
"Hehehe... Saatnya merebut Lotus Petir Langit Abadi!" ucap Rai dengan senyum seringai terukir diwajahnya.
Rai kemudian mengayunkan pedang katananya kearah naga emas itu dengan sekuat tenaga.
"GROOOAAAHHH!!!"
Pyaarrr... Trang... Duak... Bug...
Diluar dugaan Rai, jeruji yang mengurung naga emas berhasil dihancurkan dengan mudah hingga hancur berkeping-keping. Tidak hanya itu, naga emas juga berhasil mendaratkan serangan pada tubuh Rai hingga membuatnya terpental jauh sampai merubuhkan beberapa pohon yang ditabraknya.
"Uhuk... Uhuk..."
Rai memuntahkan seteguk darah merah dari mulutnya imbas serangan dari naga emas. Lima pedang alam pun juga ikut menghilang akibat fokus Rai untuk mempertahankan jurusnya hilang.
Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, naga emas kembali melesat cepat kearah Rai untuk menyerangnya. Namun, serangan dari naga emas itu terhenti tatkala Aaron yang langsung maju menahan serangan naga emas.
"Sepertinya kau melupakan aku, naga hias!" ucap Aaron sambil menahan cakar dari naga emas.
Trang... Sreeettt...
Aaron mendorong mundur tubuh naga emas beberapa langkah. Sedangkan, dirinya harus termundur beberapa meter, "Rai, kau tidak apa-apa?" tanya Aaron kepada Rai.
"Tentu saja! Aku tidak selemah itu, kau tahu?" jawab Rai dengan nada datar.
"Hah... Kau itu selalu begini, ya? Susah sekali diajak bicara!" gerutu Aaron.
"Ya, sudah! Sembuhkanlah dirimu—"
Syuut... Duarrr...
Sreeett... Bug... Bug... Bug...
"Lain kali, jangan pernah sekali pun mengalihkan pandanganmu dari musuh jika tidak ingin mati, kau tahu?" ujar Rai.
Aaron yang tidak tahu apa-apa hanya bisa menatap wajah Rai dengan raut wajah bingung. Menyadari kebingungan Aaron, Rai hanya menunjuk arah belakang dari tubuh Aaron.
Dengan segera, Aaron mengalihkan pandangannya. Dan betapa terkejutnya ia ketika melihat naga emas yang sedang terkapar dikejauhan sana.
"B-bagaimana bisa?" tanya Aaron tergagap.
Dia kemudian kembali mengalihkan pandangannya kearah Rai. Melihat tatapan dari Aaron, Rai segera angkat bicara.
"Aku menggunakan seluruh energi alamku yang tersisa hanya untuk serangan itu! Jadi, kau lawanlah dia sendiri untuk beberapa saat! Aku akan memulihkan tubuh!" ujar Rai.
"Tapi... Bukankah dia sudah mati?" tanya Aaron.
"Ck, dasar bodoh! Serangan itu hanya memberikan efek kejut saja baginya! Mana mungkin serangan selemah itu bisa membunuh Heaven Beast tingkat Emperor tahap Biru!" jawab Rai sambil mulai memulihkan diri.
"A-apa? Heaven Beast ti-tingkat Emperor tahap Biru?" tanya Aaron tidak percaya.
__ADS_1
"Iya! Apa kau takut? Kalau takut pergi saja dari sini! Ah, sudahlah! Aku tidak akan berkomentar lagi! Hadapi dia sendiri dulu!" balas Rai.
"Sial! Dia meninggalkanku sendiri! Ya, sudahlah! Yang sudah terjadi biarkan saja! Sekarang akan kutahan naga itu! Rai 'kan hanya bilang untuk menghadapinya untuk sementara! Jadi, aku tidak perlu mengorbankan nyawa untuk membunuhnya!" seru Aaron.
Aaron langsung melesat maju kearah naga emas yang masih berusaha untuk bangun dengan pedang yang terhunus. Dengan segera, Aaron menusukkan pedang itu kearah naga emas sambil mengucapkan jurus.
"Tusukan Petir Kesengsaraan!" ucap Aaron.
Bilah pedang milik Aaron diselimuti oleh petir hitam yang mengeluarkan suara decitan yang nyaring disertai dengan aura membunuh yang kuat.
Merasa mendapatkan serangan, naga emas segera bangkit dan bersiap untuk menghentikan Aaron menggunakan kedua cakarnya.
Trang... Swush...
Sreeett...
Aaron termundur beberapa meter. Sedangkan, naga emas yang sebelumnya berhasil menahan serangan Aaron, kini sedang bersiap untuk melancarkan serangan.
"GROOOAAAHHH!!!"
Naga emas terbang ke langit seraya berteriak keras. Kemudian, ia membuka mulutnya untuk menciptakan bola energi emas raksasa yang akan ditembakkan ke Aaron.
Syuut... Syuut... Syuut...
DUARRRR... DUARRRR... DUARRRR...
Tiga bola energi emas raksasa ditembakkan kearah Aaron oleh naga emas sehingga menimbulkan sejumlah ledakan dan kepulan asap tebal.
"Grahhhh... Petir Hitam Kematian!"
Aaron kemudian mengangkat pedangnya tinggi-tinggi. Setelah itu, sekumpulan awan hitam tercipta diatas kepalanya dan mulai mengeluarkan petir hitam yang langsung diserap oleh pedangnya.
Bilah pedang milik Aaron berubah warna menjadi hitam dan mengeluarkan aura kematian yang kuat. Selain itu, bilah pedang Aaron juga dilapisi oleh petir hitam yang membuat penampilannya semakin mengerikan.
Melihat lawannya yang hendak melancarkan serangan, naga emas segera melakukan tindakan pencegahan. Dengan cara menembakkan puluhan bola energi berwarna emas kearah Aaron.
Namun, itu semua terlambat. Karena Aaron sudah selesai menyiapkan jurusnya. Seringai lebar terpampang jelas diwajahnya. Bersamaan dengan itu, Aaron bergerak cepat membelah setiap bola energi itu hingga hancur berkeping-keping dan menimbulkan sejumlah ledakan yang memekakan telinga.
"Hiyaa..."
Aaron kembali bergerak cepat kearah naga emas sembari mengayunkan pedangnya dengan sekuat tenaga. Tetapi, naga emas masih mampu menahannya menggunakan cakar-cakarnya.
Sreeett...
Aaron termundur beberapa langkah. Dia memperbaiki kuda-kudanya lalu bergerak cepat ke belakang tubuh naga emas. Aaron mengayunkan pedangnya kearah ekor naga emas.
"Huh, kau tidak akan bisa!" ucap naga emas kepada Aaron.
"Aku memang tidak bisa! Tapi, dia bisa!" balas Aaron sambil menunjuk ke atas kepala naga emas.
__ADS_1
Naga emas mengalihkan pandangannya mengikuti arah telunjuk Aaron. Dan betapa terkejutnya dia ketika melihat apa yang ada disana.
"B-bagaimana dia...?"
"Tebasan Naga Petir! Level 1 : Tebasan Naga Ungu!" ucap orang itu yang tak lain adalah Rai.
Ditangan kanan Rai, terlihat sebilah pedang putih yang dililit oleh naga petir berwarna ungu. Pedang itu juga mengeluarkan aura besar yang mampu menekan tubuh naga emas.
"I-ini... Tidak mungkin!" teriak naga emas.
Rai bergeming. Dia menatap tajam naga emas yang ada dibawahnya. Namun, tatapan itu tidak bertahan lama ketika Rai mulai mengayunkan pedangnya kearah naga emas.
Swush...
"GROOOAAAHHH!!!"
DUARRRR... BOOOOMMM...
Ledakan besar terjadi tepat setelah serangan dari Rai menghantam tubuh naga emas. Ledakan itu juga menimbulkan kepulan asap tebal yang membuat jarak pandang berkurang.
"Rai, keluarkan aku!" pinta Raiden dari dalam Ruang Jiwa.
Rai mengibaskan tangannya cepat. Setelah itu, muncul seberkas cahaya dari dalam tubuh Rai. Cahaya itu perlahan memudar dan menampilkan Raiden dalam wujud naga.
Naga emas yang melihat Raiden, langsung bangkit dan memberikan hormat kepada Raiden, "Salam Tuan Raiden!" ucapnya.
Raiden menganggukkan kepalanya sebagai balasan dari hormat yang ditujukan naga emas, "Sudahlah! Aku juga bukan tuanmu lagi!" ucap Raiden.
"Tapi... Hamba akan tetap selalu menganggap anda sebagai tuan hamba! Bagaimana pun, tuan adalah Raja dari Kerajaan Naga Petir!" ucap naga emas setelah bangkit dari hormatnya.
"Hah... Terserah kau saja! Yang penting, sekarang tunjukkan dimana letak bunga Lotus Petir Langit Abadi!" perintah Raiden.
"Baiklah, hamba akan tunjukkan! Tapi, untuk apa tuan membutuhkan itu? Bukankah kekuatan tuan sudah tinggi?" tanya naga emas.
"Oh, itu bukan untukku! Tapi, untuk Rai!" jawab Raiden sambil menunjuk Rai.
"Siapa dia, tuan?" tanya naga emas lagi.
Raiden mendekat kearah naga emas dan mulai membisikkan sesuatu, "Dia adalah orang yang diramalkan oleh Master Siegfried! Walaupun sekarang terlihat lemah, tapi sebenarnya dia memiliki bakat! Jika dulu dia tidak kehilangan kultivasinya, pasti sekarang sudah mencapai tingkat God!" bisik Raiden.
Naga emas yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya saja mendengar penjelasan dari Raiden. Setelah itu, naga emas pergi ke suatu arah dan menyuruh semua orang mengikutinya.
***
Selama lima belas menit berjalan, akhirnya mereka sampai disebuah danau besar. Danau itu terlihat indah. Dengan air berwarna biru jernih serta dikelilingi oleh kebun bunga lavender, membuat pemandangan disana semakin menarik perhatian.
Namun, semua keindahan itu tidak dapat menarik perhatian Rai. Karena mata Rai hanya tertuju pada satu benda. Yaitu, sekelopak bunga lotus berwarna ungu yang terus mengeluarkan energi petir yang kuat.
Rai tersenyum. Akhirnya dia berhasil menemukan tumbuhan yang bisa menyembuhkan penyakitnya selama ini.
__ADS_1
"Lotus Petir Langit Abadi!" gumam Rai.