Love Betrayal

Love Betrayal
Pertemuan dengan Jenita


__ADS_3

Kenan baru saja selesai mengantarkan Rena dan anak-anaknya pulang, dirinya benar-benar lelah dan ingin sekali merebahkan diri di kasur empuknya. Baru saja ingin memejamkan mata, tiba-tiba ponselnya berdering. Dengan wajah malas dirinya menekan tombol hijau dan menerima panggilan telpon seseorang untuknya.


"*Halo mas, ada apa nelpon gue?" Kenan merasa malas bicara dengan kakaknya.


"Sampai kapan lo ga mau pulang ke rumah? Lo ga mikirin momy?" Ketus lelaki itu padanya.


"Bukannya momy sendiri yang udah nyuruh gue pergi? Sekarang malah nyalahin gue," Kenan merasa tak terima dengan tuduhan Alvian padanya.


"Momy lagi sakit, lo ga mau nemuin momy? Mau lo jadi anak durhaka?" cecar Alvian padanya.


"Momy sakit? emang momy sakit apa?"


"Lo lihat sendiri keadaan momy. Jangan sampai lo nyesel !" tegas Alvian padanya. Kemudian telpon itu diputuskan begitu saja oleh lelaki itu*.


Mendengar berita bahwa momynya sakit, Kenan yang tadinya merasa sangat mengantuk tiba-tiba jadi tidak ingin tidur sama sekali. Dirinya begitu khawatir dan merasa bersalah saat ini. Sungguh dia tidak menginginkan hal ini terjadi dan Kenan benar-benar sangat menyesal.


Kenan segera menuju basement apartemennya dan langsung melajukan mobilnya dengan cepat membelah jalanan sore hari. Tidak butuh waktu lama, Kenan telah sampai kembali dirumahnya.


Setibanya dirumah, semua orang duduk diruang tamu. Terlihat sang ibu yang sedang bercengkrama dengan seorang gadis dan juga Alvian disana.


"Momy, tadi mas Alvian bilang momy sakit. Emangnya sakit apa mom?" Kenan dengan tergopoh-gopoh memeluk sang ibu memperhatikan keadaan sang ibu dari ujung kepala hingga ujung kaki.


Tidak ada tanda-tanda bahwa sang ibu dalam keadaan sakit, semua terlihat baik-baik saja, bahkan sang ibu terlihat sangat ceria.


"Momy memang ga sakit Ken, " jawabnya datar.


"Maksud momy apa?" Kenan mengernyitkan dahinya bingung.


"Iya Ken, momy baik-baik aja. Tadi momy sengaja nyuruh gue buat bilang ke lo kalau momy lagi sakit supaya lo cepat datang," jelas Alvian sambil tersenyum. Dia sudah menahan diri untuk tidak tertawa melihat kecemasan dimata Kenan.


"Jadi ini semua cuma pura-pura," Kenan begitu kesal karena sang ibu dan Alvian hanya mempermainkannya.

__ADS_1


"Maaf Kenan, ini semua idenya tante Ranti. Tadi tante udah cerita sama aku kalau kamu menolak keras perjodohan kita dan pergi dari rumah. Jadi tante Ranti menyuruh mas Alvian menelponmu dan mengatakan tante lagi sakit," jelas wanita yang berada dihadapan mereka.


"Kau, Jesica?" Kenan memperhatikan gadis yang berada dihadapannya.


"Salah, aku bukan Jesica tapi Jenita saudara kembar Jesica,"


"Apa? Kalian kembar? Aku tidak percaya. Mana mungkin kau kembar. Oh ayolah Jes jangan main-main denganku," Kenan merasa wanita itu ingin mempermainkannya.


"Kau tidak percaya padaku? Hei Kenan perhatikan aku baik-baik, apa kau pernah melihat Jesica secerewet diriku?" ujar gadis itu sambil berkacak pinggang.


Kenan memperhatikan gadis itu dengan saksama. Sekilas tidak ada yang berbeda dari Jesica yang pernah dikenalnya, Kenan berjalan mengelilingi gadis itu mencari perbandingan, benar sekali yang dikatakannya, sepertinya ada yang berbeda.


"Jadi benar kau bukan Jesica? Tapi sewaktu kecil aku tidak pernah tahu Jesica mempunyai saudara kembar," Kenan mengusap alisnya dan menggaruk dahinya yang tidak gatal sambil memperhatikan Jenita.


"Iya, aku memang tidak pernah kelihatan saat kalian kecil karena aku tinggal diluar negeri. Waktu kecil aku itu sakit parah, demi mengobati penyakitku momy mengirimku ke luar negeri. Karena itu kau tidak pernah bertemu denganku," jelas wanita muda itu.


"Sakit? Memangnya kau sakit apa?"


"Oh baiklah, aku mengerti," Kenan menganggukkan kepalanya. "Oh ya, kau kesini untuk apa?" tanyanya lagi.


"Karena aku diundang datang ke sini oleh keluargamu," gadis itu memperhatikan Alvian dan Rianti.


"Iya Ken, jadi yang selama ini akan dijodohkan oleh keluarga Luinsky itu adalah Jenita bukan Jesica," jelas Rianti kembali.


Kenan hanya tercengang, dirinya bingung dengan keadaan yang dilihatnya. "Mom, aku sudah bilang aku tidak mau dijodohkan, aku ..."


"Kenalan dulu Ken, ga baik loh kamu nolak gitu aja. Lagian Jenita udah ke sini masa kamu ga menghargai kedatangannya," ujar Alvian memotong perkataan Kenan.


Kenan merasa kesal dengan ucapan Alvian, lelaki ini sepertinya sengaja menghasut sang ibu supaya tetap menjodohkannya dengan wanita lain. Sementara dirinya sudah melamar Rena.


Lo lihat Kenan apa yang bisa gue lakukan? Lo pikir bisa segampang itu dapatkan Rena? Gue ga bakal biarkan itu terjadi, monolog Alvian dihatinya. Alvian memang akan melakukan apapun untuk menghalangi hubungan Kenan dan Rena.

__ADS_1


"Oh ya Ken, kamu ngobrol-ngobrol dulu sama Jeni biar kalian saling kenal satu sama lain," imbuh Rianti pada sang anak.


Kemudian mengajak Alvian untuk pergi bersamanya dan menyisakan mereka berdua.


***


"Ceritakan padaku Ken, bagaimana kau dan Jesica bisa berpisah?" Jesica duduk di samping Kenan sambil memperhatikan Kenan.


Kenan terkesiap dengan pertanyaan Jenita, gadis ini to the point sekali. Sebenarnya Kenan tidak terlalu suka dengan perempuan yang terlalu ingin tahu seperti Jenita tapi entah kenapa saat ini dirinya tidak merasa terganggu dengan pertanyaan gadis itu.


"Jadi kau ingin tahu bagaimana hubunganku dengan Jesica?" Kenan menatap mata gadis itu.


"Ya, aku ingin tahu tentang dirimu dan sejauh mana hubunganmu dengan Jesica," Jesica mencondongkan wajahnya ke arah Kenan agar lebih dekat menatap wajah lelaki itu.


Diam-diam Jeni mengagumi ketampanan sang pria yang merupakan sahabat masa kecil kembarannya itu. Ya, dari segi wajah Kenan memang tipe most wanted yang bikin meleleh para wanita. Mulai dari wajah oriental karena memang ayah mereka merupakan keturunan Korea ditambah dengan sikap.humorisnya yang membuatnya gampang akrab dengan wanita menjadi bagian dari diri Kenan yang cukup menarik dimata wanita.


"Sebenarnya hubunganku dengan Jesica tidak ada yang serius. Kami telah bersahabat sedari kecil jadi aku telah menganggapnya seperti adikku sendiri,"


"Benarkah? Apa selama kau bersamanya tidak pernah merasakan ada perasaan lebih padanya? Mungkin perasaan ketertarikan antara pria dan wanita?" selidik gadis itu lagi.


"Hm, dulu memang aku pernah menyukainya sewaktu kami satu sekolah di sekolah menengah pertama, aku pikir itu dia adalah cinta pertamaku, tapi setelah lama bersamanya aku makin menyadari bahwa itu bukan perasaan cinta tapi lebih kepada rasa mengagumi saja," lelaki itu mengulaskan senyumnya mengingat tentang perasaannya pada Jesica.


"Ok, sekarang ceritakan padaku tentang dirimu," pinta wanita itu padanya.


"Kau sungguh ingin tahu tentangku?" tanya Kenan ingin meyakinkan Jenita.


Gadis itu menganggukkan kepala merasa sangat antusias tentang Kenan.


Lelaki itu mengulurkan tangannya meminta gadis yang berada dihadapannya mendekatkan wajahnya, diapun mengerti dengan isyarat itu dan mendekatkan telinganya pada Kenan. Lelaki mendekatkan wajahnya "kalau kau ingin tahu tentangku tanyakan saja pada Jesica,"


bisiknya pelan ditelinga sang gadis. Membuat wajah sang gadis menjadi pias menahan rasa kesal.

__ADS_1


Tadinya Jenita berharap lelaki itu akan bercerita tentang dirinya pada dia tapi ternyata Kenan hanya ingin bercanda dengannya. *Hm ... be*nar-benar menyebalkan dengusnya melirik tajam ke arah Kenan. Mimik wajahnya itu sukses membuat Kenan tertawa lepas. Merasa gemas melihat wajah cemberut sang gadis. Merasa kesal Jenita mencubit pelan dada Kenan.


__ADS_2