Love Betrayal

Love Betrayal
Menyelamatkan Cedereyn


__ADS_3

Axelle baru saja sampai dirumah sakit dengan Cedereyn yang terluka parah akibat kecelakaan. Para perawat dirumah sakit segera memberikan pertolongan pertama untuk Cedereyn, perawat segera membawa wanita muda itu ke ruang IGD untuk segera bertemu dokter.


"Bagaimana keadaan Cedereyn?" tanya Troy yang nafasnya masih tersengal akibat berlarian menuju ke rumah sakit.


"Itu, dokter sedang memeriksanya didalam," tunjuk Axelle ke arah ruangan IGD.


Tak berapa lama kemudian, seorang dokter datang menghampiri mereka. "Siapa diantara anda berdua keluarga gadis itu?"


Axelle dan Troy saling berpandangan bingung untuk menjawab.


"Gadis itu banyak kehilangan darah dan harus segera di operasi, sepertinya tulang kakinya retak karena kecelakaan tadi. Dia harus di operasi," sambung dokter itu lagi.


Axelle yang merasa khawatir langsung berkata, "saya dokter," jawab lelaki itu sekenanya.


"Baiklah, anda tanda tangani terlebih dahulu formulir untuk persetujuan untuk mengoperasi pasien, lalu anda bisa membayarkan uang muka untuk operasinya ke resepsionis," Dokter muda itu memberikan penjelasan pada Axelle


"Baik dokter, berapa biaya untuk operasinya?"


"Silakan anda baca diketerangan ini pak, semua sudah dijelaskan dalam formulir ini," tunjuk dokter itu pada dokumen pendaftaran.


Axelle dan Troy membaca perlahan isi dari formulir yang ditunjukkan dokter itu, kemudian mengecek biaya operasi.


"Biaya operasi dengan anggaran dua puluh juta dan harus membayar diawal sebesar sepuluh juta? Dari mana akan kudapatkan uang sebanyak itu dalam waktu sehari? Gajiku saja tidak sebesar itu," keluh Axelle melihat total biaya operasi.


"Kau tidak perlu khawatir, bagaimana kalau kita tanyakan pada bos Kenan saja? Mungkin bos mau membantu kita," Troy menyarankan pada lelaki itu.


"Apa bos mau membantu kita? Aku merasa tak enak untuk menceritakan semua ini."


"Nyawa gadis itu lebih penting, kau lihat sendiri bagaimana Cederey banyak mengeluarkan darah?," Troy mengingatkan kembali.


"Baiklah, akan kubicarakan ini pada bos. Kau sendiri bagaimana dengan pengejaranmu terhadap pelaku tabrak lari tadi?" Axelle teringat akan Troy yang tergesa-gesa mengejar penabrak tadi.


"Hampir saja akun mendapatkannya. Sialnya saat aku hampir menghantam mobilnya aku malah terjebak dilampu merah dan aku kehilangan jejaknya," sesal Troy pada sahabatnya itu.


Terlihat wajah sedih dari Troy merasa sia-sia karena pengejarannya tidak membuahkan hasil.


"Sudahlah, itu bisa kita urus nanti. Sekarang aku mau menemui bos dulu. Kau bisakan menjaga Cedereyn sampai aku kembali?"


Troy menganggukkan kepala tanda setuju. Axelle segera melajukan motornya dan menuju ke apartement Kenan.

__ADS_1


***


Hujan turun begitu derasnya membuat Axelle yang baru saja memarkirkan motornya dipakiran terguyur hujan. Dirinya segera berteduh di basement sambil mengambil ponselnya dan menghubungi Kenan.


"*Ya Axelle, ada apa malam-malam begini kau menelponku?" Kenan yang baru saja terlelap kini mengerjapkan matanya.


"Maaf bos aku butuh bantuanmu,"


"Kau dimana sekarang?" Kenan mengusap wajahnya yang masih lelah karena pekerjaannya yang menumpuk hari itu.


"Bos, aku sekarang berada di basement apartemenmu."


Kenan membuka matanya dan segera bangkit dari tempat tidurnya.


"Datanglah ke sini secepatnya. Aku tunggu kau di apartemen*."


Setelah mendapat persetujuan Kenan, Axelle segera menuju lift untuk ke lantai atas. Dan suara ketukan terdengar dibalik pintu apartemen, Kenan segera melihat intercome yang melihatkan wajah seseorang disana.


Ternyata itu Axelle, Kenan segera membukakan pintu apartemennya.


"Masuklah Axe, ada apa?" Kenan melihat Axelle yang terlihat kedinginan karena kehujanan.


"Maaf bos, aku butuh bantuanmu saat ini. Cedereyn ... Cedereyn kecelakaan," jelasnya dengan suara tercekat.


"Jelaskan padaku, bagaimana dia bisa kecelakaan? Seingatku dia bersamaku tadi malam."


"Iya bos, pagi tadi saat dia akan pergi dari club tiba-tiba sebuah mpbil menabraknya dan sialnya lagi penabrak itu malah kabur," Axelle merasa begitu kesal mengingat kejadian tadi.


"Apa tidak ada yang melihat kejadian itu?"


"Banyak orang yang ada disana tapi orang itu pergi begitu saja, Troy sempat mengejarnya hanya saja dia terjebak di lampu merah sehingga lelaki itu berhasil meloloskan diri," jelas Axelle padanya.


"Hm, keterlaluan sekali. Lantas maksud kedatanganmu ini apa?" Kenan merasa sedikit bingung.


"Begini bos, Cedereyn harus dioperasi sesegara mungkin karena dirinya banyak kehabisan darah dan harus kakinya harus segera di gips. Gadis itu tidak memiliki keluarga disini, oleh sebab itu aku tadi mendaftarkannya untuk di operasi. Hanya saja uangnya masih kurang bos," lirihnya pada Kenan.


"Jadi itu masalahnya, kenapa kau repot-repot datang ke sini? Dalam keadaan hujan pula. Mengapa tidak menelponku saja?"


"Tadinya aku ingin menelponmu namun aku merasa akan lebih baik jika langsung berhadapan denganmu," Axelle memilin jemari tangannya merasa sangat gugup dan khawatir.

__ADS_1


"Ya sudah, kau tuliskan saja berapa jumlahnya aku akan memberikan cek untukmu," Kenan memberikan cek kosong pada Axelle.


Axelle yang merasa bingung tidak banyak pikir lagi. Dirinya menuliskan nominal cek yang dibutuhkannya. Dengan ragu-ragu dia menunjukkan jumlah cek itu pada Kenan dan tanpa basa-basi Kenan langsung menandatangani cek itu.


"Bos, apa anda tidak melihat jumlahnya dulu?"


"Kau itu sahabatku, kau juga sedang membutuhkan uang itu. Bagiku itu tidak seberapa,"ucap Kenan sambil menghisap cerutunya.


Axelle tersenyum simpul,benar yang dikatakan Kenan uang dua puluh juta itu tidak seberapa baginya tapi Axelle bukan tipe orang yang serakah. Dia cukup tahu diri untuk meminjam uang kepada seorang big bos seperti Kenan.


"apa yang kau tunggu, ayo cepat ambil cek itu,"


"Terimakasih bos, aku pasti akan mengganti uang ini secepatnya." Kenan mengambil cek itu dan segera meninggalkan tempat itu.


"Kau tidak perlu menggantinya, cukup bantu gadis itu saja. Aku tidak meminjamkanmu uang bukan?" tukas Kenan.


Axelle membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah Kenan. Kenan memberi isyarat dengan senyuman.


"Terimakasih bos," Axelle menyalami tangan Kenan dengan penuh hormat.


"Jangan lupa ganti bajumu sebelum pergi. Kau terlihat seperti ayam sayur kalau pergi dengan keadaan seperti itu," celetuk Kenan yang membuat Axelle terkekeh.


Lelaki itu segera mengganti pakaiannya, dia sudah hafal dengan apartemen Kenan, dan dia tahu persis Kenan pasti menyediakan baju di kamar tamu untuk tamunya. Setelah mengganti pakaiannya Axelle segera berangkat ke rumah sakit untuk mengurus biaya operasi Cedereyn, akhirnya gadis muda itu terselamatkan.


***


"Bagaimana keadaannya?" Troy baru saja membawakan makanan dan minuman hangat untuk dirinya dan Axelle.


"Dia sudah melewati masa kritisnya, tapi dia belum mau membuka matanya," Axelle merasa khawatir dan cemas melihat keadaan Cedereyn pasca operasi.


"Kita lihat saja perkembangannya. Kau makan dulu, pasti kau lelah dan laparkan?"


Axelle menggelengkan kepala, "tidak Troy. Kau saja, aku ingin menunggu Cedereyn untuk membuka matanya,"


"Gadis itu sudah melewati masa terburuknya, dia sudah baik-baik saja. Kau juga harus memikirkan dirimu. Apa kau mau saat dia membuka mata malah melihatmu pingsan karena kelaparan?" Ledek Troy padanya.


"Sial kau Troy," Axelle tersenyum sambil mengambil makanan yang dibelikan Troy untuknya.


Meskipun Troy, terkesan ceplas-ceplos tapi dia itu orang yang paling sigap saat Axelle membutuhkannya. Seperti yang dilakukannya saat ini, hal kecil yang membuat Axelle merasa seakan memiliki saudara ketika bersama lelaki berambut pirang dan memiliki tatoo di lengannya itu. Mereka memang teman seperjuangan, sama-sama hidup dijalanan dan menikmati kerasnya kehidupan kota besar, sampai akhirnya mereka bertemu dengan Kenan dan diajak bekerja di Club yang notabene masih ada sahamnya disana.

__ADS_1


Axelle dan Troy sedang menikmati makanan dan minuman mereka, tiba-tiba saja ponsel Troy bergetar dan ada panggilan masuk dilayar ponsel itu, Troy segera beranjak dari dekat Axelle untuk berbicara diluar.


"Kau lanjutkan saja makannnya aku mau terima telpon dulu," tukas Troy padanya. Axelle yang sudah kelaparan sedari tadi melanjutkan melahap makanannya.


__ADS_2