
Keesokan harinya,
Saat ini, Rai dan Raiden sedang menyantap daging kancil yang baru saja disembelih. Mereka makan dengan lahap seperti orang yang tidak pernah makan.
Setelah makan, Rai membersihkan bekas makanan didalam gua, "Raiden, apakah ada Hell Beast disekitar sini yang lebih kuat dari Monyet Api Hitam?" tanya Rai ditengah-tengah kegiatan bersih-bersihnya.
"Disekitar sini ada 3 sarang Hell Beast. Ular Racun Neraka dengan tingkat Immortal tahap Merah. Kalajengking Hijau Raksasa dengan tingkat Immortal tahap Putih. Dan Harimau Kegelapan dengan tingkat Immortal tahap Ungu," jawab Raiden.
"Cukup sulit, ya. Baiklah, lebih baik aku menyerap Kristal Jiwa dari pimpinan Monyet Api Hitam," ucap Rai kemudian mengeluarkan Kristal Jiwa dengan aura energi alam yang besar.
Rai langsung duduk bersila dan berkonsentrasi. Sedangkan, Kristal Jiwa dari Monyet Api Hitam itu ia letakkan didepan tubuhnya. Setelah cukup berkonsentrasi, Rai mulai menyerap energi alam yang ada didalam Kristal Jiwa itu.
***
Seminggu kemudian,
Penyerapan yang dilakukan oleh Rai, hampir selesai. Energi alam yang ada didalam Kristal Jiwa sudah habis terserap dan tinggal menunggu waktu untuk Rai naik ketahap berikutnya.
Tak lama kemudian, bayangan prasasti berwarna ungu, muncul dari dalam tubuh Rai. Kemudian, prasasti itu masuk kembali kedalam tubuh Rai.
Keluar dan masuknya bayangan prasasti ungu itu, terus berlangsung sampai 4 kali. Yang menandakan tingkat kultivasi Rai sudah naik sebanyak 4 tahap.
"Hah... Akhirnya selesai. Mortal General tahap Junior. Dengan ini aku bisa menghadapi Kalajengking Hijau Raksasa," ucap Rai bersemangat.
"Sebaiknya kau bergerak cepat. Karena, Kalajengking Hijau Raksasa akan memulai kultivasinya. Jika kau bisa mengganggunya, presentase kemenanganmu bisa meningkat sebanyak 20 persen," jelas Raiden.
Hell Beast ataupun Heaven Beast, juga dapat berkultivasi. Namun, caranya berbeda dari manusia. Mereka berkultivasi dengan cara memakan roh atau jiwa para beast lainnya. Walaupun ada yang menyerap Kristal Jiwa, tapi biasanya itu adalah beast tingkat tinggi. Lagipula, menyerap roh atau jiwa beast lainnya juga mampu meningkatkan kekuatan secara instan bagi Hell Beast dan Heaven Beast.
"Baiklah. Terima kasih infonya, Raiden," ucap Rai kemudian menghilang dari gua.
"Sungguh pemuda yang menarik. Master Siegfried, pemuda pilihan anda memang yang terbaik," gumam Raiden setelah Rai menghilang dari gua.
***
Setelah menghilang, Rai muncul kembali didepan sarang Kalajengking Hijau Raksasa. Sebelum bertarung, Rai mengintai lagi dari atas pohon. Namun, Rai sedikit terkejut, karena ia melihat pertarungan antara Kalajengking Hijau Raksasa melawan 5 orang berpakaian serba hitam dengan lambang kelabang berwarna merah.
"Bandit Kelabang Merah? Bukankah mereka sudah..." ucapan Rai terhenti seketika.
"Oh, jadi mereka tinggal disini. Setelah menghabisi seluruh kekuargaku, kalian bertahan hidup dihutan ini, ya? Baiklah, saatnya melakukan langkah pertama balas dendam," ucap Rai.
Dia kemudian mengeluarkan Sky Lightning Sword dari selongsongnya. Lalu, menghilang dari pohon itu dan muncul kembali ditengah-tengah pertarungan.
__ADS_1
"Tebasan Naga Petir! Level 1 : Tebasan Naga Ungu!" ucap Rai.
Kemudian, muncul siluet naga ungu yang dilapisi petir dibilah pedang Sky Lightning Sword. Rai mengayunkan pedangnya kearah Kalajengking Hijau Raksasa dan membuat kedua capitnya terpotong.
"SIIIAAAKKK..."
Kalajengking itu berteriak kesakitan. Dia mengarahkan ekornya yang penuh racun kearah Rai. Namun, serangan itu masih lambat dihadapan Rai. Saat serangan itu hendak mengenai Rai, dia menghilang dari sana dan muncul kembali dibelakang Kalajengking Hijau Raksasa.
"Delapan Belas Tebasan Dewa Petir!" ucap Rai.
Rai mengayunkan pedangnya sebanyak delapan belas kali. Lalu, delapam belas tebasan pedang itu meluncur kearah Kalajengking Hijau Raksasa. Ekor Kalajengking Hijau Raksasa terputus dari tubuhnya dan terpotong menjadi beberapa bagian.
"SIIIAAAKKK..."
Kalajengking itu berteriak kesakitan, setelah ekornya putus. Dia hanya bisa pasrah menunggu kematiannya setelah capit dan ekornya ditebas. Sebenarnya, kalajengking itu bisa saja kabur. Tapi, dia tahu bahwa dia tidak akan bisa bertahan lama walaupun melarikan diri dari guanya.
"Tebasan Petir Pencabut Nyawa!" ucap Rai.
Dia kemudian mengambil sikap kuda-kuda lalu melesat sembari menebaskan pedangnya ketubuh Kalajengking Hijau Raksasa. Begitu Rai berhenti, tubuh Kalajengking Hijau Raksasa tiba-tiba terbelah dan Kristal Jiwanya mendarat ditangan Rai.
"Terima kasih, anak muda. Sekarang tolong berikan kepada kami Kristal Jiwa itu beserta pedangmu," ucap salah satu dari 5 anggota Bandit Kelabang Merah.
Bukannya menjawab, Rai malah tersenyum lebar kemudian berbalik menghadap kelima orang itu. Dia memasukkan Kristal Jiwa dan pedangnya kedalam cincin penyimpanan.
Rai melemparkan cincin itu keatas. Sedangkan, kelima anggota Bandit Kelabang Merah itu terlihat ingin segera melompat dan menangkap cincin penyimpanan itu. Namun...
Zrat... Zrat... Zrat... Zrat... Zrat...
Terdengar suara lima tebasan. Dan bersamaan dengan itu, lima kepala dari anggota Bandit Kelabang Merah terlepas dari kepalanya.
"Cih! Dasar bandit. Jika sudah melihat harta, semuanya dilupakan. Benar-benar naif. Sekarang giliranku untuk menjadi bandit," ucap Rai.
Dia kemudian menyarungkan kembali Sky Lightning Sword dan menyimpannya didalam cincin penyimpanan yang baru ia tangkap. Setelah itu, Rai mengambil semua cincin penyimpanan dari anggota Bandit Kelabang Merah.
Rai kemudian keluar dari gua. Namun, dia tidak langsung kembali kegua tempat Raiden tinggal. Dia berkeliling sebentar sambil mencari sarang Hell Beast tingkat Immortal kebawah.
"Hmm... Bagaimana caranya agar aku bisa meningkatkan kekuatan tanpa harus melakukan penyerapan yang memakan waktu, ya?" pikir Rai ditengah perjalanan.
"Coba aku cek didalam cincin penyimpanan," ucapnya.
Rai kemudian memeriksa cincin penyimpanannya sendiri dan cincin penyimpanan milik kelima bandit. Dan hasilnya, ada 22 pil tingkat menengah dan 5 pil tingkat tinggi.
__ADS_1
Untuk pil sendiri, memiliki beberapa tingkat yang membedakan kualitas dan khasiatnya. Tingkat kualitas pada pil, antara lain :
Rendah
Menengah
Tinggi
Langit
Surga
Pil yang paling sering ditemui adalah pil tingkat rendah dan menengah. Pil tingkat tinggi biasanya dimiliki oleh para bangsawan, sekte besar, maupun keluarga-keluarga atau klan-klan besar. Dan untuk pil tingkat langit dan surga, sangat susah untuk ditemukan.
Ada beberapa orang yang bilang, bahwa pil tingkat langit dan surga adalah mitos. Tapi, ada sebagian orang mengatakan itu adalah fakta. Dan bagi Rai sendiri, pil tingkat Langit dan Surga adalah fakta. Karena jika ada tingkatan Langit dan Surga, pasti ada juga barangnya, walaupun sangat langka. Begitulah pemikirannya.
Setelah selesai memeriksa, Rai kembali kegua tempatnya dan Raiden tinggal. Ia mengeluarkan seluruh pil itu dan menelan 3 pil tingkat menengah.
***
3 hari kemudian,
Kultivasi yang dilakukan oleh Rai telah membawanya naik 2 tahap. Yang sebelumnya berada ditingkat Mortal General tahap Junior, kini menjadi Mortal General tahap Professional. Ia, kemudian menelan lagi 5 buah pil tingkat menengah.
Dan selama beberapa hari ini, Rai terus menelan pil tingkat menengah yang ia miliki. Dan hasilnya, tingkat kultivasinya naik 6 tahap. Kini ia berada ditahap Immortal General tahap Senior.
"Saatnya menyerap Kristal Jiwa milik Kalajengking Hijau Raksasa," ucap Rai.
Ia mengeluarkan Kristal Jiwa milik Kalajengking Hijau Raksasa lalu meletakkannya didepan tubuhnya dan mulai berkultivasi lagi.
***
Setelah beberapa hari, energi alam yang terkandung didalam Kristal Jiwa itu telah habis terserap. Dan sekarang, energi alam itu telah masuk kedalam tubuh Rai dan siap untuk menaikkan tingkat kultivasinya.
Tak lama setelah itu, muncul sebuah bayangan prasasti berwarna ungu yang keluar dari dalam tubuh Rai dan masuk kembali. Kejadian ini berulang sampai 3 kali. Dan kini, tingkat kultivasi Rai telah mencapai tingkat Immortal General tahap Legend.
Ia kemudian membuka matanya dan beranjak dari tempat duduknya. Rai langsung keluar gua dan menuju sarang Ular Racun Neraka.
__ADS_1
Raiden yang melihat itu hanya tersenyum saja. Karena sifat yang ditunjukkan oleh tuannya itu sama seperti sifatnya ketika dilatih oleh Master Siegfried.
"Kau sangat mirip denganku, tuan," gumam Raiden.