Love Betrayal

Love Betrayal
Cedereyn Diculik


__ADS_3

Pagi itu, Cedereyn merasa dirinya sudah mulai membaik dengan perlahan dirinya mencoba untuk berdiri sendiri dengan berpegangan pada meja dan sisi ranjang dirinya mencoba bangkit perlahan, tapi karena tubuhnya belum begitu kuat menopang berat badannya diapun terjatuh.


 


Namun ada tangan yang langsung menyambut tubuh ringkihnya, sehingga tubuhnya tidak terhempas begitu saja.


 


“Kau sudah bangun? Kenapa tidak memanggilku jika kau membutuhkan sesuatu?” Axelle dengan sigap membantu Cedereyn dan gadis itu terkesiap melihat kehadirannya.


 


“Ma ... maafkan aku, aku hanya mencoba untuk berdiri tapi sayangnya kakiku belum terlalu kuat untuk menopang tubuhku,” ringis gadis itu sambil berusaha duduk.


 


“Kau ingin mencoba berjalan?” Axelle memperhatikan raut wajah Cedereyn yang terlihat murung.


 


Gadis itu hanya menganggukkan kepalanya, Axelle yang mengerti langsung mengajaknya berdiri perlahan dan mengajaknya berjalan dengan pelan. Cedreyn melangkahkan kakinya perlahan. Terasa kaku, karena telah lama tidak digerakkan anggota tubuhnya terasa kaku, tapi dirinya masih mencoba untuk menggerakkan kakinya perlahan. Kini diapun berjalan layaknya seorang anak kecil yang baru belajar berjalan. Dengan tertatih dirinya berjalan, ada rasa ngilu menjalar ditubuhnya, terlihat jelas saat dirinya meringis menahan sakit.


 


“Apa itu sakit? Axelle merasa iba terhadapnya.


“Tidak apa-apa, aku bisa mencobanya. Bantu aku,” pintanya lagi dengan wajah penuh harapan.


 


Axelle mengerti dengan keinginan gadis itu, dirinyapun dengan sabar menuntun gadisnya untuk berjalan. Agak lama, tapi kesabaran Cedereyn membuahkan hasil. Wanita muda itu akhirnya bisa berjalan dengan pelan.


 


“Kau lihat Axe, aku bisa melakukannya?” ujar Cedereyn merasa bahagia, tak terasa buliran bening itu membasahi wajah cantiknya.


 


Axelle yang terharu melihatnya langsung memeluk tubuh mungil Cedereyn. Ini suatu keajaiban karena dokter pernah memvonis bahwa akan sedikit kemungkinan Cedereyn bisa sembuh tapi Tuhan selalu mempunyai cara tersendiri untuk menunjukkan kuasanya.


 


"Axe, aku ingin jalan keluar apartemen. Bisakah kau menemaniku?" pinta Cedereyn pada Axell.


“Baiklah, ayo aku antarkan?” Axelle telah membawa

__ADS_1


Gadis itu dengan kursi roda dan mempersilakan Cedereyn masuk kemobilnya.


 


“Ah, kau tunggu aku sebentar ya. Kunci mobilku ketinggalan di apartemen,” Axelle segera bergegas menuju apartemennya dan meninggalkan Cedereyn di dalam mobil yang terletak di basemen.


 


Ah, sial mengapa kunci mobil saja sampai ketinggalan, Axelle merutuki dirinya sendiri, karena kelalaiannya dia harus rela menaiki lift ke atas kembali supaya bisa mengambil kunci mobilnya yang ketinggalan.


 


Axelle mencari-cari dimana dia meletakkan kunci mobilnya. Dia lupa, seingatnya dia letakkan di atas nakas tapi ternyata tidak ada di sana, Axelle membongkar laci dan juga lemarinya, dapat ! Ternyata kunci itu ada di laci. Axelle mengambil kunci itu dan bergegas turun ke bawah.


 


Pasti Cedereyn telah menunggu terlalu lama,


“Ced, maaf aku lupa dimana meletakkan kunci mobilnya jadi aku sedikit lama mencarinya. Maaf membuatmu ...” Axelle bicara sambil menuju ke mobil dan ucapannya terhenti tatkala dia tak menemukan Cedereyn di dalam mobil.


 


Kemana perginya gadis itu? Bukankah dia baru saja sembuh? Bagaimana mungkin dia menghilang begitu saja? Axelle benar-benar kebingungan dan panik. Cedereyn menghilang dalam sekejap, dirinya mencari ke sekitaran basement berharap akan menemukan gadis itu tapi ternyata gadis itu tak ditemukannya.


 


 


Tiba-tiba seseorang menepuk pelan pundaknya. Axelle mendongakkan kepalanya memperhatikan siapa yang baru saja menyentuhnya. “Troy,”


“Kenapa kau terlihat begitu frustasi bro? Apa yang terjadi?” Troy heran melihat sahabatnya.


“Ced ... Cedereyn menghilang,” ucap Axelle terbata-bata.


“Bagaimana bisa? Bukannya dia bersamamu setiap waktu?” Troy duduk di dekat Axelle untuk mengetahui apa yang terjadi.


“Iya, tadinya Cedereyn ingin belajar jalan dan aku sudah menuntunnya hingga dia bisa berjalan sedikit demi sedikit. Lantas dia memintaku untuk mengajaknya keluar, tapi karena aku lupa membawa kunci mobil aku menyuruhnya menunggu di sini tapi saat aku kembali dia malah menghilang,” jelas lelaki itu dengan wajah paniknya.


 


“Ini pasti perbuatan Grey dan anak buahnya. Aku yakin sekali pasti si brengsek itu yang melakukannya,” Troy mulai terlihat kesal dan emosi.


 


“Aku juga yakin pasti dia yang melakukannya. Tidak mungkin Cedereyn lari dari tempat ini sementara dia saja berdiri belum terlalu kuat,” Axelle membenarkan ucapan Troy.

__ADS_1


 


“Kita harus segera menemukannya Axe, sebelum terjadi sesuatu padanya,” pungkas Troy merasa tidak sabaran.


 


Axelle segera mengekori sahabatnya dan mereka mencari Cedereyn menuju ke kediaman Grey. Kedua pemuda itu tidak peduli apa yang akan terjadi nanti, jika memang harus terjadi baku hantam ataupun pertumpahan darah mereka akan hadapi itu, karena yang terpenting saat ini keselamatan Cedereyn.


"Berani sekali b******n itu menculik Cedereyn, awas saja kalau sampai aku menemukannya. Akan kuhabisi dia," geram Troy sambil menatap lurus ke depan jalan.


Sementara Axelle tetap fokus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dirinya masih larut dalam pemikirannya sendiri.


Dimana kau Ced? Aku sangat mengkhawatirkanmu monolog lelaki itu dihatinya.


***


Terdengar suara kekehan beberapa lelaki di suatu ruangan memecah keheningan malam. Sementara di hadapan mereka ada seseorang yang sedang terikat tangan dan kakinya dikursi. Mulut tersumpal dengan kain pengikat dan matanyapun tertutup oleh kain hitam, tapi orang itu tak melakukan perlawanan ataupun memberontak, sepertinya dia sedang tak sadarkan diri.


Salah seorang diantara mereka mendekati orang itu kemudian menarik dengan kasar kepala orang itu dan membuka penutup wajahnya. Terlihat seornag gadis yang tak sadarkan diri disana.


"Kau pikir akan semudah itu menghindariku Ced? Aku takkan melepaskanmu. Kau harus bekerja untukku," geram lelaki itu sambil menekan setiap ucapannya pada wanita dihadapannya. Tapi si wanita masih terpejam tak melakukan perlawanan.


Benar, wanita itu adalah Cedereyn. Dirinya telah diculik oleh orang suruhan Grey dan saat ini Grey dan kawanannya berada dihadapan Cedereyn.


Ketika Axelle menuju ke apartemennya, beberapa orang menghampiri mobil Axelle dan menepuk bahu Cedereyn, karena merasa ada orang yang memanggil, dirinya langsung membalikkan tubuhnya dan seketika itu juga orang-orang itu menyemprotkan cairan ke wajah gadis itu sehingga membuatnya tak sadarkan diri dan terjatuh. Dengan sigap para lelaki itu menggendongnya ke mobil yang mereka bawa kemudian mengikat kaki, tangan dan membekap mulut Cederyn. Tak lupa pula mereka menutupi wajah gadis itu dengan kain hitam supaya dia tidak melawan jika sewaktu-waktu tersadar diperjalanan.


"Bos, apa yang harus kita lakukan pada wanita ini?" Tony menghadap ke arah Grey.


"Ambilkan aku segelas air, " titah lelaki itu padanya.


Tony bergegas mengambilkan segelas air lalu memberikannya pada Grey. Dan dengan kasarnya lelaki itu menyiramkan air itu ke wajah Cedereyn.


"Bangun !!!" hardik lelaki itu pada sang gadis.


Cedereyn yang tak sadarkan diri terkejut bukan main saat merasakan ada sesuatu yang mengenai wajahnya. Dia mengerjapkan matanya saat kesadarannya mulai kembali dan menatap ke sekelilingnya.


"Di ... dimana aku?" Cedereyn merasa bingung dan panik.


"Kau telah kembali ke tuanmu sayang!" geram Grey sambil mencengkram rahang Cedereyn.


"Kau? Bagaimana aku bisa disini?" Cedereyn benar-benar terkejut dan panik melihat Grey dan anak buahnya berada dihadapannya.


"Hei, dengarkan aku! kau lupa ini tempatmu. Baru sebentar kau pergi dariku kau sudah lupa asalmu?" senyum smirk terlihat dari wajah pria itu. Tangannya masih mencengkram rahang gadis itu dengan erat. Membuat si wanita meringis kesakitan.


"Lepaskan Grey, kau menyakitiku,"

__ADS_1


"Kau bilang sakit? Ini belum seberapa sayang. Aku bisa saja menghabisimu sekarang juga kalau aku mau! tapi itu takkan kulakukan karena aku masih ingin kau bekerja denganku!" seringai lelaki itu padanya.


Cedereyn memalingkan wajahnya dan merasa ketakutan atas sikap lelaki itu padanya. Dirinya benar-benar tidak ingin kembali pada pria brengsek itu lagi.


__ADS_2