Love Betrayal

Love Betrayal
Meminta Maaf


__ADS_3

Jesica dan Troy baru saja mendapatkan kabar kecelakaan Alvian, mereka segera menemui Alvian di rumah sakit.


"Tante, aku dengar Alvian kecelakaan, bagaimana keadaannya sekarang ?" Jesica menghampiri Diandra yang baru saja keluar dari ruang rawat Alvian.


"Alvian sudah melewati masa kritisnya tapi sayangnya Alvian tidak bisa mengingat kita," jelas Diandra menahan tangisnya.


"Maksud tante Alvian mengalami amnesia?" tanya gadis itu lagi.


"Iya Alvian mengalami geger otak ringan dan dia kehilangan memoynya untuk beberapa waktu, dia tidak bisa mengingat tentang kami ataupun dirinya sendiri," Jelas sang ibu sambil terisak.


Diandra tak sanggup menahan kesedihannya sebagai seorang ibu, meski bagaimanapun kesalahan sang anak tetaplah anak. Tidak ada seorang ibu yang ingin melihat anaknya terluka apalagi sanpai tidak mengenali dirinya sendiri dan orang-orang disekitarnya.


"Aku ikut prihatin tante, walau bagaimanapun juga Alvian adalah sahabatku. Aku bisa merasakan kesdihan yang tante rasakan saat ini," pungkas Jesica sambil memeluk tubuh wanita paruh baya yang berada dihadapannya.


Troy juga merasakan sedih melihat keadaan Alvian. Pria itu terbaring lemah tak berdaya di ruang pesakitan, dengan infus ditangannya dan kepala yang masih terbalut perban. Serta luka yang terdapat dibeberapa bahagian tubuhnya. Benar-benar menyedihkan.


Sementara itu terlihat Rena di dalam sana baru saja menyuapi Alvian, dan merapikan posisi tidur pria itu agar menjadi lebih nyaman.


Kenan baru saja sampai ke rumah sakit, dia sengaja menyempatkan diri ke rumah sakit untuk sekedar melihat kondisi sang kakak. Jesica dan Troy saling bertegur sapa dengan Kenan.


"Jesica, Troy, sudah lama kalian ke sini?" tanya Kenan yang mendapati kedua orang itu berada dihadapannya.


"Tidak terlalu lama Ken, kami mendapat kabar dari berita Alvian mendapat kecelakaan. Kami secepatnya datang ke sini untuk mengetahui keadaan Alvian," jelas Jesica pada Kenan.


"Cepat sekali beritanya menyebar," tukas Kenan dengan lirih.


Dia tidak pernah menduga jika berita kecelakaan Alvian menjadi trending topik saat ini.


Setelah membesuk Alvian, Jesica dan Troy kembali pulang. Mereka tidak bisa berlama-lama berada di sana karena ada Jenita yang sedang membutuhkan perhatian mereka di rumah. Semenjak hamil Jenita terkadang moodnya sering berubah-ubah. Mungkin juga karena bawaan sang bayi yang membuatnya terkadang suka tiba-tiba bersedih tanpa alasan atau terkadang menjadi sangat sensitif dan emosional.


"Ternyata bu Rena dan pak Kenan baik sekali, mereka sangat berbesar hati untuk mengurusi pak Alvian," ucap Troy saat mengemudikan mobil dalam perjalanan pulang.


"Kenapa kamu tiba-tiba berkata seperti itu?" Jesica merasa heran dengan ucapam Troy.

__ADS_1


"Bagaimana ya aku mengatakannya, kamu tahukan bagaimana pak Alvian selalu mengganggu pernikahan mereka tapi pak Kenan dan bu Rena selalu membalasnya dengan kebaikan," jelas Troy pada wanita itu.


"Hm, kalau dipikir-pikir benar juga ya. Kalau pak Kenan dan bu Rena mau mereka bisa saja mengabaikan pak Alvian tapi mungkin karena rasa sosial mereka yang tinggi jadi mereka mudah untuk memaafkan," ujar Jesica sambil menyandarkan kepala di sandran jok mobil.


Jesica merasa cukup lelah dengan apa yang telah dilaluinya. Mulai dari Jenita, Adrian dan sekarang Alvian. Semuanya cukup membuatnya sangat lelah. Mungkin yang dibutuhkannya saat ini bahu seseorang yang bisa menjadi sandaran untuknya.


"Beristirahatlah sayang, aku akan menjagamu. Kamu pasti lelahkan menghadapi semuanya?" Troy mengusap pelan kepala wanitanya dan Jesica juga menerimanya.


Dia merasa sangat nyaman dengan perlakuan Troy. Meskipun terkadang pria yang berada disisinya itu terkesan sedikit tempramen dari sisi maskulinnya tapi pria yang bersamanya itu selalu memperlakukan wanita dengan sangat sopan dan sangat lembut.


Bahkan Jesica kini mendekat kepadanya dan bersandar dilengannya sehingga membuat Troy harus menepikan mobilnya dan membiarkan Jesica tidur dilengannya. Dia sengaja tidak membangunkan wanita itu dan lebih memilh menunggunya hingga terjaga lagi.


***


Setelah selesai menghadapi para wartawan di perusahaan Ryan dan Anastasya menemui Rena dan Kenan. Seperti janjinya pada Ryan dia ingin memperbaiki kesalahpahaman yang terjadi diantara dirinya dan Kenan.


Mereka sengaja datang ke mansion untuk bisa berbicara langsung pada Rena.dan Kenan. Namun, saat mereka dihampiri oleh security yang berjaga disana.


"Maaf bapak dan ibu mencari siapa?" tanya security itu pada mereka.


"Tuan Kenan dan nyonya Rena sedang berada dirumah sakit. Kemarin malam tuan Alvian mengalami kecelakaan jadi orang rumah pada ke rumah sakit melihat keadaan tuan Alvian," jelas security itu lagi padanya.


Setelah mendengar penjelasan security tersebut, Ryan dan Anastasya bergegas ke rumah sakit untuk melihat keadaan Alvian lalu menyelesaikan urusan Anastasya dan Kenan.


Baru saja sampai di rumah sakit, Anastasya berlutut dihadapan Rena. "Bu Rena, maafkan saya. Saya udah melakukan kesalahan pada ibu," ujar wanita itu merasa sangat menyesal.


"Hei, apa-apaan ini Ana? kenapa kamu seperti ini? bangunlah saya ga mau semua orang memperhatikan kita," pungkas Rena sambil mengajak wanita yang pernah menjadi istri dari mantan suaminya itu berdiri.


Sementara itu Kenan memutar bola matanya malas memperhatikan Anastasya. Sungguh hatinya benar-bemar kesal melihat wanita itu saat ini. Andai saja yang berada dihadapannya adalah seorang pria mungkin dia akan memukul orang itu saat ini tapi sayangnya dia adalah seorang Anastasaya. Lelaki itu hanya bisa mengepalkan tangannya hingga memperlihatkan buku-buku tangannya yang memutih menahan kekesalannya.


Ryan yang memperhatikan keadaan Kenan bisa memahami kemarahan pria itu, tapi dia ingin melihat kejujuran Ana dihadapan semua orang disana.


"Saya minta maaf bu, atas berita yang beredar di media beberapa waktu lalu. Itu semua tidak benar, karena ... "

__ADS_1


"Buat apa kamu datang ke sini hah?! kamu mau membuat rumor apalagi mengenai saya?" ucap Kenan menggeram tanpa mau menatap wajah dan tidak mau mendengar kelanjutan aucapan karyawan Rena yang masih menyesali perbuatannya.


"Mas," Rena menatap Kenan sambil menggenggam erat tangan suaminya. Dia ingin membuat lelaki itu merasa tenang..


"Kak, kami ke sini hanya ingin bertemu kakak dan mas Kenan. Kami cuma mau menjelaskan kalau apa yang terjadi antara mas Kenan dan Ana waktu itu tidak seperti yang diberitakan oleh media," jelas Ryan pada Rena.


Dia tahu pasti sang kakak juga telah menemukan kebenarannya sebelum dia menjelaskan semuanya.


"Iya aku tahu Ryan. Mas Alvian sudah menjelaskannya sebelum dia mengalami kecelakaan," ujar Rena pada pria itu.


Ryan menganggukkan kepala mengerti dengan maksud Rena, tapi Kenan yang masih merasa tidak terima langsung pergi dari hadapan mereka. Dia sangat muak melihat Anastasya disana. Perempuan licik itu pasti akan membuat banyak drama di sana dan Kenan tidak mau melihat hal itu terjadi.


"Kenan kamu mau kemana nak?" panggil Diandra pada sang anak.


"Aku mau mencari udara segar dulu mom. Aku merasa sesak disini," sindirnya pada wanita yang berada disana dan dia tidak ingin melihatnya sama sekali.


Diandra hanya bingung melihat tingkah sang anak. Dia memperhatikan Rena, tapi wanita itu hanya memberikan anggukan pelan supaya membiarkan Kenan. Dia hanya ingin memberikan ruang pada suaminya untuk menenangkan pikirannya. Sedangkan Anastasya hanya menunduk malu. Dia sadar akan kesalahannya yang sangat fatal.


"Kak, apa yang terjadi pada mas Alvian?" Ryan mengalihkan pembicaraan dengan membahas keadaan Alvian.


"Mas Alvian mengalami kecelakaan dan dia mengalami geger otak yang menyebabkan dia sekarang amnesia," lirih Rena menjawab pertanyaan Ryan.


"A ... apa? bagaimana bisa dia separah itu?" Anastasya merasa sangat khawatir pada keadaan mantan suaminya itu.


"Malam itu aku, mas Kenan dan mas Alvian bertengkar dan mas Alvian meninggalkan mansion. Kami tidak tahu dia pergi kemana dan tiba-tiba saja ada telpon dari rumah sakit yang memberitahukan bahwa mas Alvian kecelakaan," jelas wanita itu detail.


"Apa mas Alvian sudah lama di rumah sakit?" Ryan ikut merasa prihatin.


Walau bagaimanapun juga dia tidak bisa membenci Alvian sepenuhnya karena lelako itu juga pernah menjadi bahagian dari keluarganya.


"Mas Alvian udah satu minggu berada disini. Dia baru sadar dari koma kemarin, " pungkas Rena pada kedua orang itu.


Ryan dan Anastasya merasa prihatin terhadap keadaan Alvian saat ini. Tidak pernah terbayangkan dibenak mereka Alvian akan mengalami kecelakaan separah itu.

__ADS_1


Tadinya, Ryan bermaksud untuk menjelaskan bahwa dirinya dan Anastasya akan segera menikah tapi situasinya belum tepat mengingat keadaan Alvian yang belum pulih. Ryan mengurungkan niatnya dan memilih diam sampai menemukan waktu yang tepat.


__ADS_2