Love Betrayal

Love Betrayal
Kejutan untuk Kenan


__ADS_3

Stevany masih shock dengan apa yang telah dilakukan Antony padanya. Dia tidak menduga pria itu akan kehilangan kendali seperti itu. Dia masuk kedalam kamar lalu mengunci kamarnya agar tidak ada yang mengganggunya. Dia butuh ruang untuk menetralisasikan dirinya.


Dia mengambil selimut dan menutupi seluruh tubuhnya, cukup lama dia mencoba memejamkan matanya tapi tetap saja belum bisa terlelap. Begitu juga dengan Antony, dia sungguh tidak menyangka dirinya akan melakukan perbuatan itu pada saudara iparnya. Memang malam itu dia benar-benar kalut dan melampiaskannya dengan minuman tapi sayangnya hal itu juga yang membuatnya hampir saja menodai istri saudaranya. Antony sangat menyesal dengan apa yang telah dia perbuat.


Setelah beberapa lama akhirnya kedua orang itu bisa memejamkan mata dan mulai terlelap hingga


***


Dikediaman Kenan, ada seseorang mengetuk pintu mansion besar itu. ART mereka yang mendengarkan langsung membukakan pintu.


"Paket," ujar seorang pria disana memberikan paket yang diantarkannya.


"Terimakasih mas," kata ART, kemudian mengantarkan paket bertuliskan nama Rena kepada pemiliknya.


"Nyonya ada paket," ujar asisten itu sambil memberikan amplop tipis pada Rena.


"Apa itu yang?" tanya Kenan pada Rena.


"Ga tau ni yang. Ada yang ngirim paket buat aku. Padahal aku ga order apa-apa," pungkas wanita itu padanya.


"Coba buka aja, mungkin penting," imbuhnya pada Kenan pada istrinya.


Rena membuka amplop itu keduanya sangat penasaran dengan isi amplop itu dan betapa terkejutnya mereka saat melihat isi dari amplop yang baru saja dibuka. Terlihat foto Kenan dan Anastasya yang sedang bermesraan.


Sontak saja Rena yang melihat foto mesra antara suaminya dan orang tuanya, tanpa terasa buliran bening mengalir diwajah sendu Rena. Dia benar-benar merasa sesak dalam hatinya. Sementara Kenan yang melihat sang istri yang terlihat tidak baik-baik saja, langsung menghampiri sang istri.


"Sayang aku bisa jelasin semuanya. Aku ga tahu bagaimana ini semua bisa terjadi. Ini semua diluar kendaliku," jelas Kenan dengan gugup.


Rena tidak memberikan reaksi apapun, dirinya merasa lemah dan rasanya seluruh tulangnya melunglai. Pandangannya mulao menggelap dan akhirnya dia tak sadarkan diri.


"Sayang ... sayang, bangun yang," Kenan panik dengan kondisi Rena. Kemudian dia menggendong Rena ke atas sofa, lalu menelpon dokter. Segera dokter mendatangi rumah mereka. Dokter muda itu mengecek keadaan Rena.

__ADS_1


"Selamat pak Kenan, istri anda sedang hamil," pungkas dokter itu padanya.


Kenan sangat senang mendengarnya mata pria tampan itu langsung berbinar mendengar berita kehamilan sang istri. Sedangkan Rena yang masih terbaring lemah di ranjang juga merasa sangat bahagia.


"Yeay ... kita punya adek," sorak sorai gembira terdengar dari mulut duo bocil yang sangat mendambakan adik.


Diandran yang berada disana menunggu Rena siuman, mendengar ucapn sang dokter juga terlihat senang. Dirinya akan menjadi oma lagi.


"Momy senang sekali mendengarnya nak, dijaga baik-baik ya calon cucu momy," ujar wanita paruh baya itu penuh harap.


***


Malam harinya Kenan masih ingin bercerita pada sang istri. Dia masih ingin menjelaskan kesalahpahaman dari foto-foto syur itu. Kenan sungguh tidak menyangka kakaknya masih ingin menjatuhkan dirinya dihadapan Rena.


"Sayang kamu ga marah kan sama aku?" tanya Kenan sambil duduk didekat Rena yang sedang asyik mengajar sang anak.


Seperti biasa, setiap malam Rena pasti sibuk menemani anak-anaknya belajar. Meskipun pagi sampai siang disibukkan dengan pekerjaan kantor, dirinya tidak ingin melewatkan kesempatan untuk bersama buah hatinya.


"Marah kenapa mas? aku dari tadi cuma sama anak-anak," ujar Rena sembari menunjukkan pada sang anak pelajaran mereka.


"Udah mas, ga perlu dipikirkan. Sejauh ini aku masih percaya sama kamu. Aku tahu pasti mas Alvin yang menyuruh Ana melakukan itu. Nanti aku kasih teguran aja, biar dia ga berbuat seperti itu lagi," ucap Rena menenangkan suaminya.


Rena memang seperti itu. Sesakit apapun perasaannya dia pasti tetap menunjukkan sikap baiknya. Dia akan selalu lebih dulu memaafkan dari pada menyimpan rasa sakit hati. Kenan sungguh beruntung karena memiliki wanita sebaik Rena.


"Makasih Ren karena kamu mau mengerti posisi aku. Aku takut kalau kamu bakal kecewa sama aku terus meninggalkan aku," Ada rasa penyesalan mendalam pada diri pria muda itu.


Rena yang memahami kekhawatiran Kenan, menatapnya dengan sendu. "Sayang, sekarang kita udah mau punya baby jadi apapun yang terjadi kita akan tetap sama-sama. Aku ga akan membiarkan orang lain menghancurkan rumah tanggaku lagi," tegas Rena yang sukses membuat Kenan menjadi bersemangat lagi.


"Aku janji Rena, aku ga akan terjebak lagi oleh wanita manapun," pungkas Kenan penuh semangat.


"Momy dan dady ga boleh berpisah seperti dady Alvian. Abang sama adek ga mau kehilangan dady kayak dulu lagi," keluh dua malaikat kecik itu.

__ADS_1


Tidak dosangka-sangka kedua anak kecil itu menyimak pembicaraan mereka. Padahal mereka bicaranya sudah agak jauh dari si kecil tapi mereka menyimak ucapan kedua orang tuanya itu.


"Ga sayang. Momy dan dady ga akan pisah. Kita akan bersama selamanya nak," bujuk Kenan pada dua anak kecil itu.


***


Di rumah sakit, Adrian masih setia menunggu kesembuhan Jenita. Perempuan muda itu masih belum bisa keluar dari ruang rawat karena kondisi tubuhnya yang belum fit. Sementara itu Jesica menatap pria itu dengan kesal.


"Adrian, bisa kita bicara?" pinta wanita itu padanya.


"Iya Jes, apa yang ingin kau bicarakan," lelaki itu berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Jesica.


Sengàja Jesica mengajaknya bicara empat mata di taman, karena dia ingin bicara empat mata dengan pria itu.


"Adrian, sebaiknya kau pergi saja dan kembalilah pada istrimu. Kau tidak akan mungkin menikahi Jenita dalam keadaan seperti ini," ucap Jesica sambil menatap lurus ke depan. Wanita itu tampak enggan menatap Adrian.


" Aku mengerti dengan kekhawatiranmu Jes, tapi aku bisa pastikan semua akan baik-baik saja selama kau mau mengikuti apa yang aku ucapkan. Percayalah Jes, aku tidak mungkin meninggalkan Jenita dan calon anakku," jelas lelaki itu padanya.


"Apa kau tidak memikirkan tentang perasaan istrimu?" cecar wanita itu padanya.


"Hubunganku dengan Stevany tidak baik sejak awal. Pernikahanku dengannya hanyalah pernikahan toxic karena sejatinya aku tidak pernah mencintainya sebagai seorang suami melainkan hanya sebatas rasa sayang terhadal saudara," jelas lelaki itu dengan lirih.


"Apa maksudmu? Kalau kau tidak mencintainya untuk apa kau menikahinya?" tanya Jesica tidak paham dengan jalan pikiran lelaki itu.


Sulit baginya memahami hubungan pernikahan yang sedang dijalani Adrian saat ini.


"Intinya aku menikahinya karena perjodohan. Awalnya aku pikir dengan menerima perjodohan, seiring dengan berjalannya waktu akan tumbuh benih-benih cinta antara aku dan Stevy, namun sayangnya itu semua tidak pernah terjadi. Malah yang ada aku hanya kami hanya menyakiti satu sama lain," Adrian merasa sedikit tercekat saat menceritakan hubungan pernikahannya.


"Maaf aku tidak bermaksud membahas hubungan pernikahanmu. Aku hanya tidak ingin adikkku dianggap pelakor," jelas Jesica lagi padanya.


"Kau tenang saja. Serahkan semuanya padaku, percayalah aku akan mengakhiri pernikahanku dengan Stevy dan aku akan membuat Jenita sebagai satu-satunya cinta sejatiku," pinta lelaki itu sedikit memohon padanya.

__ADS_1


"Baiklah jika itu yang kau mau. Aku akan mwmberikanmu kesempatan, tapi ingat ini kesempatan pertama dan terakhir yang kau punya. Jangan sampai kau sia-siakan," tegas Jesica pada Adrian.


Wajar jika Jesica jadi overthinking karena dia tidak ingin Jenita terluka oleh pria yang telah menikah itu.


__ADS_2