
Rai mengulurkan tangan kanannya kedepan lalu mengalirkan petir langit secara perlahan. Kemudian, petir langit itu keluar dari kelima jari Rai dan menuju ke Lotus Petir Langit Abadi.
Bzzzt... Bzzzt...
Drrrtt... Drrrtt...
Petir langit itu sampai ditempat Lotus Petir Langit Abadi berada dan mulai mengelilinginya. Awalnya, Lotus Petir Langit Abadi berusaha melawan petir langit milik Rai.
Namun, setelah seluruh bagian dari Lotus Petir Langit Abadi terbungkus petir langit, baru 'lah lotus itu menghentikan pertahanannya. Karena merasakan energi yang sama seperti energi didalam tubuhnya.
Kemudian, bunga Lotus Petir Langit Abadi itu, terbang kearah Rai yang sedang mengendalikan jurusnya.
Hap...
Rai menangkapnya dengan mulus, "Hei, Aaron! Kau akan tetap memandangi keindahan danau itu atau kau akan mengambil jatahmu!" ucap Rai.
"E-eh? Kau sudah mendapatkannya?" tanya Aaron bingung.
"Ya! Ini mudah sekali!" balas Rai lalu memetik tiga kelopak dari bunga Lotus Petir Langit Abadi, "Ini untukmu!" lanjutnya seraya memberikan tiga kelopak bunga itu kepada Aaron.
Aaron menerima itu dengan senang hati, "Terima kasih, Rai!"
Rai hanya mengangguk lalu duduk disalah satu tempat yang menurutnya nyaman. Kemudian, Rai mengarahkan jari telunjuknya tepat ke tengah-tengah dari bunga Lotus Petir Langit Abadi.
Wuung... Wuung...
Tiba-tiba, terdengar bunyi dengungan dari dalam bunga itu. Suara dengungan itu juga dibersamai dengan gejolak energi alam yang terjadi ditempat itu.
Swosh... Swosh...
Energi alam yang berada dalam radius 50 km, berkumpul disekitar danau dengan Rai sebagai pusatnya. Energi alam yang berkumpul itu juga menyebabkan angin kencang yang membuat beberapa tanaman kecil seperti bunga dan lain-lain, tercabut dari tanah dan terbang kesegala arah.
Angin kencang itu juga membuat hampir seluruh orang yang ada disana kesulitan mempertahankan keseimbangan tubuh, kecuali Raiden dan naga emas.
Wuung... Wuung... Wuung...
Terdengar suara dengungan yang semakin keras berasal dari bunga Lotus Petir Langit Abadi. Tampak sebuah benda seperti pil berwarna ungu dengan aura petir yang kuat, keluar dari bunga itu.
Pil ungu tak lain adalah esensi dari bunga Lotus Petir Langit Abadi. Bersamaan dengan itu, bunga Lotus Petir Langit Abadi yang ada dihadapan Rai layu seketika akibat kehilangan esensinya.
__ADS_1
"Raiden, aku sudah mendapatkan esensinya! Langkah selanjutnya apa?" ucap Rai begitu angin kencang serta gejolak energi alam yang ada disekitarnya menghilang.
"Telan dan sebarkan ke seluruh tubuhmu dengan dibantu oleh energi petir langit!" jawab Raiden.
"Hanya begitu?" tanya Rai.
"Ya, hanya begitu! Tapi, kau harus bersiap menerima rasa sakit akibat sengatan petir alam dari esensi itu!" tukas Raiden.
"Hmm... Baiklah!"
Glup...
Bzzzt... Bzzzt... Bzzzt...
BLAAAZZTT...
"AARRGGHHHH!!!" Rai berteriak kesakitan begitu esensi dari bunga Lotus Petir Langit Abadi masuk ketubuhnya.
Petir langit berwarna ungu, terus keluar dari tubuh Rai dan membentuk seperti tentakel gurita dibelakang tubuhnya.
Keluarnya petir langit itu juga diiringi dengan teriakan kesakitan Rai yang kian menjadi. Teriakan kesakitan itu bertahan untuk beberapa waktu sampai benar-benar berhenti.
"Tuan Raiden, apakah anak itu baik-baik saja?" tanya naga emas dengan nada cemas.
"Tenang saja! Saat ini dia sedang berada didalam Ruang Jiwa miliknya dan sedang melakukan penyesuaian terhadap tubuhnya!" jawab Raiden.
***
Didalam Ruang Jiwa,
Rai yang tiba-tiba kehilangan kesadaran, terkejut ketika melihat dirinya telah berada didalam Ruang Jiwa. Rai mengerjapkan matanya berulang kali memastikan bahwa dirinya benar-benar berada didalam Ruang Jiwa.
"Sepertinya memang benar, aku berada didalam Ruang Jiwa! Tapi, apa dan siapa yang membawaku kesini?" gumam Rai seraya menyentuh wajahnya dengan satu tangan.
"Oh, jadi kau yang menelan esensi dari bunga Lotus Petir Langit Abadi itu? Kelihatannya kau kurang kuat!"
Tiba-tiba terdengar suara seorang wanita muda dari belakang Rai. Dengan segera, Rai mengalihkan pandangannya mengikuti asal suara itu.
Alangkah terkejutnya ketika melihat seorang wanita muda berumur sekitar 18 tahun telah berdiri dibelakangnya. Wanita muda itu mengenakan gaun berwarna ungu dengan selendang yang berterbangan disekitar lengan dan lehernya.
__ADS_1
Wanita itu juga memiliki bentuk telinga yang unik. Terlihat jelas kedua telinga dari wanita muda itu memiliki bentuk runcing kebelakang yang merupakan ciri khas dari ras elf yang telah punah ribuan tahun lalu.
"K-kau... Apakah kau dari ras elf?" tanya Rai.
"Iya! Bagaimana kau tahu?" tanya wanita itu yang langsung dibalas Rai dengan menunjuk kedua telinga wanita itu, "Oh... Benar, aku berasal dari ras elf!"
"Tapi, bagaimana bisa? Setahuku, ras elf sudah punah dari dunia ini ribuan tahun lalu bersama dengan ras dwarf!" ujar Rai.
"Hah... Memang benar, kami ras elf dan dwarf telah punah ribuan tahun lalu! Akan tetapi, ada beberapa orang dari ras dwarf yang masih bisa bertahan hidup, walaupun tidak bertahan lama!" jawab wanita elf itu.
"Berbeda dengan kami para ras elf! Kami sebagai salah satu ras terkuat, harus menjadi titik tumpu bersama ras naga untuk melawan para musuh!" lanjutnya.
"Ras naga hanya kehilangan beberapa pejuang terbaiknya, sedangkan ras elf harus kehilangan seluruh pemimpin beserta tetuanya yang terbunuh dimedan perang!" tukas elf itu.
"Dengan kondisi terluka parah dan tidak lagi memiliki pemimpin, mereka para elf yang tersisa, pada akhirnya mati dan membuat ras kami punah!"
"Yah... Aku tidak bisa menyalahkan para elf itu! Hanya saja, aku masih merasa bersalah terhadap mereka!" tutup elf itu.
"Tunggu dulu! Diakhir kalimat, kau bilang masih merasa bersalah terhadap elf yang tersisa! Apakah kau pernah mempunyai masalah kepada mereka?" tanya Rai.
"Sebenarnya tidak juga, 'sih! Para elf yang tersisa itu adalah pejuang dari suku yang kupimpin! Mereka selalu bergantung kepadaku! Jadi, ketika aku mati, mereka tidak punya lagi tujuan hidup! Karena pemimpin mereka mati!" jawab elf itu dengan kepala tertunduk.
"Jadi, dulu kau adalah salah satu pemimpin ras elf?" tanya Rai yang dibalas dengan anggukan oleh wanita elf itu.
"Hmm... Sepertinya memang benar apa yang dikatakan Raiden! Ras iblis dan ras vampire bekerja sama untuk menguasai dunia ini! Sedangkan, ras naga beserta ras elf dan dwarf, bekerja sama untuk menghentikan mereka!" gumam Rai.
"Tetapi, apakah ras manusia juga terlibat dalam peperangan itu?" tanya Rai.
"Ada yang terlibat, tapi tidak semua! Dan tentu saja, mereka selalu menjadi korban pertama dalam setiap pertempuran!" jawab wanita itu.
"Oh, begitu! Lalu, bagaimana roh-mu bisa ada didalam bunga Lotus Petir Langit Abadi?" tanya Rai lagi.
"Pada saat-saat terakhit, aku memindahkan roh-ku yang tersisa ke salah satu tempat yang aman didunia ini! Tapi, karena tingkat ketahanan roh-ku yang semakin melemah, aku memutuskan untuk menempatkan roh-ku pada bunga Lotus Petir Langit Abadi itu!" jelas wanita elf itu.
"Jadi, kenapa kau memanggilku kesini?" tanya Rai.
"Sebenarnya tidak ada apa-apa! Hanya saja, aku ingin melihat tingkat kekuatanmu dulu sebelum layak untuk kupanggil tuan!" jawab elf itu.
"Oh, begitu! Lalu, siapa namamu?"
__ADS_1
"Namaku adalah, Violet!"