
"Emm...Em... Apa kita tidur satu kasur?" tanya Ellen setelah mereka selesai makan malam di dalam kamar mereka.
"Kenapa? Apa kamu ingin tidur di atas sofa?" tanya Leo dengan santai sambil naik ke atas tempat tidur.
"Enak saja. Kenapa tidak kamu saja yang tidur di atas sofa..."
"Aku tidak bisa tidur kalau di atas tempat tidur"
"CK... Dasar pria yang tidak punya perasaan. Baiklah aku yang akan tidur di atas sofa" ucap Ellen kesal.
Akhirnya Ellen memilih mengalah dari pada dia satu tempat tidur dengan Leo. Awalnya Ellen sangat nyaman tidur di atas sofa, tapi saat mendengar suara gemuruh membuat Ellen langsung bangun. Ellen bangkit berdiri dan melihat dari jendela kalau diluar sedang hujan. Suara gemuruh kembali terdengar membuat Ellen takut dan langsung berlari naik keatas kasur.
Ellen dari kecil sampai dewasa sangat takut dengan suara gemuruh karena masa lalunya sewaktu di desanya. Ellen masuk kedalam balik selimut dan memeluk Leo tanpa pikir panjang. Tentu saja membuat Leo yang terkejut.
"Kamu..."
"A.. aku takut... Maaf, untuk malam ini saja bisakah aku memeluk mu? Please..." ucap Ellen sambil mendongakkan kepalanya menatap Leo, tanpa melepaskan pelukannya.
"Baiklah...." Leo langsung mengijinkannya karena hal ini membuat dia dapat memeluk Ellen dengan sesuka hatinya.
...****************...
Desi yang berniat untuk pergi ke boutique nya sangat terkejut melihat kedatangan mantan ibu mertuanya dan istri kedua Dito.
"Pagi, saya Resa. Apa kita bisa bicara sebentar?" tanya Resa dengan lembut.
"Nak, ibu mohon tolong berikan kami waktu untuk bicara dengan mu...." bujuk mamanya Dito dengan memelas.
Sejak semalam mantan Mertuanya Desi dan Resa datang ke boutique Desi. Tapi Desi meminta pegawainya untuk tidak memperbolehkan mereka masuk kedalam ruangannya.
"Maafkan saya, ma. Saya lagi sibuk. Kalau mama ingin membicarakan tentang perceraian kami, mama bisa mengatakannya pada pengacara saya. Karena saya sudah menyerahkan sepenuhnya pada pengacara saya" setelah mengatakan yang ingin dikatakannya, Desi langsung pergi begitu saja.
"Des, saya mohon tolong berikan kami kesempatan untuk bicara. Ini tentang mas Dito..." mendengar nama Dito membuat langkah Desi berhenti.
"Saat ini mas Dito sangat membutuhkan mu..." sambung Resa dengan menangis dan hati yang Sakit.
__ADS_1
Dia berpikir kalau dia bisa menggantikan posisi Desi dari hati Dito, karena sudah mengandung anaknya Dito. Anak yang selama ini sangat diinginkan Dito dan Mertuanya. Ternyata tidak, saat Desi datang sambil membawa surat cerai, di saat itu juga Dito sangat hancur. Sudah beberapa hari terakhir Dito tidak menyentuh makanan, dia hanya menghabiskan waktunya dengan minuman di ruangan kerjanya.
"Benar, nak. Dito sangat membutuhkan mu. Nak, mama mohon jangan tinggalkan Dito. Dia sangat membutuhkan mu. Semuanya ini salah mama...." ucap mamanya Dito yang juga ikut menangis.
Mendengar permohonan Resa dan Mamanya Dito, Desi memutarkan tubuhnya menghadap keduanya.
"Nanti sore aku akan ke rumah..." ucap Desi setelah menghela nafasnya dengan berat.
"Terimakasih nak..." Desi hanya diam saja, setelah itu Desi langsung pergi.
Tanpa disadari Desi kalau Rezza melihat dan mendengar obrolan mereka. Rezza sangat bingung kenapa dengan mudahnya Desi mengikuti keinginan istri kedua mantan suaminya dan mantan Mertuanya, padahal sudah disakiti.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Leo lebih dulu membuka matanya dan melihat wajah Ellen yang sangat dekat dengannya. Hembusan nafasnya Ellen, Leo dapat merasakannya.
"Cantik..." gumam Leo saat melihat wajah Ellen yang sangat nyaman tidur sambil memeluk nya.
Cup...
"Selamat pagi..." ucap Leo dengan suara pelan, karena tidak ingin membuat Ellen terbangun.
Dengan pelan-pelan Leo melepaskan pelukannya dan menarik tangan Ellen yang memeluk pinggangnya. Saat Ellen sedikit terganggu, Leo langsung menghentikannya. Saat Ellen kembali tenang, Leo kembali menarik dirinya dari pelukan Leo. Saat berhasil, Leo langsung membersihkan dirinya ke kamar mandi.
Karena suara gemericik air, membuat Ellen terbangun dari tidurnya. Dan dia melihat dirinya berada di atas kasur dan tidak melihat keberadaan Leo.
"Kenapa aku disini?" gumam Ellen sambil menggaruk kepalanya. Tiba-tiba ingatannya tentang kejadian semalam berputar.
"Astaga..." Ellen menepuk jidatnya.
"Waduh jangan sampai dia memikirkan yang tidak-tidak" gumam Ellen.
Sambil merutuki dirinya sendiri, Ellen turun dari atas kasurnya. See itu Ellen mengambil baju yang akan dipakainya untuk jalan-jalan. Leo sudah berjanji akan membawanya jalan-jalan selama mereka liburan.
"Kamu sudah bangun?" Ellen langsung menoleh kebelakang, dia melihat Leo hanya menggunakan handuk di pinggangnya. Lagi-lagi Ellen kembali melihat roti sobek Leo yang sangat menggodanya.
__ADS_1
"Ah... Iya. Kenapa kamu tidak pakai baju mu di kamar mandi?" tanya Ellen dengan gugup.
Mendengar pertanyaan Ellen, membuat Leo berjalan mendekati Ellen hingga membuat jarak antara mereka hanya beberapa jengkal. Setelah jarak mereka hanya beberapa jengkal, Leo menundukkan kepalanya hingga sejajar dengan Ellen.
"Karena aku ingin menggoda mu..." ucap Leo sambil tersenyum. Tentu saja membuat wajah Ellen kembali memerah.
"Dasar gila..." ucap Ellen dengan gugup. Setelah itu Ellen mengambil bajunya dan handuknya, lalu berlari ke kamar mandi. Leo langsung tertawa melihat tingkah Ellen yang sangat lucu baginya.
"Aku akan membuat mu jatuh cinta dengan ku...." gumam Leo sambil menatap pintu kamar mandi yang sudah tertutup rapat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ellen tampak sangat bahagia menikmati acara liburannya. Di tidak menyangka pernikahan kontrak, bisa membuat dia liburan ke luar negeri. Ellen juga merasa bingung dengan dirinya sendiri karena dari tadi pagi dia merasa sangat nyaman saat Leo menggandeng tangannya saat Leo mengajaknya jalan-jalan. Ellen juga merasa kalau Leo sangat melindunginya, Leo tidak mengijinkan Ellen untuk melepaskan genggamannya.
"Kamu lapar?" Ellen mendongakkan kepalanya, lalu mengangguk kepalanya sambil tersenyum.
"Baiklah, kita makan dulu. Setelah ini aku akan membawamu ke tempat yang pasti kamu suka"
"Benarkah?"
"Tentu saja. Aku akan membuat mu senang selama kita disini"
"Ah so sweet. Terimakasih...." ucap Ellen sambil memeluk lengan Leo dengan manja.
Tentu saja hal ini membuat Leo sangat senang karena dia merasa Ellen tidak terlalu jutek dan tampak sangat bahagia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seperti yang sudah dijanjikannya, Desi datang ke rumah Dito. Saat keluar dari mobilnya, Desi menghela nafasnya. Bayang-bayang masa lalunya yang bahagia dirumah mertuanya terlintas dalam benaknya.
"Ayo, Desi kamu harus kuat. Jangan goyah..." gumam Desi dalam hatinya. Dia takut kalau hatinya akan goyah saat melihat keadaan Dito.
"Nyonya, Nona Desi datang..." seorang pembantu langsung menjerit bahagia saat membuka pintu dan melihat kedatangan Desi.
Mamanya Dito dan Resa yang ada di dapur langsung bergerak cepat. Mereka sangat bahagia karena Desi menepati janjinya. Dengan wajah bahagia mamanya Dito dan Resa mengajak Desi masuk kedalam.
__ADS_1
...****************...