Love Story'

Love Story'
Keputusan Desi


__ADS_3

"Des, apa kamu yakin? Apa kamu langsung menyerah begitu saja?" tanya Ellen yang emosi karena mendengar cerita dari Desi.


"Apa yang harus ku pertahankan? Kalau seorang suami begitu mudahnya jatuh hati ke perempuan lain, tidak perlu dipertahankan lagi. Aku bukanlah malaikat yang bisa menerima kenyataan bahwa suami ku menikah lagi hanya dengan alasan aku belum memberikan yang dia inginkan" ucap Desi.


"Jadi ini semua karena kamu belum juga hamil?" tanya Sasa dengan emosi juga. Desi hanya diam saja menanggapi pertanyaan Sasa.


"Apa dia sudah tahu kalau kamu mengurus surat perceraian?"


"Nanti siang aku akan mengantarkannya langsung ke rumah mertua ku..."


"El, hubungan kalian bukannya berjalan tiga tahun atau lima tahun. Tapi sudah ada sepuluh tahun lebih" ucap Ellen sambil menatap Desi dengan sendu.


"Itu berarti bahwa cintanya tidak untuk ku, El. Saat ini aku hanya butuh dukungan saja. Jika kalian ada disamping ku, aku pasti bisa bertahan" ucap Desi yang masih berusaha untuk tidak menangis dihadapan sahabatnya.


Ketiganya pun langsung saling berpelukan. Leo dan Rezza hanya diam saja mendengar perbincangan antara tiga sahabat itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah jam makan siang, Desi memutuskan untuk pergi ke rumah mertuanya. Ellen dan Sasa mengotot ikut menemani Desi.


"Tidak perlu, lebih baik kalian pulang saja. Aku tidak akan sendirian kesana, kedua orangtuaku dan pengacara ku juga ikut menemani aku kesana. El, kasihan suami mu pasti dia sangat lelah. Kamu Sa, ingat kedua anak mu pasti sudah menunggu kamu" ucap Desi sambil tersenyum.


"Kamu yakin?" tanya Ellen yang kuatir.


"Tentu saja, apa kamu lupa siapa sahabat kamu ini? Aku Bukanlah orang yang gampang cengeng dan digertak begitu saja"


"Baiklah kalau begitu kami akan pulang, tapi ingat setelah itu ku harus hubungi kami" ucap Sasa. Desi mengangguk kepalanya. Ketiganya pun kembali berpelukan.


Seperti yang dikatakan Desi, sebelum pergi ke rumah mertuanya Desi lebih dulu menjemput kedua orangtuanya. Sedangkan pengacaranya, mereka akan bertemu di kediaman keluarga mertuanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


"Mas, kamu kenapa? Kamu sepertinya sangat gelisah..." ucap Resa, istri kedua dari Dito.


Dito yang sudah beberapa hari ini sangat setia selalu menemani Resa dirumah sakit. Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit, Resa diperbolehkan untuk pulang. Resa yang lagi hamil tujuh bulan, tentu saja sangat bahagia karena mertuanya sangat perhatian dengannya begitu juga dengan suaminya. Dia tahu kalau dia hanya istri kedua, tapi dia tidak mempersoalkannya karena dia melihat suaminya sangat mencintainya dan apalagi dia sedang mengandung keturunan yang sangat lama dinanti keluarga suaminya.


"Tidak apa-apa, hanya saja belakangan ini Desi tidak pernah membalas pesanku." ucap Dito sambil membantu Resa untuk duduk di kursi roda yang disiapkan untuknya.


"Sudah biarkan saja, pasti dia sedang sibuk dengan pekerjaannya" ucap mamanya Dito yang dari tadi membantu menyusun barang-barang menantunya.


Sepanjang perjalanan pulang ke rumahnya, perasaan Dito semakin tidak menentu. Karena gelisah, Dito menghubungi Desi. Sudah lima kali dia mencoba tapi Desi tidak juga mengangkat teleponnya. Kegelisahannya semakin bertambah besar dan langsung mencoba untuk menghubungi mertuanya. Hasilnya sama saja, mertuanya juga tidak mengangkat teleponnya.


Saat mobilnya masuk kedalam pekarangan rumahnya, Dito sangat terkejut melihat mobil Desi terparkir dan satu mobil asing juga terparkir di sana.


"Astaga ma, itu mobil Desi..." ucap Dito dengan terkejut.


"Benar, kenapa dia ada disini? Tapi kalau dipikir-pikir ini bagus juga. Sudah waktunya dia tahu kalau kamu sudah menikah lagi...." Resa langsung melihat kearah Dito yang tampak tidak setuju dengan keputusan mertuanya.


"Tapi, ma..."


"Mas, bagaimana kalau aku pulang ke rumah mama dulu. Setelah kak Desi pergi, aku akan kembali lagi" usul Resa yang sangat mengerti perasaan Dito.


"Kamu yakin?" tanya Dito dengan rasa bersalah.


"Astaga mama tidak setuju. Kalau kamu tidak mau, biar mama yang katakan" ucap Nyonya Mikha, mamanya Dito dengan kesal.


Dito yang belum siap untuk memberitahu pada Desi, langsung mengejar mamanya keluar. Dia takut kalau Desi mengetahui hal ini, Desi akan meninggalkannya. Dia tidak ingin Desi meninggalkannya, rasa cintanya sangat besar pada Desi istri pertamanya dibandingkan rasa cintanya pada Resa.


Saat nyonya Mikha masuk kedalam rumahnya, dia sangat terkejut melihat besan juga ada didalam rumahnya dan satu orang yang tidak dia kenal sama sekali.


"Siang, ma..." sapa Desi sambil bangkit berdiri dan langsung mencium punggung tangan mertuanya.


"Mama..." Desi dan yang lainnya langsung menoleh ke arah belakang Nyonya Mikha dimana Dito sudah berdiri.

__ADS_1


"Sayang...." gumam Dito sambil menatap istrinya.


Dito merasakan ada hal yang berbeda dengan istrinya, tatapan istrinya tidak seperti yang dulu lagi. Dito semakin tidak gelisah saat melihat kedatangan mertuanya.


Dito berusaha bersikap tenang untuk menghampiri istrinya. Saat dia ingin memeluk istrinya, Desi malah mundur. Tentu saja membuat Dito mengerutkan keningnya begitu juga dengan nyonya Mikha.


"Maaf kalau kedatangan saya dan kedua orangtua saya membuat mama dan kamu terkejut. Ada hal yang ingin ku sampaikan pada mama dan kamu." ucap Desi dengan dingin.


Nyonya Mikha dan Dito melangkahkan kakinya untuk duduk di hadapan orangtuanya Desi. Melihat mertuanya dan suaminya duduk, Desi duduk di antara ayah dan mamanya. Setelah itu Desi meminta pengacaranya untuk memberikan surat perceraiannya padanya. Setelah pengacara itu memberikannya, Desi memberikannya pada suaminya.


"Aku harap kamu tidak mempersulitnya, dan kamu tidak perlu kuatir akan tidak menuntut harta Gono-gini dengan mu" ucap Desi dengan dingin.


Mendengar itu membuat Dito cepat-cepat membuka amplop yang diberikan Desi padanya. Hal yang ditakutkannya terjadi juga, Desi menggugat cerai nya. Tapi hal apa yang membuat Desi meminta cerai dengannya.


"Sayang ini salahkan? Kenapa kamu minta cerai? Aku tidak bisa menandatanganinya" ucap Dito dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Tidak, kamu tidak salah. Aku lah yang salah, aku bukan seorang istri yang sempurna untuk mu. Makanya aku lebih memilih untuk mundur...." ucap Desi.


Sungguh hati Dito sangat terpukul dengan apa yang dikatakan istrinya. Dito langsung bangkit berdiri dan berusaha untuk mendekati Desi. Tapi langsung dihalangi ayah mertuanya.


"Jangan mendekati putri ku lagi mulai sekarang!" ucap ayah mertuanya dengan tegas.


"Kenapa, pa? Desi adalah istriku" ucap Dito sambil menggenggam tangan ayah mertuanya.


"Sejak dia memutuskan untuk bercerai dengan mu, itu artinya dia bukan istri mu lagi. Bukannya kamu punya istri lagi, kamu bisa memeluknya"


Jleb...


Dito dan nyonya Mikha sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh ayahnya Desi. Itu berarti Desi dan orangtuanya Desi sudah mengetahui kalau Dito menikah lagi.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2