Love Betrayal

Love Betrayal
Menikahlah Denganku!


__ADS_3

Pagi itu, Axelle telah mempersiapkan kebutuhan Cedereyn, karena memang hari itu Cedereyn sudah diperbolehkan pulang. Axelle menggendong tubuh Cedereyn dengan perlahan, karena gadis muda itu tidak bisa menggerakkan kakinya. Dokter memperkirakan karena kecelakaan yang dialaminya Cedereyn akan mengalami lumpuh pada bagian pinggul hingga kakinya. Akan sulit bagi gadis itu untuk kembali seperti sedia kala, hanya usaha dan keajaiban dari Tuhanlah yang akan membuatnya bisa kembali seperti dulu.


"Axelle kau tidak perlu menggendongku seperti itu, cukup bantu aku untuk duduk dikursi roda saja," cicit Cedereyn pada Axelle yang menggendong tubuhnya perlahan ke dada bidang pria itu.


"Bagaimana kau bisa turun dari brankar jika aku tidak menggendongmu hm?" Axelle tetap menggendong tubuh ramping gadis itu hingga Cedereyn benar-benar berada di kursi rodanya.


"Terimakasih Axe, kau sudah banyak berbuat baik untukku," senyum indah itu terukir dari wajahnya dan jangan lupakan lesung pipinya itu yang akan menggemaskan bagi mata yang memandangnya.


"Apa kau pikir aku akan melakukannya dengan gratis?" Axelle menatap dalam netra gadis itu.


"Apa? Kau ingin aku membayar semua ini? Baiklah akan kulakukan tapi aku akan mencicilnya, aku harap kau mau bersabar hingga aku sembuh," lirih gadis itu menanggapi ucapan Axelle dengan serius.


"Kenapa kau seserius itu? Aku tidak inginkan uangmu aku hanya ingin kau menikah denganku!" tegasnya lagi pada Cedereyn.


Cedereyn mendongakkan kepalanya ke arah Axelle yang sedang menuntunnya dengan kursi roda. Mencoba mencari kebenaran dalam tiap ucapan lelaki itu. Axelle hanya tersenyum dan merundukkan tubuhnya lalu mencium kening gadis itu cukup lama.


"I love you so much Ced "


Ada rasa yang menghangat dihati Cedereyn dari perlakuan Axelle padanya. Axelle memang berbeda, dari pertama bertemu pemuda itu tidak pernah mau menyentuhnya seperti yang dilakukan pria lain terhadapnya. Ya, mereka hanya mengincar tubuh indahnya untuk menikmatinya lalu mencampakkannya setelah mereka selesai, tapi Axelle tidak pernah melakukan semua itu padanya.


Dimata Axelle dirinya adalah seorang gadis cantik yang selalu ingin dilindunginya dan Cedereyn sangat menghargai perlakuan manis Axelle padanya.


***


Tanpa terasa Axelle telah membawa Cedereyn ke apartemennya. Apartemen yang diberikan oleh Kenan padanya karena dirinya telah bekerja dengan Kenan dan menjadi orang kepercayaannya.


"Axe kau membawaku kemana?" Cedereyn merasa bingung, saat dirinya mengetahui bahwa dia tidak berada di apartemennya.


"Mulai sekarang kau akan tinggal bersamaku, aku yang akan mengurus dan menjagamu. Apartemenku memang tidak terlalu besar tapi cukup untuk memberikan perlindungan pada kita berdua," Axelle menghentikan kursi roda Cedereyn tepat didepan pintu masuk apartemennya dan membawa barang-barang Cedereyn kekamarnya.


"Apa kau tinggal sendirian saja?" Cedereyn memandangi sekeliling apartemen milik Axelle yang cukup luas. Meskipun apartemen itu untuk seorang lajang namun seluas mata memandang cukup memberikan kenyamanan.


"Ya, aku sendiri disini. Oh ya Ced, aku sudah meletakkan barang-barang dan pakaianmu di lemari. Sekarang kau bisa menggunakan kamar itu," Axelle mengarahkan kursi roda Cedereyn ke kamarnya.

__ADS_1


"Bukankah ini kamarmu? Kalau aku disini kau tidur dimana?" wajah gadis itu terlihat begitu polos saat bertanya. Membuat Axelle gemas melihat wajah lugu itu.


"Aku bisa tidur di sofa, kau tidak perlu khawatir. Cepat tidurlah, kau harus istirahat," bujuk lelaki itu padanya sambil mengangakt tubuh Cedereyn ke ranjang dan secara tak langsung Cedereyn harus mengalungkan kedua tangannya pada leher Axelle.


Ada aroma mint yang merasuk ke hidungnya saat kepalanya bersentuhan pada dada bidang Axelle membuatnya merasakan ada aroma maskulin dari tubuh lelaki itu.


Cedereyn merasakan nyaman saat bersama Axelle, apa mungkin dirinya mulai menyukai pria baik hati itu?


Axelle meletakkan tubuh Cedereyn ditempat tidur dengan sangat hati-hati, agar wanita itu tidak merasa kesakitan, lalu menyandarkan punggung gadis itu dengan bantal agar tidak capek dan dengan perlahan dirinya meluruskan kaki Cedereyn yang masih terbalut dengan perban.


"Apa ini sakit?" tanya Axelle dengan penuh perhatian pada Cedereyn.


Cedereyn hanya menggelengkan kepalanya. Meskipun sedikit sakit, dirinya tak ingin membuat Axelle merasa bersalah karena lelaki itu telah berusaha sebaik mungkin untuk menjaganya.


"Tunggu sebentar ya, aku akan membuatkan makanan untukmu, kau pasti laparkan?" tanyanya sambil memakaikan selimut pada tubuh Cedereyn.


"Hm," jawab Cedereyn pelan. Dirinya mulai mengantuk, karena efek obat yang diberikan dokter saat dirumah sakit tadi.


Axelle mengusap pelan puncak kepala gadis itu kemudian segera menuju dapur untuk mencari bahan makanan yang bisa dimasaknya. Ketika di dapur Axelle membuka kulkas. Astaga!!! Isi kulkasnya hanya ada sedikit bumbu dapur, sosis dan telur. Dia lupa kalau beberapa hari ini dirinya begitu sibuk mengurus Cedereyn dan belum sempat membeli bahan makanan. Dengan cepat dirinya melihat ke rice box dan untung saja masih ada sedikit beras disana. Akhirnya Axelle berinisiatif membuat nasi goreng untuk sarapan paginya bersama Cedereyn.


"*Halo Troy, aku butuh bantuanmu sekarang juga. Bisakah kau membantuku?"


"Ada apa Axe? aku sedang berada diluar, katakan saja apa yang bisa ku bantu?"


"Syukurlah kau sedang berada diluar. Aku hanya ingin memintamu membelikan bahan makanan. Persediaan dirumahku telah habis. Aku sedang bersama Cedereyn, aku tidak bisa meninggalkannya sendirian,"


"Ah... iya ... iya baiklah aku akan membelikannya untukmu. Kau kirimkan saja chat padaku. Apa saja yang akan kau beli," nada suaranya sedikit kesal karena harus melakukan aktifitas yang seharusnya dilakukan para ibu rumah tangga, tapi demi sahabatnya itu diapun melakukannya*.


"Terimakasih Troy," Axelle segera mematikan telpon dan mengirimkan chat pada Troy, bahan-bahan dapur apa saja yang dibutuhkannya.


***


Dengan secepat kilat Troy melajukan mobilnya ke supermarket, kemudian segera membeli bahan makanan yang dipesan oleh Axelle padanya.

__ADS_1


Ada perasaan canggung saat dia memilih bahan makanan di supermarket. Bagaimana mungkin lelaki maskulin sepertinya harus memilih bahan makanan di supermarket? Ini benar-benar menjatuhkan harga dirinya sebagai lelaki. Sampai pada satu saat tangannya mengambil satu bahan makanan tapi tangannya malah menyentuh tangan seorang gadis.


"Maaf nona, aku sedang memilih bahan makanan," mata keduanya beradu pandang. Troy merasa gugup dengan sosok cantik yang berada dihadapannya. Begitu juga gadis dihadapannya tak kalah terkejutnya melihat dirinya.


"Kalau kau lebih membutuhkannya ambil saja," tukas wanita itu memberikan spaghety yang sedang dipegangnya.


"Aku akan cari tanyakan pada karyawannya saja. Kau ambil saja untukmu nona," Troy merasa tak enak mengambil benda itu dari wanita.


"Tidak mengapa untukmu saja, aku yakin spaghety itu hanya tinggal satu. Aku akan memilih yang lain saja," imbuh wanita itu sambil meletakkan spaghety itu dikeranjang belanjaan Troy kemudian dirinya mencari pengganti makanan yang diberikannya pada Troy.


Troy tersenyum memperhatikan gadis yang baru saja berlalu dari hadapannya. Wajah itu seperti tidak asing baginya tapi entah dimana mereka pernah bertemu. Atau mungkin hanya kebetulan saja? Tidak ingin berlama-lama Troy segera menuju kasir untuk membayar belanjaannya dan saat itu pula gadis itu muncul dihadapannya ikut membayar belanjaan miliknya.


"Wah, ternyata kita bertemu kembali. Kali ini biar aku yang membayar belanjaanmu," ujar Troy sambil mengeluarkan kartu kreditnya.


"Tidak usah tuan, biar aku saja yang membayarnya," gadis itu merasa tak enak hati menerima dari orang yang belum dikenalnya.


"Tidak perlu sungkan, anggap saja ini awal perkenalan kita," tukas Troy sambil membayarkan semua belanjaan mereka.


Wanita itu tidak mampu menolaknya, akhirnya dia menerima saja.Troy yang merasa ingin tahu siapa gadis itu langsung membawakan belanjaannya bersama wanita itu.


"Biar aku saja yang membawanya,"


"Tidak apa-apa biar aku yang bawakan. Kau bawa kendaraan atau tidak?"


"Ada, aku bawa mobil disana," tunjuknya ke arah mobil yang berada diparkiran yang tak jaub dari parkiran Troy.


Troy segera membawakan barang belanjaan wanita itu ke mobil lalu menyusunnya di bagasi mobil.


"Terimakasih telah membantuku dan membayarkan belanjaanku. Aku pasti akan membalasnya jika kita bertemu lagi," tukas wanita itu dengna wajah sumringah.


"Baiklah, kalau begitu katakan siapa namamu dan berikan saja kontakmu padaku supaya jika kau ingin bertemu denganku tinggal menghubungiku saja," pinta Troy dengan berterus terang.


"Aku Jesica, ini nomorku," gadis itu memberikan kontaknya pada Troy dan Troy menyimpan kontak gadis itu lalu memberikan nomornya pada gadis yang bernama Jesica itu.

__ADS_1


"Oh ya, namaku Troy Orlando. Jika kau butuh bantuanku, hubungi aku okay?"


Jesiica hanya tersenyum memperhatikan Troy kemudian mereka berpisah.


__ADS_2