Lightning Dragon Knight

Lightning Dragon Knight
Chapter 48 : Dimensi Misterius 2


__ADS_3

Di gua sarang Raja Gorilla Putih,


Rai sedang duduk bersila dengan mata tertutup. Di depannya, terdapat Kristal Jiwa Raja Gorilla Putih serta Ginseng Pembangkit Jiwa. Tak lupa sebutir Mutiara Naga yang siap untuk diserap.


"Rai, apa kau akan berkultivasi di luar sini?" tanya Raiden seraya membalut luka-luka Zhao Jiang.


"Tidak! Aku akan berkultivasi di dalam Ruang Jiwa agar lebih cepat selesai! Lagipula aku akan melihat kondisi Violet! Sepertinya tubuhnya belum sembuh total sejak pertarungan ribuan tahun lalu!" jawab Rai panjang lebar.


"Baiklah! Kalau begitu, aku akan berburu di sekitar sini! Barangkali aku menemukan sumber daya yang berharga!" ucap Raiden lalu menghilang dari sana.


"Zhao Jiang, sebaiknya kau menyembuhkan diri di sini! Lalu konsumsi Ginseng Pembangkit Alam itu! Kau sudah tahu khasiatnya bukan?" tukas Rai.


"Ya, aku sudah tahu!"


"Baiklah, aku akan ke Ruang Jiwa dulu! Kau tunggu di sini dan lakukan seperti apa yang aku katakan! Jika kau keluar dari gua ini satu langkah saja, seekor Hell Beast pasti akan menyerangmu!" ucap Rai memperingatkan. Ia lalu masuk ke dalam Ruang Jiwa dengan membawa semua sumber daya yang ia butuhkan.


***


Di hutan bagian Barat,


Trang... Trang...


Slash... Zrat... Buk...


"Kerja yang bagus, Rin!" puji Miyuki setelah melihat Rin yang membunuh Hell Beast harimau.


"Terima kasih, Miyuki!"


"Sekarang kita harus mencari cara untuk membuat wanita cengeng itu tidak menjadi beban bagi kita!" ucap Miyuki pelan seraya sedikit melirik Zhao Yan yang sedang duduk dan bersedih di atas dahan pohon.


"Yah... Aku akui, ucapan yang Rai lontarkan memang sangat pedas! Aku juga pasti akan menangis jika menjadi dia! Tapi... Reaksinya terlalu berlebihan!" ujar Rin sembari meminum air yang ja bawa.


"Gluk... Gluk... Ah... Memang benar! Reaksinya terlalu berlebihan! Aku sempat membujuknya tadi, tapi responnya justru membuatku ingin memotong lidahnya!" curhat Miyuki yang mengaku mendapat kritik ketika berusaha untuk membujuk Zhao Yan.


"Dia memang seperti anak kecil! Mungkin sebaiknya kita menunggu Rai datang agar bisa membuatnya berkontribusi!" ucap Rin menyampaikan pendapat.


"Tapi itu akan membutuhkan waktu yang lama! Rai telah menemukan Ginseng Pembangkit Alam! Dan ia akan berkultivasi di dalam Ruang Jiwa-nya! Setidaknya, butuh 1 hari baginya untuk menyelesaikan kultivasi!" balas Miyuki.


"Hmm... Baiklah! Kalau sudah begini, mau bagaimana lagi? Persiapkan barangmu, Miyuki! Kita akan menjelajahi gua itu!" ucap Rin seraya menunjuk sebuah gua yang memancarkan aura kuat.


***


Di dalam gua,


"Makhluk apa ini?" tanya Rin pada dirinya sendiri setelah melihat seekor monster raksasa berbulu putih yang sedang tertidur di atas kasur saljunya.


"Dia sangat kuat! Tingkat kultivasinya berada di tingkat Emperor tahap Kuning!" sambung Miyuki.


"Wah... Sepertinya ada sesuatu yang sangat berharga di sini! Menurutmu apa, Zhao Yan?" ucap Rin mencoba menebak apa yang ada di dalam gua itu.


Zhao Yan tidak menjawab. Ia hanya mengalihkan pandangannya ke arah lain dengan tatapan sendu dan air mata yang terus keluar dari pelupuk matanya.


"Hah... Zhao Yan," gumam Rin pasrah. Ia sudah sangat resah dengan tingkah Zhao Yan yang menurutnya seperti anak kecil.


"Zhao Yan, sepertinya Rai berkata benar! Kau hanya akan menjadi beban dan menghalanginya dalam mencapai tujuannya di dunia misterius ini!" ucap Zhao Yan yang seketika mengejutkan Zhao Yan dan Miyuki.


"Kau tahu apa tentang kondisi-ku saat ini?!" teriak Zhao Yan.


"Aku tahu! Aku sangat tahu!" potong Rin cepat, "Aku telah mengalaminya selama bertahun-tahun! Ditolak oleh orang yang kau anggap keluarga, ditolak oleh semua orang, dikhianati oleh laki-laki yang kau cintai, dikhianati oleh orang-orang jahat! Aku pernah merasakan semuanya, kau tahu itu anak manja?"


"Ditolak oleh satu pria saja seperti sudah kehilangan semuanya! Kalau begitu, apa itu lebih berarti daripada kehilangan kultivasi?" balas Rin panjang lebar.


Zhao Yan terdiam. Apa yang dikatakan oleh Rin memang benar adanya. Dia ditolak oleh pria yang disukainya dan mengalami kesedihan yang luar biasa.


Hati dan pikiran Zhao Yan kacau. Ia tidak bisa berpikir lagi. Hanya ada ucapan Rin yang terngiang di dalam kepalanya.

__ADS_1


"GROOOAAAHHH!!!"


"Dasar bodoh! Kalau ingin berdebat jangan di sini! Kalian justru membuat dia bangun!" teriak Miyuki marah.


"Cepat menghindar!"


Miyuki memperingati Zhao Yan dan Rin sembari melakukan manuver menghindar setelah melihat akan datangnya serangan.


Tap...


"Dia itu sebenarnya monster apa?" tanya Rin.


"Itu Yeti Es Putih! Dia memiliki kekuatan manipulasi es yang mengerikan!" jawab Miyuki yakin.


"Manipulasi es, ya? Zhao Yan, kau memiliki jenis atribut apa?" tanya Rin.


"Aku mahir dalam formasi dan elemen api! Aku juga sedikit paham tentang ilusi!" jawab Zhao Yan.


"Bagus! Kau punya sebuah teknik yang bisa menggabungkan semua itu bukan?" tanya Rin yang langsung dibalas dengan anggukan oleh Zhao Yan, "Baiklah! Persiapkan itu sekarang Zhao Yan!"


"Tapi, itu membutuhkan energi yang besar dan waktu yang cukup lama!"


"Tidak apa-apa! Aku dan Miyuki akan menahannya sebentar!"


"Baiklah!"


Rin memandang Miyuki sejenak sebelum menarik pedangnya dan langsung melesat menyerang Yeti Es Putih. Miyuki yang paham akan tatapan Rin tadi, seketika menyiapkan beberapa tombak es untuk menyerang dari jauh.


"Lakukan secepat yang kau bisa, Zhao Yan! Elemen es milikku dan milik Rin tidak akan bisa menahan yeti itu terlalu lama!" ucap Miyuki yang langsung dibalas dengan anggukan oleh Zhao Yan.


***


Slash... Slash...


Pertarungan antara Rin dengan Yeti Es Putih berlangsung dengan ketat. Yeti Es Putih yang dari tadi menggunakan serangan jarak jauh berupa lemparan bola es yang diarahkan ke Rin. Namun, Rin berhasil menghancurkannya dengan mudah.


"GROOOAAAHHH!!!"


Slash... Slash... Slash...


'Jika seperti ini terus, aku akan kesulitan!' batin Rin lalu menatap Miyuki.


Miyuki yang seperti mendapat sinyal dari Rin, langsung mengangguk dan melemparkan belasan tombak es ke arah Yeti Es Putih.


Swush... Swush... Swush...


Yeti Es Putih melirik tombak-tombak es itu sebentar. Dengan sebuah ayunan tangan, tombak-tombak es itu hancur seketika.


Melihat konsentrasi Yeti Es Putih yang masih terfokus pada tombak es Miyuki, Rin segera melakukan manuver serangan dengan mengincar tengkuk dari yeti itu.


Sayang, pergerakan Rin berhasil diketahui oleh Yeti Es Putih yang langsung menangkap Rin dan mencengkeramnya kuat-kuat. Bahkan, pedang yang dibawa oleh Rin juga patah. Beruntung pedang itu bukan Holy Ice Sword yang disimpan Rin di dalam cincin penyimpanannya.


Kratak... Kratak...


"KYAAA..." Rin berteriak kesakitan ketika beberapa tulangnya, retak akibat cengkeraman yeti itu.


"Rin!" Miyuki yang meihat Rin kesakitan, langsung terdorong untuk menyelamatkannya.


Swush...


"Jangan apa-apakan Rin!" teriak Miyuki marah sembari melakukan tebasan terhadap salah satu lengan Yeti Es Putih.


Slash... Bug...


"GROOOAAAHHH!!!"

__ADS_1


Yeti Es Putih mengerang kesakitan, tatkala lengan yang digunakannya untuk mencengkeram Rin, terpotong dengan rapi dan jatuh ke tanah.


Darah segar mengalir dengan deras dari luka itu dan menetes tepat di atas Rin yang langsung berlumuran darah.


Didasari oleh rasa sakit dan amarah yang menggelora, Yeti Es Putih mengambil lengannya yang putus lalu membekukannya dan menggunakannya layaknya senjata berupa tombak.


'Manipulasi es yang hebat,' batin Rin yang kagum akan manipulasi es yang dilakukan oleh Yeti Es Putih.


Beberapa detik setelahnya, Rin telah berada di tempat yang berbeda. Didekatnya ada Miyuki yang segera memasang raut wajah dingin layaknya seorang assassin.


"Hiyaaa..."


"GROOOAAAHHH!!!"


Trang...


Sreet...


Miyuki terpental mundur setelah beradu senjata dengan Yeti Es Putih. Setelah posisinya sudah dirasa seimbang, Miyuki kembali memcoba untuk menyerang yeti itu.


Namun, hasilnya selalu sama. Miyuki selalu terpental mundur dengan posisi mendarat yang berbeda-beda. Ada yang mendarat dengan sempurna, tapi ada juga yang harus membuatnya terjerembab tak karuan.


Kini di sekujur tubuh Miyuki penuh akan luka. Pakaian yang dikenakannya pun sudah berubah menjadi warna merah dengan bercak darah di berbagai sisinya.


"Satu kali lagi! Hiyaaa!!!"


Miyuki berteriak keras guna membakar semangatnya kembali. Kali ini, Miyuki menyerang menggunakan energi alamnya yang ia sebarkan ke seluruh tubuhnya.


Duang...


Suara dentingan terdengar nyaring. Miyuki berhasil menahan serangan Yeti Es Putih walaupun situasinya saat ini tidak menguntungkannya.


"Ayo, bertahanlah sedikit lagi," gumam Miyuki berusaha meyakinkan dirinya sendiri.


"Miyuki! Aku siap!" tiba-tiba Zhao Yan berteriak dan langsung membuat Miyuki merekahkan sebuah senyuman.


"Lepaskan sekarang juga!" perintah Miyuki.


"Tapi, kau harus menyingkir!"


"Lepaskan saja!"


"Baiklah!" Zhao Yan membuat sebuah segel tangan rumit untuk mengaktifkan teknik miliknya sebelum diikuti dengan pengucapan mantra, "Formasi Neraka Abadi!"


Wuung... Wuung...


Sebuah cahaya merah tiba-tiba muncul di atas Yeti Es Putih dan langsung mengurungnya dengan kubah merah setengah lingkaran. Kemudian, muncul api dan asap merah yang menutupi isi kubah itu.


Zhao Yan yang sudah kehabisan energi alam, terkulai lemas tak berdaya dengan mata yang hampir menutup. Menyisakan Rin yang menatap kubah merah itu dengan harap-harap cemas.


DUARRRR...


"GROOOAAAHHH!!!"


Rin terlonjak kaget setelah mendengar sebuah ledakan yang diikuti dengan teriakan Yeti Es Putih. Rasa cemas Rin semakin menjadi ketika ia tidak lagi mendengar adanya suara makhluk hidup.


"Miyuki..." gumamnya pelan.


Rin sudah pasrah akan apa yang terjadi pada Miyuki. Sahabat barunya yang membuat hidupnya sedikit lebih berwarna.


Swush...


Rin yang masih termenung, dikejutkan dengan gelombang angin yang tiba-tiba muncul. Ia mendongakkan kepalanya, kearah gelombang suara itu.


Namun, betapa terkejutnya dia ketika melihat seekor naga bersisik biru dengan luka di beberapa bagian tubuhnya. Tiba-tiba sebuah potongan memori, masuk ke dalam kepalanya.

__ADS_1


Menimbulkan reaksi sakit yang luar biasa pada kepalanya. Perlahan, matanya memerah dengan darah yang keluar dari kedua matanya. Raut wajahnya berubah mengerikan. Rin menatap naga bersisik biru dengan tatapan benci.


"ICE DRAGON!!!"


__ADS_2