
Kartika dan teman-temannya tidak menyangka kalau mereka dapat magang di perusahaan yang besar. Meskipun dia tidak bekerjasama dengan teman-temannya Kartika tetap senang. Karena untuk magang di perusahaan tersebut bukanlah mudah, mereka yang lolos untuk magang di sana adalah mahasiswa pilihan dari kampus mereka.
Awalnya Kartika magang satu divisi dengan teman-temannya tapi bagian HRD meminta Kartika untuk menjadi sekretaris CEO mereka. Karena sekretaris CEO mereka kecelakaan dan mengalami patah tulang di kakinya. Maka karena itu Kartika ditunjuk sebagai sekretaris CEO sementara selama sekretaris CEO mereka cuti.
"Ini meja kamu dan untuk apa yang harus kamu kerjakan nanti pak Dion yang akan menjelaskannya."
"Maaf Bu, pak Dion itu siapa ya?" tanya Kartika.
"Asisten pribadi CEO kita..." Kartika hanya mengangguk kepalanya saja.
"Baiklah, kalau begitu saya kembali ke ruangan saya dulu. Sebentar lagi Pak Rio dan pak Dion datang, kamu disini saja..." mata Kartika langsung membulat saat mendengar nama Rio disebut.
"Tunggu Bu, maksud ibu pak Rio..."
"Sedang apa kalian disini?" Kartika langsung menghentikan ucapannya karena mendengar suara yang sangat dingin menegur mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kartika tampak sangat kesal karena ternyata dia bekerja di perusahaan Rio. Bukan masalah karena perusahaan itu milik Rio, tapi karena dia akan sering bertemu dengan Dion.
"Apa sudah selesai kamu periksa berkas yang ku kasih tadi?" Kartika mendongakkan kepalanya menatap Dion yang sudah berdiri di hadapannya.
"Ini berkasnya pak..." Kartika memaksakan dirinya tersenyum sambil memberikan berkasnya pada Dion.
Dion langsung memeriksa yang pekerjaan Kartika, setelah memeriksa pekerjaan Kartika yang sempurna, Dion langsung pergi begitu saja.
"Ah, pastikan bahwa semua pegawai harus mengikuti rapat nanti dan snack untuk rapat nanti juga harus ada" Mata Kartika langsung membulat.
"Maaf pak, jam berapa rapatnya ya?"
"Kamu ke ruangan saya..." Perintah Dion. Tanpa bantahan Kartika langsung mengikuti Dion dari belakang.
"Kamu catat semuanya, semuanya itu jadwal pak Rio selama satu Minggu ini." ucap Dion sambil menyerahkan tabletnya.
"Baik, pak. Maaf pak apa boleh saya bertanya sesuatu?" tanya Kartika dengan ragu.
"Kamu ingin bertanya apa?"
__ADS_1
"Emmm... Maaf biasanya snack untuk rapat bagaimana ya? Apa Snack nya roti atau yang lainnya?"
"Terserah mu saja..." Kartika hanya mengangguk kepalanya.
"Apa ada lagi?" tanya Dion sambil menatap Kartika yang masih berdiri di hadapannya.
"Tidak, pak. Kalau begitu saya permisi pak..."
"Hemm..."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Saya mohon pak, tolong jangan pecat saya..." Rara asisten Rezza tampak memohon pada Leo untuk tidak memecatnya. Begitu juga dengan salah satu pegawainya yang pria.
Leo benar-benar sangat tidak suka perusahaannya dijadikan tempat mesum. Apalagi mereka melakukannya di ruangannya.
"Bawa mereka pergi dan pastikan mereka tidak akan pernah datang lagi ke perusahaan ini..." perintah Leo pada sekuriti perusahaannya.
"Baik, pak..."
Setelah Rara dan teman pria nya di bawa paksa sekuriti, Rezza mengajak istrinya dan putranya ke ruangannya.
"Mas, apa tidak bisa kamu tidak memecatnya mereka? Kasihan mereka, mas..." Meskipun Ellen tidak suka dengan Rara asistennya Rezza, tapi dia merasa kasihan melihat Rara yang memohon untuk tidak dipecat.
"Tapi aku tidak suka dengan orang yang mengunakan perusahaan ku untuk melakukan hubungan mesum, sayang..."
"Iya mas, aku tahu. Tapi kamu bisa memberikan mereka peringatan, apa lagi katanya dia sangat membutuhkan pekerjaan ini." Leo tampak diam memikirkan apa yang dikatakan istrinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kenapa wajahmu merenggut seperti itu?" tanya Chelsea karena melihat wajah Kartika ya merenggut. Chelsea dan Kartika memutuskan untuk makan siang bersama di dekat perusahaan tempat Kartika magang.
"Kenapa kak Chelsea tidak beritahu aku kalau perusahaan tempat aku magang perusahaan kak Rio?" ucap Kartika kesal.
"Memangnya kenapa kalau perusahaan itu milik kak Rio? Kamu tidak suka magang di tempat kak Rio?"
"Bukan tidak suka karena perusahaan itu milik kak Rio, tapi..."
__ADS_1
"Chel......" Chelsea dan Kartika langsung mendongakkan kepalanya dan melihat Rio dan Dion sudah berdiri di hadapan mereka.
"Kak..." cicit Chelsea sambil bangkit berdiri. Chelsea dan Rio saling berpelukan dan hal itu membuat Kartika tampak sangat kesal. Bukan karena cemburu, tapi karena Chelsea juga mengundang Rio dan Dion makan siang bersama.
Karena permasalahan Clarisa membuat para pemegang saham menarik saham mereka dari perusahaan keluarganya Rio. Hal itu lah yang membuat Rio harus membantu ayahnya dan kakeknya mengurus perusahaan mereka yang ada di Jerman, karena perusahaan yang di Jerman adalah perusahaan yang sangat penting bagi ayahnya. Sedangkan perusahaan keluarganya yang ada di Kota J, Rio meminta bantuan Leo.
Tanpa pikir panjang Leo pun langsung membantu Rio. Sejak saat itu Leo dan Rio memutuskan untuk saling bekerjasama. Dengan bantuan Leo membuat perusahaan keluarga Rio bangkit kembali. Karena hubungan kerjasama perusahaannya dengan perusahaan Leo, membuatnya sering bertemu dengan Chelsea.
Karena sering bertemu membuat Rio tertarik dengan Chelsea. Karena tertarik dengan Chelsea, Rio sering mengajak Chelsea untuk makan malam bersama. sejak saat itulah mereka mulai merasa nyaman satu sama lain. Dari rasa nyaman itu membuat benih-benih cinta tumbuh di hati mereka. Rio yang tidak ingin kehilangan orang yang dicintainya lagi, membuat Rio memutuskan menyatakan cintanya pada Chelsea. Rio juga meminta ijin pada keluarga Chelsea dan keluarganya untuk menjalin hubungan dengan Chelsea.
"Kar, kenapa wajahnya di tekuk seperti itu? Apa kakak Rio melakukan kesalahan tadi?" tanya Rio yang melihat wajah Kartika yang tampak sangat kesal.
"Tidak, kak..." jawab Kartika dengan memaksakan dirinya tersenyum.
"Kak Dion kenapa berdiri saja? Ayok duduk..." ucap Chelsea karena melihat Dion tampak berdiri saja.
Sebenarnya Dion tampak bingung mau duduk di mana, dia tahu kalau Kartika masih tidak suka dengannya.
"Saya cari tempat yang lain saja..." ucap Dion.
"Kenapa? Kak Dion duduk di samping Kartika saja. Kar, tidak apa-apa kan?" tanya Chelsea yang sudah mengerti kenapa Dion tidak langsung duduk.
"Kenapa harus bertanya? Memangnya ini kursi milik ku?" Ucap Kartika dengan kesal karena secara tidak sengaja Dion membuat dia yang melarang Dion duduk.
Mendengar pertanyaan Kartika seperti itu, Dion pun langsung duduk di samping Kartika.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Tika..." Tika yang baru saja keluar dari dalam lift langsung berhenti saat mendengar namanya dipanggil. Melihat teman-temannya Kartika langsung tersenyum dan mereka memutuskan untuk makan malam bersama.
"Bagaimana pekerjaan mu? Pasti sangat menyenangkan?" tanya salah satu temannya pada Kartika.
"Pastinya Kartika sangat senang, apalagi dia bisa bertemu dengan pak Dion dan pak Rio yang ganteng..." sambung yang lainnya.
"Kar, pak Dion bagaimana orangnya? Dia sudah punya pacar belum?"
Mendengar pertanyaan dan pujian teman-temannya pada Dion, membuat Kartika langsung kesal. Kartika menatap teman-temannya dengan tatapan tajam.
__ADS_1
...****************...