
Kenan tengah disibukkan untuk persiapan acara peresmian Kantor Cabang Perusahaan Gold Star miliknya. Hari ini dirinya berencana mengundang para koleganya untuk menghadiri acaranya. Tak lupa, Kenan akan mengundang wanita pujaannnya siapa lagi kalau bukan Rena?
Siang itu, acara telah dimulai. Kenan menyambut kedatangan para tamu undangannya. Di ballroom hotel yang telah dipesannya telah hadir Ryan, Anastasya dan Rena. Sesuai dengan yang diperkirakan Kenan, semuanya hadir disana termasuk Alvian.
Acara terlihat sangat mewah karena seluruh kolega yang hadir adalah tamu-tamu penting dalan perusahaan Kenan. Sampai tibalah saat yang dinantikanpun tiba.
"Selamat siang para hadirin semuanya, mohon perhatian sebentar karena tuan Kenan Manaf akan memberikan pengumuman penting," salah satu MC maju ke atas panggug dan memberikan aba-aba kepada para pengunjung.
Para pengunjung yang sedang menikmati acara dan sedang menikmati makanan juga minuman saat itu menghentikan aktifitas mereka sejenak memperhatikan Kenan yang sedang berjalan ke atas panggung, cukup berwibawa dan semua mata tertuju padanya. Terlebih Anastasya yang baru saja melihat pemilik perusahaan Gold Star untuk pertama kalinya, benar-benar terpukau karena pria yang sedang menuju panggung itu sangat tampan bahkan melebihi ketampanan mantan suaminya atau lebih tepatnya mantan partner satu rumah tanpa ikatan (Alvian), para tamu bersiap untuk mendengarkan pemberitahuan yang akan dikatakan Kenan.
"Selamat siang semuanya, saya ingin meresmikan launching pertama kantor cababg perusahaan Gold Star sekaligus memperkenalkan pimpinan cabang yang baru, Alvian Arfandi," ucap lelaki itu sambil mempersilahkan Alvian untuk ke atas panggung.
Semua mata tertuju pada Alvian dan tepuk tangan yang meriahpun menyambut kedatangan Alvian ke atas panggung. Sementara Ryan, Anastasya dan Rena yang saat itu tidak mengetahui kedatangan Alvian, benar-benar terkejut saat melihat dan mendengar nama Alvian disebutkan.
"Alvian Arvandi? Apa benar itu mas Alvian?" Gumam Rena memperhatikan lelaki yang baru saja pergi ke atas panggung. Ryan dan Anstasya yang berada disana juga tak kalah kagetnya dengan Rena, mereka saling menatap satu sama lain.
"Bagaimana mungkin, Alvian bisa berada disini? Bukankah dia dipenjara?" Ryan menatap ke arah kakak sepupunya.
"Entahlah, aku juga tidak mengerti bagaimana bisa Kenan mengenal lelaki itu?" Rena benar-benar shock dengan yang baru saja dilihatnya.
Apa maksud Kenan melakukan semua itu? Apa Kenan memang telah merencanakan semua?
__ADS_1
Alvian yang baru saja naik ke atas panggung langsung saja mengucapkan terimakasih.
"Selamat siang semua, maaf jika kehadiran saya mengejutkan kalian semua. Mungkin ada sebagian dari anda yang hadir telah mengenali saya dan mungkin juga ada yang belum mengenali saya. Saya Alvian Arfandi, kakak dari Kenan Manaf ingin mengucapkan terimakasih atas penghormatan yang diberikan oleh saudara saya. Saya benar-benar sangat bersyukur Tuhan masih memberikan kesempatan pada saya untuk bekerja di perusahaan Kenan," ucap lelaki itu memberikan kata sambutan dalam acara tersebut.
"Apa? Kakak?, Kenan dan Alvian bersaudara?" Ryan mengucapkan perkataan itu sambil menatap Rena.
Rena benar-benar terkejut sambil melihat dengan wajah bingung pada Ryan, karena selama dua tahun menikah dengan Alvian dia tidak pernah mengetahui kalau Kenan merupakan saudara Alvian, bahkan saat di sekolah dahulu Rena tidak pernah tahu jika Kenan mempunyai saudara laki-laki. Begitupun Anastaya dirinya juga sangat terkejut, apa maksud dari semua ini? Rahasia apa yang tidak diketahuinya dari Alvian selama ini?
Kenan yang memperhatikan para tamu undangan yang saling menatap heran dan saling berspekulasi, entah itu mereka yang tahu mengenai desas-desus miring tentang Alvian atau mungkin mereka heran tentang kehadiran Alvian dihadapan mereka. Kenan sangat memahami keadaan yang terjadi saat ini, dirinya segera berdiri didekat Alvian yang masih tetap diatas panggung.
"Maaf, mungkin anda sekalian akan merasa heran dengan kehadiran kakak saya. Saya akan membritahukan pada anda semuanya. Alvian ini kakak saya, mungkin tidak banyak yang tahu tentang hubungan saya dengan kakak saya karena sejak menyelesaikan SMA saya mendapatkan beasiswa ke Amerika dan melanjutkan pendidikan serta bekerja di sana. Sementara mas Alvian tetap di Indonesia, jadi banyak yang tidak mengetahui bahwa kami bersaudara," jelas lelaki itu pada para tamu undangannya. Membuat mereka semua menganggukkan kepala merasa kagum dan ada juga yang merasa yang dilakukan Kenan pada Alvian seperti rasa kasihan seorang saudara yang tidak ingin saudaranya diremehkan dihadapan orang banyak.
Setelah meresmikan kantor cabang dan pimpinan cabang perusahaannya, Kenan mengajak Alvian menemui Rena, Ryan dan Anastasya. Memang sedari tadi Alvian tidak menyadari kehadiran mereka.
Alvian yang menganggap tidak terjadi sesuatu di sana hanya mengikuti perkataan adiknya itu dan mengekori lelaki muda itu.
"Hai Rena, Ryan, maaf mbak yang satu siapa? Saya belum pernah ketemu sebelumnya," sapa Kenan yang menghampiri mereka sambil menatap Anastasya.
"Saya Anastasya pak. Panggil saja Ana," ujar wanita muda itu sambil mengulurkan tangan dan tersipu malu. Suatu kehormatan baginya bisa bertatapan langsung dengan pemilik perusahaan besar seperti Kenan.
"Baiklah nona Ana senang berkenalan denganmu," Kenan menyambut uluran tangan gadis itu dan tersenyum ramah padanya.
__ADS_1
Sementara Ryan dan Rena, wajah mereka menegang saat menatap Alvian disisi Kenan. Apalagi Alvian, pertemuan mereka berempat kali ini begitu menohoknya. Suasana yang tadinya begitu bahagia berubah jadi membeku seketika. Kenan, yang melihat kejadian itu berdehem.
"Hm, maaf. Mas ini rekan bisnisku Rena yang pernah aku ceritakan waktu itu. Dia pemilik Zeneca Group."
Seketika Alvian tertegun dengan pertemuan mereka. Alvian mengingat kembali apa yang telah dilakukannya terhadap Rena, pengkhianatan, rasa sakit, keterpurukan itulah yang diberikannya pada wanita yang telah menemaninya dari nol. Ada rasa penyesalan dan ingin meminta maaf pada wanita itu saat ini, namun sekarang bukan waktu yang tepat. Alvian belum siap dan pastinya ketiga orang yang berada dihadapannya juga begitu. Tapi yang jadi perhatiannya saat ini juga adalah Anastasya yang hadir bersama mereka. Bagaimana bisa Rena kembali menerimanya di perusahaannya? Apa arti dari semua ini?
Namun untuk profesionalitas pekerjaan Alvian berusaha tetap tenang dan berjabat tangan pada ketiganya. Ketiga orang itu masih dalam keadaan bingung dan shock tapi tetap seolah-olah tidak ada kejadian mereka menyambut uluran tangan Alvian dengan tanda tanya besar yang masih berada dalam pikiran mereka.
***
Usai acara launching perusahaan itu para tamu segera kembali pulang. Ryan yang merasa penasaran langsung membuka percakapan.
"Apa-apaan ini kak, apa Kenan tahu kakak pernah menikah dengan lelaki itu?" tanya Kenan yang kini sedang berada didalam mobil bersama Rena.
"Tidak, aku tidak pernah memberitahukannya. Memang Kenan tahu aku telah berpisah tapi dia tidak tahu aku pernah menikah dengan Alvian,"
"Apa mungkin dia yang memberitahukan pada Kenan?" ucap Ryan penasaran.
'Entahlah. Aku juga tidak tahu mereka bersaudara. Padahal aku dan kenan berteman sejak SMA," wanita muda itu benar-benar merasa terperangkap dalam pikirannya.
"Apa menurut kakak ini suatu kebetulan atau memang mereka sudah merencanakan semua ini?" selidik Ryan merasa tak nyaman dengan kembalinya Alvian.
__ADS_1
Rena hanya menaikkan bahunya mengungkapkan ketidaktahuannya. Sungguh semua yang terjadi saat ini diluar perkiraannya. Pertemuan mereka dengan Alvian apa memang direncanakan Kenan atau sebuah kebetulan?