Love Betrayal

Love Betrayal
Akhirnya Sah


__ADS_3

Setelah berbagai macam rintangan yang dilewati oleh Rena dan Kenan, tiba juga hari yang mereka nantikan. Kenan telah bersiap-siap mengenakan jas putih dengan setelan celana panjang berwarna putih. Begitu juga dengan Rena yang terlihat cantik dengan gaun putih dengan motif bunga merah membuat keduanya tampak begitu ellegan dan sangat serasi.


 


Semua mata tertuju pada mereka dan berdecak kagum dengan ketampanan dan kecantikan sepasang pengantin itu. Hadir juga disana, Diandra ibu dari Kenan dan juga Alvian, beserta yang lainnya yang datang berpasang-pasangan, diantaranya Troy datang bersama Jessica, Ryan yang bersama Anastasya, Jenita bersama Adrian, dan juga Axelle dan Cedereyn. Mereka mengenakan pakaian serba putih, karena saat ini masih untuk peresmian akad nikah seluruhnya mengenakan pakaian serba putih.


 


Penghulu telah hadir di mesjid terlebih dahulu bersama yang lainnya, disusul dengan kedatangan Kenan dan Rena. Setelah seluruhnya hadir, akad ijab qabul dimulai.


 


“Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Kenan Manaf bin abdul Manaf dengan anak saya yang bernama Renata Austin binti  Brahma Aditya, dengan maskawinnya berupa seperangkat alat shalat dan uang sejumlah Rp. 505.202.200,-  (sesuai tanggal pernikahan mereka 05-05-2022), dibayar tunai.” Ucap wali Rena yaitu pamannya Hardi.


 


“Saya terima nikahnya dan kawinnya Renata Austin binti Brahma Aditya, dengan mas kawinnya yang tersebut, tunai.” Ucap Kenan dengan lancar.


 


“Bagaimana saksi?” penghulu bertanya pada saksi yang hadir.


“SAH,” jawab saksi bersamaan.


 


Pernikahan mereka akhirnya berjalan dengan khitmad dan kehidupan baru Rena dan Kenan dimulai. Terlihat raut kebahagiaan kedua sejoli itu. Para tamu yang datang juga tampak berbahagia dan mengucapkan selamat kepada mereka.


 


Hanya dua orang yang merasa tidak senang dalam acara itu, yaitu Alvian dan Anastasya.


“Bagaimana mas, mereka telah melangsungkan pernikahan mereka saat ini dan telah sah menjadi suami istri,” ujar Anastasya yang kini berada di dekat Alvian.


 


“Biarkan mereka menikmati kebahagiaan mereka, karena setelah hari ini pernikahan mereka akan seperti neraka. Kau masih ingat tugas yang aku berikan padamu kan?” pungkas lelaki itu dengan seringai jahat diwajahnya.


 


“Tentu, aku tidak akan melupakannya,” Anastasya tersenyum picik.


 

__ADS_1


***


Saat ini mereka tengah berada di resepsi pernikahan tepatnya di apartemen Rena yang cukup luas dan mewah. Kedua malaikat kecil, Dhafi dan Belvana hadir membawakan seikat bunga untuk Rena, langkah kecil itu berjalan kehadapan sang ibu dan ayah sambungnya memberikan buket bunga untuk Rena.


 


Semua mata tertuju pada kedua bocah kecil menggemaskan itu. Tak luput pula Alvian yang memperhatikan buah hatinya. Diandra sang nenek menatap haru pada kedua cucu mungilnya, tanpa terasa buliran beningnya mengalir membasahi pipinya.


 


Alvian yang berada disisi sang ibu merangkul sang ibu sambil menugusap lengan sang ibu. Menguatkannya. Antara bahagia dan terharu, serta kerinduan dengan sang cucu membuat Diandra tak bisa membendung perasaannya. Dirinya telah berdamai dengan Kenan setelah mendengar nasihat dari ART nya Nilam. Jadi Diandra berusaha mengikhlaskan semuanya.


 


Selesai acara pernikahan, yang berlangsung dari pagi hingga malam. Tibalah saatnya pengantin untuk beristirahat. Kenan tengah bersiap menunggu Rena di kamar. Seperti kebiasaan di tempat Rena, pengantin wanita akan datang ke kamar dengan membawakan hidangan berupa makanan dan minuman untuk sang suami.


 


Ketika Kenan tengah menunggu kedatangan Rena, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamarnya. Kenan yang merasa sangat bahagia, mengira itu adalah Rena. Dengan sigap dia membukakan pintu kamar tanpa melihat siapa yang muncul langsung memeluk wanita yang berada di pintu kamarnya.


“Akhirnya kamu datang sayang,” Kenan memeluk wanita itu dengan erat.


Sang wanita yang menutupi wajahnya dengan kerudung hanya berdehem, membuat Kenan merasa penasaran dan menariknya ke dalam. Lalu membuka kerudung wanita itu.


 


Dan di saat bersamaan, Rena yang asli membuka pintu kamar dengan menampilkan senyuman terindahnya, tapi seketika senyuman itu berubah menjadi air muka yang tegang, sekelabat rasa bahagia sirna menjadi rasa kecewa dan sakit hati, ketika melihat suami yang baru saja menikahinya dan mengucapkan ijab qabul bersamanya tengah bersama wanita lain dan memeluk wanita itu dengan mesra.


 


Anastasya yang melihat ekspresi terkejut Rena bukannya melepaskan pelukan itu. Malahan dia memeluk Kenan dengan bersandar didada bidang pria itu.


Kenan berusaha melepaskan pelukannya tapi wanita itu malah mengeratkan pelukannya sambil menatap sinis pada Rena.


 


“TIDAK!!!” Rena berteriak histeris. Hidangan yang dibawanya seketika jatuh kelantai. Berhamburan dan berantakan.


Orang-orang yang mendengar teriakan Rena, berhamburan menuju kamar Rena dan melihat apa yang tengah terjadi. Betapa terkejutnya mereka melihat Rena yang begitu sesak sementara pengantin prianya sedang berpelukan dengan wanita lain.


“Lepaskan aku Ana!!!” Bentak Kenan padanya.


Setelah melihat Alvian berada disana, Anastasya baru melepaskan pelukannya.

__ADS_1


Sedangkan Rena tidak bisa berkata sepatah katapun. Lidahnya menjadi kelu, seluruh tubuhnya tiba-tiba membeku dan nafasnya begitu sesak. Akhirnya wanita malang itupun pingsan tepat di pintu kamarnya.


 


“Keterlaluan! Apa yang kalian lakukan pada menantuku?” hardik Diandra pada kedua orang itu.


 


“Mom, ini ga seperti yang momy lihat. Aku ga melakukan apapun mom,”  Kenan mencoba membela dirinya.


 


“Dasar playboy. Kalau kau tidak bisa melepaskan kekasihmu mengapa kau menikahi Rena?” fitnah Alvian padanya.


“Tutup mulutmu mas Alvian, ini tidak seperti yang kalian duga. Ini salah paham. Aku dan Anastasya tidak punya hubungan apapun,” Kenan mencoba menjelaskan.


 


Semua orang yang berada di kamar itu dan melihat apa yang tengah terjadi tidak tahu harus mempercayai siapa. Mereka hanya mencoba menyelamatkan Rena yang pingsan dengan memanggil ambulance dan membawanya ke rumah sakit.


 


Kenan yang merasa khawatir mengekori Rena masuj ke ambulance, tapi dengan lancang Alvian mencegahnya. “Kau sebaiknya jangan ikut. Jika Rena melihatmu dia pasti akan terluka. Kau sudah menyakitinya,” ucap lelaki itu dengan penuh amarah.


 


“Tapi aku suaminya. Aku berhak mengetahui keadaan istriku,” lirih Kenan.


Alvian berdecih sambil menutup pintu ambulance kemudian menyuruh supir segera pergi meninggalkan  Kenan.


Semua orang kini meninggalkan Kenan dan sibuk dengan Rena yang sedang kritis. Hanya dua orang yang masih tinggal di sana, Jesica dan Troy. Kedua itu memperhatikan semua yang terjadi dan memilih mendengarkan Kenan.


"Kenan, jangan bersedih aku tahu kau tidak mungkin berbuat serendah itu," Jesica menghampiri Kenan yang terlihat frustasi.


"Aku tidak tahu bagaimana Rena bisa melihatku dalam keadaan buruk seperti itu," sesal Kenan sambil menahan laju air matanya.


"Menangislah bos jika itu diperlukan. Meskipun pria terkadang kita harus menangis untuk meluapkan rasa sakit," tukas Troy pada Kenan.


Kenan memeluk lelaki itu dan tubuhnya berguncang hebat. Dia benar-benar tak sanggup menahan tangisnya. Sungguh hatinya sangat terluka saat ini.


"Ken, ayo kita segera ke rumah sakit. Rena pasti membutuhkanmu," bujuk Jesica padanya.


Dengan sigap Kenan menghapus air matanya kemudian mereka pergi ke rumah sakit menemui Rena.

__ADS_1


 


__ADS_2