Love Betrayal

Love Betrayal
Hasutan


__ADS_3

Rena sedang menyibukkan dirinya dengan mengurus taman bunga kesayangannya, seperti biasa untuk mengisi kekosongan dihari libur Rena selalu merawat bunga-bunga yang terhampar sangat indah ditamannya.


"Selamat pagi Rena, bagaimana kabarmu hari ini?" Alvian menghampiri Rena yang sedang menyiram tanaman bunganya.


"Mas Alvian, ada apa kamu ke sini?" sebenarnya Rena sangat malas untuk berbicara dengan Alvian tapi mau tidak mau dirinya harus bersikap baik pada Alvian, karena bagaimanapun juga Alvian telah menjadi saudara iparnya.


"Jangan ketus seperti itu padaku Rena, aku ini saudara iparmu setidaknya kau harus menunjukkan rasa hormatmu padaku, " sarkas pria itu pada Rena.


Alvian tidak terima dengan sikap Rena yang sedikit mengabaikannya. Pria itu menatap tajam pada wanita muda yang masih saja menyibukkan dirinya dengan menyiram bunga. Rena meletakkan selang dan mematikan keran air , kemudian menghampiri Alvian.


"Kenapa mas, maaf kalau aku bersikap kurang menyenangkan padamu," ucap Rena sambil menatap Alvian kemudian dirinya pergi dari hadapan pria itu, tapi Alvian malah memegang tangan Rena.


Bukan Alvian namanya kalau tidak berdebat terlebih dahulu. "Aku belum selesai bicara denganmu," tukas lelaki itu padanya.


"Kamu mau apa mas?" Rena memutar bola matanya melihat ke arah Alvian. Sungguh dia benar-benar tidak ingin bicara dengan pria itu saat ini.


"Aku tahu kamu pasti tidak ingin bicara denganku saat ini tapi aku ingin kau tahu bahwa suamimu itu bukanlah pria yang setia. Apa kau tahu berita pagi ini?" jelas lelaki itu pada Rena.


Rena hanya mengernyitkan dahinya merasa bingung menatap Alvian. Berita apa yang dimaksudkan alvian? Pria itu mwngambil ponselnya dan memperlihatkan berita tentang skandal Kenan dan Anastasya.


Astaga! Secepat itu kabar buruk itu menyebar ke media? padahal baik Rena maupun Kenan telah bersepakat tidak mempermasalahkan hal itu, tapi siapa yang berbuat buruk seperti itu?


"Tidak perlu terkejut seperti itu Rena, semua orang sudah tahu mengenai berita ini, karena saat kejadian itu Kenan berada disuatu pesta yang dihadiri para pengusaha ternama di kota ini dan banyak wartawan yang meliput beritanya. Jadi wajar saja kalau beritanya begitu cepat tersebar luas," jelas Alvian dengan senyum mencemoohnya.


Dia berharap setelah berita itu menyebar luas dan ditambah dengan foto yang telah dikirimkan kurir pada Rena, akan mematahkan semua rasa percaya dan keyakinan Rena pada Kenan.


"Kenapa kau selalu ingin menyakitiku mas? sebenarnya apa masalahmu padaku?" Rena mulai muak dengan sikap Alvian yang selalu ingin memojokkan Kenan dihadapannya.

__ADS_1


Sementara itu dari kejauhan Kenan sedang memeperhatikan perdebatan dua orang di taman. Dia sengaja melihat terlebih dahulu apa yang akan terjadi diantara keduanya dan memilih mendengarkan apa yang akan mereka bicarakan.


"Kau masih bertanya apa yang aku mau Rena ? apa kau tidak berpikir bahwa lelaki yang kau cintai itu tidak seperti yang kau pikirkan. Dia tidak setia," ujar lelaki itu mempertahankan pendapatnya.


"Mas cukup, aku ga mau mendengarkan apapun lagi. Aku lagi hamil mas dan aku ga mau semua permasalahan ini hanya akan mengganggu kehamilanku," jelas Rena mengakhiri pembicaraan mereka kemudian pergi dari hadapan Alvian.


Alvian tidak mau mengalah dia memegang tangan Rena untuk mencegahnya pergi, dan masih ingin mengatakan sesuatu padanya.


"Aku belum selesai bicara!"


Dia merasa usahanya masih belum juga berhasil meskipun dia telah melakukan berbagai cara untuk menghasut Rena. Apa mungkin rasa cinta Rena begitu besar pada Kenan?


"Lepaskan aku mas. Kamu udah ga punya hak atas diriku," Rena mengingatkan posisi Alvian.


Kenan merasa kesal dengan sikap Alvian dan menghampirinya, "lepaskan tangan istriku mas! " Kenan sedikit meninggikan suaranya.


"Sudah kuduga kau pasti akan datang," cemooh Alvian sambil melepas cengkramannya dari tangan Rena.


"Ya itu semua memang perbuatanku, apa kau merasa tidak keberatan?" tantang Alvian padanya.


"Mas, aku dan Rena sudah menikah jangan pernah mengganggu Rena mas. Lagi pula Rena sedang hamil anakku," pungkas Kenan mengingatkan Alvian.


"Aku tidak perduli itu semua. Aku hanya ingin kau melepaskan Rena, karena jika kau masih tetap bersamanya aku tidak akan pernah membuatmu hidup nyaman bersamanya !" tegas Alvian padanya.


"Kau benar-benar memalukan mas. Bisa-bisanya kau berbuat serendah ini padaku. Selama ini aku selalu menganggapmu saudaraku tapi ternyata tidak denganmu," tukas Kenan pada Alvian.


"Terserah kau Kenan, aku akan tetap melakukan apapun yang kuinginkan," tukas Alvian sambil tetap menantang Kenan.

__ADS_1


"Aku ingin katakan satu hal padamu mas. Mungkin memang benar aku belum begitu pandai dalam memahami perasaanmu tapi kau sendiri juga belum begitu pandai memahami sifatmu yang begitu keras." sindir Kenan padanya.


Alvian memang egois, dia hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa perduli pada perasaan orang lain. Setelah itu diapun pergi membawa Rena bersamanya dan membiarkan Alvian mematung disana.


Kenan cukup kecewa dengan sikap sang kakak padanya tapi dia tetap mencoba bersabar demi menjaga rasa kekeluargaan. Kenan masih bersikap sabar pada Alvian. Meskipun dia sudah bersikap keterlaluan pada Kenan.


"Kenan, kemarilah nak. Momy ingin bicara denganmu," pinta sang momy padanya.


"Iya mom, ada apa?" Kenan menghampiri sang ibu yang memanggilnya.


"Aku melihatmu berbicara dengan Alvian tadi. Momy sudah sering menasehati Alvian tapi dia tetap keras kepala dengan keinginannya. Sampai momy tidak bisa berkata-kata lagi padanya. Maaf nak," sesal Diandra menatap sendu pada sang putra.


"Momy tidak perlu minta maaf. Tidak ada yang salah, aku hanya ingin mas Alvian mengerti dia hampir saja menghancurkan rumah tanggaku, untung saja Rena mengerti dengan keadaanku mom" ujar Kenan menatap sang ibu.


Kenan berharap Alvian bisa berubah dan menyadari kesalahannya, karena perbuatannya itu sangat keterlaluan.


"Momy cuma merasa gagal sebagai ibu karena terlalu memanjakannya," sesal Diandra lagi.


"Ssstt momy tidak boleh berkata seperti itu. Momy sudah melakukan banyak hal untuk hidupku dan mas Alvian. Momy tidak boleh menyalahkan diri momy atas keadaan ini. Buatku momy adalah ibu terbaik didunia," bujuk Kenan pada sang ibu.


"Iya nak terimakasih atas pengertianmu. Momy hanya ingin mengatakan satu hal padamu, kebahagiaan rumah tanggamu kau yang mengetahuinya dan itu harus selalu diperjuangkan!" ujar sang ibu padanya dengan mata berkaca-kaca. Sungguh Diandra tidak menginginkan rumah tangga Kenan berantakan seperti yang terjadi pada Alvian dan Rena dahulu.


"Aku janji mom, aku pasti akan memperjuangkan rumah tanggaku, karena saat ini yang aku perjuangkan bukan hanya Rena tapi juga calon bayiku mom," jelas Kenan pada sang ibu.


Disatu sisi Kenan bahagia karena akan segera mempunyai anak dari Rena meskipun disisi lain dia sedikit sedih karena harus melawan kakaknya sendiri untuk mempertahankan rumah tangganya.


"Hm, iya nak. Momy juga tidak ingin terjadi hal buruk pada cucu momy," ucap Diandra memeluk sang putra. Dia benar-benar tidak ingin putra bungsunya kecewa karena kelakuan putra sulungnya.

__ADS_1


Kenan memperhatikan Rena yang berada disisinya dirinya memeluk sang istri untuk menenangkannya.


"Momy jangan pernah menyalahkan diri momy. Percayalah kami bisa menghadapi mas Alvian," pungkas Rena menenangkan sang mertua.


__ADS_2