Love Story'

Love Story'
Berbeda


__ADS_3

Setelah memeriksa pada dokter kandungan, Desi memutuskan untuk mempertahankan kehamilannya. Desi juga tidak ingin memberitahukan pada mantan suaminya tentang kehamilannya. Desi ingin merawat anaknya sendiri tanpa bantuan dari mantan suaminya. Kedua orangtuanya dan sahabatnya mendukung keputusan yang diambil Desi. Desi tidak pernah menyesali keputusannya untuk bercerai dengan mantan suaminya.


"Nak, mama harap kamu baik-baik saja di dalam ya.... Mama tidak sabar menunggu mu lahir..." gumam Desi sambil mengelus perutnya yang masih rata. Setelah bercakap-cakap dengan calon anaknya, Desi kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Desi sayang...." Desi yang lagi sibuk mendesain, langsung mengehentikan kegiatannya saat melihat kedatangan kedua sahabatnya.


"Kami bawa makanan kesukaan mu..." ucap Ellen sambil mengangkat bungkusan yang ditangannya ke atas.


"Kalian ini tahu saja aku sudah lapar..." Desi dengan semangat bangun dari tempat duduknya.


"Apa sampai sekarang belum ada mual?" tanya Sasa dengan penasaran.


"Sampai sekarang tidak..."


"Wah, enaknya... Aku saja selalu mual saat hamil ke-dua anak ku..."


"Hahaha... Setiap wanita kan pasti selalu mengalami yang berbeda-beda" ucap Desi.


"Benar juga..." ucap Sasa sambil cengengesan.


"Oh, ya El aku mau tanya apa beberapa hari yang lalu kamu bertemu dengan Rio?" tanya Desi.


"Rio? Maksud mu Rio mantan Ellen yang pergi menghilang begitu saja?" tanya Sasa dengan terkejut, sedangkan Ellen tampak biasa saja.


"Kenapa? Apa dia menemui mu?" Desi mengangguk kepalanya.


"Tunggu dulu, jangan bilang kalau kamu sudah bertemu dengan Rio?" tanya Sasa dengan mengerutkan keningnya.


"Dua hari yang lalu, secara tidak sengaja kami bertemu di supermarket saat aku dan mas Leo belanja"


Huk...huk...


Desi sampai terbatuk-batuk saat mendengar ucapan Ellen.


"Yang benar? Jadi bagaimana?" tanya Sasa dengan penasaran.


"Rio memaksa untuk meminta waktu ku untuk bicara dengannya. Karena aku tidak ingin bicara dengannya, dia sempat menarik tangan ku. Mas Leo yang melihatnya langsung menarik tangan ku untuk segera pergi"


"Apa Pak Leo tahu siapa Rio?" tanya Desi dengan penasaran.

__ADS_1


"Aku sangat yakin dia tahu, karena sepanjang perjalanan mas Leo diam saja. Tapi saat kami sampai, tiba-tiba mas Leo memeluk ku dan mengucapkan kata cintanya"


"Saat pak Leo mengatakan cintanya apa kamu juga mengucapkan kata cinta padanya?" tanya Desi yang ingin tahu perkembangan hubungan Ellen.


Ellen menggelengkan kepalanya dengan lemah. Desi dan Sasa langsung menepuk jidat mereka sendiri.


"Apa kamu belum juga mencintai pak Leo?" Ellen hanya diam saja menanggapi pertanyaan Sasa.


"Des, kapan Rio datang menemui kamu?" tanya Ellen.


"Tadi pagi. Dia datang bertanya tentang mu..."


"Apa yang kamu katakan?"


"Aku tidak menjawabnya, aku menyuruhnya untuk tidak menggangu kehidupan mu lagi. Lalu aku bilang kalau kamu sudah hidup bahagia dengan suami mu..."


"Baguslah. Aku tidak tahu apa jadinya kalau mas Leo tahu kalau dia mengirimkan bunga untuk ku..." ucap Ellen dengan sedikit stress.


Karena saat dia sampai di toko nya, Ellen mendapatkan kiriman buket bunga mawar merah yang besar dan ada tulisan kata I Miss you di kertas yang diselipkan di buket bunganya.


"Apa bunganya kamu simpan" tanya Sasa.


"Hahaha. Mana tahu kamu simpan bunganya karena bunga kesukaan mu..." ucap Desi.


"Kalian tahu apa yang paling gila?" ucap Ellen pada kedua sahabatnya.


"Apa?" ucap Desi dan Sasa bersamaan.


"Adiknya Rio mantan tunangannya mas Leo"


"Apa!" teriak Desi dan Sasa bersamaan.


Ellen langsung menceritakan apa yang diceritakan Leo padanya dan menceritakan apa yang telah dilakukan Clarisa padanya beberapa hari yang lalu. Desi dan Sasa benar-benar sangat terkejut mendengar apa yang dilakukan Clarisa.


"El, kenapa sih kamu minta pak Leo membebaskan itu cewek? Bagaimana kalau dia akan menyakiti mu?" ucap Desi dengan kesal karena Ellen terlalu mudah memaafkan orang lain.


"Tenang saja, pasti dia tidak akan berani lagi. Lagian aku bisa menjaga diriku sendiri"


"Kamu ini..." ucap Sasa dengan geram.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ellen tampak bingung karena Leo terus saja diam sejak menjemputnya pulang dari tokonya. Setiap Ellen bertanya tentang pekerjaan Leo, Leo selalu menjawabnya singkat dan dingin. Apalagi saat mereka makan malam, Leo tampak diam saja dan hanya makan sedikit dengan alasan masih kenyang. Leo benar-benar sangat berbeda malam ini.


Sudah jam 11 malam Leo tidak juga datang untuk tidur. Ellen pun langsung memutuskan untuk melihat Leo di ruang kerjanya. Saat dia masuk keruang kerja, Leo masih tampak serius dengan pekerjaannya.


"Mas, kamu tidak tidur?" tanya Ellen sambil berjalan mendekati Leo.


"Masih banyak pekerjaan yang harus ku siapkan. Kamu tidur saja duluan..." jawab Leo tanpa memandang Ellen.


"Kamu yakin? Apa tidak bisa kamu melanjutkan pekerjaan kamu besok saja?"


"Tidak bisa, ini sangat penting..."


"Baiklah kalau begitu aku akan menunggumu disini saja..." Mendengar itu Leo langsung mengehentikan pekerjaannya.


"Apa tidak mendengar ucapan ku? Apa sih susahnya kamu mendengar? Aku tahu kalau kamu belum menerima pernikahan ini, tapi setidaknya kamu tolong dengar ucapan ku!" Ellen sangat terkejut mendengar Leo bicara dengannya sangat keras.


"Mas, kamu kenapa sih? Apa harus kamu bicaranya dengan membentak ku?" ucap Ellen dengan penuh kekecewaan dan hatinya terasa sangat sakit saat Leo bicara dengannya dengan membentak.


Leo langsung menyadari kesalahannya, Leo berusaha untuk mengendalikan emosinya dengan menghela nafas panjang lalu mengusap wajahnya kasar dengan tangannya.


"Aku mohon tolong tinggalkan aku, aku minta maaf karena aku membentak mu. Aku benar-benar ingin menyelesaikan pekerjaan ku hari dulu" ucap Leo dengan lemah.


Ellen yang benar-benar kecewa langsung pergi meninggalkan Leo sendiri di ruang kerja. Sesampainya di dalam kamar Ellen langsung berbaring. Saat dia ingin memejamkan matanya, Ellen merasakan ada kurang saat ini. Ellen menatap bantal yang selalu digunakan Leo setiap tidur. Tampak tatapannya Ellen saat ini penuh kesedihan. Biasanya setiap malam Ellen selalu tidur sambil memeluk Leo, tapi malam ini Ellen harus tidur tanpa ada Leo di sampingnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah Ellen keluar dari ruangannya, Leo menyadarkan kepalanya di kursinya. Leo teringat dengan apa yang dikatakan Rio padanya tadi siang.


Leo yang baru saja selesai meeting, melihat Rio yang juga baru saja selesai meeting. Leo yang benar-benar tidak suka saat Rio memegang tangan istrinya langsung menghampiri Rio.


"Pak Leo..." sapa Rio saat Leo berdiri di hadapannya.


"Aku tidak perlu basa-basi, saya langsung saja. Saya ingin anda untuk menjauhi istri saya" ucap Leo dengan dingin pada Rio.


"CK... Istri? Kalau saya tidak mau, apa yang ingin lakukan?"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2