
Ellen yang baru menyadari kalau pria yang diselamatkannya lima tahun lalu adalah Leo. Ellen menatap Leo dengan mata yang membulat dan menutup mulutnya dengan tangannya.
"Astaga kamu..." ucap Ellen sambil menunjuk ke arah Leo. Leo langsung mengangguk kepalanya dengan tersenyum.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini Ellen duduk di hadapan Leo sambil mengsilangkan kedua tangannya di dada dan menatap Leo dengan tajam. Ellen masih tidak percaya kalau Leo adalah pria yang diselamatkannya.
"Kenapa kamu menatap ku seperti itu?" tanya Leo sambil menikmati minumannya.
"Sejak kapan kamu tahu kalau aku orang yang menyelamatkan mu?"
"Awalnya aku tidak tahu, sebelum aku kembali ke kampung Rezza memberikan informasi tentang mu. Dia melihat foto mu yang lama dari sosmed mu, lalu mencocokkan dengan foto kamu lihat tadi. Saat dia mengetahui kalau kalian orang yang sama, aku langsung memberitahu ku..."
"Oh..." Respon singkat yang diberikan Ellen.
"Hanya itu saja?" tanya Leo dengan mengerutkan keningnya karena Ellen menjawabnya dengan singkat.
"Maksudnya?"
"Tidak apa-apa. Lebih baik kita bicarakan tentang kita, saja" ucap Leo dengan menghela nafasnya.
Mendengar ucapan Leo membuat jantungnya Ellen berdegup kencang, dia takut kalau Leo akan menyatakan perasaannya. Kalau Leo mengatakannya, dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya, karena sampai sekarang dia meyakini bahwa dirinya belum memiliki rasa cinta pada Leo. Meskipun sejak ijab Kabul saat Leo mengucapkannya ada ketenangan dalam dirinya.
"Apa tidak sebaiknya kita tidur saja? Aku sangat lelah..." ucap Ellen yang berusaha menghentikan pembicaraan Leo.
Belum ada jawaban dari Leo, Ellen langsung bangkit berdiri. Saat ingin melangkahkan kakinya menuju ranjang, Leo langsung menarik tangannya.
__ADS_1
"Aku tahu kalau kamu ingin menghindar, baiklah kalau kamu tidak belum siap. Yang penting kamu harus tahu kalau aku sudah mencintaimu sejak pertama kali aku kita bertemu. Saat aku mengucapkan janji suci ku dihadapan keluarga mu, bukan karena paksaan tapi dengan setulus hatiku dan aku berharap pernikahan kita bukan hanya sebatas kontrak. Tapi aku berharap pernikahan kita ini hanya sekali seumur hidup kita. Mungkin kamu tidak akan percaya dengan apa yang kukatakan, karena masa lalu mu..." Mendengar ucapan Leo yang terakhir membuat Ellen langsung menolehkan tubuhnya ke belakang menghadap Leo.
"Aku akan membuktikan seberapa besar cinta ku padamu. Aku akan menunggumu sampai kapanpun, aku tidak peduli dua tahun, sepuluh tahun, tiga puluh tahun, sampai seratus tahun pun aku akan selalu menunggu mu." jantungnya Ellen semakin berdegup kencang dengan tidak karuan, apalagi tatapan Leo padanya yang sangat dalam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Desi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sambil menangis. Hatinya sangat Sakit melihat keadaan Dito seperti itu, ingin sekali dia memeluk Dito tapi sejak mengetahui kalau Dito telah menipunya selama ini membuat dia merasa sangat jijik saat Dito menyentuhnya.
"Ah....." teriak Desi sambil mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Kenapa kamu mengingkari janji mu? Kenapa? Hanya karena ingin kamu punya anak, kamu mengingkari janji mu. Aku sangat mencintaimu, tapi aku tidak bisa dengan mu yang sudah membohongiku dan menghianati cinta ku" ucap Desi sambil menangis.
Rezza yang dari awal mengikuti Desi dari boutique nya sampai ke rumah Dito, sangat cemas saat Desi keluar dari rumah Dito dengan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Astaga ini cewek apa tidak bisa dia pelan-pelan melajukan mobilnya?" gerutu Rezza sambil mengikuti mobilnya Desi dari belakang.
Yang membuat Rezza bingung adalah sudah lima belas menit Desi memarkirkan mobilnya, tapi Desi tidak juga keluar dari dalam mobil. Apalagi mobil nya Desi masih terus menyala. Rezza yang mulai kuatir, memutuskan untuk menghampiri Desi. Saat Rezza berjalan kearah mobil Desi, Rezza dapat melihat jelas dari kaca depan mobil Desi yang sedang bersandar di jok mobil dengan memejamkan matanya.
Rezza sangat yakin kalau saat ini Desi pasti sedang menangis dan karena itu Rezza mengurungkan niatnya. Rezza lebih memilih untuk menunggu disamping mobil Desi sampai Desi keluar sendiri.
Sudah setengah jam Desi belum juga keluar dari dalam mobil, karena kakinya yang sudah sangat lelah Rezza ingin mengetuk jendela mobil Desi. Tapi saat dia ingin mengetuk, Desi keluar dari dalam mobil.
"Ah, maaf..." Ucap Desi yang berpikir kalau Rezza yang ingin lewat.
Rezza tampak diam saja sambil menatap wajah Desi dengan mata yang sudah bengkak. Desi yang merasa kalau Rezza diam saja, langsung menghela nafas lalu pergi meninggalkan Rezza yang masih saja berdiri sambil menatapnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Ellen tampak tidak bisa tidur karena ucapan Leo selalu saja terlintas. Ellen takut kalau suatu saat nanti cintanya Leo akan pudar dan dia akan mengalami apa yang dialami mamanya dan sahabatnya.
Leo yang sebenarnya sudah sangat ngantuk, tapi merasa terganggu karena Ellen yang selalu grasak-grusuk di atas kasur. Karena Ellen terus grasak-grusuk, Leo langsung menarik Ellen kedalam pelukannya. Sampai membuat jarak antara mereka hanya sedikit dan tatapan mata mereka saling bertemu.
Cup.
Leo mengecup keningnya Ellen setelah itu menarik kepala Ellen untuk bersandar di dadanya Leo. Ellen dapat merasakan kalau saat ini detak jantung Leo berdegup kencang, sama sepertinya.
"Tidurlah...." ucap Leo dengan lembut sambil mengelus kepala belakang Ellen dengan lembut.
Saat Leo menariknya kedalam pelukan, Ellen merasa kenyamanan dan ketenangan dalam dirinya. Rasa kantuknya yang dari tadi tidak datang, tapi saat Leo mengatakan untuk tidur rasa kantuknya datang. Tanpa waktu yang lama Ellen sudah memejamkan matanya dalam pelukan Leo.
"Aku akan membuat mu terbiasa dengan kehadiran ku. I love you my wife...." ucap Leo sambil menutup matanya.
Leo sangat yakin kalau dirinya dapat membuat Ellen jatuh cinta padanya dan melihat ketulusan dari cintanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan paginya Ellen lebih dulu bangun, saat dia membuka matanya Ellen melihat Leo yang masih memejamkan matanya. Saat menatap wajah tenang Leo, apa yang dikatakan Leo semalam terlintas dalam pikirannya.
"Sebenarnya aku merasa nyaman saat bersama dengan mu, tapi aku tidak tahu apakah rasa nyaman ini dapat diartikan bahwa aku mulai jatuh cinta pada mu. Aku masih takut kalau suatu saat cinta mu itu akan berubah" gumam Ellen dalam hati.
Dengan pelan-pelan Ellen menarik tangannya Leo dari pinggangnya. Meskipun sudah pelan-pelan Leo membuka matanya saat Ellen menarik tangan Leo dari pinggangnya. Leo menatap Ellen dengan tersenyum. Saat Leo menatapnya dengan tersenyum membuat Ellen sangat gugup.
Cup....
"Selamat pagi my wife..." ucap Leo setelah mengecup kening Ellen.
__ADS_1
...****************...