
Setelah memastikan Resa makan makanan yang dibawanya, Dito memutuskan untuk pulang. Tapi tiba-tiba Resa jatuh saat ke kamar mandi, dengan paniknya Dito dan mamanya membawa Resa ke kamar mandi. Dito lupa membawa hp nya, maka karena saat Desi menghubunginya Dito tidak mengangkat teleponnya.
Setelah mengucapkan seluruh isi hatinya, Desi menghapus air matanya yang terus-menerus keluar. Padahal Desi sudah berusaha untuk menahan air matanya tidak mengalir.
"Aku sangat sibuk, tolong tinggalkan aku sendiri" ucap Desi setelah menghapus air matanya.
Dito menatap wajah Desi yang benar-benar terluka karena perbuatannya, tak ada lagi senyum di wajah istrinya.. Dito benar-benar sangat menyesal karena membuat Desi terluka dan membuat pernikahannya hancur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat pesawat pribadi milik Leo mendarat di Indonesia, Ellen tampak sangat bahagia karena akhirnya mereka sampai di Indonesia.
"Terimakasih, pak Rezza..." ucap Ellen dengan tersenyum saat Rezza mengambil ahli kopernya untuk dimasukkan ke dalam bagasi mobil.
"Sama-sama nona..."
Leo yang melihat istrinya mengucapkan terimakasih dan tersenyum pada Rezza, tampak sangat cemburu. Leo yang sangat cemburu langsung menarik Ellen untuk masuk kedalam mobil. Rezza yang melihat tingkah Leo membuatnya ingin sekali tertawa, karena dia tahu kalau saat ini Leo pasti sedang cemburu.
"Astaga kamu ini kenapa menarik tangan ku, sih?" tanya Ellen dengan kesal karena Leo menariknya untuk masuk kedalam mobil.
"Biar cepat" jawab Leo dengan ketus.
"Kamu ini... Oh, ya apa Kakek dan yang lainnya kalau kita pulang?" tanya Ellen sambil memasang seatbelt nya.
"Sudah. Mama dan adik mu sedang di rumah kakek"
"Benarkah?"
"Hemm..."
"Pak, apa kita sudah bisa berangkat?" tanya Rezza setelah masuk kedalam mobil.
"Ya..." jawab Leo sambil menatap Rezza dengan kesal.
Sepanjang perjalanan menuju rumah Ellen selalu melihat foto-fotonya dengan Leo saat mereka ada di New Zealand. Sedangkan Leo memilih memeriksa pekerjaannya dari hp nya.
__ADS_1
Saat memeriksa foto-foto di hp nya, Ellen langsung tersenyum lebar saat melihat foto Leo yang penuh coretan lipstik di wajahnya. Saat di New Zealand karena susah tidur Ellen mengajak Leo bermain game dan siapa yang kalah wajahnya akan dicoret dengan lipstik. Ternyata setiap bermain game, Leo selalu kalah.
"Bagaimana kalau kita pajang foto mu ini di kamar? Kamu sangat tampan disini..." ucap Ellen sambil menunjukkan foto Leo yang di layar hp nya.
Mata Leo langsung membulat saat melihat fotonya yang sangat memalukan. Leo berniat untuk mengambil hp Ellen supaya menghapus fotonya, tapi Leo kalah cepat dengan Ellen.
"Sayang please fotonya di hapus, itu sangat memalukan" bujuk Leo.
Rezza yang lagi fokus mengendarai mobil sangat terkejut mendengar Leo memanggil Ellen dengan sebutan sayang. Apalagi interaksi antara Leo dan Ellen sudah sangat berbeda.
"Enak, saja. Tidak bisa..." ucap Ellen dengan memanyunkan bibirnya karena Leo memintanya untuk menghapus foto Leo yang sangat jelek.
"Sayang ayolah, aku akan memenuhi keinginan mu tapi tolong hapus fotonya." bujuk Leo dengan memelas.
Melihat wajah Leo yang memelas, membuat Ellen ingin tertawa. Begitu juga dengan Rezza, ini pertama kalinya dia melihat Leo memohon pada seseorang.
"Aku tidak percaya dengan mu. Bisa saja setelah aku menghapus fotonya, kamu tidak akan mengabulkan permintaan ku"
"Begini saja, katakan apa yang kamu mau sekarang. Aku akan mengabulkannya sekarang. Setelah aku mengabulkannya, kamu hapus fotonya. Bagaimana?"
"Yakin. Sekarang kamu ingin apa? Baju, sepatu, perhiasan atau kamu mau jalan-jalan lagi?"
"CK... Kamu ini, aku tidak butuh itu. Kalau aku mau, aku bisa belinya sendiri. Aku hanya punya satu permintaan saja" ucap Ellen dengan serius.
Entah kenapa tiba-tiba Leo teringat dengan janjinya pada Ellen dulu. Kalau Ellen meminta cerai dengannya, Leo harus setuju dan siap.
"Kalau permintaan mu untuk cerai, aku tidak bisa mengabulkannya. Aku sudah mengubah keputusan ku, tidak akan ada kata cerai dalam pernikahan kita" ucap Leo dengan tegas, Leo langsung mengubah pandangannya ke arah depan.
Plak...
Ellen langsung memukuli lengan Leo dengan kuat pakai tasnya, sampai Leo meringis kesakitan.
"Siapa yang bilang kalau aku minta cerai. Kamu ini..." Leo langsung membulat matanya sempurna karena mendengar ucapan Ellen.
Dengan perasaan bahagia Leo langsung menarik Ellen kedalam pelukannya. Rezza yang melihat hal itu tampak sangat penasaran dengan hubungan Leo dan Ellen saat ini. Tapi ada rasa bahagianya melihat sahabat yang sekaligus atasnya tampak sangat bahagia setelah pulang dari liburan.
__ADS_1
"Maaf sayang, aku takut kalau kamu minta cerai. Aku tidak akan siap dengan hal itu" ucap Leo sambil tersenyum.
Ellen hanya senyum-senyum saja mendengar ucapan Leo dan didalam hatinya ada perasaan bahagia.
"Aku akan mengatakannya saat kita sampai di rumah. Sekarang lepaskan aku, jangan lupa pak Rezza sedang melihat kita" ucap Ellen yang merasa malu karena dari tadi Rezza terus memperhatikan mereka dari kaca spion.
Karena tidak ingin membuat Ellen kesal, Leo langsung menuruti permintaan Ellen. Karena malu Ellen lebih memilih menatap kearah luar jendela. Sedangkan Leo menatap tajam Rezza karena dia tidak bisa memeluk istrinya dengan leluasa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Mama...." Ellen langsung berlari memeluk mamanya yang berdiri di depan pintu untuk menyambutnya dan Leo.
"Kamu ini sudah menikah tapi seperti masih anak-anak. Malu dong, sayang..." ucap mama Nia.
"Ish, mama... Kangen tahu..." ucap Ellen sambil memanyunkan bibirnya saat melepaskan pelukannya.
"Siang ma... Mama apa kabar?" Leo menyapa mama Nia dan menyalami tangan mama Nia dengan sopan.
"Kabar baik, nak. Mama senang akhirnya kalian pulang dengan selamat. Sekarang ayok masuk, kakek Bryan dan yang lainnya sudah menunggu di dalam...." Ketiganya masuk kedalam dan sedangkan barang-barang Leo dan Ellen Rezza yang mengurusnya.
"Kakek..." sapa Ellen dengan tersenyum bahagia. Ellen dan Leo bersamaan menyalami tangan kakek Bryan.
"Kakek senang kalian pulang dengan selamat. Lebih baik sekarang kalian mandi dulu, setelah itu kita makan siang bersama. Mama kalian dari tadi pagi sudah sibuk menyiapkan makanan untuk kalian dua" ucap kakek Bryan sambil menunjuk ke arah mama Nia.
"Baik, kek. Kami ke kamar dulu, ya ma, kek..." ucap Ellen. Kakek Bryan dan mama Nia hanya mengangguk kepalanya dengan tersenyum.
Sesampainya di dalam kamar Leo langsung memeluk Ellen dari belakang. Ellen langsung terkejut dengan apa yang dilakukan Leo.
"A...apa yang kamu lakukan?" tanya Ellen dengan gugup.
"Aku ingin memeluk istri ku. Tadi aku tidak bisa memeluk mu dengan puas karena ada orang lain, sekarang aku ingin memeluk mu dengan puas" ucap Leo sambil mencium leher belakang Ellen. Tentu saja membuat Ellen semakin gugup.
"Buk..annya kamu harus man...di... Tidak baik membuat orang tua menunggu lama"
"Aku tahu. Bagaimana kalau kita mandi bersama untuk mempersingkat waktu" ucap Leo sambil tersenyum.
__ADS_1
...****************...