Love Story'

Love Story'
Bertemu


__ADS_3

"Kak Rezza awas...." jerit Chelsea saat melihat seorang wanita tiba-tiba muncul di depan mobil mereka.


Mendengar itu Rezza langsung mengerem mobilnya, Chelsea dan Rezza langsung cepat keluar dari dalam mobil untuk melihat orang yang hampir mereka tabrak.


Desi yang baru saja keluar dari supermarket, melihat seorang anak kecil yang menyeberang jalan tanpa melihat sebelah kanannya sebuah mobil melaju ke arahnya. Dengan cepat Desi berlari untuk menolong anak kecil itu.


"Kamu tidak baik-baik saja?" tanya Desi sambil membantu anak kecil yang ditolongnya bangkit berdiri.


"Tidak apa-apa Tante. Terimakasih Tante..."


"Sama-sama...." ucap Desi sambil mengelus pipi anak kecil yang ditolongnya.


"Maaf nona apa anda baik-baik saja?" Desi dan anak kecil itu langsung menoleh kebelakang.


"Pak Rezza...." gumam Desi saat melihat Rezza berdiri di belakangnya.


"Nona Desi..." Sama seperti Desi, Rezza juga tampak terkejut ternyata wanita yang hampir saja ditabraknya adalah Desi.


"Kak Rezza mengenal wanita ini?" tanya Chelsea dengan mengerutkan keningnya.


"Hemm.... Nona ini sahabat dari nona Ellen..." ucap Rezza.


"Oh, ya? Kakak sahabatnya kakak ipar ku?" Chelsea langsung menggandeng tangan Desi.


"Kakak ipar?" Desi mengerutkan keningnya saat Chelsea mengatakan kakak ipar.


"Gadis ini Chelsea adik satu-satunya dari pak Leo, nona..." Desi tampak sangat terkejut karena Chelsea adiknya Leo.


Chelsea langsung memperkenalkan dirinya dan Chelsea juga mengatakan kalau dia sangat senang bisa berkenalan dengan Desi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ellen tampak sangat kesal karena Leo terus menahannya tidak pergi dari kantornya.


"Mas, aku sudah sangat bosan disini tanpa melakukan apapun. Aku balik ke toko saja ya..." ucapan Ellen membuat Leo yang dari tadi sibuk dengan berkasnya langsung menghentikannya.


"Baiklah, kalau begitu bagaimana kalau kita pulang?"


"Pulang?"


"Hemm... Hari ini kita mengunjungi mama, bagaimana?" Ellen langsung tersenyum bahagia.


"Oke..."


Kini Leo dan Ellen di supermarket untuk belanja bahan makanan yang akan mereka bawa ke rumah orangtuanya Ellen.


"Ellen..." Ellen yang lagi memilih sayuran langsung menoleh ke belakang.


Melihat siapa yang memanggilnya, Ellen memilih untuk mencari suaminya keberadaan suaminya. Rio yang melihat Ellen menghindarinya, langsung menangkap tangan Ellen.

__ADS_1


"Lepaskan tanganku!" ucap Ellen dengan kesal.


"Apa kita bisa bicara?" tanya Rio tanpa mempedulikan permintaan Ellen.


"Tidak! Aku tidak punya waktu untuk bicara dengan mu!"


"Aku mohon tolong berikan aku waktu sebentar saja. Aku akan menjelaskan alasan aku pergi, El..."


"Tidak perlu, aku tidak butuh penjelasan mu!"


"Tapi, El..."


"Lepaskan tangan istriku tuan Rio..." Rio dan Ellen langsung melihat ke arah Leo yang sudah tampak berdiri di belakang Ellen dengan tatapan dingin.


"Mas..." cicit Ellen dengan gugup karena melihat tatapan Leo yang sangat dingin.


Rio tetap kekeuh menggenggam tangan Ellen, tentu saja Leo langsung menarik tangan Ellen yang satunya lagi. Keduanya saling tarik-menarik tangan Ellen, sedangkan Ellen sudah tampak mulai kesakitan karena ulah Rio dan Leo.


"Stop..." Leo dan Rio langsung berhenti dan menatap Ellen yang tiba-tiba menjerit.


"Rio lepaskan tanganku!" ucap Ellen dengan dingin pada Rio.


Karena tatapan Ellen yang sangat dingin padanya dan melihat Ellen yang seperti kesakitan langsung melepaskan tangan Ellen.


Melihat Rio melepaskan tangan istrinya, Leo langsung menarik Ellen kedalam pelukannya dan Leo langsung melingkari tangannya di pinggang Ellen.


Keduanya langsung pergi begitu saja tanpa mempedulikan Rio yang terus menatap Ellen.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sepanjang perjalanan menuju rumah kedua orangtuanya Ellen tampak diam saja. Ellen tidak menyangka akan bertemu dengan Rio lagi. Ellen tampak bingung kenapa Rio seperti itu tadi.


Saat mobilnya mereka berhenti di rumah orangtuanya, Ellen berniat ingin langsung keluar dari dalam mobil. Tapi Leo menariknya kedalam pelukannya.


"Mas..." Cicit Ellen dengan mengerutkan keningnya.


"Aku mencintaimu..." Ellen merasa tersentuh setiap kali Leo mengucapkan kata cinta padanya.


Setelah beberapa menit tidak ada balasan Ellen, Leo langsung melepaskan pelukannya dan keluar dari mobil. Ada rasa kekecewaan dalam hatinya karena sampai sekarang Ellen belum juga ada menyatakan cinta padanya. Setelah Leo keluar, Ellen juga keluar.


"Kamu masuk saja, biar aku yang akan membawa semuanya" ucap Leo dengan memaksakan dirinya tersenyum.


"Terimakasih..." Ellen langsung berlari masuk kedalam rumahnya dan memanggil mamanya.


"Mama...." teriak Ellen saat membuka pintu rumahnya.


"El sayang..." mama Nia dengan perasaan bahagia langsung memeluk Ellen.


"Kamu sama siapa datang?" tanya mama Nia setelah melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Sama suami ku ma...."


"Dimana, suami mu?"


"Lagi menurunkan belanjaan. Tapi kenapa lama sekali?" Karena Leo tidak juga muncul, Ellen dan mama Nia keluar untuk melihat Leo.


"Sepertinya suami mu suka dengan anak kecil..." ucap mama Nia saat mereka keluar mereka melihat Leo sedang memberikan makanan untuk anak-anak tetangganya. Ellen hanya tersenyum saja menanggapi pujian Mamanya pada suaminya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat Ellen membantu mamanya masak makan malam mereka. Leo istirahat di dalam kamar Ellen. Meskipun kamar Ellen tidak luas, tapi Leo sangat suka dengan suasana kamar Ellen. Barang-barangnya tersusun dengan sangat rapi.


"Kamu tanya dulu suami mu apa dia ingin mandi Air hangat atau dingin?" perintah Mama Nia sambil memasak.


"Ia, ma..."


Saat Ellen masuk kedalam kamar, Ellen melihat Leo berdiri menatap fotonya yang terpajang.


"Mas, kamu ingin mandi? Biar aku masak Air hangat untuk mu?" Leo langsung menoleh kebelakang.


"Tidak perlu, aku mandi air dingin saja...."


"Kamu yakin?" Leo hanya mengangguk kepalanya.


"Baiklah. Ini handuk yang bisa kamu pakai, tapi maaf tidak ada baju ganti yang bisa kamu pakai..."


"Tidak apa-apa. Sebentar lagi, Rezza datang membawa baju ganti ku..."


"Oke... Kalau begitu aku lanjut bantu mama dulu. Sebentar lagi pasti Kakek dan Chelsea sampai..."


Saat Ellen dan Leo memutuskan untuk makan malam bersama di rumah orangtuanya Ellen, Leo menghubungi kakeknya untuk datang ke rumah mertuanya supaya makan malam bersama.


"Hemmmm..."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kenapa kalian menandatangani surat itu, kak?" Clarisa sangat marah karena Rio menyetujui syarat yang diajukan Leo supaya dia bebas.


"Ini akibat mama yang terlalu memanjakan anak ini... Seharusnya kamu bersyukur mereka mau membebaskan mu..." ucap Rio dengan emosi.


"AH.... Aku sangat heran kenapa kak Leo mau menikah dengan wanita miskin dan murahan seperti itu..."


"Clarisa jaga ucapan mu..." teriak Rio yang tidak terima Clarisa menghina Ellen.


"Clarisa apa yang dikatakan kakak mu benar. Tolong jaga sikap mu... Seharusnya kamu bersyukur karena mereka mau membebaskan mu, mulai sekarang lupakan yang namanya Leo itu. Keluarga Rejaksa membenci mu, itu karena ulah kamu sendiri. Jadi kamu harus bisa menerima konsekuensinya" ucap papanya Rio.


...****************...


.

__ADS_1


__ADS_2