
Alvian masih merasa bingung dengan pertemuannya dengan Rena diacara peresmian jabatan dan launching perusahaan Gold Star tadi malam. Namun, ada rasa yang menghangat didalam relung hatinya. Sungguh saat melihat kondisi Rena saat ini membuat rasa dihatinya semakin menggebu untuk mendapatkan Rena.
"Aku benar-benar kagum padamu Rena, kamu memang wanita tangguh. Setelah apa yang aku lakukan padamu kamu masih bisa bangkit. Aku benar-benar salut sama kamu. Aku hanya berharap kamu mau menerimaku kembali," gumam Alvian dihatinya sambil menatap foto Rena di ponselnya.
Benar, saat dipertemuan malam itu Alvian mencuri waktu untuk mengambil foto Rena untuk disimpannya. Alvian benar-benar ingin untuk kembali pada Rena. Dirinya benar-benar ingin memperbaiki semua kesalahannya di masa lalu.
Sekelabat terlintas dalam pikirannya untuk memberikan sebuah kejutan pada Rena.
"Rena suka banget sama bunga mawar putih, aku akan pesankanmelalui kurir untuknya. Dia pasti suka," jentikan jari lelaki itu mengayun di udara pertanda dirinya tengah mendapatkan ide untuk misinya untuk mendekati mantan istrinya itu.
Bergegas dirinya menuju ke nakas untuk menghubungi pemilik toko bunga langganannya melalui telpon yang berada di nakas. Dengan cepat karyawan toko itu mengangkat telponnya.
"Selamat siang, dengan toko bunga Edelweis. Ada yang bisa dibantu?"
"Siang mbak, saya mau pesan satu buket mawar putih yang segar. Apa ada?"
"Tentu pak, kebetulan bunganya baru dipetik pagi tadi dan masih dalam keadaan segar. Akan segera saya persiapkan untuk anda. Apa ada pesanan lainnya?"
"Tidak, saya hanya butuh mawar putih. Tolong ditata seindah mungkin ya mbak dan tolong dikirimkan ke alamat yang akan saya shareloc ya,"
"Baik pak, permintaan anda akan segera kami kirimkan secepatnya."
Wanita muda yang merupakan penjaga toko bunga itu segera memilih mawar putih pesanan yang kelopaknya masih segar dan mekarnya cukup besar kemudian dengan lincahnya jemarinya dengan cekatan tangannya menata bunga-bunga itu dengan telaten. Tidak butuh waktu lama buket bunga itu selesai dirangkai dan dikirimkan melalui kurir.
Buke Mawar Putih
Tidak berapa lama kemudian buket mawar telah sampai di kantor Rena.
__ADS_1
"Permisi ada paket bu," Seorang Office Boy mengantarkan buket bunga ke ruangan Rena.
"Dari siapa ini?" tanya Rena mengernyitkan alisnya merasa heran.
"Tidak tahu bu, tadi ada kurir yang mengantarkan ini. Katanya buat ibu."
"Oh ya sudah kalau begitu terimakasih ya," Rena mengambil buket bunga itu kemudian mencoba mencari kartu pengirimnya. Dia tidak menemukan siapa pengirimnya hanya sebuah kartu berisi tulisan,
Aku tidak percaya bahwa aku berhasil mematahkan hati makhluk cantik sepertimu. Aku memang sangat bodoh karena tidak berhati-hati dengan kata-kata dan tindakanku. Aku sangat menyesal; Aku menyesali semua yang pernah kuakukan. Tolong maafkan aku; Aku mencintaimu.
"Bunga dari siapa kak?" tanya Ryan yang baru saja masuk ke ruangan Rena. Dirinya hendak menyerahkan dokumen yang harus ditanda tangani Rena. Namun matanya sekilas menatap ke arah buket bunga yang dipegang Rena.
"Entahlah. Aku juga tidak tahu, tidak ada nama pengirimnya," jelas wanita itu sambil menaruh kartu ucapan yang didapatnya dari bunga itu ke atas meja lalu meletakkan bunga yang digenggamnya ke dalam vas bunga yang kosong dekat mejanya.
"Wow romantis sekali kata-katanya. Apa mungkin ini dari..." Ryan menghentikan ucapannya sambil menatap manik kecoklatan kakak sepupunya.
Ryan hanya tersenyum kecil. Dirinya mengerti Rena pasti sedang tidak ingin medengar nama lelaki yang dimaksud Ryan. Jangankan mendengar namanya bahkan untuk mengingatnya saja mungkin Rena sudah tak ingin.
***
"Bagaimana keadaanmu Cedereyn?" Troy baru saja masuk ke ruang inap gadis muda yang masih terbaring lemah di brankar.
"Beginilah seperti yang kau lihat," gadis itu tersenyum sambil menahan rasa sakit yang kini menyelimuti sekujur tubuhnya.
"Kau dari mana Troy? Mengapa aku tidak melihatmu dari tadi pagi?" selidik Axelle yang sedang membantu Cedereyn untuk menaikkan sandran Cedereyn agar gadis itu bisa menegakkan sedikit tubuhnya.
"Aku baru saja menghajar seseorang," ujar Troy dengan santainya.
"Apa?" mata gadis muda itu membulat mendengar ucapan Troy.
__ADS_1
"Ya, aku baru saja menghajar mantan pacarmu yang telah mencelakaimu Ced," tandas lelaki berambut ikal dengan tato didadanya itu.
"Bagaimana kau tahu kalau yang menabrakku adalah mantan pacarku?"
"Bos Kenan yang menyuruhku untuk menyelidiki orang yang telah menabrakmu dan kau tahu orang itu adalah orang suruhan Grey mantan pacarmu."
Cedereyn terhenyak mendengar penjelasan Troy. Dirinya tak menyangka mantan pacarnya itu tega menyakitinya hingga membuat kakinya jadi terluka seperti sekarang.
Cedereyn tersenyum getir mendengar penjelasan Troy.
"Apa maksudnya ini Cedereyn? Bagaimana bisa mantan pacarmu menyakitimu seperti ini?" Axelle merasa penasaran.
"Sebelum ke club malam itu aku sempat bertengkar dengan Grey, karena dia telah berselingkuh dibelakangku. Waktu aku mengetahui kebusukannya dia tidak mau mengakuinya tapi aku tidak percaya begitu saja dan meminta putus darinya. Mungkin itulah sebabnya dia ingin mencelakaku," lirih gadis muda itu pada Axelle.
Gadis menahan sesak didadanya. Seakan ada himpitan batu besar yang sedang berada didadanya. Dia benar-benar tidak menduga kalau Grey tega bertindak sejahat itu padanya.
Cedereyn adalah seorang anak yatim piatu yang dibesarkan di sebuah panti asuhan, kedatangannya ke kota besar itu untuk mengadu nasibnya supaya menjadi lebih baik lagi. Namun takdir seakan mempermainkan hidup gadis malang itu dan dirinya bertemu dengan Grey yang saat itu sedang mencari mangsa untuk bos besarnya.
Cedereyn yang saat itu berusia lima belas tahun dan belum mengerti apa-apa hanya mengikuti lelaki yang baru saja dikenalnya. Lelaki itu menjanjikan padanya sebuah pekerjaan yang pantas untuknya jika Cedereyn mau ikut bersamanya. Dengan menggenggam harapan dan keinginannya gadis belia itu memberanikan diri untuk ikut dengan orang yang baru dikenalnya.
Namun semua harapannya berubah menjadi mimpi buruk kala Grey mempertemukannya pada seorang lelaki yang disebutnya bos besar itu. Hari itu juga Cederyn muda harus merasakan hal yang tak selayaknya dialami oleh gadis seusianya. Dirinya dijual pada lelaki hidung belang dan disuruh untuk melayani orang itu. Sejak saat itu pula Cedereyn dibawah genggaman Grey. Lelaki itu mengendalikan dirinya layaknya mesin pencetak uang, dengan memberikan Cedereyn pada pria yang sanggup membayar mahal gadis itu Grey mendapatkan keuntungan besar.
Sampai akhirnya karena merasa tidak ada jalan lain untuk keluar dari sana Cedereyn memutuskan menjalin hubungan dengan lelaki itu sambil berupaya terlepas dari belenggu yang mengikatnya.
Seiring dengan berjalannya waktu, Cedereyn bertemu dengan Axelle secara tidak sengaja di sebuah Club malam. Lelaki itu juga yang mengajaknya untuk menjadi DJ di club, karena Cedereyn memiliki keahlian dibidang yang diminta akhirnya dirinya bekerja ditempat itu. Perlahan Cedereyn mulai melupakan pekerjaan lamanya dan fokus pada pekerjaan barunya sebagai DJ.
Setelah dirinya merasa yakin akhirnya Cedereyn memutuskan untuk putus dengan Grey dan memintanya melepaskan dirinya. Merasa tersinggung dan tidak terima karena Cedereyn mencoba pergi meninggalkannya, Grey menyuruh orang suruhannya untuk menghabisi Cedereyn dengan cara membuatnya seolah-olah kecelakaan, tapi sayang saat menabrak Cedereyn orang itu ketahuan oleh orang sekitar
hingga tidak bisa langsung melenyapkan gadis itu, merasa ketakutan lelaki itu segera melarikan diri dan meninggalkan Cedereyn yang dalam keadaan terluka parah.
__ADS_1