
Pagi itu Ryan telah sampai lebih awal di kantor, Ryan saat ini ditunjuk Rena untuk menggantikan tugasnya selama Rena cuti untuk pernikahannya. Dirinya tengah disibukkan dengan berbagai macam dokumen yang harus ditanda tangani. Belum lagi jadwal meeting ysng begitu menumpuk.
Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu ruangannya.
"Ya, silahkan masuk," tukas lelaki itu sembari duduk dikursi kerjanya.
"Maaf pak, saya mau memberikan dokumen yang harus ditanda tangani dan ada jadwal meeting untuk siang ini," jelas Anastasya yang baru saja masuk ke ruangannya sambil membawa beberapa dokumen penting.
"Hm, taruh saja dimeja nanti akan saya periksa," pinta lelaki itu tanpa melihat ke arah wanita yang berdiri dihadapannya.
Merasa tidak ada kepentingan lagi dirinya segera keluar dari ruangan itu, tapi seseorang menghentikan langkahnya.
"Tunggu Ana, " Ryan menatap ke arah wanita yang memunggunginya.
"Ya pak, ada apa?" wanita itu membalikkan tubuhnya memperhatikan Ryan.
"Aku mau bertanya padamu, mengenai kejadian saat pernikahan Rena kakakku, aku mau tahu itu benar-benar insiden atau kau merencanakannya dengan Alvian?" selidik lelaki itu sambil memperhatikan Ana.
Mendengar pertanyaan Ryan, seketika wajah gadis itu menjadi pias. Dia tidak tahu harus menjawab apa, dia takut kalau dia jujur pasti Alvian akan memarahinya. Jika dia tidak jujur pasti Ryan akan marah besar dan mungkin saja pria akan memecatnya. Dia bingung harus bagaimana.
"Kau tidak bisa menjawab pertanyaanku?" Ryan menatap gadis itu dengan tatapan intimidasi.
"Maaf pak, saya tidak mungkin berani mengganggu hubungan bu Rena dan pak Kenan. Itu semua hanya salah paham," pungkas wanita itu dengan gugup.
Dia tidak berani menatap mata Ryan, karena takut pria itu marah padanya.
"Sebenarnya aku punya penawaran bagus untukmu, jika kau mau jujur padaku," Ryan mencoba bernegosiasi padanya.
"Maksud bapak?" Anastasaya heran dengan ucapan lelaki itu.
__ADS_1
"Jika kau jujur, aku akan membantumu melunasi biaya pengobatan orang tuamu. Kamu pernah bilang kamu kembali bekerja disini untuk membantu biaya rumah sakit ayah kamu bukan?"
"Benar pak," ucap gadis itu lirih.
"Jujur saja, Alvian yang telah menyuruhmu kan?" Ryan sedikit menekannya.
"Maaf pak, itu benar-benar murni kecelakaan saya tidak bohong," gadis itu masih kekeh dengan pendiriannya. Dia tidak ingin menjelaskan keterlibatan dirinya dan Alvian.
"Kamu yakin?" tanyanya lagi pada Ana.
"Ya pak, saya yakin sekali. Oh ya pak, jika tidak ada yang akan dibicarakan lagi saya pamit dulu ya," wanita itu bergegas untuk meninggalkan ruangan Ryan. Dia tidak ingin terlibat banyak percakapan dengan lelaki itu.
Ryan hanya menatap Anastasya yang keluar dari ruangannya. Apa sebenarnya yang dipikirkan gadis itu sehingga tidak mau mengakui semuanya.
***
Ditempat berbeda, Adrian baru saja kembali ke Inggris. Lelaki muda itu telah sampai di sebuah rumah mewah miliknya. Baru saja sampai di depan pintu rumah itu, seorang wanita cantik menghampirinya.
"Hmm, " jawabnya singkat.
Sikap lelaki itu berubah seratus delapan puluh derajat manakala dirinya bertemu dengan wanita ini. Berbeda sekali ketika dirinya bertemu dengan Jenita penuh keramahan dan rasa cinta.
"Apa kau mau aku buatkan kopi atau teh? atau mungkin kau mau makan? Biar aku minta bibi menghangatkan makanan," wanita muda itu berbasa basi pada Adrian.
"Kau tidak perlu repot-repot, aku sudah makan tadi, Stevany" ucapnya dingin pada wanita itu. Kemudian dia masuk ke dalam kamarnya.
Wanita yang menanti kedatangan Adrian saat ini adalah istrinya. Mereka dijodohkan karena orang tua Adrian dan orang tua Stevany adalah rekan bisnis. Mereka sengaja menjodohkan putra putri mereka demi menyatukan perusahaan mereka. Pernikahan itu pulalah yang membuat Adrian tiba-tiba menghilang dari Jenita sehingga membuat mereka sempat kehilangan kontak untuk beberapa waktu.
Adrian bukan sedang mempermainkan perasaan Jenita, pada hakikatnya dia sangat mencintai Jenita dan satu-satunya wanita yang sangat dicintainya dari dulu hingga detik ini adalah Jenita. Hanya saja dia tidak bisa menjauh dari Stevany, karena wanita itu sangat mencintai Adrian.
__ADS_1
Stevany menatap lirih pada sang suami yang berlalu begitu saja ke dalam kamar tanpa menanyakan kabar dirinya, sakit! memang sangat sakit yang dia rasakan, tapi dia tidak akan menyerah begitu saja. Meskipun telah menikah selama dua tahun benih-benih cinta itu belum juga muncul dihati Adrian untuknya. Padahal Adrian tahu betul wanita itu akan melakukan apapun demi mendapatkan cintanya.
Aku tahu Adrian, kau masih belum bisa membuka hatimu untukku tapi cepat atau lambat aku pastikan kau tidak akan memikirkan wanita manapun selain diriku. Stevany bergumam getir melihat sikap sang suami yang dingin padanya.
Tidak ada cinta sedikitpun dihati lelaki itu untuknya. Bahkan saat malam tiba, lelaki itu menghilang begitu saja dan tengah menikmati percintaan panasnya bersama para ****** diluaran sana. Hal itulah yang selalu dilakukannya untuk melampiaskan rasa kecewanya.
"Hai kenapa kau duduk sendirian Stevi?" seorang pria nampak mendekati Stevany yang sedang duduk termenung dibalkon.
"Kau rupanya Antony, aku hanya menikmati keindahan London dimalam hari, " wanita itu tersenyum lirih padanya.
Antony adalah saudara kembar Adrian, lelaki itu adalah saksi dari bagaimana terjadinya pernikahan saudara kembarnya Adrian dengan Stevany.
"Apa kau sedang memikirkan suamimu saat ini?" pancing lelaki itu padanya.
"Aku tahu Antony, dia sengaja melakukan semua ini padaku. Dia ingin membuatku tak nyaman bersamanya, tapi aku sangat yakin dia pasti akan mencintaiku," wanita cantik itu tersenyum meskipun hatinya sangat gelisah saat ini.
"Apa kau sangat yakin dia akan membalas cintamu? apa kau tidak melihat bagaimana selama ini dia memperlakukanmu?" tandas lelaki itu lagi padanya.
"Sudahlah Antony, kau tidak perlu mengingatkanku akan hal itu lagi. Aku tahu apa yang sedang aku lakukan dan kau ... Kau tahu pasti bagaimana aku dan Adrian saling mencintai," kilah wanita itu menepis ucapan saudara iparnya.
"Cinta kau bilang? cinta macam apa yang kau maksud? bukankah selama ini kau hanya mencintai sendiri, sedangkan Adrian hanya melakukan apapun yang dia suka semaunya," pungkas lelaki itu padanya.
Antony sangat tahu bagaimana hubungan tak sehat diantara saudara kembarnya dan sang istri itu.
"Ini bukan cinta Stevy, cinta itu saling memberi dan menerima bukan saling menyakiti seperti yang terjadi antara kau dan Adrian. Ini hanya obsesimu Stevy. Kau tidak mencintainya tapi terobsesi padanya," sambung lelaki itu lagi. Mencoba menyadarkan wanita itu.
"Tutup mulutmu Antony. Kau tidak mengerti apa yang kurasakan. Aku mencintainya melebihi apapun bahkan diriku sendiri. Jadi kau tidak perlu mengajarkanku tentang cinta. Kenapa kau tidak melihat pada dirimu sendirri?" ketus wanita itu sambil menatap tajam padanya.
Sontak saja ucapan Stevany membuatnya tertohok, yang diucapkannya benar. Karena sampai detik ini Antony belum juga memiliki istri. Jangankan seorang istri, kekasihpun dia tak punya. Tidak perlu ditanya mengapa dia seperti itu, sosok yang dicintainya itu tidak akan mungkin bisa dimilikinya karena sejatinya wanita yang dicintainya lebih memilih saudara kembarnya, Adrian.
__ADS_1
Ya, benar. Alasan Antony tidak menginginkan wanita manapun sampai saat ini karena dia sangat mencintai kakak iparnya itu yang lebih dahulu dia kenal dibanding Adrian mengenal wanita itu.
Adrian terdiam seribu bahasa saat ucapan Stevany tepat sasaran padanya. Dirinya tidak bisa menyangkal kalau sampai saat ini hanya wanita itu yang ada dihatinya.