Love Story'

Love Story'
Hari pertama


__ADS_3

Karena besok hari libur Leo dan Ellen memutuskan untuk menginap di rumah Ellen. Ini hari pertama kalinya Leo menginap di rumah Ellen. Ellen sangat senang karena Leo mau menginap di rumahnya. Sedangkan kakek Bryan dan Chelsea memutuskan untuk pulang.


"Maaf kalau kasurnya tidak seluas kasur mu dan nyaman" ucap Ellen saat Leo menatap kasur miliknya.


Mendengar ucapan istrinya Leo langsung menarik Ellen untuk ikut berbaring bersama di atas kasur. Leo memeluk Ellen dengan tersenyum.


"Apa kamu tahu aku sangat suka kalau kasurnya tidak seluas kasur ku. Dengan begini aku bisa memeluk mu terus sepanjang malam" ucap Leo. Mendengar ucapan Leo membuat Ellen membalas pelukan Leo dan tersenyum.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sejak Desi dan Dito sah bercerai, Desi merasa tubuhnya sangat lemah dan gampang lelah.


"Nona apa anda baik-baik saja?" tanya Rezza yang baru saja pulang olahraga pagi. Rezza melihat Desi tampak sangat berbeda saat menunggu lift.


"Pak Rezza...." cicit Desi.


"Nona baik-baik saja? Wajah anda tampak sangat pucat..."


"Oh, mungkin karena saya kecapekan olahraga pagi."


"Apa anda yakin?"


"Hemm..."


Ting ..


Desi dan Rezza bersamaan masuk kedalam lift.


Rezza terus memperhatikan Desi yang tampak sangat pucat. Entah kenapa tiba-tiba saja lampu lift nya berhenti, begitu juga dengan lift nya berhenti.


"Astaga apa yang terjadi?" gumam Desi dengan panik.


Rezza langsung menekan tombol untuk memanggil bantuan.


"Halo, tolong didalam ada orang...." teriak Rezza.


Karena tidak ada jawaban juga, Rezza melihat kearah Desi yang sudah jongkok di sudut dengan ketakutan.


"Nona apa anda baik-baik saja?" tanya Rezza panik, Desi langsung menggeleng kepalanya sebagai jawabannya. Desi mulai merasa pandangannya sedikit kabur.


"Bertahanlah, aku akan meminta bantuan..." Rezza yang berniat untuk bangkit berdiri, Desi langsung menahannya. Dengan lemah Desi menggeleng kepalanya. Betapa terkejutnya Rezza saat merasakan tangannya Desi sangat dingin.


Tiba-tiba saja lampu lift nya kembali menyala dan lift nya juga kembali hidup. Dengan cepat Leo mengangkat Desi ya sudah pingsan. Rezza memutuskan untuk membawa Desi ke apartemennya karena dia tidak tahu pasword apartemen Desi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"El, suami mu di mana? Kenapa dari tadi belum keluar?" tanya mama Nia sambil menyusun sarapan yang di masaknya bersama Ellen.


"Lagi olahraga pagi, ma..."


"Olahraga?"


"Hemmmm... Mas Leo setiap pagi tidak pernah melewatkan olahraga paginya..."


"Oh... El, bagaimana perasaan kamu sama suami kamu? Mama lihat nak Leo benar-benar sangat mencintai mu..." Ellen langsung menghela nafasnya dengan lemah.


"Aku tidak tahu ma... Hanya saja aku merasa setiap dekat dengan mas Leo aku merasa nyaman" Mendengar jawaban Ellen, mama Nia langsung tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Itu artinya kamu sudah mulai mencintainya"


"Hahaha. Mama tahu dari mana?"


"Kalau kamu tidak percaya coba kamu tanya dengan hati mu sendiri..." Ellen langsung terdiam saat mendengar ucapan mama Nia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Mau kemana kamu?" tanya Rio saat melihat Clarisa ingin keluar rumah.


"Aku mau bertemu dengan teman-teman ku dulu!"


"Bukannya sudah ku katakan semalam, untuk hari ini kamu tidak boleh keluar dari kamar mu" ucap Rio dengan dingin.


Clarisa bukannya mendengar, dia tetap pergi keluar. Saat Rio ingin menahan, nyonya Hodgson menahan Rio.


"Aku tidak akan bertanggung jawab lagi, kalau anak itu akan berbuat onar" ucap Rio dengan kesal karena mamanya selalu saja membela Clarisa.


Sesuai dengan dugaan Rio, Clarisa sedang berbicara dengan seorang pria di dalam mobilnya.


"Aku ingin kamu dan anggota mu melakukannya dengan baik. Ingat jangan sampai meninggalkan jejak...."


"Baik, bos..."


Setelah mendapatkan jawaban dari pria itu, Clarisa tersenyum dengan penuh kemenangan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Bagaimana? Apa dia baik-baik saja?" tanya Rezza dengan kuatir.


"Lakukan apa? Membuat dia pingsan? Apa kamu pikir aku bodoh?"


"Membuat dia hamil.... wanita ini hamil!"


"Kamu yakin?"


"Kalau kamu tidak percaya, kamu bisa membawanya ke rumah sakit. Astaga Rezza aku tidak menyangka kalau kamu menghamili anak orang lain"


"Diamlah, bukan aku yang melakukannya. Dia sahabat dari istrinya Leo..." ucap Rezza kesal karena dokter Rehan menuduhnya.


"Oh... Berikan obat ini setelah dia bangun."


"Hemm..." Rezza terus menatap Desi yang masih terlelap dalam tidurnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Desi mulai membuka matanya, saat dia ingin bangun Desi sangat terkejut melihat suasana kamar yang ditempatinya.


"Astaga..." Desi sangat terkejut melihat foto Rezza didalam kamar itu.


"Maaf nona, anda sudah bangun?" Desi langsung menoleh ke arah pintu dan melihat Rezza datang sambil membawa makanan.


"Silahkan makan dulu, nona. Maaf tadi nona pingsan jadi saya bawa ke rumah saya."


"seharusnya saya mengucapkan terima kasih pada anda pak. Ini...." Saat Desi mencium aroma bubur ayam yang dibawa Rezza membuatnya ingin sekali memakannya.


"Oh ya, silahkan makan nona. Setelah anda makan, silahkan minum obat nya."

__ADS_1


"Sekali lagi terimakasih, maaf sudah merepotkan Anda..." Rezza hanya diam saja.


"Saya akan menunggu di luar, kalau nona selesai, nona bisa panggil saya" Desi mengangguk kepalanya sambil menikmati buburnya.


Ting ..Ting ..


Rezza membuka pintu apartemennya dan melihat Leo dan Ellen.


Setelah dokter Rehan pergi, Rezza menghubungi Leo dan memberitahu tentang Desi. Leo dan Ellen yang lagi sarapan langsung meninggalkan sarapannya saat mendengar Desi pingsan dan mendengar kalau Desi hamil.


"Apa Desi sudah mengetahuinya?" tanya Ellen.


"Belum nona. Nona Desi lagi sarapan di kamar saya..."


Ellen dengan tergesa-gesa masuk kedalam melihat keadaan sahabatnya itu.


"Des..."


"El..." Desi sangat terkejut melihat kedatangan Ellen.


"Apa kamu sudah minum obatnya?"


"Baru saja. Kamu kesini sendiri?"


"Tidak, aku sama suami ku. Des, bagaimana kalau kita ke rumah sakit. Aku akan menemanimu"


"Hahaha. Untuk apa? Aku hanya lelah saja.."


"Saat kamu pingsan tadi pak Rezza memanggil dokter dan hasilnya..." Ellen tampak bingung harus bagaimana mengatakannya hasil pemeriksaan dokter.


"Hasilnya kenapa? Apa hasilnya buruk?" tanya Desi dengan mengerutkan keningnya.


"Aku tidak tahu apakah ini kabar buruk atau baik..."


"Katakan dengan yang jelas..."


"Kata dokter kemungkinan kamu hamil..." bertapa terkejutnya Desi saat mendengar apa yang dikatakan Ellen padanya.


"Kamu bohong kan?" tanya Desi dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Melihat sahabatnya yang seperti itu, Ellen langsung memeluk Desi. Desi benar-benar sangat shock mendengar kalau dia dinyatakan hamil.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Desi tampak sangat gugup saat dokter memeriksanya. Karena gugup Desi terus menggemgam tangan Ellen.


"Selamat nona atas kehamilannya. Apa anda ingin mendengar suara detak jantungnya?" Desi meneteskan air matanya saat dokter menyatakan selamat untuk kehamilannya.


"Maaf dokter, berapa usia kandungannya?" tanya Ellen.


"Empat Minggu nona..."


Dengan perasaan yang campur aduk Desi bangun dan menatap Ellen dengan wajah sendu.


"Aku hamil, El..." gumam Desi sambil menatap Ellen dengan mata yang berkaca-kaca.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2