
"Jeni, aku lihat kau begitu bahagia hari ini," Jesica menghampiri saudara kembarnya yang tampak terlihat sumringah.
"Ah tidak, aku biasa saja," Jenita masih saja melukiskan senyum diwajahnya.
"Boleh aku menebaknya?" pandang Jesi pada saudara kembarnya.
Jenita hanya tersenyum melihat wajah kepo kakaknya. Dia sengaja tidak menjawab untuk mengetahu seberapa kepo sang kakak padanya?
"Aku tahu, kau pasti baru saja menghubungi Adrian," tebak Jesica padanya.
"Hei bagaimana kau bisa mengetahuinya?" Jenita terheran dengan saudara kembarnya.
"Apa yang tidak ku ketahui darimu Jeni? semua terlihat jelas didalam matamu," pungkas Jesica padanya.
Ucapan Jesi berhasil membuat wajah gadis itu merona. "Kau bisa saja Jes," Jenita menutupi perasaannya. Dia tidak ingin Jesica mengetahui perasaannya.
Memang benar semenjak kedatangan Adrian saat di pameran sampai ketika Jenita melepas kepergian Adrian, rasa itu mulai bersemi kembali. Jenita merasa nyaman ketika lelaki itu bersamanya namun dia belum berani untuk membuka kembali hatinya pada Adrian. Dia masih takut untuk mencobanya lagi. Takut gagal dan kecewa.
"Apa kalian sudah memutuskan untuk menjalin hubungan lagi?" Jesica menggoda saudara kembarnya.
"Untuk saat ini aku belum memutuskan untuk kembali bersamanya Jes, aku belum bisa menjalani semua seperti dulu lagi Jes," lirih gadis itu padanya.
"Hm, aku mengerti. Jika kau ingin berbagi tentang perasaanmunñ.. . denganku kau bisa mengandalkanku,"
"Tentu jes. Kau adalah saudaraku. Kau selalu ada untukku meskipun terkadang aku seidikit menyebalkan bagimu," Jenita terharu hingga matanya brerkaca-kaca.
Jesica merangkup wajah saudara kembarnya dengan kedua tangannya dan berkata, "kau tidak perlu menangis seperti itu, karena aku adalah kakakmu. Jesi akan selalu ada untuk Jeni," pungkas wanita itu dan satu pelukan hangat dari Jesi kini menghampiri tubuh rampingnya.
***
Sore itu, untuk menghabiskan waktu bersama Kenan berencana untuk mengajak Rena dinner romantis. Rencananya Kenan ingin mengajak Rena makan berdua saja. Kenan ingin sekali membuat kejutan untuk Rena.
__ADS_1
"Sayang, malam ini aku mau mengajakmu kencan," goda Kenan pada sang istri.
"Kencan? Apa kau pikir kita sedang berpacaran?" ejek Rena pada sang suami.
"Anggap saja kita berpacaran sayang, kau maukan?" goda Kenan sambil menaik turunkan alisnya menatap Rena.
Melihat wajah Kenan yang sedikit mesum dan menggodanya membuat Rena menjadi curiga, "sebenarnya kau ini kenapa sayang? tiba-tiba menggodaku seperti itu?" tutur wanita itu sambil mencolek hidung mancung suaminya.
"Aku hanya ingin memiliki momen romantis bersamamu sayang. Aku ingin hanya kau dan aku malam ini," tukas lelaki itu sambil mengusap pelan pipi chuby Rena.
"Only you and me?" tanyanya sambil menunjuk dirinya dan lelaki yaang berada dihadapannya.
Kenan menganggukkan kepalanya sambil mencium punggung tangan istrinya dalam. "Are you ready honey?" kali ini Kenan menggenggam kedua tangan wanita itu dan mendekatkannya ke dadanya.
"Of course my sweet heart" pungkas Rena tak mau kalah romantis pada suaminya.
Setelah saling merayu manja satu sama lain, akhirnya mereka segera bersiap-siap untuk dinner romantis mereka. Syukurlah kali ini dua malaikat kecilnya sedang tidak merusuh. Mereka lebih memilih berdiam diri di kamar karena mereka akan dihadapi ujian tengah semester jadi duo bocil itu harus belajar dengan giat supaya mereka bisa menyelesaikan ujian mereka besok. Dan untungnya mereka sangat fokus dengan pelajaran mereka dan tidak ingin diganggu siapapun.
"Woah itu bagus sekali. Momy mendukung kalian dan semoga saja setelah ini kalian akan segera diberi momongan. Momy tidak sabar rasanya ingin memiliki cucu lagi," ujar Diandra yang begitu bersemangat memperhatikan anak dan menantunya.
Entah mengapa kata-kata itu terlontar begitu saja dari mulutnya. Mungkin Diandra sangat ingin melihat Kenan segera memiliki keturunan.
"Momy, kitakan baru saja menikah masih butuh proses jadi tidak perlu terlalu terburu-buru dan serahkan semuanya pada Tuhan. Biar Dia yang mengaturnya," pungkas Rena sambil tersenyum ramah pada mertuanya.
"Ya aku mengerti tapi setidaknya kalian harus berusaha. Agar rumah ini lebih ramai lagi dengan dipenuhi suara tangis bayi dan tawanya," Diandra mencoba membenarkan pendapatnya.
Rena dan Kenan tersenyum mendengar ucapan sang ibu. Lalu sesudahnya mereka segera bersiap menuju ke mobil mereka.
***
Saat berada di tempat dinner yang cukup mewah, semua mata tertuju pada mereka. Kenan dan Rena terlihat bak raja dan ratu. Sangat memukau.
__ADS_1
Rena terlihat anggun dan elegan dengan mengenakan gaun panjang ala korea, model fit and flare yang ketat di bagian atas dan melebar ke bawah.
Namun, terdapat detail unik pada bagian kerah dengan kancing dan lubang kecil di bawahnya. Lalu, bagian lengannya juga dibuat oversize sampai menutup jari tangan. Jangan lupakan aksen brokat pada gaun ini terletak pada bagian belakang gaun membentuk segitiga. Ditambah dengan sepatu heels berwaran coklat menambah kesan feminim.
Serasi dengan Kenan yang juga mengenakan Blazer ala Korea terbuat dari bahan cavalli dengan ********** T-shirt yang dipadu padan dengan jeans sehingga menunjukkan kesan kasual. Ditambah dengan sepatu sneakers menonjolkan sisi mudanya. Mereka terlihat bagai pasangan muda mudi berumur dua puluh tahun meskipun saat ini tengah memasuki kepala tiga tidak ada salahnya menampilkan jiwa mudanya.
Semua mata tertuju pada mereka seakan tak ingin luput memandangi mereka.
"Lihatlah para lelaki itu terpesona dengan kecantikanmu sayang, mata mereka menjelajahi tiap lekukan tubuhmu," ujar Kenan pada istrinya yang terlihat cantik malam ini.
"Ya para wanita itu juga terlihat jatuh cinta padamu. Lihatlah bagaimana mereka menatapmu sedari tadi seakan tak ada prialain disisi mereka," pungkas Rena menangkap para wanita yang terlihat meleleh oleh pesona Kenan.
Keduanya terkekeh dan saling mengagumi. Sungguh hari yang menyenangkan. Di meja VIP telah dihidangkan pesto chiken baked yaitu dada ayam yang juicy dapat diberi topping pesto segar, mozarela leleh, dan tomat di atasnya. Terlihat enak dan menggiur. Tak lupa juga minuman pendamping yang terlihat cantik disana, karena Rena tidak suka dengan minuman beralkohol, Kenan memilihkan minuman segar yaitu, jus cranberry atau delima yang dipadukan dengan menambah sentuhan club soda dan Lemonade di dalamnya agar semakin padu dengan daging steak yang juicy. Minuman ini memiliki visual yang tak kalah menggoda dengan red wine.
Cranberry juga memiliki kandungan tanin layaknya red wine yang memberikan efek kering di mulut sehingga bisa mengimbangi richness pada steak. Jus ini juga bisa memunculkan cita rasa kompleks di lidah.
Setelah menikmati makanan mereka menuju ke kamar hotel yang telah disiapkan untuk mereka. Kamar yang terlihat klasik tapi tetap elegan Kenan memilih Simply Bohemian Black and Blooms gaya minimalis dan Boho dengan dinding dan gorden putih bersih kontras dengan furnitur dan linen berwarna coklat krem yang hangat. Kamar tidur yang dilengkapi dengan lampu rotan di langit-langit, gantungan tanaman makrame, dan karpet bermotif.
Rena begitu takjub melihat suasana kamar mereka yang begitu indah.
"Apa kau menyukainya?" pungkas Kenan padanya.
"Ya, aku sangat menyukainya. Ini sangat minimalis dan terkesan klasik tapi terasa nyaman," Rena begitu bahagia melihat suasana kamarnya.
"Kalau begitu berikan aku pelukan," pinta Kenan sambil membuka tangannya lebar.
Sang istri langsung memeluknya dengan penuh kasih sayang. Rena sungguh beruntung mendapatkan pria sebaik Kenan.
__ADS_1