
"Jerk *apa kau telah mendapatkan informasi mengenai Adrian?" suara Troy terdengar dari kejauhan.
Pria itu bersama Jesi saat ini dan dia sengaja memperbesar volume ponselnya supaya Jesi bisa mendrlengarkan penjelasan dari orang suruhan Troy di Inggris.
"Aku baru saja sampai ke kota yang kau maksud. Ternyata dia berada di Inggris Raya. Aku akan merekam setiap apa yang dilakukan pria itu," Jerk turun dari mobilnya untuk mengetahui tentang Adrian.
" Baiklah, akan ku tutup telponnya. Kau lakukan tugasmu lalu hubungi aku lagi," titah Troy pada lelaki itu*.
Jerk telah menunggu cukup lama dari dalam mobilnya hingga pandangannya tertuju pada satu titik fokus. Dia melihat seorang lelaki keluar dari apartemenya dalam keadaan kacau. Lelaki itu tampak frustasi dan dia sedang menuju ke arah mobilnya yang terparkir di baseman.
Secepat mungkin Jerk mengikuti arah mobil itu dan sampailah pada satu club malam, lelaki itu turun dari mobilnya kemudian memasuki tempat itu.
"Adrian, kau datang lagi. Kau terlihat sangat kacau saat ini. Apa istri cantikmu itu membuat masalah lagi?" seorang pria tengah bersama wanitanya memperhatikan keadaan lelaki itu.
Adrian tak menggubris perkataan pria yang sengaja mengejeknya itu, karena yang dia butuhkan saat ini hanyalah kesenangan semata. Dia sangat ingin melampiaskan kekesalannya hingga tuntas. Di sisi lain, ada Jerk yang duduk diseberangnya dan lelaki itu duduk sambil menyesap minumannya. Tak lupa sebuah kamera kecil yang terpasang disaku kemejanya. Lelaki itu sedang merekam segala perbuatan Adrian untuk dia beri tahukan nantinya pada temannya.
Adrian memang selalu seperti itu. Tiap kali dia mempunyai masalah dengan Stevany dia pasti akan mencari pelarian ke club malam hanya sekedar untuk memuaskan dirinya bersama para ****** di sana. Namun, lelaki itu tidak akan sembarangan berhubungan dengan ******. Dia telah memiliki satu wanit profesional yang menjadi bookingan tetapnya. Gadis itu seorang model ternama di kota itu, tapi hubungannya cukup dekat dengan Adrian karena merupakan rekan bisnisnya. Mereka bekerja sama karena perusahaan Adrian menggunakan jasa gadis cantik itu untuk produk mereka. Ya, Gloria Hills nama gadis itu.
Malam itu secara tak sengaja mereka bertemu dan saling bercengkrama. Mereka juga minum disana, hingga mereka benar-benar mabuk. "Sayang, hari ini kita ke apartemenku. Kau mau?" pungkas lelaki itu sambil mengusap pelan wajah gadis yang sedang berada disisinya.
"Kemanapun kau akan membawaku, aku akan mengikutimu sayang," satu kecupan mendarat ke pipi pria tampan itu. Dirinya hanya tersenyum sebagai jawaban dari hadiah yang diberikan gadis itu padanya.
__ADS_1
Merasa senang gadis itu mengajaknya berdansa. Tidak seperti biasa dia akan menolak jika diajak berdansa, tapi kalk ini Adrian mau begitu saja menikmati lantai dansa dan dirinya menelusuri tiap jengkal tubuh wanita muda itu dengan penuh gairah. Entah berapa banyak mata memandangi mereka saat itu. Mungkin ada yang berpikir mereka telah gila atau tak tahu malu karena mereka berani memamerkan kemesraan disana. Atau mungkin mereka lupa jika sewaktu-waktu akan ada anggota pers yang tiba-tiba memperhatikan gerak-gerik mereka lalu membuat berita skandal. Dua insan itu benar-benar telah larut dalam kesengan. Setelah lama menikmati suasana malam yang begitu penuh kemeriahan, Adrian memutuskan membawa wanita itu ke apartemennya.
"Stevy ... Sayang, aku pulang. Buka pintunya!" seru lelaki itu dengan suara brisik karena mabuk.
Wanita yang telah menunggunya sedari tadi di dalam apartemen itu segera bangkit dari ranjangnya. Sebelumnya wanita itu telah tertidur karena menunggu terlalu lama tapi dia segera mengerjapkan matanya dan bangkit dari tempat itu begitu mendengar suara suaminya di depan pintu. Dirinya begitu bahagia karena malam ini suaminya pulang untuk menemaninya. Tidak seperti hari-hari sebelumnya. Pria itu meninggalkanya hingga pagi tiba.
Dengan penuh suka cita Stevany membukakan pitu apartemen itu.
"Sayang akhirnya kau pulang. Aku sudah menunggumu ..." wajah ceria itu seketika berubah menjadi murung saat dia melihat suaminya pulang bersama wanita lain.
"Beraninya kau membawa ****** ini ke apartemen kita," dengus wanita itu sambil menatap tajam pada wanita yang sedang bersama suaminya.
"Minggir, kenapa kau masih di depan pintu? Aku mau bersenang-senang dengan wanitaku," lelaki itu sedikit mendorong tubuh Stevany sehingga membuat wanita itu sedikit terjerambab, namun dia masih bisa berpegangan pada lengan sofa disana.
Sementara itu, didalam sana Adrian telah membawa wanita itu masul ke kamarnya. Kamar yang seharusnya menjadi tempat antar dia dan istrinya kini malah dia tempati bersama jalangnya itu. Sungguh sangat keterlaluan!
Tidak seperti biasanya Stevany akan meradang dan mengusir ****** yang mendekati suaminya tapi kali ini dia terlihat begitu tenang. Mungkin dia lelah terus-terusan marah tapi tidak menghasilkan apapun. Dia memilih diam saat ini.
Adrian dan Gloria memasuki kamar itu, Stevany membiarkan Adrian masuk terlebih dahulu, kemudian melihat wanita muda yang bersama Adrian dengan tatapan tajam, wanita masuk dan menutup pintu kamar tanpa memikirkan perasaan wanita lain yang ada disana. Mungkin dia berpikir Adrian memiliki asisten rumah tangga yang cukup cantik. Mereka tidak memperdulikan orang-orang disekitar mereka, yang ada saat ini hanya lenguhan dan erangan panjang yang cukup memekakkan bagi Stevy. Wanita itu hanya menangis tanpa suara mendengar suaminya yang sedang bercinta dikamar mereka bersama wanita lain. Sungguh menjijikkan.
Jadi begini caramu melampiaskan kemarahanmu padaku? gumam Stevany dihatinya. Dia cukup mengerti lelaki itu sengaja berbuat seperti itu agar dirinya menjadi jemu bersamanya, tapi Stevy takkan menyerah begitu saja demi cinta Adrian.
__ADS_1
***
Pagi harinya, Adrian terbangun dan dia tidak melihat wanita yang bersamanya tadi malam ada dikamar itu. Walaupun dalam keadaan mabuk dia masih ingat terakhir kali mereka bercinta dikamar itu.
"Kemana dia?" lelaki itu tampak kebingungan sambil memakai pakaiannya.
"Selamat pagi sayang, kau sudah bangun?" tanya Stevany menyambut suaminya.
"Dimana Gloria?" tanyanya tanpa rasa bersalah.
"Kau menanyakan wanita lain sementara di depanmu ada aku istrimu?" wanita itu tersenyum getir menatap manik suaminya.
"Kau tidak berbuat sesuatu padanyakan?" Adrian menatapnya dengan tajam. Seakan tak mempercayai ucapan istrinya.
"Kenapa? apa kau pikir aku akan membunuhnya? aku tidak segila itu sayang. Aku tidak akan mengotori tanganku untuk ****** seperti itu," pungkas wanita itu sambil berlalu dari hadapannya.
Adrian merasa curiga dengan sikap Stevy yang terlihat biasa saja. Ini bukan Stevy yang dia kenal, karena istrinya itu pasti akan memberi reaksi jika mengetahui dia bersama wanita lain tapi kali ini mengapa dia tak bergeming? Apa yang sedang direncanakannya?
***
Troy baru saja membuka notifikasi dari ponselnya. Ada beberapa video dan foto yang telah dikirimkan Jerk pada ponselnya dan betapa terkejutnya dia ketika melihat Adrian yang sedang pergi ke club malam dna bersenang-senang dengan wanita muda disana. Terlebih lagi saat dia melihat Adrian membawa wanita itu ke apartemennya dan parahnya lagi lelaki itu telah mempunyai seorang istri.
__ADS_1
Oh ****!!! Kau benar-benar bajingan Adrian, ternyata ini watak aslimu. Aku akan memberitahukan ini pada Jeni dan akan kupastikan Jeni pasti jijik melihatmu setelah ini, geram lelaki itu sambil menggenggam erat ponselnya. Rahangnya mengeras dan buku-buku jarinya memutih menahan amarah.
Tanpa banyak berpikir dia mengirimkan foto dan video itu pada Jesica supaya Jesica yang memberitahukan pada saudara kembarnya bahwa lelaki yang dicintainy itu hanyalah seorang bajingan.