Love Betrayal

Love Betrayal
Gloria Terbunuh


__ADS_3

Setelah membawa Kenan ke hotel, Anastasya melancarkan aksinya. Kenan yang telah terpengaruh obat peransang yang dicampurkan ke dalam minumannya mulai merasa kepanasan. Dengan tidak tahu malu Anastasya yang begitu bergairah melihat Kenan yang bereaksi akibat obat tersebut. Lelaki itu mulai menanggalkan pakaiannya karena merasa kepanasan dan Anastasya dengan sikap yang menggoda mendekatinya. Tak lupa dia menyalakan kamera untuk merekam apa yang terjadi diantara mereka.


Dengan mata yang mengabut Kenan menatap wanita itu yang dianggapnya Rena.


"Sayang, kemarilah. Aku merindukanmu Rena," Kenan memanggilnya dengan suara serak.


Anastasya mendekatinya perlahan, dan lelaki itu langsung merengkuh pundaknya lalu menghujamkan ciuman ke bibir merah muda itu. Anastasya awalnya sedikit takut tapi melihat reaksi yang penuh dari lelaki itu membuatnya bergairah, dia membalas setiap ciuman itu saling membelitkan lidah mereka dan bertukar saliva hingga hanyut dalam malam memabukkan itu. Tangannya mulai mengusap pelan kepala lelaki itu, dengan penuh gairah lelaki itu mengangkat tubuh wanits yang berada dihadapannya menghempaskannya ke ranjang, lalu merobek pakaian wanita itu dan tanpa perlawanan wanita itu menerima setiap hujaman.


Kau lebih hebat dari yang ku duga Kenan. Aku tidak salah target dengan menjebakmu seperti saat ini. Bahkan jika aku harus menjadi simpananmu saat ini juga. Aku akan menerimanya dengan senang hati. Gumam wanita itu dalam hatinya.


Sungguh malam itu menjadi malam panjang dan malam indah baginya. Meskipun yang dilakukannya harus melewati batasannya dia tidak perduli. Asalkan bisa bersama Kenan.


Lelaki itu semakin menggila akibat pengaruh obat didalam tubuhnya, membuatnya bertingkah liar dan kasar dalam setiap gerakannya. Anastasya merasa sakit dibagian intinya. Gadis itu mulai menangis karena kesakitan tapi dia membiarkan lelaki itu tetap menyentuhnya hingga lelaki itu menuntaskan hasratnya. Sungguh semuanya diluar kendali Kenan. Apa yang dia lakukan saat ini akibat minuman yang diberikan dipesta itu.


***


Sementara itu dirumah besar milik Kenan, Rena menanti sang suami dengan penuh harapan.


"Nak, kau belum tidur?" Diandra menghampiri Rena yang masih duduk di sofa menanti kedatangan Kenan.


"Nanti saja mom, aku sedang menunggu mas Kenan," jawab wanita itu dengan penuh keramahan.


"Kau yakin dia akan pulang malam ini?" sarkas Alvian. Dia sengaja berkata seperti itu untuk mematahkan semangat dan kepercayaan Rena pada Kenan.


"Alvian, apa yang kau katakan nak? Rena itu istrinya Kenan, wajar saja jika dia tetap menunggu suaminya," Diandra memberikan pembelaan.

__ADS_1


"Tapi ini sudah jam berapa mom?" tunjuk Alvian pada jam dinding di depan mereka yan telah menunjukkan pukul dua dini hari.


"Mas, kalau mas Alvian capek, sebaiknya mas tidur saja. Aku bisa menunggu suamiku sendiri," ujar wanita itu merasa jengah dengan sikap Alvian.


Tepat pada pukul lima subuh, Kenan pulang. Lelaki itu turun dari mobilnya dalam keadaan yang sangat berantakan. Rambutnya acak-acakan dan bajunya juga tidak serapi saat dia meninggalkan rumah.


Dia berjalan sedikit sempoyongan akibat pengaruh dari minuman tadi yang belum sepenuhnya hilang. Dia memasuki ruangan yang tampak gelap dan tiba-tiba saja lampu ruangan itu dinyalakan oleh seseorang. Lelaki itu tampak mengerjapkan matanya. Dia belum sepenuhnya sadar.


"Sayang, kau baru pulang?" seorang wanita menghampirinya.


"Re ... Rena," lelaki itu mencoba menghampiri sang istri dengan sedikit sempoyongan.


"Hati-hati, kau bisa jatuh," Rena segera menghampiri suaminya kemudian membantunya untuk berdiri tegak.


Dengan penuh kesabaran, Rena memapah suaminya yang dalam keadaan tidak baik-baik saja ke dalam kamar. Wanita itu masih mencoba mempercayai lelaki itu. Dia hanya berpikiran positif saja jika yang terjadi pada suaminya saat ini bukan karena kesengajaan dari dia, mungkin saja lelaki itu diajak minum oleh rekan-rekan bisnisnya.


***


Selamat pagi pemirsa, bertemu lagi dengan saya Cindy Fransisca dalam acara Braking News edisi Jumat, 7 Maret 2022, untuk mengabarkan berita- berita yang teraktual tajam dan terpercaya, yang kami rangkum dalam Braking News pagi ini.


***Pagi ini telah ditemukan sosok mayat dalam sebuah apartemen, dengan beberapa tusukan ditubuhnya. Dilansir wanita itu adalah seotang model bernama Gloria Hills.


Diduga Gloria Hills telah dibunuh oleh seseorang misterius yang tidak diketahui namanya. Motifnya dengan memancing korban untuk menemui kekasihnya yang bernama Adrian Alinson di sebuah Club malam. Pelaku cemburu dengan pertemuan Adrian dengan kekasih barunya itu.


Sebelum tewas, pelaku sempat menyiksa korban dengan cara dipukul dan menusuk korban sebanyak lima puluh kali tusukan. sebelum menghabisi korban, pelaku menyumpal mulut Gloria Hills dengan kertas. Nahasnya, sumpalan kertas itu yang membuat wanita itu tersedak dan tidak bisa bernapas hingga akhirnya tewas***.

__ADS_1


Motif pelaku terungkap berdasarkan pemeriksaan sementara yang dilakukan pihak kepolisian pada malam ini. Pelaku sendiri sampai saat ini belum bisa dilacak oleh pihak kepolisian. Berikut liputan selengkapnya.


****Cindy Frans*******isca melaporkan dari TKP***.


"Adrian, kau sudah lihat berita pagi ini?" tanya Antony pada saudara kembarnya.


"Ya aku baru saja melihatnya. Padahal dia baru saja bersamaku tadi malam," pungkas lelaki itu membenarkan ucapan Antony.


"Apa kau tidak mencurigai orang terdekat kita yang menjadi pelakunya?" Antony menghadapkan kursinya ke arah Adrian.


"Apa maksudmu? Apa karena namaku disebut dalam kasus itu, kau menuduhku melakukannya?" Adrian memicingkan matanya menatap kembarannya.


"Bukan itu maksudku brother, tapi ... " lelaki itu melemparkan pandangannya pada Stefany yang berada di dekat mereka.


"Apa hah? Kau menuduh aku yang melakukannya?" tunjuk Stevany pada dirinya. "Bagaimana bisa aku melakukannya kalau aku sendiri berada di rumah ini. Kau tahukan aku menemanimu tadi malam?" ujat wanita itu pada sang suami.


Adrian membenarkan perkataan wanita itu.


"Ya, seharian aku bersama Stevy disini," imbuhnya pada Antony.


Antonya hanya tersenyum tipis mendengarkan pembelaan Adrian pada istrinya, tapi Antony tidak akan percaya semudah itu. Dia tahu persis bagaimana watak dari istri saudara kembarnya itu. Wanita itu akan melakukan berbagai macam cara untuk mendapatkan keinginannya.


Apalagi untuk melenyapkan seseorang, bukankah itu hal yang mudah baginya? tidak perlu mengotori tanganny sendiri untuk menghabisi seseorang yang tidak disukainya. Cukup dengan menyuruh orang lain melakukannya dan dalam sekejap semua yang diinginkan wanita itu akan terjadi.


"Jangan menatapku seperti itu Antony, kau seakan-akan sedang menuduhku dengan caramu memandangku," Stevany mencoba berkelit, merasa tidak suka dengan tatapan Antony.

__ADS_1


"Kita lihat saja nanti. Biar waktu yang membuktikan semua kebenarannya," ujar lelaki itu kemudian meninggalkan Adrian yang masih bersama Stevany disana.


__ADS_2