Love Betrayal

Love Betrayal
Kembali Pulih


__ADS_3

Rena dan keluarga baru saja sampai di rumah. Rena bersama Diandra dan anak-anaknya segera beristirahat di kamar. Sementara Kenan membantu Alvian untuk menggunakan kursi rodanya. Lelaki itu belum sepenuhnya mampu untuk berjalan sendiri. Dengan penuh kesabaran Kenan membantu sang kakak duduk di kursi roda dan mendorong kursi roda itu hingga sampai ke kamar kemudian mengajak Alvian beristirahat.


Selesai mengurus Alvian, Kenan menuju ke kamarnya. Dia melihat sang istri yang tertidur lelap kemudian dirinya mendekat ke arah wanita itu memperhatikan wanitanya yang tertidur dengan lelap. Kenan mengusap kepala wanita itu kemudian mencium kepalanya. Melihat Rena yang tidur dengan lelap membuatnya ingin tidur disisi wanita itu. Kenan membaringkan tubuhnya disamping Rena kemudian memeluknya dari belakang sambil meletakkan wajahnya ke ceruk leher wanita yang berada disisinya. Dia sangat merindukan wanitanya.


Pagi harinya, Kenan telah bangun lebih dulu dia ingin membuat kejutan dengan membuatkan sarapan pagi untuk keluarga dan tak lupa susu untuk bumil, juga buat dua malaikat kecilnya.


"Tuan muda, pagi-pagi begini udah sibuk di dapur. Sini biar bibi aja yang membuatkan makanannya," tukas Nilam sang ART dirumah itu.


"Ga usah bi. Biar saya saja. Sesekali saya yang buatin sarapan buat keluarga biar mereka senang," pungkas lelaki itu sambil tetap melakukan aktifitasnya.


"Kalau tuan muda yang memasak terus saya mesti apa?" tanya sang ART bingung.


"Begini saja, saya mau buatin makanan kesukaan Rena dan anak-anak, sam semua keluarga. Bagaimana kalau bibi bantu saya kasih tahu bumbunya dan cara masaknya biar saya yang melakukan semuanya," pinta pria muda itu pada Nilam.


"Baiklah tuan,"


Merekapun segera meracik bahan makanan yang akan dibuat sesuai dengan kesukaan masing-masing. Mulai dari ayam goreng tepung dengan saos teriyaki kesukaan dua malaikat kecil, ayam goreng, sup jamur untuk Rena, ikan bakar untuk Alvian dan udang asam manis buat sang ibu. Lengkap sudah semuanya. Disela-sela kesibukannya, dua malaikat kecilnya terjaga oleh aroma masakan yang dia buat.


"Dady ... Dady lagi apa?" tanya Belvada sambil menghampiri sang ayah yang sedang sibuk di dapur. Diikuti oleh Dhafi yang masih terlihat mengantuk


"Dady lagi buatin makanan kesukaan kalian sayang," Kenan mencium pipi kedua bocil itu bergantian.


"Dady aku mau lihat dady masak apa?" pinta Dhafi pada sang ayah.

__ADS_1


"Aku juga," timpal Belvada tak ingin kalah dari sang kakak.


Kenan tersenyum memperhatikan tingkah kedua anaknya kemudian dirinya menggendong kedua bocah itu dengan kedua tangannya. Kedua bocah itu tampak begitu antusias melihat masakan Kenan.


"Wah, ayam goreng kesukaan adek," ucap Belvada dan Dhafi kegirangan. Mereka memeluk erat lehe sang ayah dan mencium pipinya bergantian. Kenan benar-benar telah mencuri perhatian kedua anak manis itu.


"Abang sama adek mandi dulu yuk, biar bibi mandiin," bujuk Nilam supaya anak-anak itu tidak bergelayutan pada Kenan.


"Ga mau, maunya dimandiin sama dady," pungkas kedua anak-anak itu menolak ajakan sang bibi.


Alvian yang baru saja keluar kamar mendengar dan melihat pemandangan itu. Dirinya menghampiri mereka, lalu berujar. "Eh anak-anak manis, kasihan dadynya pasti keberatan gendong kalian berdua. Sini mainnya sama om aja. Atau mau om mandikan?" bujuk Alvian pada anak-anak itu.


Dirinya masih belum mengingat semuanya. Meskipun secara fisik dia sudah cukup kuat, tapi ingatannya belum juga pulih. Kedua malaikat kecil itu telah diberi tahukan sebelumnya tentang keadaan Alvian. Jadi mereka tidak terkejut saat ayah kandung mereka menganggap mereka anak Kenan. Anak-anak itu menerimanya.


Kedua bocah itu mengekori Alvian. Mereka memeluk pinggang Alvian.


Hari ini Kenan benar-benar menjadi koki dirumahnya sendiri. Diapun menyajikan makanan itu dibantu oleh bi Nilam. Sungguh dia sangat menyayangi keluarganya.


Selesai menyiapkan makanannya, dia masuk ke kamarnya untuk membangunkan Rena. Wanita itu masih terlelap, dia sangat lelah karena beberapa hari yang lalu dia harus mengurusi Alvian yang kini menjadi kakak iparnya.


"Sayang, bangun. Aku sudah menyiapkan makanan kesukaanmu," Kenan merayu sang istri yang masih terpejam diranjang.


"Ah, sayang sebentar lagi ya. Aku cape sekali," rengek Rena dengan manja.

__ADS_1


"Bangun sayang, anak-anak dan yang lainnya sudah bangun masa kamu mau tidur terus. Kamu ga lagi sakitkan?" Kenan memeluk tubuh sang istri sambil mengusap dahi sang istri. Tidak panas, artinya wanita itu baik-baik saja.


Disaat Kenan memeluk Rena, wanita itu menggeliat dengan khas orang baru bangun tidur, embuat bagian dadanya menyembul dibalik baju tidur yang dikenakannya. Secara tidak sengaja Kenan menatap bagian itu, membuat hasratnya muncul begitu saja. Matanya tidak bisa lepas dari sana sehingga dimatanya istrinya terlihat begitu seksi. Dirinya mendekatkan bibirnya pada bibir wanitanya lalu mencium perlahan, tapi cukup lama. Wanitanya membalasnya dengan memberikan ciuman hangat dipagi hari dan melingkarkan tangannya kepundak pria yang berada dihadapannya. Mereka saling membalas, mengecup dan *******. Hingga ciuman kecil berubah menjadi hasrat yang begitu menuntut.


Kenan memeluk erat pinggang sang istri sambil mengusap punggung sang istri yang ternyata polos pagi itu. "Sayang kamu, memang selalu seperti ini kalau tidur? atau kamu sengaja untuk memancingku?" bisik pria itu pada Rena sambil menggigit pelan ujung telinga wanita itu, melanjutkan dengan menciumi leher jenjang dan pundak wanitanya.


"Sayang, kamu yang menggodaku," pungkas Rena sambil memejamkan mata menikmati setiap sentuhan lelaki itu. Wanita itu membalas mengusap pelan kepala prianya.


"Kau nakal sekali sayang," Kenan semakin candu untuk mencium dan menelusuri tiap bagian tubuh wanita yang nwrada dihadapannya, tanpa perlu bertanya dirinya menanggalkan semua pakaian yang melekat ditubuh Rena. Melihat wanitanya dalam keadaan polos membuat birahinya semakin meningkat dan Kenan langsung menyerangnya dengan lembut dan penuh cinta.


"Sayang pelan-pelan. Nanti dedeknya kaget," ujar Rena ketika merasakan pergerakan Kenan mulai sedikit kuat diarea intinya. Ada sedikit rasa sakit dirasakannya.


"Maafin dady nak. Dady akan melakukannya pelan-pelan nak," ucap Kenan sambil mengelus perut Rena yang terlihat mulai membuncit, kemudian memperlambat tempo permainannya.


Mereka saling bertukar saliva dan juga bertukar peluh hingga mencapai hasrat mereka. Setelah melakukan pelepasan keduanya berbaring untuk beristirahat. Kemudian membersihkan dirinya.


"Dady!!! Momy!!! kok lama banget sich katanya mau makan bareng?" teriak kedua bocah kecil itu mencari kedua orang tuanya yang belum muncul juga.


"Sabar sayang, momy kalian mungkin masih capek," Alvian mengusap pucuk kepala kedua bocah itu memberi pengertian pada mereka.


Bagaimana mereka tidak sedikit bosan karena sudah hampir setengah jam setelah Alvian memandikan dan merapikan mereka. Kenan dan Rena belum juga muncul.


"Hai anak-anak, hai mom, mas Alvian," maaf ya kami sedikit lama," Kenan salah tingkah sambil senyum-senyum bahagia.

__ADS_1


"Mengapa kalian lama sekali?" selidik Diandra pada anak dan menantunya.


Kenan dan Rena hanya saling menatap malu-malu, tapi Alvian mengerti saat Rena berusaha menutupi lehernya dengan kerah bajunya yang rendah. Alvian hanya manggut-manggut sambil tersenyum mengerti dengan apa yang telah terjadi diantara kedua orang itu.


__ADS_2