Love Betrayal

Love Betrayal
Menyambut Kedatangan Menantu


__ADS_3

Setelah beberapa hari di rumah sakit, akhirnya Rena telah diizinkan pulang. Kenan dan anak-anak merasa sangat bahagia dengan kepulangan Rena. Begitu juga dengan Diandra, untuk pertama kalinya dirinya menyambut Rena sebagai istri dari Kenan. Rena melangkahkan kakinya ke mansion, ada perasaan gugup bercampur bahagia.


Seperti kebiasaan pada umumnya, seorang menantu perempuan akan dibawa ke rumah suaminya dan akan disambut oleh keluarga suami. Melalui berbagai prosesi adat. Sesuai janji Kenan, dia akan mengadakan pesta untuk menyambut kedatangan Rena. Kali ini dirinya ingin membuat acara penyambutan kedatangan Rena sebagai menantu rumah keluarga Manaf sesuai dengan adat. Kenan ingin membuat acara pernikahannya menjadi sesuatu yang berkesan baginya dan Rena.


Pihak keluarga Kenan langsung mendatangi kediaman Rena sajian adat. Mereka berniat membawa menantu mereka ke rumah mereka. Seperti kebiasaan yang seharusnya, setelah menikah menantu perempuan akan diboyong ke rumah pihak pria dan tinggal dirumah keluarga sang pria.


"Kami selaku keluarga pihak pria, ingin mengundang menantu kami dan pihak keluarga untuk datang ke rumah kami," tukas Diandra ibunya Kenan.


Kedatangan keluarga Kenan saat ini diwakilkan oleh Alvian bersama sang ibu. Mereka disambut hangat oleh pihak keluarga Rena.


"Tentu saja bu besan, kami selaku keluarga Rena akan dengan senang hati untuk menghadiri acara itu, bukankah begitu Rena?" sang paman merasa sangat bahagia melihat Rena mendapatkan pria yang dicintainya.


Rena yang berada didalam kamar mendengar pembicaraan mereka, dirinya terkejut dan tersenyum malu-malu. Dia sangat bahagia melihat kedatangan keluarga Kenan dirumahnya saat ini. Meskipun ada Alvian beserta mereka tapi Rena akan tetap berusaha menetralkan perasaannya. Dia tidak ingin kejadian yang lalu terulang lagi. Karena yang ada dalam pikirannya saat ini bagaimana ikatan pernikahannya dengan Kenan menjadi lebih baik.


"Kami mohon maaf jika kemarin telah terjadi insiden yang hampir saja merusak acara pernikahan mereka," Alvian berpura-pura meminta maaf agar terkesan menjadi kakak yang baik dan bertanggung jawab pada keluarga.


"Tidak mengapa, kami bisa memakluminya," pungkas Hardi pada mereka.


Ryan yang berada diruangan itu memahami sikap pria itu, hanya sebatas formalitas tidak terpancing dengan apa yang dia lakukan. Ryan lebih memilih untuk bersikap tenang agar acara yang telah dipersiapkan Kenan untuk Rena tidak berantakan lagi seperti sebelumnya.


 


***


Setelah beberapa hari kedatangan keluarga Kenan, tibalah acara utama. Diman pihak keluarga perempuan mengantarkan pengantin perempuan. Terlihat Rena dengan pakaian adat pengantin bersama iring-iringan, orang tua mempelai wanita dan kerabat lainnya bersiap untuk ke rumah besan. Rombongan ini kemudian bergerak beriringan hingga tiba di lokasi kediaman pria.


Rena terlihat sangat cantik dan anggun ketika keluar dari mobil mengenakan pakaian adat pengantin. Semua mata tertuju padanya termasuk Kenan yang telah menunggunya dengan senyuman di depan mansion. Tak luput juga Alvian yang meneguk salivanya kasar. Dia benar-benar terpana akan kecantikan wanita yang pernah disia-siakannya dulu.


 


Setelah tiba di mansion, dilanjutkan dengan prosesi mencuci kaki kedua mempelai dengan air bunga setaman yang dibantu oleh Diandara selaku ibu mempelai pria. Prosesi ini punya maksud untuk menghilangkan segala energi buruk yang mungkin saja sempat hinggap selama di perjalanan.


 

__ADS_1


Rena cukup terharu dengan prosesi ini. Dirinya merasakan kembali menjadi menantu dikediaman keluarga Manaf dan itu membuatnya sangat terharu. Rena menatap mata Kenan yang penuh kebahagiaan, begitu juga dua malaikat kecil mereka yang terlihat antusias dengan prosesi adat. dua anak kecil itu dengan nyaman mengenakan pakaian adat jawa berada disisi kedua pasang pengantin itu.


Setelah melakukan prosesi pencucian kaki pengantin, prosesi dilanjutkan dengan dialog singkat sebagai bentuk penyerahan mempelai wanita kepada keluarga besar laki-laki. 


Disini keluarga Kenan yang dalam hal ini diwakilkan oleh Alvian sebagai kakak Kenan mohon izin untuk membawa mempelai wanita menuju ke rumah mempelai pria.


 


“Saya sebagai dari keluarga Kenan, ingin meminta izin pada paman dan keluarga, untuk membawa Rena sebagai istri adik saya untuk mengajaknya ke rumah kami,” ujar Alvian sebagai wakil keluarga Kenan kepada paman Hardi yang merupakan ayah Ryan sepupu Rena.


Hm pintar sekali kamu berakting mas Alvian. Kemarin kamu baru saja ingin menghancurkan pernikahan kakakku dan sekarang kau berusaha menjadi saudara ipar yang baik, gerutu lelaki itu melihat Alvian yang tidak merasa bersalah sedikitpun atas insiden diacara pernikahan Rena dan sekarang dia malah dengan suka hati menjadi wakil keluarga Kenan.


 


“Kami selaku keluarga dari pihak perempuan mengizinkan dan telah menikahnya putri kami dengan putra anda Kenan, kami serahkan tanggung jawab kami kepada nak Kenan untuk menjaga dan melindungi putri kami,” ucap Hardi melakukan penyerahan menantu perempuan kepada pihak pria.


 


“Tentu, dengan ikatan pernikahan ini saya akan menjaga putri paman dan anak-anak kami dengan sepenuh hati hingga ajal menjemput,” tukas Kenan selaku suami Rena.


 


 


Selanjutnya Diandra mengalungkan kain sindur pada bahu Rena dan Kenan diiringi dengan gending manten boyong basuki. Sementara, ayah dari Kenan yang diwakili Alvian mengambil keris milik putranya dan diganti dengan pusaka lain yang sebelumnya sudah disiapkan.


Lalu, ibu Kenan menuntun pasangan pengantin menuju pelaminan dengan merangkul keduanya pada pundak dari arah belakang.


 


Sebelum disandingkan lagi di pelaminan, pasangan pengantin akan melakukan prosesi sungkeman. Prosesi ini sebagai bentuk rasa syukur atas segala bimbingan yang diberikan sekaligus penghormatan terhadap orang tua. Terakhir ditutup dengan doa bersama serta ramah tamah. 


Akhirnya acara ritual penyambutan menantu perempuan dirumah pihak pria telah berjalan lancar. Semua prosesi telah berjalan dengan khitmad dan sesuai rencana Kenan.

__ADS_1


"Sayang kamu bahagia dengan acara ini?" tanya kenan saat telah berada didalam kamar bersama Rena.


"Hm, aku sangat bahagia. Ini hari paling bahagia yang pernah kumiliki," pungkas Rena dengan wajah tersenyum indah.


Sekarang kamar besar yang dulunya hanya ditempati oleh Kenan sendirian, telah menjadi kamar dia dan Rena. Kenan merasa sangat bahagia karena bisa menikmati malamnya bersama orang yang dicintainya saat ini.


"Kalau begitu, sekarang kamu sudah siapkan?" goda Kenan padanya sambil menaikkan alisnya.


Rena hanya memasang wajah bingung dengan tampang Kenan yang menggodanya tapi wanita itu paham apa yang dimaksudkan oleh suaminya itu. Tanpa perlu jawaban dari Rena, lelaki itu mendekatkan tubuhnya pada Rena dia memulai ritual malam pertamanya yang sempat tertunda.


Rena yang mengerti dengan bahasa tubuh sang suami membiarkan lelaki itu mulai menyentuhnya dengan lembut mulai dari usapan dikepalanya, kecupan-kecupan kecil di dahi, hidung dan dagu Rena menikmatinya, hingga tertuju pada bibir merah apelnya, sungguh itu hal terindah yang baru saja diberikan Kenan padanya. Tak ingin mengalah dirinya membalas kecupan itu dengan penuh gairah, hingga mereka terlarut dan Kenan merebahkan dirinya disisi lelaki itu. Tapi baru saja mereka akan mengeksekusi malam pertama mereka, tiba-tiba pintu kamarnya diketuk.


Mereka segera menghentikan aktifitas mereka mendengarkan suara ketukan itu. " Momy, abang sama adek kok di tinggal tidur sich? Momy curang, " keluh kedua bocah kecil itu sambil merengek.


Rena tersenyum kecil pada suaminya memberikan isyarat kedatangan anak-anaknya. Kenan hanya memutar bola matanya malas. Padahal dia sudah merencanakan untuk menikmati malam itu berdua tapi para bocil ini sepertinya tak ingin membiarkan ibunya bersenang-senang begitu saja.


"Sebentar sayang, mereka pasti ingin ditemani. Maaf ya, mereka telh terbiasa tidur ditemani oleh ibunya," tukas Rena dengan sedikit menyesal pada Kenan.


"Tisak boleh. Hari ini kau milikku, tidak boleh ada pengganggu," protes Kenan padanya sambil mengeratkan pelukannya.


Dia sengaja berbuat seperti itu untuk menggosa istrinya.


"Kenan! kasihan mereka menungguku," Rena mencoba melepaskan pelukan Kenan.


"Momy," rengek kedua anak itu lagi dari luar pintu kamar.


Akhirnya Kenan melepaskan pelukannya dan membiarkan Rena menemui anak-anaaknya.


"Kenapa sayang kok belum tidur?" Rena memeluk kedua malaikat kecilnya.


"Mua ditemani momy bobonya," ungkap kedua anak kecil itu dengan wajah tak berdosanya.


Kenan menghampiri mereka dengan senyuman. " Sini sayang, anak-anak dady tidurnya ditemani dady mau ga?" ajak Kenan pada kedua anak sambungnya.

__ADS_1


Kedua bocah itu saling menatap dan dalam hitungan detik mereka berhamburan kepelukan dady sambungnya. Kenan memeluk dan menggendong kedua malaikat kecil itu dengan sebelah tangannya, lalu menghempaskan pelan tubuh mungil itu ke tempat tidur, dan dirinya ikut menghamburkan diri ketempat tidur dan menggelitik mereka berganrian membuat anak-anak itu tertawa cekikikan kegirangan. Rena hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum memperhatikan kekonyolan suaminya bersama buah hatinya.


__ADS_2