Love Story'

Love Story'
Tidur bersama


__ADS_3

Selesai makan malam, Leo terus melirik ke arah Ellen yang tampak sangat bahagia mengobrol dengan mertuanya, adik iparnya dan adiknya.


"Kakek sangat bahagia Ellen menjadi cucu menantu ku. Apa kamu tahu, selama ini kakek sangat takut kalau kamu akan salah pilih pasangan. Makanya Kakek selalu mencari pasangan untuk mu." ucap kakek Bryan yang duduk di samping Leo. Leo hanya diam saja mendengar apa yang dikatakan kakek Bryan.


"Kakek tahu kamu menikah dengannya karena rasa tanggungjawab mu.Tapi dari yang kakek perhatikan dari mata mu padanya,. kamu sudah jatuh cinta dengannya" Leo langsung menolehkan pandangannya ke kakek Bryan.


"Jangan ambil kesimpulan sendiri, kek!" ucap Leo.


"Hahaha. Jangan berbohong pada kakek, kakek sangat mengenal kamu" Leo langsung diam mendengar apa yang dikatakan kakek Bryan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Leo tampak tidak bisa tidur dari tadi, wajah senyum Ellen selalu terbayang dalam pikirannya dan Leo mengingat masa lalunya dimana dirinya pertama kalinya bertemu dengan Ellen sepuluh tahun lalu.


Flash back


Saat itu Leo memutuskan untuk liburan ke kota puncak, selagi dia liburan di Indonesia mengalami kecelakaan. Leo melajukan mobilnya dengan kencang, jalan yang sangat licin karena hujan membuat dirinya tidak bisa mengendalikan mobilnya yang tiba-tiba saja remnya blong. Jalan yang sangat sepi membuat tidak ada satupun yang membantu Leo keluar dari dalam mobil. Leo selalu berdoa supaya ada yang membantunya untuk keluar dari dalam mobil, tenaganya yang sudah tidak ada lagi membuat Leo sangat susah untuk keluar dari dalam mobil.


Tuhan mengabulkan permohonan doa Leo, meskipun dirinya sangat lemah Leo dapat melihat jelas seorang gadis berlari ke arahnya dan berteriak padanya untuk cepat keluar dari dalam mobil.


"Tolong aku..." rintihan Leo saat gadis itu berusaha membuka pintu mobilnya.


"Tenanglah aku akan membantumu. Jangan takut, percayalah padaku, aku tidak membiarkan mu begitu saja" Leo mendengar jelas apa yang dikatakan gadis yang masih berusaha untuk membuka pintu mobilnya.


Mendengar ucapan gadis itu membuat rasa takut Leo hilang seketika, entah kenapa dia sangat mempercayai apa yang dikatakan gadis asing itu.


"Hei... Jangan tutup matamu, kamu harus tetap sadar, ayo sekarang aku bantu kamu keluar." ucap gadis itu setelah berhasil membuka pintu mobilnya. Gadis yang menyelamatkannya tidak lain adalah Ellen, yang kini menjadi istrinya.


Setelah berhasil membawanya keluar dari dalam mobil dan menjauh dari mobil, mobil Leo meledak. Leo yang masih sadar melihat bagaimana ketulusan Ellen saat membersihkan darahnya yang mengalir ke wajahnya dari keningnya.


"Sebentar lagi mobil ambulance datang, bertahanlah" sekali lagi ucapan Ellen membuat Leo merasa tenang.


Flash back End


"Kenapa dia tidak ingat dengan ku? Apa aku harus ku katakan siapa aku sebenarnya?" gumam Leo sambil menatap langit-langit kamarnya.


Karena pikirannya terus ke Ellen, Leo memutuskan untuk melihat keadaan Ellen ke walk in closet nya.

__ADS_1


Saat melihat Ellen sudah terlelap dalam tidurnya, Leo membaringkan tubuhnya di samping Ellen. Kini jarak antara wajah mereka hanya beberapa centimeter saja.


Dengan kelembutan Leo mengelus pipi istrinya, supaya Ellen tidak merasa terganggu karenanya. Leo melihat bibir ranum istrinya yang terus menggodanya sejak Ellen mencium punggung tangannya sewaktu mereka menikah.


Leo memutuskan untuk tidur di samping istrinya, tapi saat matahari terbit Leo bangun lebih awal. Leo tidak ingin Ellen tahu kalau dia tidur di samping Ellen.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Leo sangat terpesona dengan kecantikan Ellen yang sangat natural baginya, tanpa make-up yang tebal Ellen sudah tampak sangat cantik. Dengan tersenyum manis, Ellen melangkahkan kakinya dengan hati-hati menghampiri Leo yang berdiri mematung menatapnya dibawah tangga.


"Wah kakak ipar sangat cantik..." puji Chelsea yang baru saja pulang.


"Kakak dan kakak ipar mau kemana?" sambung Chelsea lagi karena melihat tampilan Leo dan Ellen sangat berbeda.


"Oh, itu sahabat ku mengadakan acara anniversary pernikahannya. Chelsea, kamu mau ikut?" jawab Ellen.


"Hahaha... Tidak kak, aku ada acara dengan Kartika..."


"Kartika? Kalian mau kemana?"


"Apa kita bisa berangkat sekarang?" tanya Leo yang tampak sangat kesal karena adiknya dan Ellen malah mengobrol.


"Oh, iya. Maaf..." cicit Ellen. Ellen langsung menghampiri Leo.


"Selamat bersenang-senang..." ucap Chelsea dengan suara yang keras.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Selamat Anniversary sayang ku...." ucap Ellen sambil memeluk Desi.


"Terimakasih. Akhirnya kalian datang juga."


"Maaf kelamaan..."


"Apa dia ini suami mu itu?" tanya Desi sambil menatap Leo dengan penuh kagum.


"Ya..." jawab Ellen singkat.

__ADS_1


"Hai, Desi..." Desi mengulurkan tangannya pada Leo, tapi Leo tidak juga membalas uluran tangan Desi.


Dengan kesal, Ellen langsung menarik tangan Leo untuk membalas uluran tangan Sahabatnya itu.


"Leo Rejaksa..." ucap Leo dengan dingin. Setelah menyebutkan namanya, Leo langsung menarik tangannya.


"Rejaksa? Tunggu dulu jangan bilang kalau dia..."


"Biasa saja kali, Des... Mana Dito?" tanya Ellen yang tidak melihat kehadiran suami sahabatnya itu.


"Aku juga tidak tahu, dari tadi aku sudah menghubunginya. Lebih baik kita masuk saja dulu, Sasa dan yang lainnya juga sudah menunggu di dalam" ucap Desi yang berusaha tidak menampilkan wajah sedihnya.


Ellen dan Leo langsung mengikuti Desi dari belakang menuju halaman belakang rumah Desi. Ellen langsung memperkenalkan Leo pada sahabatnya Sasa dan kedua orangtuanya Desi, tentang Leo. Ellen juga sekaligus mengatakan kalau dia dan Ellen akan mengadakan acara resepsi pernikahan mereka.


Ellen tidak menyangka kalau suami dari sahabatnya Sasa bekerja di perusahaan Leo. Sepanjang acara, Leo lebih banyak mengobrol dengan Raka suaminya Sasa dan papanya Desi. Mereka mengobrol tentang bisnis, sedangkan para wanita malah asyik menggoda Ellen.


"Des, coba kamu hubungi Dito lagi saja..." saran Ellen karena sudah satu jam Dito tidak juga datang.


"Sudah lupakan dia, sekarang kita makan saja lebih baik. Mungkin dia sedang ada urusan penting" ucap Desi yang masih berusaha untuk tegar.


Sampai jam sepuluh malam, Dito tidak juga ada tanda-tanda pulang. Yang tertinggal hanya Desi dan Leo saja, karena Sasa dan keluarganya dan kedua orangtuanya Desi sudah minta ijin pulang lebih awal.


"Des, kamu baik-baik saja?" tanya Ellen yang sangat kuatir.


"Tidak apa-apa, El. Sudah kamu dan pak Leo pulang saja, sebentar lagi Dito akan pulang"


"Kamu yakin?"


"Yakin seratus persen, pulang lah. Kasihan suami mu, tampaknya dia sangat lelah"


"Baiklah, kalau ada apa-apa ingat hubungi aku langsung"


"Ia, aku tahu."


Sebelum pulang, Desi dan Ellen berpelukan lebih dulu sebelum masuk kedalam mobil. Saat mobil Leo dan Ellen keluar dari pekarangan rumahnya, barulah terlihat wajah sedihnya Desi karena Dito mengingkari janjinya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2