Love Story'

Love Story'
Mengajukan permintaan


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang ke rumah, Ellen lebih memilih untuk mengobrol dengan kedua sahabatnya. Dia ingin mendengar pendapat kedua sahabatnya itu dengan gaun yang akan dipakainya.


Sedangkan Leo lebih memilih untuk sibuk dengan laptopnya memeriksa pekerjaannya. Ellen sebenarnya sangat bingung dengan Leo, karena Leo tidak pernah berhenti untuk tidak memeriksa pekerjaannya.


📨 El, ingat besok kamu harus datang ke acara anniversary pernikahan ku dan Dito. Bawa suami mu juga, aku tidak mau tahu.


Ellen langsung melirik ke arah Leo setelah mendapat pesan dari Desi.


"Aku tidak yakin kalau dia mau ikut, karena dia sangat sibuk dengan pekerjaannya" balas Ellen pesan Desi.


📨 Pokoknya aku tidak mau, tahu. Aku akan ngambek kalau kamu tidak datang bersama suami mu.


"*Baiklah, tapi aku tidak janji ya. Aku akan coba bicara dengannya dulu" balasan Ellen.


📨 Oke...


Setelah selesai mengobrol dengan sahabatnya, Ellen langsung membuka jendela mobil dan membuang nafas panjang sambil menatap lurus ke luar.


"Apa ada masalah?" Ellen langsung menggeleng kepalanya saat mendengar pertanyaan Leo padanya. Meskipun Leo selalu menatap layar persegi empat yang ada di pangkuannya, Leo selalu memperhatikan gerakan kecil Ellen.


"Kalau tidak kenapa kamu menghela nafas panjang?" Ellen langsung menoleh kearah Leo yang masih saja fokus pada laptopnya.


"Apa kamu besok sibuk?" tanya Ellen dengan suara pelan.


"Ada apa? Apa ada yang penting?" bukannya menjawab, Leo malah memberikan pertanyaan pada Ellen.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Mas, ingat ya besok kamu harus cepat pulang" ucap Desi saat suaminya Dito keluar dari dalam kamar mandi.


"Memangnya besok ada acara yang penting sayang?" tanya Dito yang dengan santainya langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur mereka.


"Kamu lupa mas? Besok acara anniversary pernikahan kita ke tiga tahun..." ucap Desi dengan kesal.


"Hahaha. Bercanda sayang... Aku ingat kok, sudah sini..." Desi langsung mengikuti apa yang dikatakan Dito padanya.


"Ingat ya, mas. Jangan lupa!" ucap Desi yang sudah menyandarkan kepalanya di dada Dito.


"Ia, sayang. Kamu sudah mengatakan pada mama dan papa kan?"

__ADS_1


"Sudah, mas. Tapi mama bilang kalau dia tidak janji akan datang. Kamu tahu sendiri kan belakangan ini mama sangat jutek dengan ku, karena sampai sekarang aku belum bisa memberikan cucu pada mereka" ucap Desi dengan sendu.


Ya, Desi dan Dito sudah membina rumah tangga selama tiga tahun, tapi sampai sekarang Desi belum juga ada tanda-tanda hamil. Padahal dokter mengatakan kalau Desi dan Dito tidak ada masalah pada mereka, hanya saja Tuhan belum memberikan jawaban dari doa mereka. Maka karena itu Desi selalu sedih karena belum juga memberikan keturunan pada suaminya, yang sangat dia cintai.


Tapi Desi sangat bahagia karena Dito tidak pernah menuntutnya untuk segera hamil, malahan Dito lah yang selalu menghiburnya kalau mamanya mengomel terus karena Desi belum juga hamil.


"Ya, sudah sayang jangan terlalu dipikirkan. Yang penting kamu sudah mengundang mama dan papa. Mami dan ayah apa besok datang?" tanya Dito tentang kedatangan mertuanya, orangtua Desi.


"Datang, mas. Oh ya, besok Ellen akan membawa suaminya ke acara Anniversary pernikahan kita"


"Suami? Ellen sudah menikah? Kapan dia menikah?" tanya Dito dengan terkejut.


Dito, Desi, dan Sasa teman Ellen sejak kuliah. Dito satu-satunya sahabat Ellen yang pria. Dito dan Desi menjalin hubungan sejak mereka kuliah di semester tiga. Kalau suaminya Sasa, pria yang dijodohkan oleh kedua orangtuanya Sasa. Sejak mereka dipertemukan Sasa dan Jimmy, mereka langsung jatuh cinta.


"Sewaktu Ellen liburan ke kampungnya, Ellen mengalami insiden hal yang membuat dirinya harus menikah dengan pria yang sudah menjadi suaminya itu." jelas Desi.


"Oh... " Jawab Dito singkat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Begini besok hari anniversary pernikahan sahabat ku, dia mengundang ku. Tapi..." Ellen sangat bingung untuk mengatakannya pada Leo.


"Begini dia ingin kamu juga hadir, tapi kalau kamu tidak bisa tidak apa-apa. Aku akan mencoba mengatakannya kalau kamu sibuk dengan pekerjaan mu"


"Jam berapa? Aku akan meluangkan waktu ku..." Ellen langsung membesarkan kedua matanya saat mendengar apa yang dikatakan Leo.


"Jam 7 malam. Apa kamu yakin?"


"Hemm...."


"Terimakasih..." ucap Ellen sambil tersenyum bahagia karena Leo mau ikut bersamanya ke acara sahabatnya.


Sesampainya mereka di rumah, Ellen yang baru saja masuk sangat terkejut melihat mamanya sedang mengobrol dengan kakek Bryan.


"Mama..." cicit Ellen sambil berlari memeluk mamanya.


"Mama Kapan datangnya?" tanya Ellen dalam pelukan mamanya.


"Tadi, sayang. Apa kamu dan nak Leo jadi fitting bajunya?" Ellen langsung melepaskan pelukannya dan mengangguk kepalanya.

__ADS_1


Setelah menjawab pertanyaan mamanya, Ellen bangkit berdiri untuk memberi salam pada Kakek Bryan yang duduk tidak jauh dari mamanya. Leo yang melihat Ellen memberi salam pada Kakek Bryan, langsung mengikuti apa yang dilakukan Ellen. Leo juga memberi salam pada mertuanya. Tentu saja kakek Bryan langsung tersenyum bahagia karena perlahan-lahan sifat Leo yang acuh tak acuh mulai berubah. Setelah memberi salam pada Kakek Bryan dan Mertuanya Leo duduk di samping Ellen.


"Katakan pada kakek apa kamu suka dengan baju-bajunya?" Ellen langsung mengangguk kepalanya.


"Suka, kek..."


"Baguslah. Oh ya, acara resepsi pernikahan kalian dimajukan dua hari mulai sekarang"


Ellen langsung menolehkan pandangannya ke Leo yang tampak sangat tenang mendengar ucapan kakek Bryan.


"Tapi kek, kenapa dimajukan?" tanya Ellen.


"Lebih cepat lebih baik. Oh, ya kakek sudah menyiapkan hadiah untuk kalian" ucap kakek Bryan dengan tersenyum bahagia.


"Sekarang lebih baik kalian bersih-bersih dulu, biar kita makan malam bersama." sambung kakek Bryan.


"Baik, kek..." ucap Ellen dengan lesu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Mau kemana kamu?" tanya Leo saat Ellen masuk kedalam walk in closet miliknya.


"Apa kamu lupa dengan perjanjian kita? Ruangan kamu ini jadi kamar ku" ucap Ellen untuk mengingatkan Leo.


Mendengar jawaban Ellen, Leo memutuskan untuk masuk kedalam kamar mandi. Satu hari ini benar-benar membuatnya lelah, apalagi jantungnya selalu seperti lomba lari kalau dirinya sangat dekat dengan Ellen, tidak hanya itu saja saat Ellen tersenyum jantungnya berdegup kencang.


"Sepertinya aku harus membuat surat perjanjian, aku tidak akan percaya padanya" gumam Ellen sambil menatap punggung Leo yang lama kelamaan menghilang dari pandangannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ellen dan Leo bersamaan turun kebawah dan melihat keluarga mereka semua pada berkumpul di ruangan makan.


Seperti sebelumnya Ellen ingin melayani kakek Bryan lebih dulu, tapi kakek Bryan mengatakan mulai sekarang pembantu nya saja yang akan melayaninya. Ellen hanya cukup memberikan perintah, apa saja yang bisa di makan untuk kakek Bryan. Kakek Bryan ingin Ellen lebih fokus untuk melayani suaminya, karena itu sudah kewajiban sebagai seorang istri.


Hal ini membuat Leo senang dalam hatinya karena dia Ellen akan melayani dirinya saja.


"Terimakasih..." ucap Leo karena Ellen melayaninya. Ellen hanya tersenyum saja menanggapi ucapan terimakasih dari Leo


...****************...

__ADS_1


__ADS_2