dari tempatnya berdiri.


"Lalu kau mau ke mana sekarang?" tanya Raiden untuk ke sekian kalinya.


"Aku mau mencari sumber daya dan berkultivasi! Aku akan kembali dalam 7 hari!" jawab Rai sebelum pergi dari gua itu.


***


7 hari kemudian,


Raiden, Miyuki, Rin, Zhao Yan dan Zhao Jiang telah menyelesaikan pelatihan mereka. Rin berhasil meningkatkan kultivasinya menjadi Mortal King tahap Master. Begitu pula dengan Zhao Yan dan Zhao Jiang yang telah berhasil menerobos ke tingkat selanjutnya.


Sementara Miyuki, ia hanya bisa meningkatkan kultivasinya dari Holy Emperor tahap Grand Master menjadi Semi-God tahap Junior. Begitu pula dengan Raiden yang berhasil meningkatkan kultivasinya menjadi Semi-God tahap Junior.


Kini mereka sedang bersiap untuk keluar dari dimensi misterius itu. Tinggal menunggu Rai yang kabarnya akan segera datang.


"Rin dan lainnya, kalian bisa bergerak lebih dulu! Aku akan menunggu Rai di sini!" ujar Raiden yang dibalas dengan anggukan oleh semua orang.


Tak lama setelah itu, Rin dan yang lainnya pergi dari gua itu. Hanya berselang beberapa menit, Rai muncul di samping Raiden dengan berselimut jubah biru.


"Ada apa?" tanya Raiden yang sudah tahu akan apa maksud tujuan Rai.


"Raiden, aku ingin kau menemaniku ke Dragonland!" ucap Rai yang membuat wajah Raiden semakin serius.


"Portal menuju Dragonland akan terbuka kembali dalam beberapa hari! Sedangkan, kultivasimu masih Semi-God tahap Legend!" Raiden memalingkan wajahnya ke arah Rai. Tatapan matanya menunjukkan bahwa ia sedang dalam mode serius.


"Apa kau yakin, Raiden?" tanya Rai dengan sebuah senyuman yang terukir di wajahnya.


Raiden menaikkan salah satu alisnya, merasa bingung akan ucapan Rai. Melihat Raiden yang bingung, Rai lalu menunjukkan seluruh kultivasinya yang telah mencapai tingkat God tahap Senior.


Melihat pencapaian kultivasi Rai, Raiden terkejut bukan main. Pasalnya, baru seminggu yang lalu kultivasi Rai baru mencapai Semi-God tahap Legend. Namun, kini Rai muncul di hadapannya dengan kultivasi yang meningkat pesat.


"I-ini... Bagaimana kau melakukannya, Rai?" tanya Raiden dengan mata yang masih terbelalak.


"Aku hanya menyerap sumber daya seperti biasanya! Hanya saja, waktu pertama kali berburu, durasi Ginseng Pembangkit Alam masih ada! Jadi, aku memanfaatkannya dengan menyerap berbagai Kristal Jiwa dari Hell Beast yang kuat!" jelas Rai panjang lebar.


Setelah perbincangan singkat itu, Rai dan Raiden segera keluar dari dimensi misterius dan langsung menuju lokasi dari portal Dragonland. Tidak lupa Rai mengirim pesan kepada Rin untuk membawa Yuki dan Miyuki kembali ke sekte Naga Petir dan tinggal di sana untuk sementara sampai dirinya kembali.

__ADS_1


Sementara untuk Jinlong dan Theron, Rai menyuruh mereka untuk segera menyelesaikan tugas yang ia berikan agar bisa menjaga Rin dan yang lainnya sampai dirinya kembali.


__ADS_2