
Leo dan keluarganya tampak sangat kuatir saat dokter Jack memeriksa keadaan Ellen. Saat dokter Jack memeriksa denyut nadi dipergelangan tangan Ellen, dokter langsung tersenyum.
"Bagaimana? Kenapa istri saya tampak sangat pucat?" tanya Leo dengan kuatir.
"Anda tidak perlu terlalu kuatir tuan muda. Lebih baik untuk memastikan hasil dari pemeriksaan saya, tuan membawa nyonya Ellen ke rumah sakit kebagian dokter kandungan" ucap dokter Jack dengan tersenyum.
"Dokter kandungan?" cicit Leo dan Ellen bersamaan. Sedangkan kakek Bryan dan Chelsea langsung berpelukan bahagia.
"Benar tuan, dari hasil pemeriksaan saya saat ini nyonya Ellen sedang hamil" Mendengar itu membuat Leo langsung memeluk istrinya dengan bahagia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Leo yang benar-benar tidak sabar menunggu lagi langsung membawa istrinya ke rumah sakit untuk diperiksa. Acara rapat yang harus dihadirinya langsung dibatalkannya semuanya.
Kini Ellen sedang berada di atas tempat tidur pemeriksaan dan saat dokter mengoleskan gel ke atas perutnya dan alat USG mulai bekerja membuat Ellen sangat kuatir. Ellen takut kalau dugaan dokter Jack salah.
"Selamat tuan, nyonya... Nyonya Ellen benar-benar hamil..." ucap dokter Safa, dokter kandungan Ellen. Setiap bulan Ellen selalu memeriksa kandungannya ke dokter Safa.
Mendengar itu membuat Ellen langsung meneteskan air mata karena doanya kini terkabul. Sedangkan langsung mengecup punggung tangan istrinya dengan bahagia.
"Maaf dokter berapa usia kandungan istri saya?" tanya Leo dengan antusias.
"Usia kandungan nyonya Ellen saat ini sudah memasuki empat Minggu."
"Benarkah, dok? Tapi kenapa tiga hari yang lalu saat saya memeriksa pakai testpack hasilnya negatif, dok?" tanya Ellen yang sangat bingung.
"Kadang hasil dari testpack tidak terlalu akurat Bu." Ellen hanya mengangguk kepalanya saja.
"Apa kandungan istri saya baik-baik saja, dok?" tanya Leo yang ingin mengetahui keadaan kandungan Istrinya.
"Kandungan nyonya Ellen sangat baik tuan. Tapi karena ini masih semester pertama, nyonya Ellen tidak boleh melakukan hal-hal yang dapat menguras tenaganya" jelas dokter.
"Baik, dok..." jawab Leo.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Leo dan Ellen kini berada di supermarket, mereka belanja susu untuk ibu hamil dan buah-buahan yang segar. Leo tidak ingin anak dalam kandungan Istrinya kekurangan gizi.
"Sayang apa kita beli baju untuk baby kita?" tanya Leo saat mereka melintasi toko yang menjual baju-baju anak-anak bayi.
"Mas, belum saatnya kita membeli bajunya. Kita saja belum tahu jenis kelamin anak kita. nanti setelah tujuh bulan nanti baru kita akan membeli keperluan baby kita" ucap Ellen dengan tersenyum.
__ADS_1
"Benar juga. Sayang apa kamu ingin sesuatu?"
"Sebenarnya aku ingin sekali makan masakan mama. Tapi ibu pasti sangat sibuk..."
Mendengar keinginan istrinya, Leo langsung menghubungi mama Mertuanya. Leo juga memberikan kabar kehamilan Ellen pada mama Mertuanya. Tentu saja membuat mama Mertuanya sangat bahagia mendengarnya.
"Kata mama, dia akan datang dan memasak untuk mu sayang..." ucap Leo setelah memutuskan sambungan teleponnya.
"Benarkah?" Leo mengangguk kepalanya.
"Makasih, mas..." Ellen langsung memeluk suaminya karena suaminya langsung mengabulkan keinginannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kak Chelsea aku takut...." cicit Kartika dengan ketakutan. Kartika memutuskan untuk belajar sama Chelsea untuk mengemudi mobil.
"Jangan takut, pandangan mu harus fokus ke depan" ucap Chelsea untuk menenangkan Kartika.
Kartika yang benar-benar sangat gugup malah menginjak gas bukannya Rem dan membuat mereka menabrak mobil yang ada dihadapan mereka.
"AW..." cicit Chelsea dan Kartika bersamaan sambil mengelus kening mereka yang terantuk ke depan mereka.
"Astaga... Kak, bagaimana ini?" Kartika sangat takut kalau orang yang mereka tabrak menuntut mereka.
Saat mereka keluar, seorang pria keluar dari dalam mobil yang menabrak mereka. Pria itu langsung melihat keadaan mobilnya dan saat melihat bagian belakang mobilnya penyok pria itu langsung menatap tajam ke arah Kartika.
"Hei, nona apa kamu tidak bisa mengemudi mobil dengan baik?" tanya pria itu dengan tatapan dingin pada Kartika.
"Maaf tuan, saya baru belajar mengemudi. Maaf kan saya tuan, begini saja bagaimana kalau kita bawa mobil tuan ke bengkel sekarang. Saya akan menanggung biaya perbaikannya" ucap Kartika dengan rasa bersalah. Walaupun biayanya sangat banyak, Kartika ingin bertanggung jawab dengan apa yang dilakukannya.
"CK... Seharusnya kalau belajar mengemudi itu bukan di jalan raya besar seperti ini. Kamu sudah membuat orang jadi celaka" bentak pria itu.
"Hei, bukannya aku sudah meminta maaf dan mau bertanggung jawab? Seharusnya tuan tidak perlu membentak saya seperti ini!" kali ini Kartika sangat kesal pada pria yang ada dihadapannya itu karena telah membentaknya.
"Maaf tuan, apa tidak bisa anda bicara dengan baik?" sambung Chelsea yang juga sangat kesal karena pria itu marah-marah pada Kartika.
"Chelsea, Kartika..." Ketiganya langsung menoleh ke arah sumber suara dan melihat Rio berdiri di belakang pria yang membentak Kartika.
"Tuan muda..." cicit pria itu saat melihat Rio keluar dari dalam mobil. Pria yang marah-marah pada Kartika tadi pun langsung menghampiri Rio.
Flash back.
__ADS_1
Bugh...
Rio dan Asistennya tampak sangat terkejut karena mobil mereka ditabrak dari belakang. Rio langsung meminta asistennya untuk keluar dan melihat apa yang terjadi dan kenapa mereka ditabrak. Sedangkan dirinya menyelesaikan pekerjaannya yang harus dikirimkannya pada ayahnya.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Rio yang merasa asistennya belum juga selesai mengurus orang yang menabrak mereka dari belakang. Saat dia ingin menoleh kebelakang dan dia melihat Chelsea dan Kartika. Rio pun langsung keluar dan ingin melihat jelas.
Flash back End
"Kak Rio..." gumam Chelsea dan Kartika bersamaan.
"Tuan mengenal mereka?" tanya Asisten Rio dengan mengerutkan keningnya. Rio mengangguk kepalanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini keempatnya sedang berada di restoran tidak jauh dimana Rio mengantarkan mobilnya ke bengkel untuk perbaikan. Kartika terus menatap tajam asistennya Rio, karena asistennya Rio terus membentaknya meskipun dia sudah meminta maaf.
"Jadi kak Rio selama ini ke Jerman?" tanya Chelsea setelah Rio menjelaskan dirinya menghilang setelah pengadilan memutuskan menghukum Clarisa di tahan selama lima tahun. Rio hanya mengangguk kepalanya dengan tersenyum.
Drt..Drt...Drt...
Chelsea melihat nama yang memanggilnya tertera di layar hp nya.
"Kenapa kak?" tanya Chelsea pada orang yang menghubunginya.
"...."
"Baiklah, tunggu sebentar kami pulang" ucap Chelsea sebelum memutuskan sambungan teleponnya.
"Leo?" tanya Rio setelah Chelsea memutuskan sambungan teleponnya.
"Ia, kak. Kak Ellen saat sedang hamil, jadi kak Leo minta belikan buah untuk kak Ellen. Buah yang di rumah sudah ludes habis dimakan kak Ellen katanya"
Mendengar Ellen hamil, Rio bahagia mendengarnya.
"Aku boleh ikut?"
"Apa kak Rio tidak sibuk?"
"Tidak..."
"Baiklah. Kalau begitu siapa yang bawa mobilnya?"
__ADS_1
"Biar asisten ku saja..." ucap Rio sambil menatap asistennya yang lebih asik memilih bermain game di hp nya. Sama seperti dengan Kartika.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...