Lightning Dragon Knight

Lightning Dragon Knight
Chapter 44 : Pertarungan 2 Sahabat Lama


__ADS_3

"Albert! Kau masih hidup?" tanya Jinlong kaget.


"Hahaha... Jinlong rupanya! Ya, aku masih hidup! Kenapa kau terkejut seperti itu?" balas Albert dengan tawa disela-sela kalimat.


"Tch... Tidak kusangka kau masih hidup! Dan sekarang kau berpihak kepada iblis! Dasar pengkhianat!" ujar Jinlong dengan wajah menahan amarah, "Sebagai sesama naga, kita dituntut untuk tetap setia terhadap sesama ras naga sampai ajal menjemput! Namun kau! Kau justru berkhianat dan memilih berpihak kepada iblis! Dasar rendahan!"


"Rendahan? Kau bilang aku rendahan? Lalu sebutan apa yang pantas untuk orang yang meninggalkan temannya disaat genting sepertimu, hah?! Kau meninggalkan aku saat ledakan itu terjadi! Dan bodohnya, aku berharap kau akan kembali dengan bala bantuan! Namun... Kau tidak pernah kembali hingga hari ini! Kau tiba-tiba muncul dihadapanku setelah sekian lama!" balas Albert marah.


"Bukan begitu, Albert! Aku hanya..."


"Hanya apa? Persetan dengan alasan tidak bergunamu itu!" Albert langsung berubah menjadi manusia dan menyerang Jinlong begitu ia selesai bicara.


Jinlong yang masih tidak siap, hanya bisa mematung menatap Albert yang semakin dekat. Begitu serangan Albert mengenai dirinya, tubuh Jinlong langsung terpental hingga menabrak dinding tribun arena sampai berlubang. Tubuhnya pun juga berubah menjadi manusia.


Albert tidak berhenti. Ia melompat dari atas arena dan berjalan pelan ke arah Jinlong seraya menghimpun energi di tangan kanannya. Ketika tubuhnya sudah berada tepat di depan tubuh Jinlong, Albert mengangkat kepalan tangan kanannya bermaksud untuk menyerang Jinlong.


"Akan ku akhiri di sini," ucap Albert pelan.


Sahabat lama Jinlong itu, hendak meninjukan kepalan tangannya. Namun, suara Jinlong tiba-tiba terdengar dan membuatnya tersentak.


"Kau tidak akan bisa melakukannya, Albert!" ucap Jinlong penuh keyakinan.


"Apa yang kau maksud?" tanya Albert tidak paham.


"Kau tidak akan bisa membunuhku! Kau belum cukup kuat!" lanjut Jinlong tersengir lebar dengan darah yang mengalir di salah satu sudut bibirnya.


"Apa kau sedang meremehkanku, naga sialan?!" Albert memukulkan kepalan tangannya ke wajah Jinlong dengan amarah yang membara di dalam dirinya.


"Sudah ku bilang, kau tidak akan bisa membunuhku!" ucap Jinlong santai, walaupun wajahnya sudah dipenuhi dengan luka.


"Kau... Membuatku marah!"


Albert semakin marah. Dia meninju-ninju wajah Jinlong hingga membuat kepalanya semakin terbenam di reruntuhan tembok tribun arena.


"Benarkan? Kau tidak bisa membunuhku!" ucap Jinlong yang masih saja terlihat santai walau wajahnya sudah babak belur.


"Grahhhh... Kenapa kau tidak bisa mati?" tanya Albert frustasi.


"Karena..." Jinlong mencoba berdiri dari puing-puing tribun arena yang hancur akibat perbuatan Albert, "Aku tidak bisa dibunuh oleh makhluk dari alam rendahan sepertimu!"


Jinlong mengatakan itu tepat di telinga kiri Albert yang membuatnya terasa geram. Jinlong membersihkan pakaiannya yang kotor dan membersihkan darah di wajahnya.


"Kau pasti geram, kenapa aku mengatakan hal itu dengan begitu yakin? Karena aku mempunyai kekuatan yang kau lupakan," ujar Jinlong tenang. Ucapannya kali ini berbeda dari sebelumnya yang terkesan santai.


"Kekuatan? Maksudmu elemen petir emas?" tanya Albert kebingungan.


"Bukan! Bukan petir emas! Sudah aku duga kau akan melupakannya. Maka dari itu, izinkan aku untuk mengingatkanmu kembali!"


Bzzzt... Bzzzt... Bzzzt...

__ADS_1


Derak petir emas tiba-tiba muncul dan membungkus seluruh tubuh Jinlong. Cahaya yang sangat menyilaukan "membutakan" mata Albert dan membuatnya terpaksa untuk tidak melihat apa yang terjadi pada Jinlong.


Selang beberapa waktu, cahaya itu mulai meredup dan digantikan dengan kemilau emas yang membuat mata terpana.


Seseorang mengenakan satu set armor berwarna emas terlihat berdiri dengan gagah. Orang itu membawa sebilah pedang emas dengan derak petir emas yang memenuhi bilahnya.


"Inilah kekuatanku yang telah kau lupakan, Albert!" ucap Jinlong dengan wajah serius.


"Ini... Set Golden Lightning Warrior!" ujar Albert terkejut bukan main. Walaupun masih ada sedikit kekaguman yang ia simpan di dalam hatinya.


"Bagus! Kau langsung ingat! Sekarang, kau akan aku beri pelajaran!"


Jinlong menghilang dari tempatnya berdiri dan muncul kembali di belakang tubuh Albert.


Slash...


Sebuah tebasan pedang mendarat tepat di punggung Albert. Menciptakan sebuah luka gores yang mengeluarkan darah berwarna hitam.


"Kau telah terkontaminasi oleh energi iblis," ucap Jinlong pelan begitu melihat darah hitam yang menetes dari tubuh Albert.


"Dasar kau!"


Albert mengeluarkan sebilah tombak dari cincin penyimpanannya dan langsung melakukan gerakan menusuk untuk menyerang Jinlong.


Serangan yang dilancarkan Albert masih bisa dipatahkan dengan mudah oleh Jinlong. Kini justru Jinlong yang melakukan kombinasi serangan tusukan cepat.


Trang... Trang... Trang...


"AARRGGHHHH!!! Tidak aku sangka, kau masih sakti seperti dulu, Jinlong!" puji Albert setelah mengetahui kekuatan Jinlong yang menyakitkan.


"Aku punya sebuah tantangan! Apa kau mau mendengarnya?" tanya Albert dengan senyum yang merekah di bibirnya.


"Tantangan apa itu?"


"Tantangannya adalah kita bertarung dalam bentuk naga!" jawab Albert mantap.


"Bentuk naga, ya?" Jinlong berlagak seperti orang yang berpikir. Namun, ia mengetahui tujuan tersembunyi Albert dalam tantangan itu.


"Kau tidak berpikir untuk menghancurkan tempat ini dan membunuh orang-orang, bukan?" tanya Jinlong yang seketika membuat Albert terdiam.


"Sepertinya kau memang tidak bisa ditipu," ucap Albert seraya menyeringai. Disaat yang bersamaan, tubuhnya mulai mengalami pembesaran.


Sisik-sisik hitam tumbuh di sekujur tubuhnya. Diikuti dengan dua tanduk besar berwarna hitam yang muncul di dahinya. Perlahan, tubuh Albert berubah menjadi seekor naga berwarna hitam.


"GROOOAAAHHH!!!"


"Oh, kau mengambil inisiatif pertama, ya?" gumam Jinlong pelan.


"Bagaimana Jinlong? Apa kau menerima tantanganku? Bertarung denganku dalam wujud seperti itu hanya akan menyusahkanmu!" ujar Albert sombong.

__ADS_1


"Yah, kau benar! Ini memang sedikit menyusahkan! Tapi, bukan berarti ini menghambatku untuk membunuhmu!" balas Jinlong tak kalah sombong.


"Tch... Bisa sombong juga ya kau! Tapi, kesombonganmu itu hanya akan sampai di sini!" Albert berteriak lantang. Ia lalu menarik nafas dan menghembuskannya dalam bentuk api hitam yang ia sebut 'Api Penghakiman'.


Jinlong menatap datar api hitam yang semakin dekat ke arahnya seolah menganggap enteng serangan Albert.


Dan ketika api hitam itu hampir menyentuh armor Jinlong, sebuah petir emas tiba-tiba muncul dan langsung menyerang Albert.


DUARRRR... BOOOOMMM...


Dua serangan berbeda elemen bertemu. Menciptakan sebuah ledakan besar yang memekakan telinga. Disusul dengan gelombang kejut yang menerbangkan berbagai benda dan makhluk hidup.


Cahaya ledakan yang membutakan mata, membuat Albert tak dapat melihat posisi Jinlong dengan jelas. Alhasil, pertahanan tubuhnya mulai melonggar.


Jinlong yang sudah berada di ketinggian langit, melihat keadaan pertahanan Albert yang mulai melonggar. Ia sadar dan segera mengambil ancang-ancang untuk melakukan serangan.


Swush...


Dalam sekali hembusan nafas, Jinlong melesat menembus awan dan mendarat tepat di ekor Albert. Terkejut melihat kedatangan Jinlong yang tiba-tiba, Albert berusaha untuk menggerakkan ekornya bermaksud untuk menjatuhkan Jinlong.


Namun, usahanya sia-sia. Belum sempat ekornya digerakkan, Albert justru mendapat sebuah serangan yang mendarat mulus di punggungnya.


Duak...


Sebuah tinjuan yang dilancarkan Jinlong, berhasil mendarat di punggung Albert. Membuat tubuh Albert melenting ke depan dan kehilangan keseimbangan.


Albert terjatuh dari ketinggian. Tapi ia segera menguasai kembali tubuhnya agar tidak sampai jatuh membentur tanah.


Baru saja berhasil menguasai tubuh, Albert kembali mendapat serangan dari Jinlong yang menyasar bagian paling beresiko dari tubuhnya, yaitu kepala.


"Akan aku akhiri di sini! Tusukan Prajurit Petir Emas!" teriak Jinlong lantang.


Bzzzt... BLAAAZZTT...


Petir emas berkumpul di bilah pedang Jinlong. Menciptakan semburat cahaya yang menyilaukan mata.


Bilah pedang bercahaya yang ditusukkan Jinlong, terus melaju ke kepala Albert hingga...


Jleb...


"Ahks..."


Krak... Kratak...


DUARRRR...


Memecahkan inti naga yang berada di kepala Albert. Membuatnya mati seketika tanpa adanya perlawanan.


Perlahan, tubuh Albert terjatuh ke tanah. Suara dentuman terdengar begitu jelas di seluruh arena. Albert sang naga dunia bawah, telah mati.

__ADS_1


Air mata Jinlong menetes. Ia tak menyangka jika harus membunuh sahabat masa kecilnya. Dalam hati, ia berkata,


'Albert, maafkan aku karena telah membunuhmu. Tapi yakinilah, bahwa ini demi kebaikanmu, kebaikanku, sahabat kita yang lain dan seluruh umat manusia,'


__ADS_2