Love Betrayal

Love Betrayal
POV Alvian


__ADS_3

Pagi itu, Kenan mengerjapkan matanya kala mentari pagi menyingsing dan menyilaukan matanya. Kenan memijat kepalanya yang sedikit pusing karena minum terlalu banyak, dirinya menoleh ke arah sampingnya, terlihat seorang wanita yang sedang tertelungkup dengan selimut sebatas pinggangnya.


Kenan tidak bisa mengingat bagaiman wanita itu bisa berada diranjang bersamanya, namun dia masih sedikit mengingat wanita itu adalah DJ yang berada di Night Club saat dirinya berbicara dengan Axelle tadi malam. Kenan melihat jam tangannya menunjukkan pukul sembilan pagi, artinya dia harus segera pergi dari tempat itu.


Sebelum pergi, Kenan menyempatkan diri untuk membersihkan diri dan merapikan pakaiannya. Sengaja dirinya tidak membangunkan wanita yang bermalam bersamanya, hanya meninggalkan uang tips untuk wanita itu diatas meja yang terdapat di depan ranjang dan meninggalkan wanita itu.


***


Ketika baru saja sampai di apartementnya, Kenan dikejutkan dengan seorang yang sedang menunggunya di depan pintu apartemennya.


"Maaf, anda siapa?" Kenan memperhatikan orang itu dengan saksama.


"Kenan, ini aku," jelas lelaki itu sambil melepas kaca matanya.


"Mas Alvian?" Kenan sangat terkejut dengan kehadiran Alvian dihadapannya.


"Iya, Kenan. Maaf kedatanganku mengganggumu."


"Masuk mas, kita bicara didalam aja," ajak Kenan sambil membukakan pintu apartemennya untuk Alvian.


Kenan mempersilahkan Alvian duduk didekatnya.


"Jadi bagaimana ceritanya mas tahu aku ada di Indonesia?"


"Ya Kenan, aku baru saja keluar dari penjara dan aku mendapatkan kabar dari mama tentang keberadaanmu di sini."


"Bagaimana ceritanya mas bisa di penjara?" Kenan merasa heran.


Apa yang terjadi pada Alvian, sampai dia bisa mendekam dipenjara. Setahunya Alvian itu telah menikah dan hidup bahagia dengan keluarganya. Kenan sama sekali tidak tahu banyak hal yang telah berubah semenjak dia pergi ke Amerika.


"Ceritanya panjang Kenan, intinya aku telah menikah dengan seorang wanita yang baik. Namun, aku telah mematahkan hatinya dan aku pergi dengan wanita lain. Aku berusaha untuk menjatuhkannya tapi pada akhirnya akulah yang terjebak dengan permainanku sendiri," jelas Alvian padanya.


"Aku tidak mengerti, apa maksud mas Alvian. Apa mas Alvian berselingkuh dan perusahaan mas bangkrut begitu?" tebak Kenan.


Kenan mulai curiga apa kakaknya ini ada kaitannya dengan seseorang yang tengah dekat dengannya? Berbagai macam pikiran kini berkecamuk dikepalanya.


Alvian hanya menganggukkan kepala dan tertunduk malu.


"Apa aku boleh tahu siapa wanita itu mas?" Kenan mulai merasa penasaran.

__ADS_1


Alvian mengambil ponselnya dan memperlihatkan foto seorang wanita pada Kenan.


"Ini istriku, lebih tepatnya mantan istri yang telah aku sia-siakan," sesal Alvian mengingat kesalahannya dimasa lalu.


"Rena ... Dia Renata bukan?" ucap Kenan memastikan foto yang diperlihatkan Alvian.


"Kau mengenalnya?" Alvian balik bertanya.


"Tidak, aku hanya mengenalnya sebagai rekan bisnis," bohong Kenan padanya.


Kenan masih penasaran, bagaimana bisa wanita yang pernah dicintainya menjalin hubungan dengan kakaknya sendiri?


Alvian memang kakak dari Kenan, lebih tepatnya mereka saudara seayah, ibu Alvian telah lama meninggal saat Alvian masih berumur tiga tahun, karena sakit yang dideritanya. Lalu menikah dengan ibu dari Kenan yang saat itu dijodohkan dengan ayahnya Alvian yang bernama Keldrick Manaf.


"Apa kau sudah lama berbisnis dengannya?"


"Baru beberapa hari ini saja mas."


"Kau tahu Ken, wanita itu adalah wanita yang sangat baik, selama menikah dialah yang telah membuatku menjadi seorang pengusaha tapi aku dengan lancangnya telah merebut asetnya dan berusaha menjatuhkannya." Sesal Alvian sambil mengusap kasar rambutnya.


"Apa kau masih mencintainya?" tanya Kenan sambil menatap ke arah Alvian.


"Jika dia telah menikah bagaimana?" pancing Kenan pada lelaki itu.


"Apa Rena telah menikah?" Alvian mulai penasaran.


"Entahlah, aku juga tidak tahu," jawab Kenan sekenanya.


Alvian menyandarkan kepalanya ke sofa yang dia duduki. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana kalau Rena benar-benar telah menikah. Sungguh dia tak sanggup membayangkan.


"Tenang Alvian, kau tidak perlu memikirkan tentang Renata karena aku yang akan menjaganya dan aku tidak akan membiarkanmu kembali bersamanya," gumam Kenan dalam hati sambil menatap sinis pada Alvian.


"By the way, maksud kedatangan mas ke sini apa?" selidik Kenan penasaran.


"Ah, iya sebenarnya aku ke sini ingin meminta pekerjaan padamu. Aku brnar-benar membutuhkan pekerjaan saat ini Ken."


"Mas Alvian, mau bekerja di perusahaanku?"


Alvian menganggukkan kepalanya sambil tertunduk. Alvian benar-benar malu dengan keadaannya saat ini. Dia benar-benar merasa terpuruk, namun dirinya benar-benar tidak berdaya. Alvian sengaja datang menemui Kenan untuk memohon kebaikan Kenan supaya mau membantunya.

__ADS_1


"Maaf Ken, aku tidak bermaksud merepotkanmu tapi jika kau berkenan aku akan sangat berterimakasih jika kau mau memberikan aku pekerjaan," tutur Alvian dengan nada rendah.


"Hm, sepertinya aku sedang membutuhkan seorang untuk menjalankan perusahaanku di Indonesia. Bagaimana kalau mas Alvian saja yang menjalankan perusahaan itu?" pancing Kenan padanya.


Bukan tanpa alasan Kenan memilih Alvian saat itu, dia hanya ingin melihat apakah Alvian benar-benar bisa dipercaya untuk menjalankan perusahaannya?.


"Apa kau serius dengan ucapanmu?" Alvian mencoba memastikan kembali apa yang baru saja didengarnya.


"Aku serius mas, kalau mas tidak keberatan bagaimana besok kita sama-sama ke kantor? Aku akan menjelaskan pada semua karyawan kalau mas Alvian yang akan memegang anak perusahaan kita nantinya."


Seketika mata Alvian menjadi berbinar oleh ucapan Kenan. Dua tahun lamanya dia mendekam dibalik jeruji besi, rasanya akan sangat canggung jika dirinya benar-benar mendapatkan posisi yang dimaksud Kenan.


Alvian masih terpaku belum menjawab tawaran Kenan.


"Mas Alvian, bagaimana apa mas tertarik dengan tawaranku?" tanyanya lagi.


"Oh, tentu. Aku akan sangat senang dengan penawaramu," jawab Alvian dengan wajah penuh harap.


"Baiklah besok kita akan pergi sama-sama ke kantorku."


Alvian merasa sangat beruntung karena memiliki adik sebaik Kenan. Meskipun mereka bukan saudara satu ibu, tapi Kenan selalu menyayangi Alvian dan membantunya dengan sepenuh hati.


"Terimakasih Ken, kalau bukan padamu aku tidak tahu harus meminta tolong pada siapa lagi. Kau benar-benar adik yang baik," tukas Alvian sambil membentangkan tangan berharap Kenan mau memeluknya.


Kenan langsung memeluk sang kakak dan menguatkan lelaki yang ada dihadapannya saat ini. Kenan memang sengaja memancing Alvian karena dia ingin tahu apakah Alvian bisa memegang amanahnya?


Disisi lain, Kenan juga harus berhati-hati pada Alvian. Alvian merupakan rivalnya dalam mendapatkan hati Renata. Dia tak mau mengalah jika itu menyangkut Renata.


"Oh ya mas, sekarang mas Alvian tinggal dimana?"


"Aku tidak punya tempat tinggal Ken," jawab Alvian pelan.


"Ya sudah nanti aku akan sewakan apartemen untuk mas."


"Tapi, apa itu tidak merepotkanmu? Kau baru saja memberikanku pekerjaan dan sekarang memberikanku tempat tinggal juga?" Alvian merasa tak enak hati dengan sikap baik Kenan padanya.


"Tidak mas. Walau bagaimanapun juga mas masih saudaraku dan sudah kewajibanku untuk membantu mas."


Kenan segera mengambil ponselnya dan menghubungi resepsionis untuk menyiapkan apartemen untuk Alvian.

__ADS_1


__ADS_2