Lightning Dragon Knight

Lightning Dragon Knight
Chapter 18 : Rai VS Asmodeus


__ADS_3

"Heh, selamat datang diduniaku!" sambut Rai.


"Kau... Kau yang menyebabkan ini semua 'kan? Akan kubalas kau berkali-kali lipat!" ucap roh wanita itu.


"Oh, benarkah? Kalau begitu, mari kita buktikan! Siapa yang akan membalas berkali-kali lipat, Asmodeus!" ucap Rai seraya mengeluarkan Sky Lightning Sword dari cincin penyimpanannya.


Rai kemudian melesat maju menyerang Asmodeus. Tidak tinggal diam, Asmodeus juga melesat kearah Rai sambil membuat sebuah pedang ditangannya.


Trang...


Dentingan besi terdengar nyaring saat kedua pedang dari Rai dan Asmodeus bertabrakan. Mereka melompat mundur lalu kembali menyerang satu sama lain.


Rai menyerang menggunakan Sky Lightning Sword yang dilapisi petir langit, sedangkan Asmodeus menggunakan pedang yang terbuat dari energi kegelapan.


Energi kegelapan adalah energi yang bertolak belakang dengan energi alam. Ketika dua energi itu bergesekan atau bersentuhan, bisa saja terjadi ledakan atau kontraksi-kontraksi yang bisa membuat luka dalam.


Tidak hanya itu, energi ini juga sangat bertentangan dengan energi dari ras naga dan dewa. Apalagi jika energi kegelapan itu sudah berevolusi menjadi energi iblis. Energi itu akan memiliki sifat destruktif yang sangat merusak ketika digunakan.


Kembali ke pertarungan,


Saat ini, Rai dan Asmodeus masih beradu senjata dengan tempo yang sangat cepat. Pertarungan itu bahkan menjadi tontonan bagi para prajurit sekte yang tadi meremehkan Rai.


"Cih, daripada kalian diam dan menonton, lebih baik bantu para warga yang selamat didesa sana!" ucap Rai saat adu pedang antara dirinya dengan Asmodeus berakhir.


"Kak Ramiel! Bawa pasukan kesana!" perintah Rai sembari menunjuk kearah desa.


"Baik! Semuanya, ayo!" balas Ramiel.


"Rin, buat pelindung disekitar area pertarungan dan jaga agar jangan sampai ada yang mengganggu!" perintah Rai kepada Rin.


"Berhentilah menyuruhku!" ucap Rin kemudian mengeluarkan empat bendera berwarna merah lalu melemparnya keempat sisi pertarungan.


"Baiklah, semuanya sudah teratasi! Tinggal satu iblis sialan ini saja!" gumam Rai.


"Lightning Dragon War Set! Keluarlah!" teriak Rai lantang.


Tiba-tiba, seperangkat alat perang muncul dari dalam cincin penyimpanan Rai dan langsung terpasang ditubuhnya. Seperangkat alat perang itu juga mengeluarkan aura yang sangat kuat dan membuat kultivasi Rai meningkat 4 tahap menjadi Immortal King tahap Junior. Tapi, kenaikan tahap ini hanya bersifat sementara dan hanya berlaku ketika Rai menggunakan Lightning Dragon War Set secara lengkap.


Setelah menggunakan armor dan perlengkapan lainnya, Rai segera mengambil posisi siap bertempur seraya mengeratkan genggaman tangannya pada Sky Lightning Sword.


Swush... Trang... Trang...


Rai melesat maju kearah Asmodeus dan langsung mengayunkan pedangnya dengan sekuat tenaga. Namun, serangan itu masih bisa ditahan oleh Asmodeus menggunakan pedangnya. Walaupun begitu, Asmodeus terdorong mundur beberapa meter akibat serangan itu.


Rai kembali menyerang Asmodeus yang sedang dalam keadaan yang tak siap dan membuatnya terluka disejumlah bagian tubuh.


Mulai dari tangan, kaki, perut, punggung dan beberapa bagian tubuh lainnya, tidak lepas dari luka tebasan pedang yang dilancarkan oleh Rai.


"Grahhhh... Aku tidak akan kalah disini! Lenyaplah kau! Ilusi Dosa N**** : Roh N**** Pemikat!" ucap Asmodeus.


Tiba-tiba, pergerakan yang dilakukan Rai berhenti. Tubuhnya kaku dan warna matanya berubah menjadi abu-abu. Melihat kesempatan ini, Asmodeus segera berdiri dan mundur beberapa langkah dengan senyuman tersungging dibibirnya.


"Sekarang, hancurlah dalam ilusiku! Hahahaha..." ujar Asmodeus.


***


Didalam dunia ilusi, Rai sedang berada disuatu ruangan tanpa pintu dan hanya dikelilingi oleh tirai berwarna merah. Dia masih sedikit terkejut ketika kesadarannya berpindah kedunia ilusi ini.


"Sial! Iblis ***** sialan itu membawaku kedunia ilusinya!" gerutu Rai.


"Aku juga tidak membawa pedang disini! Dasar iblis kotor bodoh!" lanjutnya menggerutu.


Rai hanya pasrah dan mencoba untuk membuka tirai merah yang mengelilingi ruangan tempatnya berdiri saat ini. Namun, langkah kaki Rai berhenti ketika suara Raiden terdengar ditelinganya.


"Rai, hati-hati! Jika kau membuka tirai itu, kau harus mempersiapkan mental dan ketahanan rohmu! Aku khawatir kau..." ucapan Raiden terhenti ketika Rai menyelanya.


"Tenang saja, Raiden! Aku sudah puluhan kali terkena jebakan ilusi! Jadi, paling tidak aku bisa sedikit mengatasi apa yang ada diluar tirai ini!" balas Rai.

__ADS_1


"Hah... Baiklah, aku percaya padamu! Tapi, kita tetap harus membuat rencana untuk menghadapi ilusi ini!" ujar Raiden.


"Baiklah, katakan rencananya dan aku akan mendengarkan!" ucap Rai.


"Menurutku, Asmodeus adalah iblis yang tidak punya akal. Karena dipikirannya hanya ada hal-hal yang bisa membuatnya memuaskan nafsunya!" ucap Raiden.


"Ya, aku mengerti! Lanjutkan!" balas Rai.


"Jadi, begini..."


***


Setelah menyusun rencana bersama Raiden, Rai memantapkan hatinya untuk membuka tirai merah yang menutupi ruangannya. Dan saat dibuka...


Rai terkejut ketika mendapati ada seorang wanita tengah tertidur disebuah kasur besar dengan dikelilingi oleh taburan kelopak bunga mawar berwarna merah.


Wanita itu mengenakan sebuah gaun mini yang hanya menutupi sebagian dada besarnya sampai ke setengah area paha miliknya.


Rai yang melihat itu hanya diam mematung sembari mengamati lekat-lekat wanita itu. Dia mengamati seluruh tubuh wanita itu mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki.


Jika yang ada disana orang lain, mungkin dia akan langsung melepas pakaiannya dan bermain semalaman penuh dengan wanita misterius itu.


Namun, berbeda dengan Rai. Dia tidak langsung tergoda dengan tubuh seksi wanita misterius itu. Melainkan hanya diam mengamati sembari memikirkan cara keluar dari dunia ilusi itu.


Disaat Rai masih mengamati dan berpikir, tiba-tiba saja terdengar suara dari wanita misterius itu yang terbangun dari tidurnya.


"Oh, tampan... Kau sudah datang? Kemarilah! Ayo bermain denganku!" ucap wanita itu dengan nada yang menggoda sambil menggerakkan tubuh indahnya untuk menarik perhatian Rai.


Rai yang mendengar suara itu sedikit merasa jijik. Tapi, ketika melihat tubuhnya kembali, Rai tiba-tiba melangkah maju secara perlahan. Dia terus melangkah maju kearah wanita itu dengan mata dan raut wajah yang terlihat tidak sadar.


Rai seperti terhipnotis. Tubuhnya bergerak secara tidak sadar kearah wanita itu. Sedangkan, wanita misterius itu yang merupakan bagian dari roh Asmodeus semakin melebarkan senyumnya.


"Ayo, kemarilah! Buat aku senang!" ajak roh Asmodeus.


Rai semakin dekat. Dia terus berjalan kearah Asmodeus hingga kini telah berada dipinggir kasur besar itu. Roh Asmodeus yang melihat Rai berhenti berjalan, segera beranjak dari tidurnya dan merangkak menuju Rai.


"Pedang..." gumam Rai pelan hingga hampir tidak terdengar.


"Hm? Apa? Apa yang kau ucapkan tampan?" tanya roh Asmodeus.


"Pedang... Energi Petir!" teriak Rai lantang.


Tiba-tiba, sebuah pedang petir berwarna ungu, muncul ditangan Rai. Dia langsung menusukkan pedangnya tepat kedada dari roh Asmodeus hingga tembus sampai ke punggung.


"B-bagaimana kau bisa lepas dari ilusiku?!" tanya roh Asmodeus.


"Bagaimana? Tanyakan saja pada bawahanmu dineraka!" ujar Rai seraya mengayunkan pedangnya keatas hingga membuat kepala dari roh Asmodeus terbelah menjadi dua. Bersamaan dengan itu, dunia ilusi milik Asmodeus perlahan memudar dan membuat Rai terbebas dari ilusi.


***


Sementara itu, diluar dunia ilusi, Asmodeus tiba-tiba saja terbatuk darah. Dia terkejut hingga membelalakkan matanya ketika melihat darah hitam keluar dari tubuhnya.


"Apa ini? Bagaimana bocah itu bisa lolos dari ilusiku?" gumam Asmodeus sambil mengamati darah hitam yang ada ditangannya.


Slash... Zrat... Tuk...


Sebuah suara tebasan diikuti suara jatuhnya benda, terdengar dengan jelas ditelinga Asmodeus. Dia kembali terkejut dan mencoba mencari asal suara itu.


Namun, dia merasakan dingin dibagian lengan kanannya. Asmodeus mencoba memeriksa lengan kanannya. Alangkah terkejutnya dia ketika melihat darah hitam yang terus mengucur dari bekas luka tebasan dilengan kanannya.


"AARRGGHHHH!!!!" teriak Asmodeus.


"SIAPA?! SIAPA YANG MELAKUKAN INI?!" lanjutnya.


"Siapa? Heh, tentu saja lawanmu!" ucap seorang pria yang tak lain adalah Rai.


"Kau!!! Akan kucincang tubuhmu!" teriak Asmodeus lalu menyerang Rai menggunakan tangan kirinya.

__ADS_1


Rai tersenyum seringai untuk sesaat lalu mengucapkan sebuah jurus, "Delapan Belas Tebasan Dewa Petir!"


Rai mengayunkan Sky Lightning Sword sebanyak delapan belas kali. Tebasan-tebasan itu kemudian menciptakan delapan belas cahaya bulan sabit berwarna ungu yang langsung melesat kearah Asmodeus dan berhasil memotong kecil-kecil tangan kirinya.


"AARRGGHHHH!!!" teriak Asmodeus kesakitan.


"Tebasan Petir Pencabut Nyawa!" ucap Rai.


Sky Lightning Sword mengeluarkan elemen petir ungu yang sangat banyak hingga memenuhi seluruh bilahnya. Rai lalu mengayunkan pedangnya secara horizontal kearah dua kaki Asmodeus.


Slash... Slash...


Zrat... Zrat...


Tuk... Tuk...


"AARRGGHHHH!!!" Asmodeus kembali berteriak kesakitan ketika Rai berhasil memotong kedua kakinya.


"Tebasan Naga Petir! Level 1 : Tebasan Naga Ungu!" ucap Rai.


Sky Lightning Sword kembali mengeluarkan elemen petir ungu yang sangat banyak. Namun, petir ungu yang keluar itu, tidak langsung menyelimuti bilah Sky Lightning Sword, melainkan membentuk seekor naga petir berwarna ungu yang melilit bilahnya.


Rai kemudian mengayunkan pedangnya sekuat tenaga kearah Asmodeus. Naga petir berwarna ungu itu, langsung melepas lilitannya dan segera terbang kearah Asmodeus ketika Rai mengayunkan Sky Lightning Sword.


DUARRRR...


Asmodeus terlempar jauh hingga membentur pelindung yang diciptakan Rin dan membuat pelindung itu bergetar hebat.


"Uhuk... Uhuk..." Asmodeus kembali terbatuk darah ketika berusaha bangkit dari jatuhnya.


Namun sayang, karena Rai telah berdiri didepannya seraya mengangkat tinggi-tinggi pedangnya dan mulai mengucapkan sebuah jurus.


"Saatnya mengakhiri! Tebasan Naga Petir! Level 2 : Tebasan Naga Petir Langit!" ucap Rai.


Sky Lightning Sword mengeluarkan petir langit dengan jumlah yang sangat banyak. Pedang itu terus mengeluarkan petir langit untuk beberapa saat sebelum akhirnya berhenti. Setelah itu, Rai langsung mengayunkan pedangnya kearah Asmodeus dengan sekuat tenaga.


Petir langit yang sebelumnya ada dibilah Sky Lightning Sword, berubah menjadi naga petir langit yang melesat kearah Asmodeus sambil berteriak marah.


"GROOOAAAHHH!!!"


DUARRR... BOOOOMMM...


Ledakan terjadi ketika naga itu menabrak tubuh Asmodeus hingga hancur berkeping-keping. Darah hitam milik Asmodeus menggenang didepan Rai.


Tidak hanya itu, darah hitam Asmodeus juga terciprat ke wajah Rai hingga membuat wajahnya menjadi mengerikan. Bersamaan dengan itu, Rin membuka pelindungnya dan berjalan kearah Rai.


"Pertarungan yang bagus, Rai! Ini!" Rin menyodorkan sehelai kain kepada Rai.


Rai meraih kain itu lalu mengusap darah hitam diwajahnya kemudian mengembalikan kain itu kepada Rin, "Terima kasih!"


"Uhuk... Uhuk... Aarrgghhhh..." Rai tiba-tiba terbatuk darah dan mengerang kesakitan.


Rin yang melihat kondisi Rai menjadi panik. Dia mencoba membangunkan Rai, tapi tidak berhasil, "Rai! Rai! Bangunlah Rai!"


Justru, kepanikannya bertambah tatkala Rai mulai kehilangan kesadaran. Disaat yang bersamaan, pasukan sekte yang dipimpin Ramiel datang.


Namun, mereka semua terkejut ketika melihat Rai tergeletak lemas dipangkuan Rin. Ramiel yang melihat itu, segera berlari kearah Rai dengan keadaan panik.


"Rai? Apa yang terjadi padamu?" tanya Ramiel.


"Uhuk... Uhuk... S-sepertinya, penyakitku k-kambuh lagi... Uhuk... Uhuk..." jawab Rai.


"Penyakit? Kau memiliki penyakit?" tanya Rin yang dibalas dengan anggukan oleh Rai, "Kenapa kau tidak bilang padaku? Seharusnya kau bilang, sehingga aku bisa menyiapkan obatnya ketika kejadian seperti ini terjadi!"


"Rin! Bukan waktunya untuk menanyakan penyakit Rai! Kita harus segera membawanya kembali kesekte!" ujar Ramiel.


Rin dan seluruh pasukan sekte kemudian membawa Rai ketandu yang telah disiapkan Ramiel lalu mengangkatnya. Sedangkan, Ramiel membuka kembali portal sekte menggunakan sebuah token giok yang dialiri energi alam.

__ADS_1


__ADS_2