Love Story'

Love Story'
Permintaan maaf Leo


__ADS_3

Setelah mengetahui kalau istrinya ingin membuat surprise untuk ulang tahunnya, Leo bertanya bagaimana bisa Rio yang menyelamatkan Istrinya.


"Chel, katakan dengan yang kamu tahu bagaimana bisa Rio yang menyelamatkan istri ku?" tanya Leo dengan serius.


"Aku tidak tahu kak. Aku yang ingin menyusul kakak ipar karena kuatir, dalam perjalanan aku melihat kak Rio sedang berusaha untuk menggendong seorang wanita yang pingsan dari dalam mobil. Saat aku berhenti ternyata aku melihat itu mobil kakak ipar. Sedangkan beberapa pria berusaha untuk mengeluarkan pak Herman." jelas Chelsea.


"Apa dia sendiri yang membawa istri ku ke rumah sakit?"


"Tidak, aku ikut bersamanya. Aku yang menemani kakak ipar dibelakang. Apa kakak tahu dalam setengah sadar kakak ipar terus menyebutkan nama kakak" ucap Chelsea.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah mengantar kakek Bryan pulang, Rezza menyempatkan diri untuk pulang ke apartemennya sebelum kembali ke rumah sakit. Saat dia keluar dari dalam mobilnya, Rezza melihat Desi yang ingin keluar. Rezza langsung mengejar Desi karena cemas. Rezza tidak tahu kenapa sejak Desi pingsan di depan matanya dan mengetahui kalau Desi sedang hamil Rezza mulai kuatir dengan Desi.


"Nona Desi, anda mau kemana?" Desi yang berusaha untuk mencari taksi sangat terkejut melihat Rezza ada dibelakangnya.


"Pak Rezza... Maaf saya kira tadi siapa. Saya mau mencari taksi..."


"Taksi? Nona mau kemana?"


"Saya ingin ke lapangan yang tidak jauh dari sini. Soalnya saya ingin mencari makanan..."


"Kalau begitu biarkan saya antar..."


"Tidak perlu pak, saya bisa sendiri..."


"Tidak apa-apa, tunggu sebentar..." Rezza langsung pergi ke mobilnya.


Sebenarnya Desi sangat segan karena dia merasa merepotkan Rezza. Tapi apa boleh buat, karena Rezza yang memaksa dengan terpaksa Desi mau ditemani Rezza untuk mencari makanan. Padahal dia sudah makan malam, tapi entah kenapa dia tiba-tiba merasa lapar.


"Nona apa disini tempatnya?" tanya Rezza saat mereka sampai di lapangan dimana banyak orang-orang jual makanan.


"Ia, pak..." jawab Desi sambil mencari penjual sate.


"Nona mau makan disini atau makanannya dibawa pulang?"


"Sebenarnya saya ingin makan disini tapi tampaknya sangat ramai, jadi saya bawa pulang saja."


"Nona mau beli apa? Biar saya saja yang membelinya?"

__ADS_1


"Pak Rezza yakin? Saya jadi tidak enak, saya jadi sering merepotkan bapak..."


"Tidak apa-apa nona, lagian tidak baik kena angin malam untuk nona Desi"


"Panggil Desi saja, pak. Terimakasih sebelumnya, saya ingin pesan satenya dua porsi" ucap Desi dengan malu.


"Baiklah tunggu sebentar..." Desi mengangguk kepalanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rio kini berada di dalam kamarnya sambil menatap langit-langit kamarnya. Rio teringat bagaimana dia paniknya saat melihat mobil yang dinaiki Ellen menabrak pohon besar.


Dengan cepat Rio keluar dari dalam mobilnya untuk melihat keadaan Ellen. Saat dia mengintip dari kaca mobil, Rezza melihat Ellen sudah tidak sadarkan diri dan kepalanya bersandar di pintu mobil. Rio berusaha untuk membuka pintu mobil untuk menyelamatkan Ellen. Setelah berhasil membuka pintu mobil, Rio langsung menangkap kepala Ellen saat dia membuka pintu mobil.


Melihat darah mengalir dari kepala Ellen, Rezza dengan panik memanggil nama Ellen. Akhirnya Ellen terbangun dengan setengah sadar. Saat Ellen setengah sadar Ellen memanggil nama Leo. Hatinya sangat Sakit saat wanita yang dicintainya menyebutkan nama pria lain. Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Ellen terus memanggil nama Leo.


"Apa aku tidak lagi memiliki kesempatan?" gumam Rio dengan menatap langit-langit kamarnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah menunggu hampir Lima belas menit Rezza datang membawa makanan yang dipesan Desi. Dengan sumbringah Desi menerimanya.


Deg...


Melihat wajah memelas Desi, membuat jantungnya Rezza berlomba lari. Karena tidak sanggup melihat wajah memelas Desi, Rezza langsung menyetujui permintaan Desi.


"Makanlah, aku akan membeli minuman dulu..."


"Terimakasih pak..." Setelah keluar dari mobil, Rezza memegang dadanya yang masih berlomba lari.


"Ada apa dengan jantung ku?" gumam Rezza dalam hati.


Setelah kembali membeli minuman untuk Desi, Rezza memperhatikan Desi yang tampak sangat lahap menikmati sate yang dibelinya. Hanya dalam tempo singkat Desi menghabiskan sate dua porsi.


"Apa kita sudah bisa pulang?" Desi mengangguk kepalanya. Setelah mendapatkan persetujuan dari Desi, barulah Rezza menghidupkan mesin mobilnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan paginya saat Ellen terbangun dari tidurnya Ellen merasakan tangannya sangat seperti digenggam. Saat dia menolehkan pandangannya, Ellen tampak sangat terkejut melihat Leo tertidur sampingnya sambil menggenggam tangannya.

__ADS_1


"Mas Leo...." Dengan suara yang lemah Ellen memanggil Leo.


Leo langsung terbangun saat mendengar suara Ellen yang memanggilnya. Dengan perasaan bahagia Leo langsung memeluk erat istrinya. Setelah melepaskan rasa kerinduan dengan istrinya, Leo terus duduk di samping Ellen dan selalu mengecup punggung tangan Ellen.


"Apa kamu tahu saat kakek menghubungi ku dan mengatakan kalau kamu dirumah sakit membuat dunia ku terasa runtuh. Maaf kan aku sayang beberapa hari ini aku telah mengabaikan mu. Kalau saja aku tidak pergi ke luar kota dan mengabaikan mu, mungkin ini tidak akan terjadi..." ucap Leo sambil mengelus pipi istrinya dengan lembut.


"Ini bukan karena kesalahan kamu mas, ini memang musibah yang tidak bisa kita hindari...." Leo mengecup kening Ellen dengan penuh perasaan.


"Mas, apa aku bisa bertanya sesuatu?"


"Kamu mau bertanya apa sayang?"


"Aku sangat bingung dengan beberapa hari hari ini kamu menghindari ku? Apa aku melakukan kesalahan?" Saat Leo tidak pulang ke rumah, dan pergi begitu saja tanpa bicara apapun dengannya Ellen menyadari kalau Leo seperti menghindarinya. Leo menggeleng kepalanya dengan sendu.


"Tidak sayang, kamu tidak salah apa-apa. Akulah yang salah, bukan kamu..." ucap Leo.


"Apa aku boleh tahu apa penyebab kamu menghindari ku?"


"Aku akan memberitahu mu setelah kamu sembuh total. Sekarang yang penting adalah kesembuhan mu..."


Cup...


Matanya Ellen membulat sempurna karena ini pertama kalinya Leo mengecup b**** nya. Wajah Ellen langsung memerah saat Leo menatapnya dengan penuh cinta.


"I Love you my wife..." ucap Leo dengan penuh perasaan.


"Mas..." mendengar ucapan cinta dari Leo, Ellen teringat dengan tujuannya semalam saat makan malam bersama dengan Leo.


"Hemmmm... Apa kamu ingin sesuatu?"


"Tolong bantu aku untuk duduk" setelah duduk, Ellen meminta Leo mengambil tasnya. Setelah Leo memberikan tasnya, Ellen mencari hadiah yang dibelinya untuk Leo.


"Apa kamu mencari sesuatu?" tanya Leo saat melihat istrinya mencari sesuatu dari dalam tasnya.


Setelah mendapatkan yang dicarinya, Ellen mengeluarkannya dengan tersenyum. Leo dapat melihat jelas kotak kecil yang dikeluarkan Ellen dari dalam tas.


"Mas, tolong letakkan tas ku kembali ke sana..." pinta Ellen.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2