Love Betrayal

Love Betrayal
Pernikahan Semu


__ADS_3

Ryan telah mempersiapkan pernikahannya dengan Anastasya. Dia bersiap untuk menjemput Ana dirumahnya. Dengan persiapan yang sangat matang dan dia telah menyewa sebuah hotel mewah beserta dekorasi dan penginapan mewah untuk pernikahan mereka. Entah apa yang dipikirkan pria berkulit kuning langsat dan bermata bulat dengan perwakan tegas itu membuat acara pernikahan semewah itu seakan tengah mempersiapkan pernikahan sesungguhnya. Padahal pernikahannya bersama Anastasya hanyalah pernikahan semu untuk menghindari wartawan yang sedang mengincar Kenan. Itu juga demi keutuhan rumah tangga Kenan dan Rena.


Sesampainya di depan pintu rumah kontrakan sederhana itu Ryan mengetuk pintu rumah itu sambil membelakangi pintu rumah merapikan pakaiannya. Dari dalam seorang wanita membukakan pintu dan saat pintu terbuka, Ryan menghadap ke arah si wanita yang membukakan pintu, wanita itu juga menatapnya. Keduanya saling beradu pandang dan ada saling mengagumi diantara mereka.


Pak Ryan? Benarkah itu dia? dia sangat tampan, hampir saja aku tidak mengenalinya. Anastasya bergumam dalam hati mengagumi ketampanan Ryan pagi itu. Aura pria itu sangat berbeda dari biasanya, biasanya pria itu terkesan dingin dengan tatapan elangnya tapi hari ini dia terlihat sangat tampan dan hangat.


Dia? mengapa Ana terlihat begitu cantik, apa aku tidak salah lihat? Lelaki itu mencoba mengusap matanya.


"Kau, benarkah ini kau Ana?" kata-kata itu terlontar begitu saja dari mulut Ryan.


"Hah, ya ini aku pak Anastasya," jelas wanita itu sambil menaikkan sebelah alisnya menatap bingung pada Ryan.


"Kau cantik sekali," bisiknya tapi masih terdengar jelas ditelinga wanita muda itu. Sebenarnya Ryan tidak sengaja berkata seperti itu tapi wanita itu segera sadar.


"A ... apa?" cicitnya merasa sedikit tidak yakin dengan pujian yang baru saja dilontarkan Ryan padanya.


"Ahm, ayo cepat. Aku tidak punya banyak waktu untuk menunggu. Kau tahu waktuku tidak banyak," pria itu kembali lagi dengan sikap arogannya. Sepertinya dia gampang sekali berubah, baru saja dia memuji gadis yang ada dihadapannya tadi, dalam hitungan detik saja dia telah berubah sedingin es batu lagi. Apakah dia tidak memiliki hati?


"Baik pak," Ana segera menutup pintu rumahnya kemudian mengikuti langkah Ryan untuk masuk ke dalam mobilnya. Mereka segera menuju ke KUA terlebih dahulu, untuk melegalkan ikatan antara mereka.


Di sana telah menunggu, Alvian, Kenan dan Rena. Mereka hadir sebagai saksi sedangkan sebagai wali nikah Anastasya ditunjuk seorang wali hakim karena. Ijab qabul diantara mereka berjalan dengan lancar dan dalam waktu dua jam, mereka telah sah menjadi pasangan suami istri serta memiliki dua buku berwarna hijau dan merah yang tercantum nama keduanya telah tercetak. Mereka telah sah menjadi sepasang suami istri. Meskipun pernikahan itu sah secara agama tapi mereka telah membuat kesepakatan dalam pernikahan.


Isi dari kesepakatan perjanjian mereka mencantumkan Ryan sebagai pihak pertama dan Ana sebagai pihak kedua. Yang isinya sebagai berikut:




Pihak pertama bertanggung jawab penuh atas segala kebutuhan pihak kedua baik itu nafkah lahir maupun batin.

__ADS_1




Pihak kedua berhak membatasi diri terhadap Pihak pertama, (dalam artian Pihak pertama tidak akan menuntut nafkah batin pada pihak kedua).




Pihak pertama akan memberikan nafkah bulanan yang sepantasnya pada Pihak kedua.




Pihak pertama dan Pihak kedua sepakat pernikahan ini akan berlangsung selama satu tahun dan selanjutnya akan mengajukan perpisahan setelah Pihak kedua mendapatkan bayaran yang telah disepakati bersama.




Setelah menyelesaikan ritual pernikahan mereka segeta melangsungkan resepsi pernikahan di hotel yang telah dipilih oleh Ryan. Acara berlangsung cukup meriah dan dihadiri para kolega beserta para karyawan prusahaan.


***


Adrian mencoba menghubungi Jenita melalui ponselnya, dia ingin sekali mendengar suara wanita yang dicintainya. Berharap akan mendapatkan kabar trntang wanita itu dan bayi yang dikandungnya. Sudah beberapa kali panggilan telpon itu dilakukannya bahkan beberapa chat juga telah dikirim, namun tidak ada jawaban dan balasan. Membuatnya begitu khawatir tentang keadaan wanita itu.


Adrian sangat ingin menemui wanita itu saat ini, rasanya dia ingin segera kembali ke Indonesia secepatnya. Namun, Stevany telah mempunyai cara untuk membuat pria itu tidak bisa pergi meninggalkannya. Stefany berpura-pura sakit dan meminta dokter memberikan hasil medis yang telah dipalsukan. Hasil medis itu menyatakan dirinya terkena leukimia sehingga Stevany harus mendapatkan perawatan intens. Dia sengaja melakukan hal itu supaya Adrian tidak pernah jauh darinya.

__ADS_1


"Sayang bagaimana keadaanmu saat ini? apa masih terasa sakit?" Adrian menunjukkan perhatiannya pada wanita itu.


"Ah sudah tidak terlalu sakit. Dokter hanya menyuruhku untuk beristirahat. Kau jangan khawatir aku baik-baik saja," jelas wanita itu sambil mendramatisir keadaan. Seakan-akan dirinya sakit parah. Membuat Adrian merasa bersalah padanya.


Sambil tetap menjaga Stevany pria itu tidak bisa berhenti memikirkan Jenita dan tanpa sepengetahuan sang istri dirinya menyuruh seseorang untuk mengawasi Jenita. Adrian mengirimkan sebuah pesan singkat.


Adrian : Samy, kau coba lacak tentang gadis ini. Namanya Jenita, kau lacak tentang keberadaannya dan keadaannya. Kemudian beri tahu aku seceptanya. (Adrian mengirim pesan singkat itu bersamaan dengan foto Jenita)


Tidak butuh waktu lama, Adrian telah mendapatkan balasan dari orang suruhannya.


Samy: Baik bos, aku akan segera melaksanakan perintah anda.


Adrian: Ingat jangaj sakiti dia dan anak yang ada didalam kandugannya.


Setelah memberikan perintah pada orang kepercayaannya itu, Adrian kembali mengurus Stefany. Wanit itu benar-benar tidak ingin menjauh darinya. Dia sengaja bergelayut pada Adrian, supaya pria itu tidak meninggalkannya, dia akan berusaha dengan melakukan berbagai cara untuk mwmbuat Adrian tidak meninggalkannya.


Adrian sendiri juga menunda perceraiannya karena kondisi Stefany yang belum stabil sehingga proses perceraian mereka dibiarkan mengambang begitu saja.


Jenita menatap layar ponselnya. Dia melihat banyak panggilan tak tèrjawab dan beberapa chat dari Adrian yang mencecarnya dengan berbagai pertanyaan.


*Sayang kamu dimana? Apa kamu baik-baik saja?


Sayang jawab telponku kenapa kamu mengabaikanku?


Kamu tidak melakukan sesuatu terhadap anak kitakan?


Jawablah Jenita. Aku sangat mengkhawatirkanmu*.


Begitulah kira-kira isi chat dari Adrian pada wanita itu dia sangat mengkhawatirkan wanitanya. Tapi Jenita memilih diam dan mengabaikannya. Dia masih ingat akan perkataan Stevy ditelpon waktu itu yang mengancam akan melenyapkan dirinya dan bayinya jika Jenita masih berhubungan dengan Adrian.

__ADS_1


Sungguh berat baginya menjalani hari-hari tanpa Adrian. Terlebih lagi dalam keadaan hamil. Dia sangat membutuhkan perhatian dari Adrian tapi sayangnya semua itu tidak bisa dia dapatkan karena Adrian tidak bersamanya. Meskipun demikian Jenita harus kuat. Demi bayinya dia harus menjadi wanita tangguh. Berjuang sendiri menghadapi takdirnya. Terlebih lagi orang-orang diluaran sana pasti akan membicarakannya jika mereka tahu dirinya hamil tanpa suami. Pasti akan menjadi aib.


__ADS_2