Lightning Dragon Knight

Lightning Dragon Knight
Chapter 46 : Informasi Sumber Daya


__ADS_3

"Aarghh..." Rai terbangun di sebuah ruang perawatan yang penuh akan peralatan untuk merawat seseorang. Ditambah dengan sebuah kasur putih yang saat ini ditempati Rai.


Rai bangkit dan berusaha duduk. Ia kini tidak memakai baju atasan sehingga terlihat tubuh kekarnya yang dibalut dengan banyak perban.


Di samping kasur, ada Rin yang sedang tertidur pulas. Waktu saat itu memang menjelang fajar. Sehingga masih banyak makhluk hidup yang tertidur pulas di tempatnya masing-masing.


Rai menyingkap selimut dari atas tubuhnya dengan perlahan dan hati-hati. Ia tidak ingin membangunkan Rin yang sedang tertidur pulas dengan wajah yang kelelahan.


Rai tahu kalau Rin adalah satu-satunya orang yang merawatnya sepanjang malam. Jadi dia tahu bagaimana lelahnya Rin ketika sibuk merawat dirinya.


Rai bangun dan berusaha berdiri. Ia hendak meraih bajunya yang tergantung penuh noda darah di salah satu gantungan baju.


"Ini sudah tak dapat dipakai," gumam Rai pelan. Ia lalu menghancurkan pakaian kotor itu dan menggantinya dengan sebuah pakaian bernuansa barat berwarna hitam, jas hitam, serta sebuah jubah berwarna hitam dengan warna ungu di bagian dalamnya.


"Kurasa ini bagus. Sudah lama aku tidak mengenakan pakaian ini. Hah... Paman Christoper, aku merindukanmu," gumam Rai seraya mengingat kenangan bersama pamannya yang seorang petualang. Dirinya dinyatakan tewas dalam sebuah tragedi dengan kelompok bajak laut.


"Ergh... Rai? Kau sudah bangun?" suara Rin yang begitu bahagia, sontak membuat Rai terpaksa meninggalkan kenangan manisnya itu.


Grep...


Rin tiba-tiba memeluk Rai dari belakang. Persis seperti yang dilakukannya ketika di sekte dulu.


"Rai, akhirnya kau bangun! Aku sempat khawatir karena kau berada dalam kondisi kritis! Tapi beruntung kau bisa melewati masa itu!" jelas Rin dengan raut wajah bahagia.


Mendengar itu, Rai langsung merasakan kebahagiaan. Namun, ada sedikit rasa kasihan pada Rin yang telah merawatnya sepanjang malam.


"Kau sepertinya bahagia, Rin!" Rai menggenggam tangan Rin dan menuntunnya untuk melepaskan pelukan.


"Ya, aku bahagia!" balas Rin dengan senyum lebarnya.


"Oh iya, Rin! Bisa kau panggilkan Raiden dan Miyuki? Aku ingin berbicara dengan mereka!" pinta Rai.


"Tentu!"


Rin lalu keluar ruangan untuk memanggil Raiden dan Miyuki.


***


"Ada apa, Rai? Kenapa kau memanggil kami?" tanya Raiden begitu ia masuk ke dalam ruangan.


Swush... Swush...


Theron dan Jinlong tiba-tiba muncul di samping Raiden dan Miyuki dengan wajah serius.


"Aku merasakan keberadaan seorang assasin di sekitar sini!" tukas Rai yang sontak membuat semua orang terhenyak.


"Dia berada di tingkat Mortal General tahap Master! Elemen dominannya adalah petir dan elemen sekundernya adalah air!" jelas Rai.


"Ada dugaan kalau dia merupakan seorang Devil Warrior yang ditugaskan untuk memata-matai pergerakan kita!" lanjut Rai.


"Darimana kau tahu semua ini, Rai?" tanya Raiden menyela.


"Ketika aku menggunakan teknik Mata Dewa tahap ketiga, aku secara tidak sengaja melihat siluet seorang assasin yang sedang melihat pertarunganku dari jarak jauh! Sepertinya dia memiliki teknik mata yang bagus!" jawab Rai panjang lebar.


"Apa kau yakin bahwa orang itu merupakan Devil Warrior?" tanya Miyuki.


"Aku sangat yakin! Sebab, aku merasakan adanya energi iblis yang menyelimuti seluruh tubuhnya! Dan sepertinya kedua elemen yang ia miliki, juga hasil percampuran dengan energi iblis! Kalian tahu 'kan, bagaimana sifat destruktif energi iblis?" jawab Rai yang membuat Raiden dan Miyuki paham akan situasi yang sedang mereka hadapi.


"Lalu, langkah apa yang akan kau lakukan?" kini giliran Jinlong yang bertanya. Terlihat sekali wajah antusiasnya yang berusaha ditutupi olehnya.


"Aku akan mengirimmu dan Theron untuk mengawasi orang itu! Gali sedalam mungkin informasi darinya! Jika ia melakukan tindakan berbahaya, cegah dia! Kalau perlu, siksa dia! Baru nanti jika sudah mendapatkan informasi yang cukup, kau bisa membunuhnya!" jawab Rai seolah mengerti apa isi hati Jinlong.


"Baik, Tuan!" Jinlong dan Theron langsung bergegas pergi dari sana. Menyisakan tiga orang yang masih berdiri dalam diam.

__ADS_1


"Cepat katakan, Rai!" ucap Raiden serius.


"Hah..." Rai menghela nafas.


"Raiden, aku merasakan adanya fluktuasi energi iblis yang sangat besar!" ucap Rai membuat Raiden dan Miyuki terperanjat.


"Jaraknya sangat jauh dari sini, tapi itu berasal dari arah Timur! Aku bukan hanya merasakan satu fluktuasi energi saja, melainkan dua fluktuasi energi iblis disaat yang bersamaan!" lanjut Rai.


"Sepertinya Lucifer hendak bangkit bersama anaknya!" ucap Miyuki.


"Sepertinya memang begitu! Tapi, apa yang harus kita lakukan? Kekuatan Lucifer dan Mammon tidak bisa kita anggap remeh! Mereka menduduki dua puncak teratas sebagai iblis terkuat di seluruh dunia ini!" ujar Raiden dengan raut wajah rumit.


"Untuk saat ini, aku belum tahu! Aku hanya bisa meningkatkan kekuatanku dengan sumber daya yang ku punya saat ini! Tapi itu belum cukup!" jawab Rai bingung.


"Raiden, apa ada cara untuk pergi ke Dragonland?" tanya Rai.


"Ada! Apakah kau ingin ke sana?" tanya Raiden balik.


"Ya, aku ingin ke sana! Tolong beritahu aku caranya!" desak Rai.


"Ada sebuah gerbang antar dimensi yang menghubungkan dunia manusia ini dengan Dragonland! Gerbang ini terbuka setiap tahunnya dan hanya dapat diakses oleh pendekar dengan tingkat God tahap Senior saja!" jelas Raiden panjang lebar.


"Sepertinya perjalananku untuk ke sana tidak akan mudah, ya?" gumam Rai dengan senyum getir.


"Raiden, apakah ada sumber daya yang bisa membuat kultivasiku naik hingga tingkat God dalam waktu singkat?" tanya Rai.


"Kau bisa menggunakan Mutiara Naga yang pernah aku berikan padamu! Tapi, itu tidak bisa menaikkannya secara instan! Satu butir hanya bisa menaikkan sampai tingkat Holy Emperor tahap Legend jika dilihat dari kultivasimu saat ini!" jawab Raiden panjang lebar.


"Ada satu lagi sumber daya yang bisa membuatmu menyerap energi alam 5 kali lipat lebih banyak dari sebelumnya!" sambung Raiden.


"Bukankah itu semacam teknik? Seperti teknik Penyerap Bintang? Penyerap Galaksi? Atau apalah itu?" tanya Rai.


"Ya, itu bisa didapat dari teknik! Tapi, sumber daya ini berbeda! Namanya Ginseng Pembangkit Alam! Ginseng ini mampu memberikan kemampuan untuk menyerap energi alam 5 kali lipat lebih besar kepada penggunanya dalam satu hari!" jawab Raiden.


"Ginseng itu jarang ditemui di dunia manusia ini! Hanya ada beberapa orang yang pernah menemukan ginseng ini di dalam dimensi misterius yang di buka oleh beberapa klan besar saja!" jelas Raiden.


"Hah... Penjelasanmu membuatku pusing, Raiden!"


"Oh iya, Rai! Kau diminta untuk segera ke kediaman utama untuk bertemu dengan pemimpin dan tetua klan Zhao! Katanya juga ada leluhur klan Zhao di sana!" ucap Miyuki.


"Petinggi klan Zhao? Apa aku tidak salah dengar?"


***


Pagi harinya,


"Salam kepada leluhur dan ketua klan Zhao!" ucap Rai memberi hormat kepada leluhur dan ketua klan Zhao yang berada di sebuah aula pertemuan. Di belakangnya ada Rin serta yang lainnya sedang memberi hormat.


"Bangunlah!" perintah leluhur klan Zhao yang sudah terlihat sangat tua, namun tetap kuat.


"Perkenalkan, namaku Zhao Jun! Leluhur klan Zhao!" ucap Zhao Jun memperkenalkan dirinya.


"Perkenalkan juga, namaku Zhao Kun! Ketua klan Zhao!" ujar Zhao Kun memperkenalkan diri.


"Terima kasih, leluhur dan ketua telah memperkenalkan diri! Tidak sopan rasanya jika saya tidak memperkenalkan diri! Nama saya Rai, dan orang di belakang saya ini adalah Rin, Raiden, Miyuki dan bibi Yuki!" ucap Rai memperkenalkan dirinya dan rombongannya.


"Kau cukup sopan juga untuk seorang pendekar muda yang kuat! Aku menyukai itu!" Zhao Jun memuji Rai seraya mengelus jenggot putih panjangnya.


"Terima kasih atas pujiannya! Maaf leluhur, bukannya bermaksud lancang, tapi bisakah anda memberi tahu saya, mengapa anda memanggil saya dan teman-teman saya kemari? Apakah ada hal penting yang harus diketahui oleh orang asing ini?" tanya Rai sopan, namun memiliki maksud menyelidik.


Zhao Jun sedikit mengernyitkan dahi. Ia seperti mengetahui niat Rai, namun sedikit ragu karena ucapannya yang sopan.


"Hah... Begini! Pertama-tama, aku berterima kasih karena kau telah membunuh Zhao Chen yang ternyata telah dirasuki oleh iblis!"

__ADS_1


"Kedua, aku ingin bertanya, apa kau bersungguh-sungguh terkait taruhan dengan Zhao Chen kala itu?" tanya Zhao Jun.


Rai terdiam sesaat. Lalu menarik nafas dan menghembuskannya perlahan sebelum menjawab pertanyaan Zhao Jun.


"Pertama-tama, aku hanya bisa mengucapkan sama-sama! Untuk yang kedua, terkait taruhan dengan Zhao Chen, aku tidak terlalu bersungguh-sungguh!" jawab Rai yang membuat Zhao Jun, Zhao Kun dan Zhao Yan yang kebetula ada di sana terkejut. Terutama Zhao Yan yang merasa bahwa dirinya telah ditolak.


"Oh, begitu..."


"Leluhur Zhao Jun dan Ketua Zhao Kun! Maaf, saya tidak bisa lama di sini! Saya harus melanjutkan perjalanan saya! Jika berkenan, saya mohon undur diri!" ucap Rai hendak pergi dari sana.


"Nak Rai, tunggu dulu! Apa kau tidak ingin diberikan hadiah? Silahkan minta hadiah apapun yang kau mau!" ucapan Zhao Kun membuat Rai menghentikan langkahnya.


"Kalian yakin ingin memberiku hadiah apapun yang aku mau?" tanya Rai tanpa menoleh.


"Tentu, akan kami penuhi apapun yang kau mau!"


"Baiklah! Kalau begitu, aku ingin kalian memberiku Ginseng Pembangkit Alam!"


"Apa?!" Zhao Jun tersentak kaget. Ucapan Rai barusan membuat dirinya terkejut dan menghebohkan satu aula. Bagaimana tidak? Ginseng Pembangkit Alam adalah sumber daya yang sangat langka dan hanya bisa hidup di dimensi misterius saja. Jika dibawa ke dunia luar, ginseng itu akan hangus begitu saja. Jadi, sangat jarang bahkan tidak ada orang yang membawa keluar Ginseng Pembangkit Alam.


"Nak Rai, tidak bisakah kau meminta hadiah yang sedikit lebih ringan? Permintaanmu sebelumnya terlalu memberatkan kami!" ucap Zhao Kun berusaha memohon.


"Tidak bisa! Aku memerlukan ginseng itu untuk hal yang sangat penting! Apa kalian tidak bisa memberikannya kepadaku?" ucap Rai dingin.


"Bukannya aku tidak ingin nak Rai! Tapi, ginseng itu tidak bisa dibawa keluar dan hanya bisa hidup di dimensi misterius kami saja!" tukas Zhao Kun.


"Baiklah! Kalau begitu, biarkan aku masuk ke dimensi misterius itu!" ucap Rai yang semakin memberatkan Zhao Jun serta Zhao Kun.


"Hei, anak muda! Semakin lama kau semakin lancang, ya?!" ucap seorang tetua bertubuh kekar.


"Siapa anda ini?" tanya Rai dengan pandangan malas.


"Namaku Zhao Yong! Tetua ke sembilan klan Zhao!" ucap Zhao Yong memperkenalkan dirinya, "Bocah! Kau itu sudah diberi hati tapi masih tak tahu diri?! Apa ginseng itu sangat penting untukmu hingga memaksa untuk masuk ke dalam dimensi kami?!"


"Hah... Paman Zhao! Apakah anda tidak mendengar perkataan saya sebelumnya? Saya sangat membutuhkan ginseng itu karena keadaan mendesak!" jawab Rai tegas.


"Keadaan mendesak apa?! Itu hanyalah alasanmu saja! Apakah keluargamu sedang dalam kesulitan hingga kau memerlukan ginseng itu?!" Zhao Yong berkata lantang. Hal itu membuat seluruh rombongan Rai terkejut serta takut akan apa yang terjadi selanjutnya.


"Gawat!" gumam Raiden.


"Kau! Tarik kembali kata-katamu!" perintah Rai dengan wajah suram.


"Ada apa?! Kau tidak berhak untuk—"


"Tarik kembali... KATA-KATAMU, BAJ*NGAN!!!" Rai mengeluarkan seluruh auranya hingga ke tingkat Mortal King tahap Legend.


Seketika, hawa di ruangan itu menjadi berat. Semua orang yang ada di sana terpaksa bertekuk lutut akibat aura yang dikeluarkan Rai. Bahkan, Zhao Jun dan Zhao Kun yang merupakan dua orang terkuat klan Zhao pun juga dibuat bertekuk lutut oleh aura Rai.


"Rai, tenanglah! Kau tidak perlu mengeluarkan auramu sampai ke tahap ini!" pinta Raiden dengan susah payah.


Rai segera tersadar dari amarahnya dan segera menarik kembali auranya. Ia langsung meminta maaf kepada Zhao Jun dan Zhao Kun atas ketidaknyamanan tadi. Diikuti dengan meminta maaf kepada semua tetua klan Zhao yang hadir di sana, kecuali Zhao Yong.


"Tetua Zhao Yong! Jika kau kembali membawa-bawa keluargaku, waspadalah! Karena saat itu juga aku akan memberikan siksaan yang sangat berat kepadamu!" ucap Rai memperingati Zhao Yong.


"Ekhem... Nak Rai, setelah berdiskusi dengan leluhur, kau boleh mengikuti perjalanan ke dalam dimensi misterius milik klan kami yang akan diadakan seminggu lagi! Namun, dengan satu syarat! Kau harus menjaga putriku, Zhao Yan selama berada di dimensi misterius itu!" ucap Zhao Kun panjang lebar.


"Hah... Baiklah, ketua! Terima kasih atas kesempatan ini! Saya mohon undur diri!" ucap Rai dengan nada pasrah bercampur kecewa.


Rai keluar dari dalam aula pertemuan itu. Pada akhirnya tidak ada hal spesial yang terjadi di sana, kecuali izin dari Zhao Kun serta insiden dengan Zhao Yong.


"Zhao Kun. Bocah ini sepertinya tidak biasa! Kita harus berusaha sebisa mungkin untuk tidak menyinggungnya," perintah Zhao Jun.


"Baik, leluhur. Tapi, apakah saya boleh tahu alasan leluhur menghormati bocah itu? Sangat jarang leluhur menghormati bahkan mengakui kemampuan orang yang lebih muda dari leluhur," tanya Zhao Kun yang merasa tak biasa dengan sikap leluhurnya itu.

__ADS_1


"Entahlah. Aku tidak tahu. Yang pasti, aku merasakan sebuah aura yang agung. Aura yang hanya dimiliki oleh sang pemilik warisan dewa,"


__ADS_2