
Setelah pertarungan singkat yang melelahkan, kini tiba saatnya acara pengumuman pemenang dan pemberian hadiah oleh Raja Charles.
"Baiklah, para penonton yang berbahagia! Setelah waktu yang lama sejak sayembara ini dimulai, akhirnya kita memiliki pemenangnya! Kita sambut, Rai Tanaka dan Raiden!" ucap Raja Charles seraya menunjuk Rai dan Raiden dengan disambut tepukan tangan yang meriah dari para penonton.
Rai dan Raiden berjalan menaiki tangga menuju singgasana Raja Charles dengan gagah. Menampilkan kharisma dan pesona masing-masing yang membuat banyak orang seperti bertemu dengan pendekar terkuat sejagat raya.
Begitu sampai di depan singgasana Raja Charles, Rai dan Raiden berlutut memberi hormat kepada Raja Charles sebelum menerima hadiah berupa Mutiara Emas sebanyak 100.000 dan kesempatan untuk berpetualang di dunia lain.
Setelah Rai dan Raiden menerima hadiah masing-masing 100.000 Mutiara Emas, Raja Charles menyuruh seorang pelayan untuk mengeluarkan sebuah kotak yang berisi 4 cincin.
Keempat cincin itu merupakan alat untuk membuka portal dimensi menuju dunia lain. Di masing-masing cincin, terdapat ornamen diatasnya sebagai identitas dari dunia lain.
Seperti cincin yang berornamen naga, memiliki tujuan Dragonland. Lalu cincin dengan ornamen kristal es, menghubungkan portal dimensi menuju Magical Ice World. Cincin dengan ornamen kepala monster, menuju Land of Monsters. Serta cincin dengan ornamen planet Saturnus, menghubungkan ke Pseudo Galaxy World.
"Rai, Raiden! Apakah kalian sudah menentukan tujuan kalian?" tanya Raja Charles ramah.
"Rai, apa kau yakin? Kita bisa menunda perjalanan kita dulu sampai kultivasimu mencapai tingkat God tahap Senior," bisik Raiden dengan gusar.
"Raiden, tenang saja. Aku sudah tahu dengan apa yang akan aku lakukan. Walaupun kultivasiku belum mencapai kualifikasi untuk masuk ke sana, tapi aku punya rencana lain," bisik Rai dengan percaya diri.
"Rencana lain?" tanya Raiden bingung.
"Kau akan tahu ketika kita tiba di sana," ucap Rai dengan senyum lebarnya, "Kami akan ke Dragonland!"
Raja Charles tersenyum lalu mengangguk. Ia mengambil cincin dengan ornamen naga dan memakainya di jari tengah tangan kiri. Kemudian dengan sedikit aliran energi alam, Raja Charles membuka gerbang menuju Dragonland.
Dengan usaha yang keras selama beberapa menit, akhirnya portal dimensi menuju Dragonland terbuka. Rai lalu memanggil Alvarez yang sedari tadi menunggu di bawah tangga.
Rai, Raiden, Alvarez menatap portal dimensi itu dengan pemikiran masing-masing. Rai dengan pikiran untuk meningkatkan kekuatan guna membalas dendam. Raiden dengan kerinduannya terhadap tanah kelahirannya. Juga Alvarez yang ingin meningkatkan kekuatannya sampai level dimana ia menjadi pendekar yang tak tertandingi.
Bersama-sama mereka bertiga melangkah dengan pasti menuju dunia yang mungkin akan membuat mereka berbeda dari sekarang.
***
Wuung... Wuung...
Swosh...
Tap... Tap... Tap...
Sebuah portal dimensi terbuka di atas bukit. Menampilkan 3 orang pria, yang baru sampai di tempat asing. Mereka adalah Rai, Raiden dan Alvarez yang sedang berpetualang untuk meningkatkan kekuatan masing-masing.
__ADS_1
"Hah... Akhirnya setelah sekian abad! Aku kembali ke kampung halamanku! DRAGONLAND! I'M BACK!" teriak Raiden gembira.
"Hahaha... Kau senang sekali ya, Raiden!" ucap Rai dengan tawa kecil yang mengiringi.
Rai tertawa ringan melihat tingkah Raiden, ia lalu mengalihkan pandangannya menuju Alvarez yang sedang dalam kondisi tidak baik setelah melewati portal dimensi.
"Ada apa, Alvarez? Kau sakit?" tanya Rai.
"Tidak... Aku hanya... Hoeek... Entah kenapa perut, kepala dan meridianku terasa tidak baik," jawab Alvarez lirih.
"Oh, itu biasa. Pendekar dengan kultivasi di bawah Semi-God tahap Senior akan mengalami penyesuaian kondisi. Biasanya ditandai dengan aliran energi alam yang sedikit tersendat, kepala pusing, mual, muntah, perut yang terasa tidak nyaman dan nyeri otot," jelas Raiden.
"Tapi, bagaimana kalian bisa baik-baik saja? Bukankah kultivasi kalian juga di bawah Semi-God tahap Senior?" tanya Alvarez.
Rai dan Raiden bertatap-tatapan sejenak lalu tertawa kecil bersama, "Kau akan tahu sebentar lagi, Alvarez. Sekarang lebih baik kita mencari kota terdekat untuk beristirahat."
"Kota terdekat dari sini ada kota Naga Jingga. Jaraknya sekitar 5 mil, kita bisa sampai di sana dalam 1 jam jika terbang," jelas Raiden.
"Yah, tapi sepertinya tidak semulus itu," ucap Rai ragu sembari melihat ke arah Alvarez yang masih terduduk lemas.
"Seret saja dia," usul Raiden.
"Tapi nanti dia muntah lagi," bantah Rai yang tidak ingin melihat muntahan.
"Oh, aku ahli jika begitu. Tunggu sebentar, ya..."
***
Rai dan Raiden sedang terbang di udara dengan membawa Alvarez yang terikat tali. Mereka hendak pergi menuju kota Naga Jingga. Sudah separuh perjalanan mereka lalui, tinggal beberapa menit lagi untuk mereka sampai di tempat tujuan.
"Raiden, apa yang harus kita lakukan pada Alvarez?" tanya Rai yang hendak menormalkan Alvarez.
"Sebenarnya kita bisa membiarkannya saja, karena tubuhnya hanya butuh penyesuaian. Tapi itu akan membutuhkan waktu berhari-hari baginya dengan tingkat kultivasi yang seperti itu," jawab Raiden.
"Lalu, apa ada cara untuk menormalkannya dengan cepat?" tanya Rai lagi.
"Bisa, jika menggunakan Kristal Naga. Itu akan membantu memperlancar meridiannya sekaligus memperkuat pondasinya," jawab Raiden yang seketika membuat Rai terperanjat.
"Kristal Naga? Bukankah itu langka?" tanya Rai.
"Hehehe... Mungkin langka bagi orang sepertimu. Tapi bagi salah satu Five Strongest Dragon, aku punya stok Kristal Naga yang berlimpah," ucap Raiden.
__ADS_1
"Ah... Iya. Aku lupa jika kau anggota Five Strongest Dragon," ucap Rai memalingkan wajahnya.
"Apa? Kau lupa? Hah... Sudahlah," ujar Raiden menghela nafas.
Ia lalu melihat ke depan dan tampaklah sebuah kota yang cukup besar dengan aktivitas warganya yang damai dan tenang.
"Kita sudah sampai di kota Naga Jingga," ucap Raiden dengan senyum yang terukir di wajahnya.
Tap... Tap...
Rai dan Raiden mendarat di tanah lapang tak jauh dari pintu masuk kota Naga Jingga. Rai melepas ikatan tali Alvarez dan menggendongnya menuju pintu masuk yang sepi, mengikuti Raiden.
"Silahkan lewati pintu deteksi sebelum masuk ke kota!" ucap seorang penjaga gerbang betampang sangar dengan bekas luka sayatan di pipi kirinya.
Raiden, Rai dan Alvarez melewati pintu deteksi itu secara bergantian. Setelah melewatinya, muncul sebuah layar hologram biru yang memuat data dari ketiga orang itu.
Raiden, ras Naga berumur 850 tahun. Rai, ras Manusia berumur 18 tahun dengan Unknown Special Blood. Alvarez, ras Manusia berumur 23 tahun dengan Speciality Job.
"Bagi ras selain ras naga, dipersilahkan untuk membayar 50 Mutiara Perak di bagian registrasi!" lanjut penjaga berwajah sangar itu seraya menunjuk bagian registrasi.
Rai berjalan ke bagian registrasi dengan diikuti Raiden yang menggendong Alvarez. Ia lalu membayar sejumlah uang yang diminta oleh petugas.
"Apakah temanmu itu sakit?" tanya petugas registrasi saat melihat Alvarez yang digendong Raiden.
"Yah... Begitulah," jawab Rai menandatangani sesuatu.
"Sakit apa?" tanya petugas itu lagi.
"Hanya tidak enak badan. Butuh istirahat saja dan adaptasi," jawab Rai seraya menyerahkan dokumen yang ia tandatangani.
"Oh, begitu. Baiklah, ini token kayu untuk kalian berdua. Dengan token ini, energi alam kalian akan terdeteksi oleh kami. Jika kamu berbuat onar di wilayah kota Naga Jingga, kami akan mendeteksinya dalam waktu singkat, mengerti?" jelas petugas itu yang dibalas anggukan oleh Rai.
"Baiklah, selamat menikmati harimu. Semoga temanmu itu cepat sembuh," ucap petugas itu ramah.
"Terima kasih,"
Rai, Raiden dan Alvarez pergi memasuki kota Naga Jingga setelah melakukan registrasi. Tak lama setelah mereka pergi, penjaga bertampang sangar mendekati petugas registrasi dan mengobrol sesuatu dengannya.
"Wah... Sudah sekian lama aku tidak melihat ada manusia yang memiliki Unknown Special Blood dan Speciality Job," ucap penjaga bertampang sangar.
"Yah... Aku pun begitu. Kira-kira, Special Blood dan Speciality Job apa yang mereka miliki, ya?" tanya petugas registrasi seraya merapikan dokumen yang ada di mejanya.
__ADS_1
"Aku tidak tahu. Tapi aku merasa sesuatu yang aneh saat bertemu mereka," tukas sang penjaga.
"Aku juga merasakannya. Terutama pria ras Naga itu, aku tidak menduga jika umurnya sudah 850 tahun. Aku saja masih 135 tahun. Tidak tahu kejadian apa saja yang sudah ia alami selama itu," ucap petugas registrasi seraya menopang kepalanya menggunakan tangan kanannya.