
Ellen langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur karena sangat lelah setelah menghabiskan waktu mereka belanja oleh-oleh untuk keluarga dan sahabat nya.
Dengan penuh perhatian Leo langsung ke kamar mandi menyiapkan air hangat untuk Ellen. Setelah itu Leo langsung menggendong Ellen, tentu saja Ellen sangat terkejut.
"Apa yang kamu lakukan? Turun kan aku..." ucap Ellen sambil memberontak untuk diturunkan. Leo langsung menurunkan Ellen di dalam bathtub yang sudah berisi air hangat. Setelah menurunkan Ellen, tangan Leo menyentuh pipi Ellen
"Mandilah, supaya tubuh mu terasa rileks" ucap Leo sambil mengelus pipi Ellen dengan lembut.
Cup.
Matanya Ellen membulat sempurna karena tiba-tiba Leo mengecup keningnya. Jantungnya berdegup kencang dan dia merasa kalau aliran darahnya seperti berhenti.
"Aku akan menunggu diluar" ucap Leo dengan lembut sebelum keluar.
Setelah Leo keluar Ellen merasakan kakinya yang tidak bertenaga langsung duduk di dalam bathub dengan baju yang masih melekat di tubuhnya. Ellen juga memegang dadanya dan merasakan jantungnya berdegup kencang.
"A...apa yang dilakukannya? Kenapa dia tampak sangat berbeda? A..apa dia jatuh cinta pada ku?" gumam Ellen.
"Tidak boleh, ini tidak benar. Jangan sampai ini terjadi, kalau ini terjadi itu berarti aku perusak hubungan orang. Aku tidak boleh menyakiti hati wanita lain." ucap Ellen dengan dirinya sendiri.
Dengan cepat Ellen membersihkan dirinya, dia ingin bertanya langsung kenapa Leo tiba-tiba mengecup keningnya. Setelah lima belas menit Ellen selesai mandi, saat dia ingin memakai bajunya Ellen baru menyadari kalau dirinya tidak membawa baju ganti.
"Astaga aku lupa bawa baju ganti. Ini semua gara-garanya. Apa yang harus ku pakai? Baju ku yang tadi sudah basah pula lagi..." gerutu Ellen.
Dengan terpaksa Ellen memakai bathrobe lagi. Saat dia membuka pintu kamarnya, Ellen memilih mengintip lebih dulu. Saat dirinya tidak melihat keberadaan Leo, Ellen langsung cepat lari dan mengambil baju tidur yang dibelinya tadi saat mereka jalan-jalan. Ellen tidak ingin memakai baju tidur yang sangat tipis itu lagi malam ini. Ellen memilih untuk mengganti baju didalam kamar mandi, takut kalau tiba-tiba Leo masuk.
Selesai ganti baju, Ellen keluar dari dalam kamar mandi dan belum melihat keberadaan Leo didalam kamar mandi. Saat dia ingin mengambil scean care nya, Ellen melihat pintu balkon kamar mereka terbuka. Ellen melihat bayangan Leo yang sedang sibuk menghubungi seseorang.
"Kamu sibuk?" tanya Ellen saat melihat Leo baru saja memutuskan sambungan teleponnya. Leo langsung menoleh kebelakang dan melihat Ellen berdiri di depan pintu.
"Kamu sudah selesai?"
__ADS_1
"Hem... Aku bisa bertanya sesuatu?" tanya Ellen sambil melipat kedua tangannya di dadanya.
"Silahkan..." ucap Leo dengan santai sambil menghidupkan rokoknya. Ellen yang tidak suka dan sangat membenci aroma rokok langsung menariknya dari tangan Leo.
"Kamu bisa menghisapnya, tapi jangan dihadapan ku. Aku tidak tahan dengan aromanya" ucap Ellen tanpa mempedulikan apakah Leo marah atau tidak.
"Baiklah kalau begitu, aku tidak akan merokok lagi kalau kamu tidak suka" Ellen langsung mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan Leo.
Ellen semakin kuatir kalau Leo benar-benar jatuh cinta padanya. Jika itu benar, Ellen tidak tahu bagaimana perasaannya pada Leo saat ini. Meskipun dirinya mulai merasa nyaman dengan Leo, tapi dia berusaha membentengi dirinya untuk tidak mencintai Leo. Karena dia tidak ingin membuat wanita lain sakit hatinya.
"Aku tidak meminta mu untuk menghentikannya, aku hanya minta kamu tidak menghisapnya dihadapan ku saja."
"Kalau kamu tidak suka, itu berarti aku harus menghentikannya."
"Dasar aneh! Tapi terserah mu saja. Sekarang aku ingin bertanya sesuatu yang penting saat ini." ucap Ellen kesal. Melihat Ellen kesal, Leo langsung tersenyum.
"Silahkan, kamu mau bertanya apa?"
"Kenapa kamu melakukan hal tadi?"
"Itu, yang kamu lakukan di kamar mandi tadi..." ucap Ellen dengan bingung.
"Memangnya kita melakukan apa dikamar mandi?"
"Astaga, itu loh..."
Cup.
Ucapan Ellen langsung terpotong karena tiba-tiba Leo kembali mengecup keningnya lagi. Jantung Ellen kembali berdegup kencang dan tampak sangat gugup karena jarak antara wajah Leo dan Ellen hanya beberapa centimeter saja.
Cup...
__ADS_1
Cup...
Leo kembali mengecup kedua pipinya Ellen, tentu saja membuat matanya membulat.
"Apa itu yang kamu maksud?" tanya Leo sambil tersenyum kemenangan.
"A...apa yang kamu lakukan?" tanya Ellen dengan gugup.
"Apa aku salah mencium istri ku?" ucap Leo sambil menatap Ellen dengan serius.
"Is..tri?" tanya dengan gugup. Ellen sangat bingung dengan dirinya entah kenapa dia seperti orang bodoh.
"Kenapa? Bukannya kita sudah menikah? Itu berarti kamu sudah menjadi istri ku, dan aku suami mu" ucap Leo.
"Tapi pernikahan kita bukannya kontrak?"
"Tidak, aku tipe orang yang ingin menikah sekali seumur hidup" Mendengar ucapan Leo membuat Ellen langsung membulat kan matanya.
Leo sangat tahu kalau saat ini Ellen pasti sangat bingung dengan ucapannya. Leo menarik tangan Ellen masuk kedalam pelukannya. Ellen hanya tampak diam saja, dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Apakah dia harus senang atau sedih.
"Kamu tahu saat aku mendengar kalau kamu akan dinikahi dengan orang lain, aku tidak sanggup mendengarnya. Kamu tahu kenapa karena aku mencintaimu dengan pandangan pertama lima tahun yang lalu" Ellen langsung mendorong Leo untuk menatap Leo.
"Apa maksud mu?" tanya Ellen dengan tidak percaya dengan apa yang dikatakan Leo.
Leo sudah memutuskan untuk memberi tahu pada Ellen tentang perasaannya, dan memberi tahu siapa dirinya sebenarnya. Leo menarik tangan Ellen untuk menunjukkan sesuatu pada Ellen.
"Aku akan menunjukkan sesuatu pada mu, tunggu sebentar" ucap Leo setelah Ellen duduk di atas sofa yang ada dalam kamar mereka.
Leo mengambil sesuatu dompetnya yang terletak di atas mejanya dan mengambil buku yang ada dalam kopernya. Leo memberikan bukunya pada Ellen dan mengambil foto yang ada didalam dompetnya.
"Ini..." Ellen sangat terkejut melihat fotonya yang sedikit buram sedang membantu memapah seorang pria dijalan yang sangat sepi.
__ADS_1
Lalu Leo membuka bukunya dan disana ada foto yang sama, ada juga hasil lukisan wajahnya. Ellen teringat dengan kejadian Lima tahun yang lalu, dimana saat itu dia ingin pergi ke kampungnya dengan sepeda motornya, melihat sebuah mobil mengeluarkan asap dan ada api kecil dari belakang mobil. Ellen langsung menghentikan motornya dan berlari menuju mobil itu. Ellen sangat terkejut melihat seorang pria dengan setengah sadar merintih kesakitan dan meminta tolong padanya. Tanpa pikir panjang Ellen menolong pria itu tanpa memikirkan keselamatannya.
...****************...