Lightning Dragon Knight

Lightning Dragon Knight
Chapter 23 : Penjaga Lotus Petir Langit Abadi 3


__ADS_3

...(Naga Emas)...


Rai dan Aaron kembali melanjutkan perjalanan mereka yang sempat tertunda akibat penyakit Rai yang tiba-tiba kambuh dan Aaron yang perlu mengobati luka-lukanya sekaligus mengisi kembali Energi Alam didalam tubuhnya.


Tak butuh waktu lama untuk memulihkan luka ditubuh masing-masing. Karena mereka berdua memiliki pil masing-masing. Ditambah dengan Energi Alam disekitar mereka yang melimpah, membuat proses pemulihan luka berlangsung lebih cepat dari pemulihan luka dengan cara normal.


Kembali ke situasi terkini,


Rai dan Aaron berjalan dengan hati-hati. Sesekali mereka membunuh para Hell Beast tingkat rendah yang mencoba menyerang mereka.


Slash... Zrat... Bug...


"Hah... Kapan kita akan sampai ditempat lotus itu?" keluh Aaron setelah menebas salah satu Hell Beast yang menyerang mereka.


"Berhentilah mengeluh! Kau kelamaan semakin mirip wanita saja! Banyak omongnya! Dasar cerewet! Jika kau ingin jadi banci, keluarlah dari timku dan berdandanlah layaknya wanita sana!" ujar Rai kesal ketika melihat Aaron terus mengeluh.


"Hei, Rai! Lama kelamaan, mulutmu itu semakin tajam! Ada pepatah yang mengatakan 'Mulutmu Harimaumu!'. Apa kau tidak takut dengan ucapanmu sendiri yang bisa berbalik kapan saja?" tanya Aaron menanggapi komentar pedas dari Rai.


"Takut? Heh, rasa takutku hanya akan muncul ketika orang-orang yang aku sayangi direnggut nyawanya! Bahkan, ketika ada penguasa tertinggi dari dunia ini yang ingin melenyapkanku, aku tidak takut!" balas Rai datar.


"Hmm... Bisa kau buktikan itu?" tanya Aaron meragukan.


"Bukti? Aku akan balas dendam terhadap suatu kerajaan!" balas Rai dengan sorot mata marah dan tangan mengepal.


Aaron yang melihat raut wajah dan tangan Rai, seketika diam. Dia tahu betul jika Rai benar-benar memiliki dendam lama. Terbukti dari raut wajah, jawaban, sorot mata dan keganasannya dalam membunuh, membuat Aaron yakin dengan kesimpulannya itu.


"Baiklah! Aku percaya dengan itu!" ucap Aaron.


"Sudah percaya? Jika sudah, berhentilah bicara! Persiapkan senjata dan keberanianmu! Karena kita sudah memasuki area penjagaan utama dari Lotus Petir Langit Abadi yang dijaga oleh seekor naga!" ujar Rai datar.


"Ya, aku tahu itu!" balas Aaron sembari melapisi bilah pedangnya dengan elemen petir hitam.


Setelah itu, Rai dan Aaron terus melanjutkan perjalanan hingga sebuah aura yang sangat kuat menerpa tubuh mereka.


Bagi Rai, tekanan ini tidak terlalu berarti baginya. Karena aura kultivasinya yang tinggi dan ditambah dengan aura milik Raiden, membuat tekanan yang menerpa tubuh Rai berkurang sebanyak 75 persen.


Namun, hal berbeda dialami oleh Aaron. Tubuhnya justru mendapat tekanan yang sangat kuat. Sampai-sampai tubuhnya hampir berada diposisi bersujud jika bukan karena kedua tangannya yang berusaha untuk menahan tubuhnya agar tidak bersujud.


"T-tekanan aura macam apa ini?" tanya Aaron terbata-bata. Tampak darah yang mengalir dari sudut bibirnya menandakan dia mengalami luka dalam yang cukup parah.


"Aura ini..." gumam Raiden dari dalam Ruang Jiwa milik Rai.


"Apa kau tahu aura dari siapa ini, Raiden?" tanya Rai begitu mendapatkan tekanan dari aura itu.

__ADS_1


"Sepertinya aku mengenal aura ini. Terasa sangat familiar," gumam Raiden lagi.


"Rai! Mulai sekarang, kau harus menghadapi penjaga terakhir itu sendirian! Aku akan menyelediki sesuatu!" lanjut Raiden kemudian menghilang dari Ruang Jiwa.


"Raiden! Sialan kau! Dasar naga tak berguna!" umpat Rai.


"Hah... Sepertinya aku akan mengeluarkan teknik tertinggi dari teknik pedang," gumam Rai kemudian menjulurkan tangannya lalu mengucapkan sesuatu, "Tapi, sebelum itu aku akan pemanasan dahulu... Teknik Pedang : 5 Pedang Alam!"


Dalam hitungan detik, muncul lima pedang berbeda dengan berbagai warna. Kelima pedang itu juga memancarkan aura yang kuat hingga mampu mengurangi tekanan aura yang berasal dari penjaga utama.


Tidak mau kalah, Aaron juga sedang mempersiapkan jurusnya, setelah mengobati luka dalam beserta luka luar yang dialaminya.


Krasak... Krasak...


Swosh... Swosh... Swosh...


"Aaron! Menghindar!" teriak Rai memperingatkan.


Aaron yang mendengar peringatan dari Rai, segera menghindar kearah kiri dengan cara berguling. Sedangkan, Rai masih terus maju sambil beberapa kali menghindari puluhan bola energi berwarna emas yang muncul secara tiba-tiba.


"Hahaha... Tak kusangka, kalian berhasil menghindari serangan pembuka dariku!" ucap seseorang dengan diikuti oleh aura yang menekan.


'Aura ini...' batin Rai.


"Pedang Angin!" ucap Rai.


Pedang berwarna hijau yang berada dibelakang Rai, langsung keluar dari posisi dan segera menciptakan angin yang membuat semak-semak disekitarnya terbuka.


Namun, tidak apa-apa disana. Hanya ada tanah kosong dan potongan ranting kecil-kecil diatas tanah itu. Melihat itu, membuat Rai mengembangkan senyumnya.


Karena dia yakin, bahwa ada sesosok makhluk disana yang pernah melewati area itu. Dengan segera, Rai memerintahkan pedang angin miliknya untuk menciptakan sebuah pusaran angin yang besar.


Swush... Swush... Swush...


Swosh... Swosh... Swosh...


Sebuah angin topan raksasa tercipta. Angin topan itu terus membesar sesuai keinginan Rai, "Cukup! Sekarang padatkan!"


Angin topan raksasa itu kemudian membentuk sebuah bola angin raksasa dengan kepadatan tinggi. Hal ini membuat senyum Rai semakin bertambah lebar.


"Terakhir, meledaklah!" ucap Rai.


Bola angin raksasa itu berputar dengan kecepatan tinggi. Diiringi dengan munculnya cahaya terang dan suara dengungan yang memekakan telinga.

__ADS_1


Duarrr... Swosh...


Bola angin raksasa itu meledak dan menimbulkan gelombang angin besar yang membuat semak-semak disekitarnya terbang kemana-mana. Dan dari salah satu tempat, tampak sesosok makhluk raksasa seperti naga berwarna emas.


"Hehehe... Ketahuan kau!" gumam Rai dengan senyum seringai terukir diwajahnya.


"Aaron sekarang!" teriak Rai.


Tiba-tiba, dari belakang tubuh naga emas itu, muncul Aaron yang siap mengayunkan pedangnya sembari mengucapkan sebuah jurus, "Petir Kematian! Hiyaa..." ucap Aaron.


Bzzzt... Bzzzt...


Blaaazztt... Blaaazztt...


BLAAARRRR...


Sebuah ledakan tercipta ketika serangan Aaron mengenai naga emas. Tidak hanya itu, ledakan yang terjadi juga menciptakan kepulan asap tebal yang membumbung tinggi dan membuat pandangan Rai dan Aaron sedikit terhalang.


"GROOOAAAHHH!!!"


Syuut... Syuut... Syuut...


Duarrr... Duarrr... Duarrr...


Ledakan-ledakan kecil tercipta akibat serangan yang dilancarkan oleh naga emas itu. Alhasil, Rai dan Aaron kembali kerepotan dalam menghindari serangan-serangan tersebut.


"Sial! Jika begini terus, kita tetap akan terkena serangannya! Rai, apa yang harus kita lakukan?!" tanya Aaron dengan berteriak.


"Diam dan tenang!" jawab Rai yang juga berteriak.


"Apa maksudmu?! Jika kita tetap diam, maka kita akan—"


"Diam dan tenang! Begitu saja kau tidak bisa?! Dasar tidak berguna!" ujar Rai memotong ucapan Aaron.


Rai mengalihkan pandangannya kearah naga emas yang sedang bersiap melepaskan serangan. Dia mengulurkan tangannya kedepan seraya mengucapkan sebuah jurus.


"Lima Pedang Alam : Kurungan Alam!" ucap Rai.


Tiba-tiba, lima pedang berbeda warna yang sebelumnya mengelilingi Rai, terbang kearah naga emas itu sambil mengeluarkan pancaran energi alam yang kuat.


Setelah sampai didekat tubuh dari naga emas, kelima pedang itu segera mengepungnya dari lima arah. Kemudian, kelima pedang itu menciptakan belasan pilar yang terbuat dari energi alam untuk mengurung naga emas tersebut.


"GRAHHHH!!! Lepaskan aku!" teriak naga emas sambil memberontak.

__ADS_1


"Hehehe... Saatnya merebut Lotus Petir Langit Abadi!" ucap Rai dengan senyum seringai terukir diwajahnya.


__ADS_2